saya mulai dari sebuah kisah tukang ketupat sayur uda ( panggilan orang padang )
Ketupat Sayur Uda di perempatan jalan proklamasi depok dua selalu terlihat ramai, rasa ketupat padangnya begitu khas dan begitu terasa di lidah 😍😍😍
Setelah bertahun-tahun berdagang dan memiliki banyak pelanggan, karena mangkal di pinggir jalan utama maka mau tidak mau, tempat dagangnya terkena proyek pelebaran jalan pemkot depok.
Setelah 3x di gusur Satpol PP, Uda dan beberapa pedagang yang lain protes kepada Pemkot Depok.Tidak Disangka Uda diberikan tempat yang jauh lebih baik untuk berdagang sekarang oleh Pemkot.
Pelanggan yang awalnya tidak tahu,namun lama kelamaan tahu Uda sudah pinda ke tempat yang lebih baik .
😍😍😍😍
Kisah nyata di atas mengajarkan bahwa kita sebagai manusia masih belum memahami bagaimana *Mindset Of Rezeki*
Kita terfokus dengan dua hal :
1. Strategi Optimalisasi Rezeki😎😎
2. Apa yang kita rencanakan maka berfikir 100% harus terlaksana,hal ini dibuktikan saat itu tidak terlaksana
atau tercapai maka kita akan kecewa😞😞
Kita sering mendengar kata *Terima Kasih*
Namun ternyata kata ini mengajarkan kita tentang satu hal *Belajar kehilangan*☺☺
Saat memperoleh sesuatu kita terima lalu di kasih ke yang lain....
Berati sebenarnya tidak ada yang kita simpan atas apa yang kita terima..
Sampai sini fahamkan...
Kalau belum juga...minum iqro water deh hehe😄😄😄
_Kita siap saat harus menerima banyak rezeki tetapi kita tidak siap saat harus kehilangan banyak rezeki_
(Kumaha atuh buya...siapa yang mau kehilangan)
jawab jamaah🤔🤔🤔
Nah ini dia mengapa saya mengawali poin 1 tentang kehilangan...
karena siapa yang mau kehilangan sesuatu kn....☺☺
Coba kita lihat ayat di bawah ini :
Surat Al-Baqarah Ayat 284
لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ ۖ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
_*Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi* Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu_
Perhatikan kalimat diatas yang saya tebalkan....
*jika segala sesuatu milik Allah, lalu apa yang kita punya*
*NOTHING*
🙁🙁🙁🙁🙁
Seharusnya kita biasa saja saat rezeki itu datang dan pergi karena semua itu milik Allah
POIN 1 MINDSET OF REZEKI
_ada kalanya ketika Allah ingin memberikan rezeki terbaik maka bisa jadi rezeki yang ada saat ini kita nikmati akan Allah ambil,namun jika kita bersabar pada akhirnya Allah akan berikan yang lebih baik_
قُلْ لِمَنْ فِي أَيْدِيكُمْ مِنَ الْأَسْرَىٰ إِنْ يَعْلَمِ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ خَيْرًا يُؤْتِكُمْ خَيْرًا مِمَّا أُخِذَ مِنْكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
_"Jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan kepadamu yang lebih baik dari apa yang telah diambil daripadamu dan Dia akan mengampuni kamu". Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang._
Kenapa saya mulai bahas mindset pertama dimulai dari *kehilangan sesuatu*
ada yang tahu kenapa...☺☺
kita berbicara dimulai dari kehilangan agar kita sadar bahwa
_semua milik Allah bahkan diri kita sendiri adalah milik Allah_
sebagaimana kisah kemunculan air zam2 disaat siti hajar pasrahkn smua kepada Allah akan kehidupan yang mereka jalani..
Dan yang terjadi ialah diberikan rezeki yang tidak disangka2...
Surat At-Talaq Ayat 3
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
_Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu._
*POINT 2 MINDSET OF REZEKI*
_Penghasilan bisa saja tidak pasti tetapi ketahuilah kepastian rezeki Allah akan selalu hadir untuk kita_
Seorang pemuda baru saja di PHK oleh perusahaannya,istrinya pun stress mengetahui kondisi suaminya sementara kewajiban rumah tangga mereka begitu besar😰😰
Permasalahan seperti diatas sering terjadi walau kasusnya bisa dalam bentuk yang lain,permasalahan yang sebenarnya terjadi bukan tentang rezeki mereka namun tentang *tauhid mereka kepada Allah swt*
😨😨😨😨
_Ketika seseorang memastikan datangnya rezeki datang dari selain Allah,maka bisa dipastikan kekecewaan akan datang kepada orang tersebut,dikarenakan ia berharap kepada mahluk bukan kepada Allah_
Surat Al-Baqarah Ayat 165
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ
_*Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah*. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)._
Coba lihat berapa banyak dalam kehidupan ini,bahwa kita bergantung kepada selain Allah..
_nanti nunggu ada bonusan,baru bisa umroh_
_nanti nunggu ada pembayaran kerjaan,baru bisa beli motor_
bahkan tanpa sadar kita ajarkan hal tersebut kepada anak2 kita..
_Nanti jika ayah gajian,baru kita beli sepatu ya kaka_
_Nanti jika mama ada bonus,baru kita bisa jalan2_
Ya disinilah bukti ketergantungan kita kepada selain Allah terlihat dalam kehidupan ini😰😰
salah seorang jamaah bertanya kepada saya tentang ini...
_Buya bagaimana jika kalimatnya seperti ini :_
_nak jika nanti Allah kasih rezeki,kita baru beli sepatu ya_
🤔🤔🤔🤔
saya katakan kepada beliau....*Tetap Salah*☺☺☺
karena kita masih ada ketergantungan kepada selain Allah yaitu...kata "beli yang berkaitan dengan uang"
padahal bisa saja Allah memberikan anak kita sepatu tanpa kita harus beli...
☺☺
dan ada pertanyaan datang lagi dari jamaah saat saya membahas hal ini
_Buya berati kalau memastikan penghasilan dari selain Allah ialah sesuatu yang salah,bagaimana dengan orang yang bekerja di kantoran yang gajian tiap bulan??_🤔🤔🤔
Begini yang perlu diluruskan ialah....
_Bukan tentang pekerjaannya tetapi cara kita berfikir fan bertindak itu yang menjadi masalah_
☺☺
Seorang pegawai sekalipun ia memiliki gajian tiap bulan, ia juga sambil usaha sampingan dengan tujuan agar ia tidak mengandalkan gajian dan belajar tidak bergantung pada mahluk ...ini bagus sekali untuk menjaga tauhid kita..
Namun sekalipun ia seorang pengusaha dan ia mengandalkan satu pintu rezeki dari satu bisnisnya..maka ia sama saja mengandalkan pada usahanya tersebut dan ini berbahaya buat tauhidnya...
_Buya bukannya kalau bisnis harus fokus pada satu hal,kalau macam2 tidak fokus dunx_🤔🤔
Eh ada jamaah tanya saya lagi😄
Begini...
Dalam ilmu Entrepreneurship betul sekali fokus pada usaha yang ditekuni itu penting,tetapi dalam kaidah ilmu tauhid ini sangat rawan untuk menjaga ketergantungan hati dia kepada kepada Allah...
saya kasih contoh satu...
Bisnis Umroh memiliki fase2 dimana musim umroh dibuka,namun sejak mendekati bulan haji maka otomatis visa umroh dihold dulu oleh saudi agar pemerintah saudi fokus pada persiapan jamaah haji...
Saat ini terjadi,maka pebisnis umroh jika tidak punya sampingan maka ia harus pintar manajemen keuangannya..namun ia tidak bisa berbuat banyak atas pemasukannya jika ia hanya mengandalkan bisnis umrohnya...
Saat ia beralasan khawatir tidak maksimal jika menjalani lebih dari satu usaha
*Fokus satu bisnis itu penting namun menjaga nilai tauhid itu jauh lebih penting*
saat ia khawatir ketika menjalani lebih dari satu usaha ,penghasilan tidak maksimal sementara kebutuhan rumah tangga meningkkat..
maka terbuktilah ayat di bawah ini
Surat Al-Baqarah Ayat 268
الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ ۖ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.
Setelah tadi kita berbicara Dua Point Mindset Rezeki walau sebenarnya masih ada lagi,sekarang saya mau bahas tentang jalur rezeki.☺☺☺
Secara Umum rezeki memiliki 4 jalur ....
Kita akan mulai bahas dari sebuah kisah antara Imam Malik dan Imam Syafii
Suatu ketika Imam Malik bersama muridnya Imam Syafii berdiskusi tentang salah satu hadits..
Imam Malik berpendapat : Sesungguhnya rezeki itu datang tidak perlu dicari, cukup dengan tawakkal yang benar kepada Allah niscaya Allah akan berikan Rizki, Hal ini berdasarkan hadist yang berbunyi
_“Andai kalian bertawakkal kepada Allah sebenar-benar tawakkal niscaya Allah akan berikan rizki kepada kalian sebagaimana Dia memberikan rizki kepada burung yang pergi dalam keadaan lapar lalu pulang dalam keadaan kenyang” (HR. Ahmad)_
Adapun Syafi’i berbeda dengan Imam Malik dalam hal ini, ia mengatakan bahwa seandainya burung itu tidak keluar dari sangkarnya dan pulang kembali niscaya tidak akan mendapat Rizki, artinya ia telah berusaha.
Masing-masing bertahan pada pendapatnya…🤔🤔🤔
Imam Malik mengambil potongan hadist _Niscaya kalian akan diberikan Rizki sebagaimana burung_
sedangkan muridnya Asy Syafi’i mengambil sisi hadist _Kalau burung tidak keluar dari sangkarnya maka tidak akan mendapatkan rizki_
Asy Syafi’i ingin memperkuat argumennya untuk sang guru, maka ia keluar meninggalkan Malik dalam keadaan berpikir, di tengah jalan ia mendapatkan orangtua sedang memikul plastik yang berisi sesuatu yang berat, lalu Syafi’i menawarkan diri untuk membawanya…
Wahai Paman, bolehkah aku membantumu Ujarnya, lalu Syafi’i memikul barang bawaan tersebut…
Tatkala sampai ke rumah orangtua itu, ia pun memberikan kepada Syafi’i beberapa biji kurma sebagai balas jasa kebaikannya…
Syafi’i bahagia karena telah mendapatkan ide untuk menguatkan pendapatnya, “seandainya aku tidak membantu orangtua tadi, niscaya orangtua itu tidak akan memberikan kurma ini kepadaku”…
Penuh kegirangan, ia pun bergegas menjumpai gurunya yang baru bangun dari tidurnya dengan membawa beberapa biji kurma tadi. Sesampainya di tempat Imam Malik, ia pun meletakkan kurma tersebut di hadapannya sembari menceritakan kisah yang terjadi…
Mendengar kisah yang diceritakan...
Imam Malik pun tersenyum sambil mengambil kurma dan mencicipinya lalu mengatakan kepada Syafi’i, engkau telah membawa kurma ini kepadaku tanpa usaha dariku…
Kedua Imam yang mulia ini mengambil dua hukum yang berbeda dari hadist yang sama, namun keduanya sama2 mengajarkan kepada kita tentang namanya Jalur Rezeki yg Tajrid dan Asbab
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ
_Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal_
Pada surat Al Imran ayat 190 dimana Allah mengajar kan kepada kita tentang dua hal.
1. Keseimbangan pada 2 hal
2. Rahasia Kehidupan Pada
Setiap hal yang dialami
Namun kali ini kita akan membawa poin pertamanya
*Keseimbangan pada 2 Hal*
Ketika Allah menciptakan langit dan bumi secara dzohir atau secara bentuk fisik
Maka Allah juga telah menciptakan karakter manusia bumi dan manusia langit yang memiliki perbedaan.
Kedua karakter tadi memiliki sifat....
1. Genetika
Dimana sejak lahir hingga Wafatnya manusia tersebut ia Ditugaskan di posisi itu Baik disadari atau tidak
Oleh manusia tsb.
2. Mengalami perubahan Yang bersifat Fluktuatif
Keadaan ia tetap sesuai dengan apa yang Allah Takdirkan namun bisa naik atau menurun
Syekh Ibnu Athoillah seorang Ulama dan Kekasih Allah yang menulis kitab Al Hikam
Penamaan Manusia Langit Dengan Istilah Tajrid dan Manusia Bumi dengan Istilah Asbab
Sekarang kita akan membahas perbedaan karakter manusia bumi dan manusia langit... ☺☺
*Manusia Bumi/asbab*
🌎🌎🌎🌎🌎
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ
_Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri._
Manusia bumi memiliki ciri pertama ketika ia ingin memperoleh sesuatu memakai hukum kausalitas atau sebab akibat.
Dan dalam melihat sesuatu cenderung harus dengan kekuatan logika dan harus terlihat secara dzohiriyah
Misalnya....
Keberhasilan menurut mereka ketika memiliki sesuatu yang bersifat materi
Saat memiliki rumah 🏡 kendaraan 🚗🏍
Karir yang bagus 👨🏻💻👨🏻✈👨🏻🎨👮🏼
Dan begitu juga saat mempelajari agama, tolak ukur ya dilihat dari kuantitas
Misalnya....
Dalam menghasilkan Qur'an targetnya bagaimana menghafal sebanyak mungkin ayat Qur'an
Dalam menghafal Hadits ia fokus menghasilkan banyaknya jumlah hadits ya dihafal
Nilai pemahaman dan pengamalan atas banyaknya ayat Qur'an dan Hadits yang dihafal bukan fokus pertama.
Intinya bagi mereka kesuksesan untuk bersifat materi dan dapat dilihat secara mata dzohiriyah
Nilai positifnya....
Mereka mampu masuk ke dalam setiap karakter manusia secara umum
Yang dimana secara umum manusia masih melihat secara dzohiriyah
Mudah menjangkau kaum intelektualitas yang berpedoman pada kemahiran manusia bumi yang mampu hafal banyak dalil
Kelemahan ya manusia bumi
- terjebak pada sisi tekstual
Dan kurang memahami sisi
Kontekstual
- hanya melihat seseorang
Dari kacamata lahiriyah
Rezeki bagi manusia bumi atau asbab memiliki kekuatan sebab akibat
Ia memang ahli dalam bidang perencanaan target dll namun jangan lupa ia butuh doa dan Ridho manusia tajrid
*Manusia Langit/tajrid*
☄✨⛅🌨🌩
Berbicara tentang manusia langit kita akan mulai membedah surat Yunus ayat 62
أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
_Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati._
Manusia langit memiliki karakter jiwa yang terikat dengan Allah swt
Jiwa yang terikat dengan Allah bukan hanya saat ia beribadah shalat, membaca Qur'an, Dzikir
Tetapi juga terikat ke mana pun ia beraktivitas seperti bekerja, berbisnis semua terikat kepada Allah
Dalam bekerja atau berbisnis tolak ukur ya bukan materi atau hukum sebab akibat
Namun ia selalu mencari keridhoaan Allah dalam setiap aktivitas ya....
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ
_Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya._
Al Baqarah ayat 207
Jalan kehidupan yang dijalaninya dijadikan sebagai wakaf di jalan dakwah
Ia selalu mengutamakan kepentingan dakwah dan ummat dibandingkan kepentingan diri dan keluarga ya....
Inilah yang disebut itsar
وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ
_“Dan mereka mengutamakan atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan.”_
(QS. al-Hasyr: 9)
Ibnu Katsir mengatakan,
_“Mereka mendahulukan orang-orang yang sangat membutuhkan daripada kepentingan pribadi.”_
(Tafsir Ibnu Katsir 8/70)
Ibnu Taimiyyah berkata,
_“Adapun mengutamakan orang lain padahal ia sedang kesusahan, itu lebih utama daripada sekadar bersedekah dengan senang hati. Karena tidak semua orang yang bersedekah itu senang hati lagi dalam kesusahan.”_
(Minhajus Sunnah7/129)
Karena tidak mudah bagi setiap manusia untuk menyerahkan apa yg dimiliki kepada Allah dan Rasulullah dan kepentingan orang banyak
Ini salah satu keutamaan manusia langit dan banyak keutamaan yang dilakukan manusia langit
Misalnya
Dalam diamnya ia sibuk berdoa untuk orang lain dan hatinya tak pernah lalai mengingat asma Allah dan Rasulullah
Wajarlah jika akhirnya ia menjadi kekasih Allah dan Rasulullah...
*Yang dimana Allah letakkan keridhoaan-Nya pada Manusia Langit*
Manusia Langit itu tidak Selamanya ia seorang Ulama
Namun ia memiliki ciri manusia langit...
Misalnya...
Keridhoaan seorang anak terletak pada ibunya
Keridhoaan seorang istri terletak pada suaminya
Keridhoaan seorang murid terletak pada gurunya...
Sosok manusia langit ketika ia beraktivitas bukan untuk mencari Keridhoaan Allah maka dia akan jatuh dalam kepahitan hidup😰
Karena sejatinya sejak ia lahir dirinya telah Allah tugaskan bukan untuk melayani diri sendiri
Seorang wanita yang terlahir ke dunia ini maka ia telah memiliki kodrat seorang ibu
Yang dimana seorang ibu suka tidak suka ia akan memikirkan kepentingan suami dan anak nya
Namun jika ia fokus melayani suami bukan untuk mencari Ridho Allah maka hati ya mudah rapuh
Begitu juga setiap pria yg menjadi suami maka ia telah memiliki tanggung jawab besar atas istri dan anak ya
Maka jika ia membimbing keluarganya karena Ridho Allah maka hati nya tak mudah lelah☺☺
Seseorang yang telah menjadi juru dakwah Nya suka tidak suka, ia harus mengutamakan kepentingan ummat daripada keluarganya sendiri....
Ciri lain manusia langit ia banyak merasakan Keajaiban untuk mèmperkuat tugasnya di muka bumi ini
Bagaimana do'a seorang guru.... Do'a seorang ibu... Do'a anak yatim... Memiliki kekuatan yang besar
*Rezki Allah antarkan kepada mereka tanpa memakai hukum sebab akibat seperti manusia bumi*
Selama manusia langit menjadikan segala aktivitas untuk mencari Ridho Allah dan dakwah kepada ummat
Dan semua itu telah Allah gariskan sejak dunia ini belum diciptakan, Allah telah gariskan manusia bumi dan manusia langit
Dişinilah perlu ada sinergi antara manusia bumi dan manusia langit....
Sehebat apapun usaha manusia bumi maka ia membutuhkan kekuatan manusia langit
Sebagaimana sebagus apapun bibit tanaman membutuhkan hujan dan panas matahari yang ada di langit
Untuk mengetahui tajrid atau asbab harus belajar lewati majelis secara langsung dan butuh proses yang tidak
Maka datanglah ke Majelis 2 IQRO yang saya buat ya☺
Jangan Minta Dipindah Dari Satu Maqom Ke Maqom Lain
لاتَطلُبْ منهُ ان يُخرِجكَ من حالةٍ ليَسْتعملكَ فيماَ سِواها فلوارَادكَ لاسْتَعْملك من غير اِخرَاجٍ
."Jangan engkau meminta kepada Alloh supaya dipindahkan dari suatu masalah kepada masalah yang lain, sebab sekiranya Alloh menghendakinya tentu telah memindahkanmu, tanpa merubah keadaan yang terdahulu."
Syarah
Dalam suatu hikayat: Ada seorang yang salik, dia bekerja mencari nafkah dan beribadat dengan tekun, lalu ia berkata dalam hatinya: Andaikata aku bisa mendapatkan untuk tiap hari, dua potong roti, niscaya aku tidak susah bekerja dan melulu beribadat.
Tiba-tiba ia tanpa ada masalah tiba-tiba ia ditangkap dan dipenjara, dan tiap hari ia menerima dua potong roti, kemudian setelah beberapa lama ia merasa menderita dalam penjara, ia berpikir: Bagaimana sampai terjadi demikian ini?
Tiba-tiba ia mendengar suara yang berkata: Engkau minta dua potong roti, dan tidak minta keselamatan, maka Kami [Alloh] menerima dan memberi apa yang engkau minta.
Setelah itu ia memohon ampun dan membaca istighfar, maka seketika itu pula pintu penjara terbuka dan ia dibebaskan dari penjara.
Sebab Alloh menjadikan manusia dengan segala kebutuhannya, sehingga tidak perlu manusia merasa khawatir, ragu dan jemu terhadap sesuatu pemberian Alloh, walaupun berbentuk penderitaan pada lahirnya, sebab hakikatnya nikmat besar bagi siapa yang mengetahui hakikatnya, sebab tidak ada sesuatu yang tidak muncul dari rahmat, karunia dan hikmah Alloh subhanahu wata'ala.
*Jalur Pertama*
*Rezeki Mendatangi kita*
ketika seseorang memiliki ketaatan kepada Allah yang kuat hingga dipersembahkan seluruh kehidupan yang ia jalani sebagai ibadah dan dakwah sekalipun ia ada yang berprofesi sebagai guru,dokter,pegawai dan berbagai profesi lain sehingga ia istiqomah terus menerus,maka mudah bagi Allah di datangkan rezeki bagi dirinya sekalipun ia baru terbersit di dalam hati...
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا
_Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar._
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
_Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu._
(QS At Talaq ayat 2-3)
Kunci seseorang mampu ditempatkan Allah di posisi ini ialah :
1. *Doanya memperbanyak istigfar daripada kebutuhan hidupnya*
قُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا
_maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-,_
رْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا
_niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat,_
وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا
_dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai._
ا لَكُمْ لَا تَرْجُونَ لِلَّهِ وَقَارًا
_Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?_
Sahabat IQRO perhatikan doa para Nabi deh...
Nabi adam saat dipisahkan puluhan tahun dengan istrinya hawa,ia tidak doa ditemukan dengan istrinya hanya fokus minta ampun..
Nabi yunus saat dimakan ikan paus,tidak doa minta dikeluarkan dari ikan paus tetapi fokus minta ampun
dan berbagai doa lainnya....
*Fokus Minta Ampun daripada berdoa akan hajatnya*
2. *Istiqomah sesibuk apapun sampai mati*
Siapapun bisa sedekah 2000 namun tidak setiap orang mampu sedekah 2000 sampai wafat,karena syetan mengetahui keutamaan mereka yang istiqomah di jalan Allah...
begitujuga siapapun bisa berdakwah namun tidak setiap orang mencintai di jalan dakwah,karena ujian mereka yang istiqomah di jalan dakwah tak mudah namun dibalik kesulitan itu banyak keajaiaban Allah
- Bersahabat dengan para malaikat
- dpenuhi segala hajat dunia akhirat
- di lindungi dunia akhirat
- di janjikan surga
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ
_Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu"._
نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۖ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ
_Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta._
زُلًا مِنْ غَفُورٍ رَحِيمٍ
_Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang._
QS Fushilat ayat 30-32
*Jalur Rezeki Kedua*
* Kita mendatangi Rezeki dan Rezeki Mendatangi Kita*
Dimana saat kita berusaha sesuatu yang halal,maka janji Allah pun ada bagi mereka yang berusaha dan yakin bahwa pekerjaan ia disaksikan Allah, Rasulullah dan orang beriman
وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
_Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan._
Usahanya juga tak sebatas usaha dunia namun juga usaha mendapatkan keridhoaan Allah serta dukungan manusia langit atau tajrid.
Namun dalam usaha yang dilakukannya maka rezeki yang datang juga akan terbagi dua yaitu ada rezeki halal dan haram...🤔🤔🤔
Misal saat ia bekerja kantor..ia bisa mendapatkan peluang naik jabatan dengan cara halal atau haram itu tersedia
Begitujuga dalam bisnis,tersedia juga ada rezeki halal dan haram..
Semua ini bertujuan untuk menguji diri kita...
أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ
_Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?_
makanya di doa shalat dhuha kita diminta agar Allah membantu kita mendapatkan rezeki yang halal
اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Artinya :
“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, *apabila haram sucikanlah*, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.
*Jalur Rezeki Ketiga*
*Kita Mendatangi Rezeki*
Bedanya dengan jalur rezeki kedua,ialah Rezeki kedua bergerak ke arah kita dan kita bergerak ke arah rezeki misalnya tadi ada promo naik jabatan di kantor dan kita juga sungguh2 untuk mendapatkan promo jabatan.
Ada yang tawarin modal usaha dan disaat itu kita lagi mau usaha juga😍😎
itu kalau jalur rezeki ke dua...☺
kalau Jalur Rezeki Ketiga ialah, disaat tidak ada yg tawarkan modal usaha maka kita bergerak usaha, disaat tidak ada yang tawarin promo naik jabatan maka kita berusaha agar bisa naik jabatan...
*ia menyakini bahwa perubahan akan ada kalau ia bergerak sekalipun peluang belum ada di depan mata...*
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ
_Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri._
QS Ar RAdu ayat 11
*Jalur Rezeki Keempat*
*Kita Mendatangi Rezeki Namun Rezeki Menjauh*
😰😰😰😰😰
Sepasang suami istri ribut karena tidak ada makanan bahkan mereka sampai teriak2,disaat yang sama ada tetangga yang mau antarkan rendang daging untuk mereka,sesampai di pintu rumah mendengar suami istri yang saling bertengkar maka otomatis rendang daging tidak jadi dinikmati mereka😨😨😨😨
Seorang sedang melakukan perjalanan menuju tempat kerja untuk melakukan interview,namun saat akan tiba waktu interview disaat itu panggilan adzan datang..demi dunia ia lalaikan adzan dengan alasan bisa nanti sementara interview sekarang..alhasil Allah tidak ridho dan ia tidak mendapat pekerjaan 😨😨
*ketika ia tak mampu menaklukan dunia maka ia akan ditaklukan dunia dan diperbudak dunia*
_Mau ngaji akan selalu ada alasan dunia sampai kapanpun akhirnya Allah lalaikan ia dari aktivitas pengajian dan rezeki yang dinikmati tidak membawa ketenangan_
وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
_Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik._
Al hasyr ayat 19
Wallahualam