Manusia sejatinya memiliki problematika kehidupan siapapun manusia itu termasuk para Rasul dan Nabi
Hanya tingkatan ujian yang membedakan antara satu dengan yg lainnya
Dari Mush’ab bin Sa’id -seorang tabi’in- dari ayahnya, ia berkata,
يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً
“Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
« الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِى عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ »
_“Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.”_
(HR Tirmidzi)
Namun seringkali kita tdk mampu menangkap pesan yang Allah berikan dalam setiap ujian
dan kita hanya terfokus pada solusi atas ujian...
bermasalah dengan kesehatan...
yang dicari gimana supaya bisa sehat...
bermasalah dengan keuangan...
yang dicari gimana dapat uang yang cukup...
*akhirnya tanpa sadar kita disibukkan mencari solusi bukan mencari Allah*
jika yang dicari solusi maka mau cara apapun yang penting dapat...
sekalipun solusi yang diperoleh tidak Allah ridhoi...
karena sungguh bagi seorang yang benar2 yakin kepada Allah....
tidak mungkin Allah akan membiarkan hamba-Nya dalam kesulitan hidup
Surat Ali 'Imran Ayat 182
ذَٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيكُمْ وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ
_(Azab) yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan bahwasanya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Nya._
*pertanyaannya ialah sudahkah kita benar diakui sebagai hamba-Nya atau belum*
jika benar dirimu merasa sudah menjadi hamba..
maka apapun yang ditakdirkan oleh-Nya takkan ada kesedihan bagi hatimu..
Surat Al-Baqarah Ayat 112
بَلَىٰ مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِنْدَ رَبِّهِ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
_(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati._
*selama hati ini masih ragu kepada-Nya atas apa yang ditakdirkan-Nya maka belum sempurna kehambaan kepada Allah azza wa jalla*
_Buya Muhammad Reza_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar