Ada sebagian sahabat bertanya...
_Kenapa ya saya sudah ikut kajian kemana2 tapi hati masih gelisah?_🤔
Dan ternyata yang alami ini bukan hanya satu atau dua orang saja.
Bisa jadi diantara kita sudah sering ikut kajian dimanapun tetapi kita melupakan apa yg di butuhkan oleh diri kita.
Sebagaimana di Risalah ke 2 saya sampaikan manusia memiliki 3 Komponen yaitu :
- Jasadiyah
- Fikriyah
- Ruhiyah
Setiap komponen di atas membutuhkan asupan untuk meningkatkan kemampuannya...
Komponen jasadiyah di latih dengan Shaum,Olahraga Dan Makan yang halalan Thoyyiban
Komponen Fikriyah dibina dengan ikut belajar kajian berbagai Ilmu Pengetahuan Umum Maupun Agama.
Kebanyakan sahabat menyadari saat mereka datang ke kajian2 agama maka itu sudah lebih dari cukup.
Padahal Komponen Ruhiyah ditingkatkannya tdk bisa dengan pola pembelajaran Fikriyah..
Sebagaimana ada seorang guru sampaikan kepada muridnya agar bersabar dalam hadapi ujian..
Muridnyapun bingung karena sudah merasa bersabar namun hatinya masih belum bisa tenang atau ikhlas atas apa yg dialaminya.
Karena perkara sabar bukan hanya sekedar kata2 saja..
Sebagaimana saya pernah sampaikan ke team dakwah SWAT IQRO
*_Ilmu itu tidak hanya dipelajari namun harus dirasakan_*
sebagaimana Nabi Ibrahim as pernah alami sebuah kisah untuk meningkatkan kekuatan iman kepada Allah
Surat Al-Baqarah Ayat 260
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ أَرِنِي كَيْفَ تُحْيِي الْمَوْتَىٰ ۖ قَالَ أَوَلَمْ تُؤْمِنْ ۖ قَالَ بَلَىٰ وَلَٰكِنْ لِيَطْمَئِنَّ قَلْبِي ۖ قَالَ فَخُذْ أَرْبَعَةً مِنَ الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ إِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلَىٰ كُلِّ جَبَلٍ مِنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِينَكَ سَعْيًا ۚ وَاعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
_Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati"._
_Allah berfirman: "Belum yakinkah kamu?"_
_Ibrahim menjawab: "Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap_
_Allah berfirman: "(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu._
_(Allah berfirman): "Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera". Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana._
Ayat di atas menjelaskan bahwa peningkatan Ruhiyah diperlukan sebuah proses belajar yg berbeda saat belajar dengan proses fikriyah.
Proses belajar fikriyah Nabi Ibrahim as telah di lalui lebih dahulu dengan kisah yg dijelaskan dalam ayat ini..
Surat Al-An'am Ayat 76
فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ اللَّيْلُ رَأَىٰ كَوْكَبًا ۖ قَالَ هَٰذَا رَبِّي ۖ فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَا أُحِبُّ الْآفِلِينَ
_Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku", tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam"._
Surat Al-An'am Ayat 77
فَلَمَّا رَأَى الْقَمَرَ بَازِغًا قَالَ هَٰذَا رَبِّي ۖ فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَئِنْ لَمْ يَهْدِنِي رَبِّي لَأَكُونَنَّ مِنَ الْقَوْمِ الضَّالِّينَ
_Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku". Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat"._
Surat Al-An'am Ayat 78
فَلَمَّا رَأَى الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَٰذَا رَبِّي هَٰذَا أَكْبَرُ ۖ فَلَمَّا أَفَلَتْ قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ
_Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: "Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar". Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan._
Surat Al-An'am Ayat 79
إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا ۖ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ
_Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan._
*_Dimana seseorang saat dalam tarbiyah fikriyah lebih banyak menggunakan dengan kemampuan Analisa Logika_*
*_Dan saat memasuki tarbiyah ruhiyah maka ia harus belajar lebih daripada logikanya saja_*
*_Dan untuk memasuki Tarbiyah Ruhiyah membutuhkan guru yg memiliki sanad ilmu dan amalan yang sampai kepada Rasulullah saw_*
jangan sampai kita sibuk belajar kajian ke berbagai tempat namun tidak memahami apa yg sedang kita cari.
ada sebuah kisah yg menarik...
Suatu ketika ada seorang Nelayan dan Anak Muda yang pintar dengan gelar S3 yg dimilikinya.
Mereka pergi ke suatu tempat dengan memakai perahu🛶🛶
Sambil menuju tempat perahu dilabuhkan mereka berdialog
Sang pemuda bertanya kepada bapak nelayan
_Bapak terakhir sekolah apa?_🤔🤔
_Bapak ndk sekolah nak. dari kecil langsung jadi nelayan bersama ortu_
☺☺
_Wah bapak rugi banget ndk pernah sekolah. padahal zaman sekarang dibutuhkan ilmu berbagai hal termasuk jd nelayan_
😎📕📕📕
bapak nelayan hanya terdiam senyum☺
Hingga akhirnya mereka naik perahu menuju tengah lautan untuk melakukan penelitian.
Tiba2 anak muda tadi terjatuh ke tengah laut dan meminta tolong kpd bapak nelayan😱😱
Namun nelayan tersebut hanya berkata :
_Sekarang dengan ilmu yg banyak kau pelajari selamatkan dirimu_
_saya memang tidak pandai dalam banyak hal namun saya tahu ilmu apa yg terpenting dan tetap akhirnya bapak nelayan menolong sang pemuda yang telah dapat pelajaran_
*Jangan sampai kita sudah merasa banyak ilmu padahal belum mencapai ilmu yg lebih mendalam lagi*
_Buya Muhammad Reza_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar