Sahabat IQRO
Perlu diketahui bahwa
Manusia Dalam beramal memiliki dua fase yaitu
*Fase Mujahadah
*Fase Mahabbah*
Sebagaimana Di video Di atas saat seorang anak muda ingin melakukan sesuatu Karena Mahabbah
Maka Cara apapun dia Akan tempuh walau agak aneh😁🤦🏻♂
Berbeda dengan fase mujahadah ketika seorang berbuat Masih berfikir sebab akibat
Untuk itu...
Izinkan saya jelaskan Satu demi Satu ya...
☺☺☺
_ingat tetap Jaga wudhunya ya agar berkah ilmu diperoleh_
*Fase Mujahadah*
Setiap Muslim Yang semakin sadar bahwa dosanya semakin banyak maka ia Akan semakin sungguh2 dalam taat kepada Allah
Seseorang yg Dalam fase Mujahadah Dalam beramal memiliki Satu indikator yaitu
_Kesungguhan dirinya beramal Yang membuat ia bisa mendekatkan diri kepada Allah_
🕋🕋🕋🕋🕋🕋🕋
Surat Al-'Ankabut Ayat 69
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ
_Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik._
Dirinya semakin serius perbaiki diri saat teringat dosa Yang dilakukan
Baca Qur'an Yang tadinya sulit menjadi Rajin setiap waktu...
Baca Dzikir Yang jarang ia lakukan menjadi hobi setiap saat...
Shalat Tarawih Dan Qiyamul lail ia Cari yg lama selesainya...
Cara berfikirnyapun Dalam keseharian menggunakan hukum sebab akibat atau yg bisa disebut dengan hukum kausalitas.
Contohnya...
Jika ia perbanyak shalawat atau sedekah insya Allah apa yang ia inginkan pasti Allah kabulkan...
☺☺☺☺
Tidak Ada Yang Salah dengan hal ini seperti pernah saya lakukan khalwat Dzikir ratusan ribu kali untuk suatu hal.
Namun saya teringat ketika Membaca sebuah Kitab Yang berjudul Daqoiqul Akhbar Karya Syekh Abdurrahman Bin Ahmad.
Ada sebuah dialog antara Allah SWT Dan Nabi Musa
Saat iTu Nabi Musa as berkata ...
_Ya Allah semua amalan Aku lakukan untuk-Mu_
Dan Allah azza wa jalla pun menjawab ya..
_Tidak Musa_
_Amalan yang engkau lakukan hanya untuk kebutuhanmu_
_engkau beristigfar agar dosamu diampuni_
_engkau bersedekah supaya menarik rezeki_
_engkau beramal agar bisa masuk ke Dalam surga_
*_lalu dimanakah amalan Yang benar2 untuk-Ku tanpa meminta sesuatu??_*
😭😭😭😭😭😭😭
Disinilah posisi seorang Muslim saat Di fase Mujahadah...
Ia merasa mampu dengan amalannya ia bisa peroleh hajatnya kepada Allah
Bahkan tanpa sadar atau disadarinya...
Ia telah terjebak bahwa ia beramal Karena sebab akibat Saja..😟😟
Wajar jika akhirnya saat hajatnya sudah terpenuhi Ibadah ya kendor lagi...
Surat Al-'Ankabut Ayat 65
فَإِذَا رَكِبُوا فِي الْفُلْكِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ
_Maka apabila mereka naik kapal mereka mendoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya;_
_maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah)_
Saat butuh merapat ke Allah..
Saat sudah tidak butuh mulai menjauh..
😢😢😢😢😢
Di Fase Mujahadah ini seseorang mengandalkn KECEPATAN dirinya...
Dan untuk itu wajar jika KECEPATAN ya bisa terbatas Dan berubah2...
*Fase Mahabbah*
Akan Ada sebuah masa Di mana saat seseorang sudah tak mampu berdoa Apa lagi...
Akan Ada sebuah masa dimana saat seseorang ia beramal Bukan untuk apapun...
Kecuali...
Ia berdoa agar ia mampu mencintai Dan dicintai Allah
Ia beramal Bukan untuk hajatnya namun agar Allah Dan Rasulullah ridhoi dirinya
Di masa inilah dirinya telah memasuki fase Mahabbah💖💖💖
Indah memang seakan semua hanya teruntuk kepada Allah..
Tetapi saat ia Akan memasuki fase ini ia akan mengalami Satu hal
_segala hal yang membuat ia jauh dari Allah baik itu keluarga, Pekerjaan,harta Dan apapun yg membuat jauh Dari Allah_
_maka Allah Akan pisahkan darinya Hingga ia sadar bahwa ia hanya memiliki Allah_
😭😢😭😢😭😢😭😢
Surat Al-Baqarah Ayat 165
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ
_Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah._
_Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)._
Ketika harusnya bergantung kepada Allah
Dan Yang Ada mereka bergantung kepada pasangan hidup,anak , Pekerjaan Dan apapun iTu..
Maka Allah Akan ambil sementara atau buat masalah dengan hal itu Hingga ia tersadar Akan kelalaian yg dilakukan ya...😢😢
لِمَنْ فِي أَيْدِيكُمْ مِنَ الْأَسْرَىٰ إِنْ يَعْلَمِ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ خَيْرًا يُؤْتِكُمْ خَيْرًا مِمَّا أُخِذَ مِنْكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
_"Jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan kepadamu yang lebih baik dari apa yang telah diambil daripadamu dan Dia akan mengampuni kamu". Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang._
(QS Al Anfaal ayat 70)
Ketika seseorang sudah tersadar dengan kelalaian ini maka Yang terjadi ialah...
Ia beribadah kepada-Nya Bukan Karena hajat yg dibutuhkan...
Namun agar Allah ridho Dan mencintai ya...
Dalam sakit Yang dirasa ia tak meminta sehat...
Dalam kesedihan Hati Yang dialami,ia tak meminta obat Hati...
_ia hanya berharap agar Allah Dan Rasulullah ridho Akan Apa yg ia jalani_
💖💖💖💖💖💖💖
Disaat itulah Allah membukakan jalan untuk ia mengenal-Nya
Bukan Karena amalan Yang dilakukan-Nya...
Tetapi Karena Allah yg mencintai ya...
Sebagaimana mutiara Ibnu Athaillah Dalam Al Hikam....
إِذَا فَتَحَ لَـكَ وِجْهَةً مِنَ التَّعَرُّفِ فَلاَ تُبــَالِ مَعَهَا أِنْ قَلَّ عَمَلُكَ فَإِنَّـهُ مَا فَـتَـحَهَا لَكَ إِلاَّ وَهُوَ يُرِ يْدُ أَنْ يَـتَـعَرَّفَ إِلَيكَ. أَلَمْ تَـعْلَمْ أَنَّ الـتَّــعَرُّفَ هُوَ مُوْرِدُهُ عَلَيْكَ، وَاْلأَعْمَالُ أَنْتَ مُــهْدِ يْــهَا إِلَـيْهِ، وَأَيــْنَ مَا تُــهْدِ يْهِ إِلَـيْهِ مِمَّا هُـوَ مُوْرِدُهُ عَلَـيْكَ
_"Ketika Dia membukakan bagimu (suatu) Wajah Pengenalan, maka jangan engkau sandingkan (hadirnya) pengenalan itu dengan sedikitnya amal-amalmu_
_karena sesungguhnya Dia tidak membukakan pengenalan itu bagimu kecuali (bahwa) Dia semata-mata menginginkan untuk memperkenalkan (Diri-Nya) kepadamu._
_Tidakkah engkau mengetahui bahwa sesungguhnya (suatu) pengenalan itu (semata-mata) Dia yang menginginkannya atasmu, sedangkan amal-amal itu (semata-mata) suatu hadiah dari engkau kepada-Nya_
_maka tidaklah sebanding antara apa-apa yang engkau hadiahkan kepada-Nya dengan apa-apa yang Dia inginkan untukmu."_
Syarah
Ada rahasia yang sangat halus dibalik kalimat-kalimat Ibnu Athaillah dalam pasal ini.
Ibnu Athaillah bukan hendak mengatakan bahwa amaliah tidak berarti, karena itu adalah tanda kepatuhan kepada-Nya.
Namun ada persoalan yang lebih besar dari itu yang harus dimiliki setiap pejalan suluk.
Ketika Allah membuka “Wajah Pengenalan”, maka yang Dia anugrahkan kepada seorang hamba adalah Diri-Nya, Eksistensi-Nya, bukan semata perbuatan-Nya, karunia-Nya, atau surga-Nya.
Maka tidaklah sebanding ketika Allah menyerahkan seluruh Diri-Nya untuk dikenali, sementara seseorang hanya menyerahkan amal perbuatannya, bukan dirinya.
Adalah Nabi Muhammad SAW memberi nasihat kepada putrinya Fatimah r.a. untuk senantiasa berdoa pada setiap pagi dan petang:
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ! أَصْلِحْ لِي شَأْنِيَ كُلَّهُ، وَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ
_Wahai (Dzat) yang Maha Hidup dan Maha Berdiri! Dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Perbaikilah urusanku seluruhnya; dan jangan Engkau serahkan aku kepada diriku walau hanya sekejap mata._
H.R. Imam An-Nasai, Imam Al-Hakim.
Dalam hadits yang lain dikatakan:
اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو، فَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ
_Ya Allah, hanya rahmat-Mu yang kuharapkan! Maka janganlah Engkau serahkan aku kepada diriku meski sekejap mata, dan perbaikilah urusanku seluruhnya. (Sungguh) tidak ada tuhan selain Engkau._
H.R. Imam Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Hibban.
Surat Al-Baqarah Ayat 112
بَلَىٰ مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِنْدَ رَبِّهِ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
_(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati._
Bagi mereka yg sudah Di fase Mahabbah...
Hati mereka Bukan milik pasangan hidup mereka
Bukan milik anak Yang mereka cintai
Bahkan Bukan milik diri mereka sendiri...
Namun hatinya telah diserahkan kepada Allah..
Mau dibuat bahagia atau sedih oleh Allah...
iTu tidak masalah bagi dirinya...
Mau dibuat Kaya atau Miskin oleh Allah...
iTu tidak masalah baginya...
Karena ia yakin tidak mungkin Allah ingin menyulitkan mereka
☺☺☺☺☺☺
Surat Ali 'Imran Ayat 182
ذَٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيكُمْ وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ
_(Azab) yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan bahwasanya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Nya._
Hingga pada akhirnya Dalam beramal bukan dengan Cara Mujahadah
Namun Mahabbah💖
Sebagaimana Rasulullah saw pernah ditanya
_Ya Rasulullah mengapa engkau Masih tetap Rajin sholat Malam padahal dirimu sudah dijamin oleh Allah masuk ke Dalam Surga?_🤔🤔🤔
Dan beliau saw menjawab...
*_tidak pantaskah Aku menjadi Hamba Yang bersyukur kepada-Nya yg telah memberi banyak nikmat?_*
Allahu Robbi...
*Saat seseorang difase Mahabbah ia Bukan lagi mengejar kuantitas tetapi kualitas*
*_Disinilah PERCEPATAN AMALAN terjadi_*💖💖
Salah Satu peristiwa Yang dinantikan oleh setiap Muslim ialah
*Datang ya Lailatul Qodar Di Salah Satu Malam 10 Hari Terakhir*
☄✨🌕🌙☄✨🌑🌙
Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)
_“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan._
_Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?_
_Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan._
_Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan_
_Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”_
(QS. Al Qadr: 1-5).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
_“Barangsiapa yang menghidupkan lailatul qadar dengan shalat malam atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”_
(HR. Bukhari no. 1901 dan Muslim no. 760)
Banyak Riwayat Yang jelaskan tentang Asbabun Nuzul terkait Surat Al Qodr ini
Menurut Riwayat Ibnu Abbas r.a., Suatu ketika Malaikat Jibril menceritakan kpd Nabi Muhammad S.A.W. kisah seorang lelaki pd Zaman Bani Israil yg berjuang fisabilillah terus menerus selama 1000 bulan atau lebih kurang 84 tahun.
Pada malam hari lelaki itu akan mengerjakan ibadah dgn tekun & pd siang hari dia berjuang melawan musuh yg merusak agamanya.
Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bercerita kepada para sahabatnya tentang pejuang dari Bani Israil tersebut yang tak lain adalah Sam’un.
Para sahabat ketika mendengar cerita tersebut, merasa kecil hati dengan amal ibadah dan perjuangan orang tersebut. Mereka ingin melakukan amal ibadah dan perjuangan yang sedemikian rupa.
Hanya saja umur kehidupan mereka jarang lebih dari enam puluh atau tujuh puluh tahun.
Di dalam hadist disebutkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam: “Usia ummatku sekitar enam puluh atau tujuh puluh tahun”.
Ketika para sahabat sedang berpikir dan merenung, datanglah malaikat Jibril kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam membawa wahyu dan kabar kembira kepada Rasulullah dan para sahabatnya.
Berkata malaikat Jibril Alaihis Salaam:
“Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menurunkan kepadamu ya Rasulullah surat Al Qadr, di mana di dalamnya terdapat kabar gembira untukmu dan ummatmu, di mana Allah menurunkan malam Lailatul Qadr, di mana orang yang beramal pada malam Lailatul Qadr mendapatkan pahala lebih baik dan lebih besar dari pada seribu bulan.
Maka amal ibadah yang dikerjakan ummatmu pada malam Lailatul Qadr lebih baik dari pada seorang ahli ibadah dari kalangan Bani Israil yang beribadah selama delapan puluh tahun”.
Alhasil Dari kisah Sejarah awal ini menjelaskan adanya *PERCEPATAN AMALAN*
Saat seorang Muslim mengetahui adanya Lailatul Qadar
Maka mereka sadar Akan adanya PERCEPATAN AMALAN
Tetapi sadarkah sahabat sebenarnya...
*PERCEPATAN AMALAN TERJADI TIDAK HANYA SAAT RAMADHAN*
☺☺☺☺
Ada Yang bisa jelaskan maksud pernyataan saya diatas...
Dikatakan adanya PERCEPATAN AMALAN Karena adanya sesuatu yg melampaui hal yg mampu Kita lakukan secara biasa...
Sebagaimana saat seseorang peroleh Lailatul Qodar maka ia mendapatkan pahala 1000 Bulan Ibadah
Disanalah ia peroleh PERCEPATAN AMALAN daripada KECEPATAN Amalan Yang ia lakukan biasanya ☺
PERCEPATAN AMALAN diluar Bulan Ramadhan juga dapat terjadi disebabkan beberapa hal :
1. Sebab Seseorang
2. Sebab Waktu
3. Sebab Tempat
4. Sebab Ikatan
SEBAB SESEORANG
*1.Keturunan Rasulullah*
_Semua sebab dan nasab akan terputus pada hari Kiamat kecuali sebabku dan nasabku”_
(HR Thobari)
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman,
_“Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai Ahlul Bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.”_
(QS. Al-Ahzâb [33]: 33)
Allah Subhanahu Wata’ala juga berfirman _“Katakanlah: ‘Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan.”_
(QS. Asy-Syûrâ [42]: 23)
Dalam Hadits Riwayat Muslim dijelaskan bahwa
Suatu hari Rasul berpidato di hadapan kami dekat danau bernama Khom antara Mekkah dan Madinah, setelah memuji Allah, beliau mulai menasihati kami dan bersabda :
_"Wahai orang-orang, aku tak ubahnya seorang manusia, mungkin utusan tuhanku akan segera datang memanggilku, ketahuilah bahwa aku meninggalkan pada kalian 2 benda berharga, kitabullah yang mengandung cahaya dan bimbingan maka ambilah kitabullah dan berpegang padanya.._
_beliau meneruskan : Dan ahlul baitku, aku memperingatkan kalian tentang ahlul baitku, aku memperingatkan kalian tentang ahlul baitku, aku memperingatkan kalian tentang ahlul baitku"_
Rasulullah saw terlahir Dari nasab Yang mulia Dan Akan menurunkan kepada keturunan ya
Maka Salah Satu PERCEPATAN AMALAN ialah dengan meminta doa mereka.. Ibadah bersama mereka...
Tentu Akan berbeda kualitas saat Kita berdoa sendiri dibandingkan bersama keturunan Rasulullah saw..
Sebagaimana Allah perintahkan Kita mencari jalan untuk mendekatkan diri kepada-Nya
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
_“Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.”_
[Al-Maa-idah: 35]
*2.Seorang Ulama*
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
_Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat._
_Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan._
(Surat Al Mujadalah ayat 11)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ
_“Ulama adalah pewaris para nabi.”_
(HR At-Tirmidzi)
Dari beberapa dalil inilah mengapa saat terjadi Ulama yg disakiti maka Ummat Akan bangkit
Maka tentu penting bagi Kita belajar ,beribadah Hingga meminta doanya Dari mereka
*3.Orang Tua*
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ
_“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua”_
(HR At-Tirmidzi)
Ingat Kisah Alqomah tentang ia yg alami sulit hadapi sakratul maut Karena bermasalah dengan ibunya...
Memang Dalam kehidupan ini tidak semua orangtua Dan anak bisa rukun...
Ada beberapa sebab yg membuat Ortu Dan anak berselisih..
Namun bagaimanapun tetaplah berbuat baik kepada orangtua
Karena mereka Salah Satu jalan PERCEPATAN AMALAN Kita...
Mintalah DOA Dan ridho mereka atas APA yg Kita lakukan
*4.Suami*
_Maukah kalian aku beritahu tentang istri-istri kalian di dalam surga?” Mereka menjawab ‘Tentu saja wahai Rasulullaah.’ Nabi berkata: “Wanita yang penyayang lagi subur._
_Apabila ia marah atau diperlakukan marsh kepadanya, ia berkata, ini tanganku di atas tanganmu,mataku tidak akan bisa terpejam hingga engkau ridha.”_
(HR. Ath Thabrani)
Tak dapat dipungkiri Di era globalisasi banyak istri yg berkarier baik membantu urusan keluarga atau hobi.
Perhatikan saat istri bermasalah dengan ridho suami maka Akan berefek pada aktivitas ya
Mengapa iTu terjadi...
Sebab saat ijab qobul terjadi segala tanggung Jawab anak perempuan seorang ayah telah beralih kepada suaminya
Namun bukan berati suami jadi semena2 mengatur istri..
Suami yg sholeh tahu bagaimana ia menjaga istrinya ...
*5. Orang yg Terzolimi*
_Dari Abu Hurairah ra. berkata: Rasulullah saw. bersabda:_
_Ada tiga doa mustajab (dikabulkan) yang tidak ada keraguan di dalamnya, yaitu: doa orang yang teraniaya, doa musafir, dan doa buruk orang tua kepada anaknya._
(HR Abu Daud dan al-Tirmizi.)
Disaat diri Kita terzolimi oleh seseorang mungkin emosi Akan terpicu
Namun sadarkah...
Jangan2 mereka dibuat seperti iTu agar Kita mengalami PERCEPATAN AMALAN dengan DOA orang terzolimi...
*Sebab Waktu*
PERCEPATAN AMALAN juga bisa dipengaruhi oleh waktu yg memiliki Keutamaan daripada waktu lainnya...
