Minggu, 22 Juli 2018

BERADAB DAN BERAKHLAQ KEPADA AHLUL BAIT PARA HABAIB

Aku ​SANTRI DURHAKA KEPADA GURU​

Dikisahkan belasan tahun lalu seorang santri yang sedang nyantri di Rubat Tarim yang saat itu diasuh Habib Abdulloh Assyatiri, dia dikenal sangat Alim hingga mampu menghafal kitab tuhfatul muhtaj 4 jilid. siapa tak kenal dia??
Semua tau bahwa ia sangat Alim bahkan diprediksi sebagai calon ulama besar.

Nah, Suatu hari disaat habib Abdulloh mengisi pengajian rutin santri, tiba tiba habib bertanya tentang santri yang sangat terkenal Alim itu. "Kemana si fulan???"
Semua santri bingung menjawab pertanyaan sang guru.

Ternyata santri yang dimaksud tidak ada di pondok melainkan keluar berniat mengisi pengajian di kota Mukalla tanpa izin.

Akhirnya habib Abdulloh Assyatiri yg sangat terkenal Allamah dan Waliyulloh berkata :

*"Baiklah orangnya boleh keluar tanpa izin, tapi ilmunya tetap di sini!!!".*

Di kota Mukalla, santri yang sudah terkenal Alim tersebut sudah di nanti nantikan para pecinta ilmu untuk mengisi pengajian di masjid omar Mukalla.
Singkat cerita si santri ini pun maju kedepan dan mulai membuka ceramahnya dengan salam dan muqaddimah pendek.

Allohu akbar !!! Ternyata, setelah membaca amma ba'du si Alim ini tak mampu berkata sama sekali, bahkan kitab paling kecil sekelas Safinah pun tak mampu ia ingat sedikitpun....
Sontak dia tertunduk dan menangis.. para hadirin pun heran,

"Ada apa ini???",, akhirnya Salah satu Ulama kota mukalla pun menghapirinya dan bertanya;
"Saudara mengapa begini??? Apa yang saudara lakukan sebelumnya?".

Dia menjawab :
"Aku keluar tanpa izin habib dari pesantren."
Dia terus menangis , dan beberapa orang menyarankan agar ia meminta maaf kepada Habib..

Parahnya dia dengan sombong tidak mau meminta maaf!!.
Kesombongannya ini membuat semua orang menjauhinya, dan tidak ada satupun yang perduli padanya, bahkan hidupnya setelah itu sangat miskin dan terlunta lunta dengan menjual daging ikan kering.
Dan di saat ia meninggal, ia mati dalam keadaan miskin bahkan kain kafannya pun tak mampu dibeli dan akhirnya Su'ul Khotimah.

Na'udzubillahi Min Dzalik.

Wallahu'alam

Semoga kita diwafatkan dalam keada'an husnul khatimah dan mampu mengucapkan" لااله الا الله "

*_Saat Rabithah guru dan murid terbangun inilah yg terjadi_*

ada sahabat kami langsung yg ia beberapa waktu lalai dengan dzikir thoriqoh ya...

dan yang terjadi Syekh Thoriqoh y datang dalam.mimpi dan memarahinya

begitujuga istri dari guru kami Abah Kyai Yunus

saat ia seorang hafidzoh lalai murojaah krn lelah banyak aktivitas...

ia didatangi oleh ayahnya dalam mimpi dan menegurnya...

*Inilah Rabithah yg terbangun*

*maka sedihlah jika dirimu sudah jarang bertemu guru di alam dzohir ditambah di alam bathin gurumu tak pernah berjumpa denganmu*

sebagaimana ada kisah seorang wanita yg menangis krn sdh 3 hari tdk bertemu Rasulullah saw dalam mimpi

Pintu Syariat terletak pada para Ulama dimana berbagai limpahan ilmu syariat akan mengalir

saat didepan mereka kita terlalu banyak bicara maka akan sedikit ilmu yg akan diperoleh dari para Ulama..

proses penjagaan Ulama kepada santrinya lewat majelis2 ilmu yg diajarkan terutama dengan metode talaqqi hingga pemberian ijazah ilmu...

Proses pelajaran bisa dirasakan langsung oleh kita

maka saat kita sdh lamatdk hadir ke majels ilmu dan dibiarkan oleh para guru saat kita lama tdk datang ke majelis

maka berhati2lah hubunganmu dengan mereka sdh emakin menjauh

Sementara

Auliya ialah Gerbang Ilmu Makrifatullah Wa Makrifaturrasul

Dimana Hati ialah adalah kunci dari ilmu tsb...

betapa banyak org yg peroleh ilmu laduni tanpa melalui proses belajar formal dikarenakan hati mereka yg kuat Rabithah dengan sang aulia

namun saat aulia itu di kecewakan jangan heran ilmu laduni atau berkah yg kita rasa akan bermasalah

proses penjagaan Auliya terutama lewat alam bathin seperti mimpi

bahkan bisa lebih halus di alam bathinul bathin

pelajaran yg diberikan auliya ada yg dirasakan lgs dan ada jg yg tdk kita rasakan langsung

saat kita sdh lama tdk bermimpi guru2 auliya kita maka bisa jadi hubungan hatimu sdh mulai menjauh

sebagaimana kisah yg di group diskusi...

apalagi jika Ulama Wal Auliya maka lisan dan hati perlu dijaga...

bila hubungan dengan ulama dan auliya sdh semakin menjauh

maka siapa lg yg akan mengantarkanmu kepada Allah dan Rasulullah saw.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar