Senin, 23 Juli 2018

Petunjuk Kebajikan Kepada Mahluk Di Dalam Perihal Memaknakan Rukun Rukun Islam

Bismillahirrahmannirrahim

Pasal 1

Bermula Wajib Atas Tiap Tiap Mukhalaf, yakni Aqil Baligh Bahwa Ia Menuntut Ilmu Segala Pekerjaan Agama Yang Wajib Atasnya. Demikian Pula Wajib Atas Seumpama Bapak Atau Suami Bahwa Ia Mengajar kan Yang Demikian Itu, Akan Anak Anaknya Atau Istrinya.

Adapun Jikalau Keduanya Itu, Tiada Boleh Mengajarkan Mereka Itu Maka Wajib Menyerahkan Kepada Yang Mengajar. Adapun Jikalau Yang Belajar Itu Perempuan, Maka Yang Mengajarkan nya pun Perempuan, Melainkan Jikalau Tiada Dapat Guru Perempuan Maka Laki Laki, Tetapi Syarat nya Aman Dari Pada Fitnah Lagi Wajib Pakai Dayang Dayang (Hijab/Penghalang) Antaranya.

Pasal 2

Artinya Baligh yaitu Cukup Umurnya Lima Belas Tahun Qomariyah Yaitu Dengan Itungan Bulan Bulan Islam. Sama Saja Anak Laki - Laki Atau Perempuan Demikian Pula Anak Perempuan Jika Dapat Haid Dari Umur Sembilan Tahun Atau Lebih Adanya. 


Pasal 3

Bermula Nikmat Tuhan Yang Amat besar Kepada Hambanya Yaitu lah Nikmat Islam dan Nikmat Iman Sebab Amalan Amalan Keduanya Itu Menjadi Lantaran Pada Masuk Surga Dan Selamat Dari Pada Api neraka. 




Minggu, 22 Juli 2018

Tetap Berdakwah

Perjuangan Ini Belum Selesai, selama Ruh ini Masih ada di dalam Jasad, maka teruslah Melangkah kedepan....

Memang Ujian, cobaan, dan Godaan Pasti Akan Menghampiri Bagi Mereka Yang Berjuang di Jalan Allah....

Shalawat Al Fatih

BERADAB DAN BERAKHLAQ KEPADA AHLUL BAIT PARA HABAIB

Aku ​SANTRI DURHAKA KEPADA GURU​

Dikisahkan belasan tahun lalu seorang santri yang sedang nyantri di Rubat Tarim yang saat itu diasuh Habib Abdulloh Assyatiri, dia dikenal sangat Alim hingga mampu menghafal kitab tuhfatul muhtaj 4 jilid. siapa tak kenal dia??
Semua tau bahwa ia sangat Alim bahkan diprediksi sebagai calon ulama besar.

Nah, Suatu hari disaat habib Abdulloh mengisi pengajian rutin santri, tiba tiba habib bertanya tentang santri yang sangat terkenal Alim itu. "Kemana si fulan???"
Semua santri bingung menjawab pertanyaan sang guru.

Ternyata santri yang dimaksud tidak ada di pondok melainkan keluar berniat mengisi pengajian di kota Mukalla tanpa izin.

Akhirnya habib Abdulloh Assyatiri yg sangat terkenal Allamah dan Waliyulloh berkata :

*"Baiklah orangnya boleh keluar tanpa izin, tapi ilmunya tetap di sini!!!".*

Di kota Mukalla, santri yang sudah terkenal Alim tersebut sudah di nanti nantikan para pecinta ilmu untuk mengisi pengajian di masjid omar Mukalla.
Singkat cerita si santri ini pun maju kedepan dan mulai membuka ceramahnya dengan salam dan muqaddimah pendek.

Allohu akbar !!! Ternyata, setelah membaca amma ba'du si Alim ini tak mampu berkata sama sekali, bahkan kitab paling kecil sekelas Safinah pun tak mampu ia ingat sedikitpun....
Sontak dia tertunduk dan menangis.. para hadirin pun heran,

"Ada apa ini???",, akhirnya Salah satu Ulama kota mukalla pun menghapirinya dan bertanya;
"Saudara mengapa begini??? Apa yang saudara lakukan sebelumnya?".

Dia menjawab :
"Aku keluar tanpa izin habib dari pesantren."
Dia terus menangis , dan beberapa orang menyarankan agar ia meminta maaf kepada Habib..

Parahnya dia dengan sombong tidak mau meminta maaf!!.
Kesombongannya ini membuat semua orang menjauhinya, dan tidak ada satupun yang perduli padanya, bahkan hidupnya setelah itu sangat miskin dan terlunta lunta dengan menjual daging ikan kering.
Dan di saat ia meninggal, ia mati dalam keadaan miskin bahkan kain kafannya pun tak mampu dibeli dan akhirnya Su'ul Khotimah.

Na'udzubillahi Min Dzalik.

Wallahu'alam

Semoga kita diwafatkan dalam keada'an husnul khatimah dan mampu mengucapkan" لااله الا الله "

*_Saat Rabithah guru dan murid terbangun inilah yg terjadi_*

ada sahabat kami langsung yg ia beberapa waktu lalai dengan dzikir thoriqoh ya...

dan yang terjadi Syekh Thoriqoh y datang dalam.mimpi dan memarahinya

begitujuga istri dari guru kami Abah Kyai Yunus

saat ia seorang hafidzoh lalai murojaah krn lelah banyak aktivitas...

ia didatangi oleh ayahnya dalam mimpi dan menegurnya...

*Inilah Rabithah yg terbangun*

*maka sedihlah jika dirimu sudah jarang bertemu guru di alam dzohir ditambah di alam bathin gurumu tak pernah berjumpa denganmu*

sebagaimana ada kisah seorang wanita yg menangis krn sdh 3 hari tdk bertemu Rasulullah saw dalam mimpi

Pintu Syariat terletak pada para Ulama dimana berbagai limpahan ilmu syariat akan mengalir

saat didepan mereka kita terlalu banyak bicara maka akan sedikit ilmu yg akan diperoleh dari para Ulama..

proses penjagaan Ulama kepada santrinya lewat majelis2 ilmu yg diajarkan terutama dengan metode talaqqi hingga pemberian ijazah ilmu...

Proses pelajaran bisa dirasakan langsung oleh kita

maka saat kita sdh lamatdk hadir ke majels ilmu dan dibiarkan oleh para guru saat kita lama tdk datang ke majelis

maka berhati2lah hubunganmu dengan mereka sdh emakin menjauh

Sementara

Auliya ialah Gerbang Ilmu Makrifatullah Wa Makrifaturrasul

Dimana Hati ialah adalah kunci dari ilmu tsb...

betapa banyak org yg peroleh ilmu laduni tanpa melalui proses belajar formal dikarenakan hati mereka yg kuat Rabithah dengan sang aulia

namun saat aulia itu di kecewakan jangan heran ilmu laduni atau berkah yg kita rasa akan bermasalah

proses penjagaan Auliya terutama lewat alam bathin seperti mimpi

bahkan bisa lebih halus di alam bathinul bathin

pelajaran yg diberikan auliya ada yg dirasakan lgs dan ada jg yg tdk kita rasakan langsung

saat kita sdh lama tdk bermimpi guru2 auliya kita maka bisa jadi hubungan hatimu sdh mulai menjauh

sebagaimana kisah yg di group diskusi...

apalagi jika Ulama Wal Auliya maka lisan dan hati perlu dijaga...

bila hubungan dengan ulama dan auliya sdh semakin menjauh

maka siapa lg yg akan mengantarkanmu kepada Allah dan Rasulullah saw.

Jumat, 20 Juli 2018

Risalah 3

Ada sebagian sahabat bertanya...

_Kenapa ya saya sudah ikut kajian kemana2 tapi hati masih gelisah?_🤔

Dan ternyata yang alami ini bukan hanya satu atau dua orang saja.

Bisa jadi diantara kita sudah sering ikut kajian dimanapun tetapi kita melupakan apa yg di butuhkan oleh diri kita.

Sebagaimana di Risalah ke 2 saya sampaikan manusia  memiliki 3 Komponen yaitu :

- Jasadiyah
- Fikriyah
- Ruhiyah

Setiap komponen di atas membutuhkan asupan untuk meningkatkan kemampuannya...

Komponen jasadiyah di latih dengan Shaum,Olahraga Dan Makan yang halalan Thoyyiban

Komponen Fikriyah dibina dengan ikut belajar kajian berbagai Ilmu Pengetahuan Umum Maupun Agama.

Kebanyakan sahabat menyadari saat mereka datang ke kajian2 agama maka itu sudah lebih dari cukup.

Padahal Komponen Ruhiyah ditingkatkannya tdk bisa dengan pola pembelajaran Fikriyah..

Sebagaimana ada seorang guru sampaikan kepada muridnya agar bersabar dalam hadapi ujian..

Muridnyapun bingung karena sudah merasa bersabar namun hatinya masih belum bisa tenang atau ikhlas atas apa yg dialaminya.

Karena perkara sabar bukan hanya sekedar kata2 saja..

Sebagaimana saya pernah sampaikan ke team dakwah SWAT IQRO

*_Ilmu itu tidak hanya dipelajari namun harus dirasakan_*

sebagaimana Nabi Ibrahim as pernah alami sebuah kisah untuk meningkatkan kekuatan iman kepada Allah

Surat Al-Baqarah Ayat 260

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ أَرِنِي كَيْفَ تُحْيِي الْمَوْتَىٰ ۖ قَالَ أَوَلَمْ تُؤْمِنْ ۖ قَالَ بَلَىٰ وَلَٰكِنْ لِيَطْمَئِنَّ قَلْبِي ۖ قَالَ فَخُذْ أَرْبَعَةً مِنَ الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ إِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلَىٰ كُلِّ جَبَلٍ مِنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِينَكَ سَعْيًا ۚ وَاعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

_Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati"._

_Allah berfirman: "Belum yakinkah kamu?"_

_Ibrahim menjawab: "Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap_

_Allah berfirman: "(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu._

_(Allah berfirman): "Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera". Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana._

Ayat di atas menjelaskan bahwa peningkatan Ruhiyah diperlukan sebuah proses belajar yg berbeda saat belajar dengan proses fikriyah.

Proses belajar fikriyah Nabi Ibrahim as telah di lalui lebih dahulu dengan kisah yg dijelaskan dalam ayat ini..

Surat Al-An'am Ayat 76

فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ اللَّيْلُ رَأَىٰ كَوْكَبًا ۖ قَالَ هَٰذَا رَبِّي ۖ فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَا أُحِبُّ الْآفِلِينَ

_Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku", tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam"._

Surat Al-An'am Ayat 77

فَلَمَّا رَأَى الْقَمَرَ بَازِغًا قَالَ هَٰذَا رَبِّي ۖ فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَئِنْ لَمْ يَهْدِنِي رَبِّي لَأَكُونَنَّ مِنَ الْقَوْمِ الضَّالِّينَ

_Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku". Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat"._

Surat Al-An'am Ayat 78

فَلَمَّا رَأَى الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَٰذَا رَبِّي هَٰذَا أَكْبَرُ ۖ فَلَمَّا أَفَلَتْ قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ

_Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: "Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar". Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan._

Surat Al-An'am Ayat 79

إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا ۖ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

_Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan._

*_Dimana seseorang saat dalam tarbiyah fikriyah lebih banyak menggunakan dengan kemampuan Analisa Logika_*

*_Dan saat memasuki tarbiyah ruhiyah maka ia harus belajar lebih daripada logikanya saja_*

*_Dan untuk memasuki Tarbiyah Ruhiyah membutuhkan guru yg memiliki sanad ilmu dan amalan yang sampai kepada Rasulullah saw_*

jangan sampai kita sibuk belajar kajian ke berbagai tempat namun tidak memahami apa yg sedang kita cari.

ada sebuah kisah yg menarik...

Suatu ketika ada seorang Nelayan dan Anak Muda  yang pintar dengan gelar S3 yg dimilikinya.

Mereka pergi ke suatu tempat dengan memakai perahu🛶🛶

Sambil menuju tempat perahu dilabuhkan mereka berdialog

Sang pemuda bertanya kepada bapak nelayan

_Bapak terakhir sekolah apa?_🤔🤔

_Bapak ndk sekolah nak. dari kecil langsung jadi nelayan bersama ortu_
☺☺

_Wah bapak rugi banget ndk pernah sekolah. padahal zaman sekarang dibutuhkan ilmu berbagai hal termasuk jd nelayan_
😎📕📕📕

bapak nelayan hanya terdiam senyum☺

Hingga akhirnya mereka naik perahu menuju tengah lautan untuk melakukan penelitian.

Tiba2 anak muda tadi terjatuh ke tengah laut dan meminta tolong kpd bapak nelayan😱😱

Namun nelayan tersebut hanya berkata :

_Sekarang dengan ilmu yg banyak kau pelajari selamatkan dirimu_

_saya memang tidak pandai dalam banyak hal namun saya tahu ilmu apa yg terpenting dan tetap akhirnya bapak nelayan menolong sang pemuda yang telah dapat pelajaran_

*Jangan sampai kita sudah merasa banyak ilmu padahal belum mencapai ilmu yg lebih mendalam lagi*

_Buya Muhammad Reza_

Rabu, 18 Juli 2018

Risalah 2

Manusia diberikan oleh Allah kesempurnaan di bandingkan mahluk lain.

Surat At-Tin Ayat 4

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

_sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya._

Kesempurnaan tersebut di dukung dengan tiga komponen  tubu yaitu :

Jasadiyah
Fikriyah
Ruhiyah

Ditambah lagi dengan adanya SK tugas yang Allah berikan

Surat Al-Baqarah Ayat 30

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ

 Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi

Dengan kesempurnaan komponen yg Allah berikan dan adanya SK sebagai Kholifah

Maka sejatinya manusia bukanlah mahluk yg biasa2 saja.

Faktanya...

Manusia belum mampu mengenali akan dirinya...

Manusia belum mampu menyadari siapa dirinya di bumi ini

Tanpa sadar terjebak dengan kehidupan dunia yang fana dan penuh jebakan.

Surat Al-Mu’minun Ayat 115

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ

_Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?_

Saat manusia memiliki masalah kehidupan...

Fokusnya ia mencari solusi temporer bukan permanent

Ia sibuk mencari solusi atas masalahnya

daripada mencari pesan Allah dalam setiap kejadian.

Wajar akhirnya hatinya tak tenang dan dibutakan dunia ini..

untuk itulah wajib bagi kita mengetahui siapa kita sebenarnya...

ُمَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّه

_artinya Barang siapa yang mengenal dirinya, sungguh ia telah mengenal Tuhannya.”_

Bagaimana mungkin manusia akan mengenal Allah azza wa jalla..

jika dirinya sendiri saja ia tak mengetahui...

dan yang dikhawatirkan manusia akan menjadi apa yang pernah di katakan buya hamka

_Jika hidup sekedar hidup_

_babi dihutan juga hidup_

_jika hidup sekedar bekerja_

_kera juga bekerja_

untuk itu wahai sahabatku...

Bangunlah Malam untuk Tahajud..

Selepas itu tanyakan kepada dirimu...

*_Siapakah engkau sebenarnya di dunia ini_*

*_Apa yang kau cari di dunia ini_*

_Buya Muhammad Reza_

Risalah 1


Manusia sejatinya memiliki problematika kehidupan siapapun manusia itu termasuk para Rasul dan Nabi

Hanya tingkatan ujian yang membedakan antara satu dengan yg lainnya

Dari Mush’ab bin Sa’id -seorang tabi’in- dari ayahnya, ia berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً

“Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

« الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِى عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ »

_“Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.”_

 (HR Tirmidzi)

Namun seringkali kita tdk mampu menangkap pesan yang Allah berikan dalam setiap ujian

dan kita hanya terfokus pada solusi atas ujian...

bermasalah dengan kesehatan...

yang dicari gimana supaya bisa sehat...

bermasalah dengan keuangan...

yang dicari gimana dapat uang yang cukup...

*akhirnya tanpa sadar kita disibukkan mencari solusi bukan mencari Allah*

jika yang dicari solusi maka mau cara apapun yang penting dapat...

sekalipun solusi yang diperoleh tidak Allah ridhoi...

karena sungguh bagi seorang yang benar2 yakin kepada Allah....

tidak mungkin Allah akan membiarkan hamba-Nya dalam kesulitan hidup

Surat Ali 'Imran Ayat 182

ذَٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيكُمْ وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ

_(Azab) yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan bahwasanya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Nya._

*pertanyaannya ialah sudahkah kita benar diakui sebagai hamba-Nya atau belum*

jika benar dirimu merasa sudah menjadi hamba..

maka apapun yang ditakdirkan oleh-Nya takkan ada kesedihan bagi hatimu..

Surat Al-Baqarah Ayat 112

بَلَىٰ مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِنْدَ رَبِّهِ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

_(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati._

*selama hati ini masih ragu kepada-Nya atas apa yang ditakdirkan-Nya maka belum sempurna kehambaan kepada Allah azza wa jalla*


_Buya Muhammad Reza_