*1. Saat 1/3 Malam terakhir*
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَتَنَزَّلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ ، مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ ، وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ
_“Rabb kita tabaroka wa ta’ala turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berkata: ‘Siapa yang berdoa pada-Ku, aku akan memperkenankan doanya. Siapa yang meminta pada-Ku, pasti akan Kuberi. Dan siapa yang meminta ampun pada-Ku, pasti akan Kuampuni’.”_
(HR. Bukhari Muslim)
*2.Hari Jumat*
dikumandangkan.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ : « فِيهِ سَاعَةٌ لَا
يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ » وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا
_Abu Hurairah berkata Rasulullah saw pernah bersabda:” Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya. Rasululllah mengisyaratkan dengan tangan beliau sebagai gambaran akan sedikitnya waktu itu”_
(H.R Muttafaqun Alaih)
*3.Waktu Ashar Selepas Jumat*
shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
« يَوْمُ الْجُمُعَةِ ثِنْتَا عَشْرَةَ ». يُرِيدُ سَاعَةً « لاَ يُوجَدُ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ شَيْئًا إِلاَّ آتَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ ».
_“(Waktu siang) di hari Jum’at ada 12 (jam). Jika seorang muslim memohon pada Allah ‘azza wa jalla sesuatu (di suatu waktu di hari Jum’at) pasti Allah ‘azza wa jalla akan mengabulkannya. Carilah waktu tersebut yaitu di waktu-waktu akhir setelah ‘Ashar"_
(HR Abu Daud)
*Sebab Waktu*
PERCEPATAN AMALAN juga bisa dipengaruhi oleh waktu yg memiliki Keutamaan daripada waktu lainnya...
*1. Saat 1/3 Malam terakhir*
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَتَنَزَّلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ ، مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ ، وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ
_“Rabb kita tabaroka wa ta’ala turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berkata: ‘Siapa yang berdoa pada-Ku, aku akan memperkenankan doanya. Siapa yang meminta pada-Ku, pasti akan Kuberi. Dan siapa yang meminta ampun pada-Ku, pasti akan Kuampuni’.”_
(HR. Bukhari Muslim)
*2.Hari Jumat*
dikumandangkan.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ : « فِيهِ سَاعَةٌ لَا
يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ » وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا
_Abu Hurairah berkata Rasulullah saw pernah bersabda:” Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya. Rasululllah mengisyaratkan dengan tangan beliau sebagai gambaran akan sedikitnya waktu itu”_
(H.R Muttafaqun Alaih)
*3.Waktu Ashar Selepas Jumat*
shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
« يَوْمُ الْجُمُعَةِ ثِنْتَا عَشْرَةَ ». يُرِيدُ سَاعَةً « لاَ يُوجَدُ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ شَيْئًا إِلاَّ آتَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ ».
_“(Waktu siang) di hari Jum’at ada 12 (jam). Jika seorang muslim memohon pada Allah ‘azza wa jalla sesuatu (di suatu waktu di hari Jum’at) pasti Allah ‘azza wa jalla akan mengabulkannya. Carilah waktu tersebut yaitu di waktu-waktu akhir setelah ‘Ashar"_
(HR Abu Daud)
*4.Waktu Hujan Turun*
Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ
“Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan : [1] Bertemunya dua pasukan, [2] Menjelang shalat dilaksanakan, dan [3] Saat hujan turun.”
(Kitab Shohihul Jami')
*5.Doa Musafir*
sebuah hadits disebutkan,
ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ: دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ
_“Tiga waktu diijabahi (dikabulkan) do’a yang tidak diragukan lagi yaitu: (1) do’a orang yang terzholimi, (2) do’a seorang musafir, (3) do’a orang tua pada anaknya.”_
(HR. Ahmad)
Musafir disini ialah mereka Yang sedang berjalan Dalam fisabililah seperti perjalanan umroh, Haji Dan dakwah
Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ
“Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan : [1] Bertemunya dua pasukan, [2] Menjelang shalat dilaksanakan, dan [3] Saat hujan turun.”
(Kitab Shohihul Jami')
*5.Doa Musafir*
sebuah hadits disebutkan,
ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ: دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ
_“Tiga waktu diijabahi (dikabulkan) do’a yang tidak diragukan lagi yaitu: (1) do’a orang yang terzholimi, (2) do’a seorang musafir, (3) do’a orang tua pada anaknya.”_
(HR. Ahmad)
Musafir disini ialah mereka Yang sedang berjalan Dalam fisabililah seperti perjalanan umroh, Haji Dan dakwah
*Sebab Tempat*
PERCEPATAN AMALAN disini juga bisa dilakukan sebab Tempat Yang mustajab seperti...
Berdoa saat Di Masjidil Haram Maupun Masjid Nabawi...
Dari Jabir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلاَةٌ فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ
_“Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom. Shalat di Masjidil Harom lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.”_
(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
Selain iTu juga Di Masjid...
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ يَتلُونَ كِتَابَ اللهِ ، وَيَتَدَارَسُونَهُ بينهم ، إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيتْهُمُ الرَّحْمَةُ ، وَحَفَّتْهُمُ المَلاَئِكَةُ ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ
_Dan tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu diantara rumah-rumah Allâh, mereka membaca Kitabullah dan mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, rahmat akan meliputi mereka, para Malaikat mengelilingi mereka, dan Allâh memuji mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya._
(HR Muslim)
Dan Yang terakhir yaitu
*Sebab Ikatan*
Ikatan Yang dimaksud ialah sebuah ikatan khusus
Sebagaimana ikatan darah disebut dengan nasab...
Dan ikatan keimanan disebut dengan ukhuwah
Dan ikatan ilmu ialah sanad...
Banyak orang belajar ilmu namun ilmunya tidak membuat ia lebih baik
Bahkan saat belajar ia tidak serius Dalam adab belajar..
_wajar jika hasil belajar ya Akan berbeda Satu Sama lain_
Karena tdk adanya ikatan ilmu antara ia dengan Yang memberi ilmu...
Ibnul Mubarak berkata :”Sanad merupakan bagian dari agama, kalaulah bukan karena sanad, maka pasti akan bisa berkata siapa saja yang mau dengan apa saja yang diinginkannya.”
(Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Muqoddimah kitab Shahihnya)
PERCEPATAN AMALAN Akan terjadi saat adanya sanad ilmu yg bersambung hinggga ke Rasulullah saw
Contoh sanad ilmu sebagaimana saya punya
- Rasulullah saw
- Sayyidi Syekh Ahmad Bin Muhammad At Tijani
- Syekh Muhammad Gholi Abu Tholib
- Syekh Husein Al Ifrani
- Syekh Ahmad Al Kansusi
- Syekh Bal Hasan Al Baqili
- Syekh Bal Hasan Al Jakkani
- Habib Jafar Al Baharun
- Syekh Muhammad Yunus Abdul Hamid
- Muhammad Reza Adrianto
Maka saat Kita memiliki ilmu Yang bersanad maka segala amalan Akan alami PERCEPATAN
Siapapun bisa Membaca Kalimat dzikir atau shalawat
Namun Akan berbeda saat ia peroleh ijazah dzikir Dan shalawat yg bersanad ke Rasulullah saw
Sebagaimana saya peroleh ijazah Dzikir Thoriqoh At Tijani
Sanad iTu dimisalkan seperti Ada orang bisa belajar kesehatan otodidak ia bisa Saja buka praktek pengobatan alternative
Tetapi tidak bisa buka praktek klinik Hingga RS Dan terjamin ilmu kesehatan ya Karena ia peroleh ijazah kedokteran
Begitujuga dengan ilmu serta amalan Yang bersanad...
Ia memiliki PERCEPATAN Yang berbeda dengan dzikir Yang tidak bersanad....
Semoga Kita tidak hanya semangat mencari PERCEPATAN AMALAN Di Bulan Ramadhan Saja
Saya doakan Kita semua peroleh PERCEPATAN AMALAN dengan Lailatul Qodar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar