Selasa, 12 Juni 2018

Budaya THR

💖💖💖💖💖💖💖💖
*Budaya THR Semangat Berbagi Bukan Semangat Meminta*
💖💖💖💖💖💖💖💖

Pagi ini istri saya membeli kentang untuk kawannya Rendang saat Lebaran😍

Usai belanja..
Tiba2 mas supri tukang Sayur langganan Kami berkata...

_Bunda Ini ada sedikit thr buat dedek azzam_
💌💰💌💰💌💰💌

Menerima sambil terkaget2 Istri Saya dan berucap juga terima kasih kepada mas Supri..

Saat didalam Istri Saya lapor ke Saya Dan kasih Amplop ke azzam..

Dan ketika dibuka amplopnya yang disangka Rp 10,000 Ternyata Rp 100,000
💌💰😍

Subhanallah...

Seorang Tukang sayur yg memiliki Semangat Dermawan Rasulullah saw menjadI pelajaran buat Kita tentang Arti Semangat berbagi...

Dan azzampun Saya minta kasih ke mas supri paket Kue lebaran yg sdh sy siapkan untuk diberikan.

Sahabat IQRO...

Disinilah pentingnya juga Kita mengajarkan kepada anak2 Kita...

Untuk tidak meminta2 Atau berharap THR dari siapapun karena Nabi saw juga sudah ingatkan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

_“Tidaklah seorang hamba membuka pintu untuk meminta-minta melainkan Allah membukakan baginya pintu kefakiran.”_

(HR. Ahmad)

Ini yang perlu diajarkan kepada anak2 Kita Dan juga diri Kita sendiri...

Jangan sampai Kita sibuk belanja kebutuhan pribadi Namun Kita Melupakan orang2 yang berjasa kepada Kita...

Disaat Kita makan dengan Kenyang ada yang sedang kelaparan..
😢😢😢

Lihat lagi siapa saja yang banyak berjasa kepada Kita...

Lihat siapa yang banyak membantu Kita dalam Mengenal kebesaran Allah...

Maka berikanlah Hadiah kepada mereka...

Dan Ingat Hadiah Tak harus uang...

Bisa makanan,pakaian ataupun lainnya

Rasulullah  pernah bersabda:

تَهَادُوْا تَحَابُّوْا

_“Saling menghadiahilah kalian niscaya kalian akan saling mencintai.”_

(HR. Al-Bukhari)

_Buya Muhammad Reza_

Makna Lailatul Qodar..

Hakikatnya hanya Allah Yang Maha mengetahui namun Allah juga berhak ajarkan Berbagai ilmu kepada hamba-Nya

Surat Al-Baqarah Ayat 269

يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ

_Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran_

Lailatul Qodar memiliki tanda-tanda..

1. Udara dan angin sekitar terasa tenang. Sebagaimana dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء

_“Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.”_

2. Matahari akan terbit pada pagi harinya dalam keadaan jernih, tidak ada sinar.

Dari Abi bin Ka’ab bahwaRasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,

_”Shubuh hari dari malam lailatul qadar matahari terbit tanpa sinar, seolah-olah mirip bejana hingga matahari itu naik.”_

(HR. Muslim)

3. Terkadang Terbawa dalam Mimpi

Malam itu terbawa dalam mimpi, seperti yang terkadang dialami oleh sebagian sahabat Nabi radliyallahu’anhum.

_“Dari sahabat Ibnu Umar radliyallahu’anhuma bahwa beberapa orang dari sahabat Nabi saw diperlihatkan malam Qadar dalam mimpi (oleh Allah SWT) pada 7 malam terakhir (Ramadhan) kemudian Rasulullah saw berkata,”Aku melihat bahwa mimpi kalian (tentang lailatul Qadar) terjadi pada 7 malam terakhir. Maka barang siapa yang mau mencarinya maka carilah pada 7 malam terakhir,”_

(HR Muslim)

4. Bulan Nampak Separuh Bulatan

Ada juga yang menyebutkan bahwa malam itu bulan nampak separuh bulatan, sebagaimana hadits berikut ini :

Abu Hurairah radliyallahuanhu berkata, _”Kami pernah berdiskusi tentang lailatul Qadar di sisi Rasulullah SAW, beliau berkata, “Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan,”_

(HR. Muslim)

Namun tanda2 diatas Masih bersifat dzohir Dan Masih Ada tanda2 batin seperti..

- Ibadah Di Malam itu terasa lezat dibandingkn malam2 Yang lain

DOA begitu Indah diucapkan Hingga Tak terasa air Mata meneteskan.

- Ketenangan masuk ke Dalam setiap jiwa Hingga Ada sebagian manusia yg terlelap Dalam tidurnya Dan lalai pada Malam itu

Namun bagi sebagian manusia yg lain ia tidur hanya sesaat agar bisa tahajud Dan tidak terbuai dengan lelapnya tidur..

- setiap jiwa Akan teringat Akan dosa2 yg dilakukan ya kepada Allah sehingga fokus DOA agar ia diampuni oleh Allah

- Hati Yang terasa Lapang sekalipun ia memiliki Beban Yang berat.

*_Lailatul Qodar Akan terasa bagi yg benar2 Merindukan ya Bukan Yang sekedar rindu_*

Dan sekalipun mereka merasakan Lailatul Qodar Bukan berati menjadi kendor untuk Itikaf Dan Mabit kembali

*_karena Lailatul Qodar Bukan Tujuan akhir Dari puasa Ramadhan_*

Senin, 04 Juni 2018

LAILATUL QADAR

* LAILATUL QADAR*

*PERKIRAAN KAPAN LAILATUL QADAR TERJADI ?*

Surat Al-Qadr :

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيم

ِDengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

(1). إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْر

ِSesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan.

(2). وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ

Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?

(3). لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْر
ٍMalam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.

(4). تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْر

ٍPada malam itu turun malaikat-malaikat dan
malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.

(5). سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْر

ِMalam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah telah menyebutkan empat puluhan
pendapat ulama dalam masalah ini.
Namun pendapat yang paling kuat dari berbagai pendapat yang ada adalah lailatul qadar
itu terjadi pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan dan
waktunya berpindah-pindah dari tahun ke tahun
(lihat Fathul Bari, 4: 262-266 dan Syarh Shahih Muslim, 6: 40).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :

,الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى تَاسِعَةٍ تَبْقَى ، فِى سَابِعَةٍ تَبْقَى ، فِى خَامِسَةٍ تَبْقَى

“Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan
  pada sembilan, tujuh, dan lima malam yang tersisa.”
(HR. Bukhari no. 2021)

LAILATUL QADAR BERDASARKAN PENGALAMAN PRIBADI PARA ULAMA TASHAWWUF

PERTAMA :

Dalam kitab I’anatuththaalibiin juz II halaman 257,
cetakan al ‘Alawiyyah Semarang :

قال الغزالي وغيره إنها تعلم فيه باليوم الأول من الشهر،
فإن كان أوله يوم الأحد أو يوم الأربعاء: فهي ليلة تسع وعشرين.
أو يوم الاثنين: فهي ليلة إحدى وعشرين.
أو يوم الثلاثاء أو الجمعة: فهي ليلة سبع وعشرين.
أو الخميس: فهي ليلة خمس وعشرين.
أو يوم السبت: فهي ليلة ثلاث وعشرين.

Jika awal Ramadhan hari Ahad atau Rabu maka lailatul qodar malam 29
Jika awal Ramadhan hari Senin maka lailatul qodar malam 21
Jika awal Ramadhan hari Selasa atau Jumat maka lailatul qodar malam 27
Jika awal Ramadhan hari Kamis maka lailatul qodar malam 25
Jika awal Ramadhan hari Sabtu maka lailatul qodar malam 23

KEDUA :

Dalam kitab Hasyiyah ash Shaawi ‘alal Jalaalain juz IV halaman 337,
cetakan Daar Ihya al Kutub al ‘Arabiyyah :

فعن أبي الحسن الشاذلي إن كان أوله الأحد فليلة تسع وعشرين ،
أو الإثنين فإحدي وعشري
أو الثلاثاء فسبع وعشرين
أو الأربعاء فتسعة عشر
أو الخميس فخمس وعشرين
أو الجمعة فسبعة عشر
أوالسبت فثلاث وعشرين

Jika awal Ramadhan hari Ahad maka lailatul qodar malam 29
Jika awal Ramadhan hari Senin maka lailatul qodar malam 21
Jika awal Ramadhan hari Selasa maka lailatul qodar malam 27
Jika awal Ramadhan hari Rabu maka lailatul qodar malam 19
Jika awal Ramadhan hari Kamis maka lailatul qodar malam 25
Jika awal Raamadhan hari Jumat maka lailatul qadar malam 17
Jika awal Raamadhan hari Sabtu maka lailatul qadar malam 23

KETIGA :

Dalam kitab Hasyiyah al Bajuri ‘ala Ibni Qaasim al Ghaazi juz I halaman 304 ,
cetakan Syirkah al Ma’arif Bandung :

وذكرو لذلك ضابطا وقد نظمه بعضهم بقوله
: وإنا جميعا إن نصم يوم جمعة ¤ ففي تاسع العشرين خذ ليلة القدر .
وإن كان يوم ا�

_Syekh Muhammad Yunus Abdul Hamid_

Antara Percepatan Dan Percepatan Amalan


Sahabat IQRO

Perlu diketahui bahwa
Manusia Dalam beramal memiliki dua fase yaitu

*Fase Mujahadah

*Fase Mahabbah*

Sebagaimana Di video Di atas saat seorang anak muda ingin melakukan sesuatu Karena Mahabbah

Maka Cara apapun dia Akan tempuh walau agak aneh😁🤦🏻‍♂

Berbeda dengan fase mujahadah ketika seorang berbuat Masih berfikir sebab akibat

Untuk itu...
Izinkan saya jelaskan Satu demi Satu ya...

☺☺☺

_ingat tetap Jaga wudhunya ya agar berkah ilmu diperoleh_

*Fase Mujahadah*

Setiap Muslim Yang semakin sadar bahwa dosanya semakin banyak maka ia Akan semakin sungguh2 dalam taat kepada Allah

Seseorang yg Dalam fase Mujahadah Dalam beramal memiliki Satu indikator yaitu

_Kesungguhan dirinya beramal Yang membuat ia bisa mendekatkan diri kepada Allah_
🕋🕋🕋🕋🕋🕋🕋

Surat Al-'Ankabut Ayat 69

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

_Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik._

Dirinya semakin serius perbaiki diri saat teringat dosa Yang dilakukan

Baca Qur'an Yang tadinya  sulit menjadi Rajin setiap waktu...

Baca Dzikir Yang jarang ia lakukan menjadi hobi setiap saat...

Shalat Tarawih Dan Qiyamul lail ia Cari yg lama selesainya...

Cara berfikirnyapun Dalam keseharian menggunakan hukum sebab akibat atau yg bisa disebut dengan hukum kausalitas.

Contohnya...

Jika ia perbanyak shalawat atau sedekah insya Allah apa yang ia inginkan pasti Allah kabulkan...

☺☺☺☺

Tidak Ada Yang Salah dengan hal ini seperti pernah saya lakukan khalwat Dzikir ratusan ribu kali untuk suatu hal.

Namun saya teringat ketika Membaca sebuah Kitab Yang berjudul Daqoiqul  Akhbar Karya Syekh Abdurrahman Bin Ahmad.

Ada sebuah dialog antara Allah SWT Dan Nabi Musa

Saat iTu Nabi Musa as berkata ...

_Ya Allah semua amalan Aku lakukan untuk-Mu_

Dan Allah azza wa jalla pun menjawab ya..

_Tidak Musa_

_Amalan yang engkau lakukan hanya untuk kebutuhanmu_

_engkau beristigfar agar dosamu diampuni_

_engkau bersedekah supaya menarik rezeki_

_engkau beramal agar bisa masuk ke Dalam surga_

*_lalu dimanakah amalan Yang benar2 untuk-Ku tanpa meminta sesuatu??_*
😭😭😭😭😭😭😭

Disinilah posisi seorang Muslim saat Di fase Mujahadah...

Ia merasa mampu dengan amalannya ia bisa peroleh hajatnya kepada Allah

Bahkan tanpa sadar atau disadarinya...

Ia telah terjebak bahwa ia beramal Karena sebab akibat Saja..😟😟

Wajar jika akhirnya saat hajatnya sudah terpenuhi Ibadah ya kendor lagi...

Surat Al-'Ankabut Ayat 65

فَإِذَا رَكِبُوا فِي الْفُلْكِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ

_Maka apabila mereka naik kapal mereka mendoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya;_

_maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah)_

Saat butuh merapat ke Allah..

Saat sudah tidak butuh mulai menjauh..
😢😢😢😢😢

Di Fase Mujahadah ini seseorang mengandalkn KECEPATAN dirinya...

Dan untuk itu wajar jika KECEPATAN ya bisa terbatas Dan berubah2...

*Fase Mahabbah*

Akan Ada sebuah masa Di mana saat seseorang sudah tak mampu berdoa Apa lagi...

Akan Ada sebuah masa dimana saat seseorang ia beramal Bukan untuk apapun...

Kecuali...

Ia berdoa agar ia mampu mencintai Dan dicintai Allah

Ia beramal Bukan untuk hajatnya namun agar Allah Dan Rasulullah ridhoi dirinya

Di masa inilah dirinya telah memasuki fase Mahabbah💖💖💖

Indah memang seakan semua hanya teruntuk kepada Allah..

Tetapi saat ia Akan memasuki fase ini ia akan mengalami Satu hal

_segala hal yang membuat ia jauh dari Allah baik itu keluarga, Pekerjaan,harta Dan apapun yg membuat jauh Dari Allah_

_maka Allah Akan pisahkan darinya Hingga ia sadar bahwa ia hanya memiliki Allah_

😭😢😭😢😭😢😭😢

Surat Al-Baqarah Ayat 165

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ

_Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah._

_Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)._

Ketika harusnya bergantung kepada Allah
Dan Yang Ada mereka bergantung kepada pasangan hidup,anak , Pekerjaan Dan apapun iTu..

Maka Allah Akan ambil sementara atau buat masalah dengan hal itu Hingga ia tersadar Akan kelalaian yg dilakukan ya...😢😢

لِمَنْ فِي أَيْدِيكُمْ مِنَ الْأَسْرَىٰ إِنْ يَعْلَمِ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ خَيْرًا يُؤْتِكُمْ خَيْرًا مِمَّا أُخِذَ مِنْكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

_"Jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan kepadamu yang lebih baik dari apa yang telah diambil daripadamu dan Dia akan mengampuni kamu". Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang._

(QS Al Anfaal ayat 70)

Ketika seseorang sudah tersadar dengan kelalaian ini maka Yang terjadi ialah...

Ia beribadah kepada-Nya Bukan Karena hajat yg dibutuhkan...

Namun agar Allah ridho Dan mencintai ya...

Dalam sakit Yang dirasa ia tak meminta sehat...

Dalam kesedihan Hati Yang dialami,ia tak meminta obat Hati...

_ia hanya berharap agar Allah Dan Rasulullah ridho Akan Apa yg ia jalani_
💖💖💖💖💖💖💖

Disaat itulah Allah membukakan jalan untuk ia mengenal-Nya

Bukan Karena amalan Yang dilakukan-Nya...

Tetapi Karena Allah yg mencintai ya...

Sebagaimana mutiara Ibnu Athaillah Dalam Al Hikam....

إِذَا فَتَحَ لَـكَ وِجْهَةً مِنَ التَّعَرُّفِ فَلاَ تُبــَالِ مَعَهَا أِنْ قَلَّ عَمَلُكَ فَإِنَّـهُ مَا فَـتَـحَهَا لَكَ إِلاَّ وَهُوَ يُرِ يْدُ أَنْ يَـتَـعَرَّفَ إِلَيكَ. أَلَمْ تَـعْلَمْ أَنَّ الـتَّــعَرُّفَ هُوَ مُوْرِدُهُ عَلَيْكَ، وَاْلأَعْمَالُ أَنْتَ مُــهْدِ يْــهَا إِلَـيْهِ، وَأَيــْنَ مَا تُــهْدِ يْهِ إِلَـيْهِ مِمَّا هُـوَ مُوْرِدُهُ عَلَـيْكَ

_"Ketika Dia membukakan bagimu (suatu) Wajah Pengenalan, maka jangan engkau sandingkan (hadirnya) pengenalan itu dengan sedikitnya amal-amalmu_

_karena sesungguhnya Dia tidak membukakan pengenalan itu bagimu kecuali (bahwa) Dia semata-mata menginginkan untuk memperkenalkan (Diri-Nya) kepadamu._

_Tidakkah engkau mengetahui bahwa sesungguhnya (suatu) pengenalan itu (semata-mata) Dia yang menginginkannya atasmu, sedangkan amal-amal itu (semata-mata) suatu hadiah dari engkau kepada-Nya_

_maka tidaklah sebanding antara apa-apa yang engkau hadiahkan kepada-Nya dengan apa-apa yang Dia inginkan untukmu."_

Syarah

Ada rahasia yang sangat halus dibalik kalimat-kalimat Ibnu Athaillah dalam pasal ini.

Ibnu Athaillah bukan hendak mengatakan bahwa amaliah tidak berarti, karena itu adalah tanda kepatuhan kepada-Nya.

Namun ada persoalan yang lebih besar dari itu yang harus dimiliki setiap pejalan suluk.

Ketika Allah membuka “Wajah Pengenalan”, maka yang Dia anugrahkan kepada seorang hamba adalah Diri-Nya, Eksistensi-Nya, bukan semata perbuatan-Nya, karunia-Nya, atau surga-Nya.

Maka tidaklah sebanding ketika Allah menyerahkan seluruh Diri-Nya untuk dikenali, sementara seseorang hanya menyerahkan amal perbuatannya, bukan dirinya.

Adalah Nabi Muhammad SAW memberi nasihat kepada putrinya Fatimah r.a. untuk senantiasa berdoa pada setiap pagi dan petang:

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ! أَصْلِحْ لِي شَأْنِيَ كُلَّهُ، وَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ

_Wahai (Dzat) yang Maha Hidup dan Maha Berdiri! Dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Perbaikilah urusanku seluruhnya; dan jangan Engkau serahkan aku kepada diriku walau hanya sekejap mata._

H.R. Imam An-Nasai, Imam Al-Hakim.

Dalam hadits yang lain dikatakan:

اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو، فَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ

_Ya Allah, hanya rahmat-Mu yang kuharapkan! Maka janganlah Engkau serahkan aku kepada diriku meski sekejap mata, dan perbaikilah urusanku seluruhnya. (Sungguh) tidak ada tuhan selain Engkau._

H.R. Imam Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Hibban.

Surat Al-Baqarah Ayat 112

بَلَىٰ مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِنْدَ رَبِّهِ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

_(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati._

Bagi mereka yg sudah Di fase Mahabbah...

Hati mereka Bukan milik pasangan hidup mereka

Bukan milik anak Yang mereka cintai

Bahkan Bukan milik diri mereka sendiri...

Namun hatinya telah diserahkan kepada Allah..

Mau dibuat bahagia atau sedih oleh Allah...

iTu tidak masalah bagi dirinya...

Mau dibuat Kaya atau Miskin oleh Allah...

iTu tidak masalah baginya...

Karena ia yakin tidak mungkin Allah ingin menyulitkan mereka
☺☺☺☺☺☺

Surat Ali 'Imran Ayat 182

ذَٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيكُمْ وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ

_(Azab) yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan bahwasanya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Nya._

Hingga pada akhirnya Dalam beramal bukan dengan Cara Mujahadah
Namun Mahabbah💖

Sebagaimana Rasulullah saw pernah ditanya

_Ya Rasulullah mengapa engkau Masih tetap Rajin sholat Malam padahal dirimu sudah dijamin oleh Allah masuk ke Dalam Surga?_🤔🤔🤔

Dan beliau saw menjawab...

*_tidak pantaskah Aku menjadi Hamba Yang bersyukur kepada-Nya yg telah memberi banyak nikmat?_*

Allahu Robbi...

*Saat seseorang difase Mahabbah ia Bukan lagi mengejar kuantitas tetapi kualitas*

*_Disinilah PERCEPATAN AMALAN terjadi_*💖💖

Salah Satu peristiwa Yang dinantikan oleh setiap Muslim ialah

*Datang ya Lailatul Qodar Di Salah Satu Malam 10 Hari Terakhir*
☄✨🌕🌙☄✨🌑🌙

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)

_“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan._

_Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?_

_Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan._

_Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan_

_Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”_

(QS. Al Qadr: 1-5).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

_“Barangsiapa yang menghidupkan lailatul qadar dengan shalat malam atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”_

(HR. Bukhari no. 1901 dan Muslim no. 760)

Banyak Riwayat Yang jelaskan tentang Asbabun Nuzul terkait Surat Al Qodr ini

Menurut Riwayat Ibnu Abbas r.a., Suatu ketika Malaikat Jibril menceritakan kpd Nabi Muhammad S.A.W. kisah seorang lelaki pd Zaman Bani Israil yg berjuang fisabilillah terus menerus selama 1000 bulan atau lebih kurang 84 tahun.

Pada malam hari lelaki itu akan mengerjakan ibadah dgn tekun & pd siang hari dia berjuang melawan musuh yg merusak agamanya.

Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bercerita kepada para sahabatnya tentang pejuang dari Bani Israil tersebut yang tak lain adalah Sam’un.

Para sahabat ketika mendengar cerita tersebut, merasa kecil hati dengan amal ibadah dan perjuangan orang tersebut. Mereka ingin melakukan amal ibadah dan perjuangan yang sedemikian rupa.

Hanya saja umur kehidupan mereka jarang lebih dari enam puluh atau tujuh puluh tahun.

Di dalam hadist disebutkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam: “Usia ummatku sekitar enam puluh atau tujuh puluh tahun”.  

Ketika para sahabat sedang berpikir dan merenung, datanglah malaikat Jibril kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam membawa wahyu dan kabar kembira kepada Rasulullah dan para sahabatnya.

Berkata malaikat Jibril Alaihis Salaam:

“Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menurunkan kepadamu ya Rasulullah surat Al Qadr, di mana di dalamnya terdapat kabar gembira untukmu dan ummatmu, di mana Allah menurunkan malam Lailatul Qadr, di mana orang yang beramal pada malam Lailatul Qadr mendapatkan pahala lebih baik dan lebih besar dari pada seribu bulan.

Maka amal ibadah yang dikerjakan ummatmu pada malam Lailatul Qadr lebih baik dari pada seorang ahli ibadah dari kalangan Bani Israil yang beribadah selama delapan puluh tahun”.

Alhasil Dari kisah Sejarah awal ini menjelaskan adanya *PERCEPATAN AMALAN*

Saat seorang Muslim mengetahui adanya Lailatul Qadar

Maka mereka sadar Akan adanya PERCEPATAN AMALAN

Tetapi sadarkah sahabat sebenarnya...

*PERCEPATAN AMALAN TERJADI TIDAK HANYA SAAT RAMADHAN*
☺☺☺☺

Ada Yang bisa jelaskan maksud pernyataan saya diatas...

Dikatakan adanya PERCEPATAN AMALAN Karena adanya sesuatu yg melampaui hal yg mampu Kita lakukan secara biasa...

Sebagaimana saat seseorang peroleh Lailatul Qodar maka ia mendapatkan pahala 1000 Bulan Ibadah 

Disanalah ia peroleh PERCEPATAN AMALAN daripada KECEPATAN Amalan Yang ia lakukan biasanya ☺

PERCEPATAN AMALAN diluar Bulan Ramadhan juga dapat terjadi disebabkan beberapa hal :

1. Sebab Seseorang
2. Sebab Waktu
3. Sebab Tempat
4. Sebab Ikatan

SEBAB SESEORANG

*1.Keturunan Rasulullah*

_Semua sebab dan nasab akan terputus pada hari Kiamat kecuali sebabku dan nasabku”_

(HR Thobari)

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman,

_“Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai Ahlul Bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.”_

(QS. Al-Ahzâb [33]: 33)

Allah Subhanahu Wata’ala juga berfirman _“Katakanlah: ‘Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan.”_

(QS. Asy-Syûrâ [42]: 23)

Dalam Hadits Riwayat Muslim dijelaskan bahwa
Suatu hari Rasul berpidato di hadapan kami dekat danau bernama Khom antara Mekkah dan Madinah, setelah memuji Allah, beliau mulai menasihati kami dan bersabda :

_"Wahai orang-orang, aku tak ubahnya seorang manusia, mungkin utusan tuhanku akan segera datang memanggilku, ketahuilah bahwa aku meninggalkan pada kalian 2 benda berharga, kitabullah yang mengandung cahaya dan bimbingan maka ambilah kitabullah dan berpegang padanya.._

_beliau meneruskan : Dan ahlul baitku, aku memperingatkan kalian tentang ahlul baitku, aku memperingatkan kalian tentang ahlul baitku, aku memperingatkan kalian tentang ahlul baitku"_

Rasulullah saw terlahir Dari nasab Yang mulia Dan Akan menurunkan kepada keturunan ya

Maka Salah Satu PERCEPATAN AMALAN ialah dengan meminta doa mereka.. Ibadah bersama mereka...

Tentu Akan berbeda kualitas saat Kita berdoa sendiri dibandingkan bersama keturunan Rasulullah saw..

Sebagaimana Allah perintahkan Kita mencari jalan untuk mendekatkan diri kepada-Nya

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

_“Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.”_

[Al-Maa-idah: 35]

*2.Seorang Ulama*

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

_Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat._

_Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan._

(Surat Al Mujadalah ayat 11)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ

_“Ulama adalah pewaris para nabi.”_

(HR At-Tirmidzi)

Dari beberapa dalil inilah mengapa saat terjadi Ulama yg disakiti maka Ummat Akan bangkit

Maka tentu penting bagi Kita belajar ,beribadah Hingga meminta doanya Dari mereka

*3.Orang Tua*

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ

_“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua”_

(HR At-Tirmidzi)

Ingat Kisah Alqomah tentang ia yg alami sulit hadapi sakratul maut Karena bermasalah dengan ibunya...

Memang Dalam kehidupan ini tidak semua orangtua Dan anak bisa rukun...

Ada beberapa sebab yg membuat Ortu Dan anak berselisih..

Namun bagaimanapun tetaplah berbuat baik kepada orangtua

Karena mereka Salah Satu jalan PERCEPATAN AMALAN Kita...

Mintalah DOA Dan ridho mereka atas APA yg Kita lakukan

*4.Suami*

_Maukah kalian aku beritahu tentang istri-istri kalian di dalam surga?” Mereka menjawab ‘Tentu saja wahai Rasulullaah.’ Nabi berkata: “Wanita yang penyayang lagi subur._

_Apabila ia marah atau diperlakukan marsh kepadanya, ia berkata, ini tanganku di atas tanganmu,mataku tidak akan bisa terpejam hingga engkau ridha.”_

 (HR. Ath Thabrani)

Tak dapat dipungkiri Di era globalisasi banyak istri yg berkarier baik membantu urusan keluarga atau hobi.

Perhatikan saat istri bermasalah dengan ridho suami maka Akan berefek pada aktivitas ya

Mengapa iTu terjadi...

Sebab saat ijab qobul terjadi segala tanggung Jawab anak perempuan seorang ayah telah beralih kepada suaminya

Namun bukan berati suami jadi semena2 mengatur istri..

Suami yg sholeh tahu bagaimana ia menjaga istrinya ...

*5. Orang yg Terzolimi*

_Dari Abu Hurairah ra. berkata: Rasulullah saw. bersabda:_

_Ada tiga doa mustajab (dikabulkan) yang tidak ada keraguan di dalamnya, yaitu: doa orang yang teraniaya, doa musafir, dan doa buruk orang tua kepada anaknya._

(HR Abu Daud dan al-Tirmizi.)

Disaat diri Kita terzolimi oleh seseorang mungkin emosi Akan terpicu

Namun sadarkah...

Jangan2 mereka dibuat seperti iTu agar Kita mengalami PERCEPATAN AMALAN dengan DOA orang terzolimi...

*Sebab Waktu*

PERCEPATAN AMALAN juga bisa dipengaruhi oleh waktu yg memiliki Keutamaan daripada waktu lainnya...

*1. Saat 1/3 Malam terakhir*

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَتَنَزَّلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ ، مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ ، وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

_“Rabb kita tabaroka wa ta’ala turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berkata: ‘Siapa yang berdoa pada-Ku, aku akan memperkenankan doanya. Siapa yang meminta pada-Ku, pasti akan Kuberi. Dan siapa yang meminta ampun pada-Ku, pasti akan Kuampuni’.”_

(HR. Bukhari Muslim)

*2.Hari Jumat*

dikumandangkan.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ : « فِيهِ سَاعَةٌ لَا

يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ » وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا

   _Abu Hurairah berkata Rasulullah saw pernah bersabda:” Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya. Rasululllah mengisyaratkan dengan tangan beliau sebagai gambaran akan sedikitnya waktu itu”_

(H.R  Muttafaqun Alaih)

*3.Waktu Ashar Selepas Jumat*

shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

« يَوْمُ الْجُمُعَةِ ثِنْتَا عَشْرَةَ ». يُرِيدُ سَاعَةً « لاَ يُوجَدُ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ شَيْئًا إِلاَّ آتَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ ».

_“(Waktu siang) di hari Jum’at ada 12 (jam). Jika seorang muslim memohon pada Allah ‘azza wa jalla sesuatu (di suatu waktu di hari Jum’at) pasti Allah ‘azza wa jalla akan mengabulkannya. Carilah waktu tersebut yaitu di waktu-waktu akhir setelah ‘Ashar"_

(HR Abu Daud)

*Sebab Waktu*

PERCEPATAN AMALAN juga bisa dipengaruhi oleh waktu yg memiliki Keutamaan daripada waktu lainnya...

*1. Saat 1/3 Malam terakhir*

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَتَنَزَّلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ ، مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ ، وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

_“Rabb kita tabaroka wa ta’ala turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berkata: ‘Siapa yang berdoa pada-Ku, aku akan memperkenankan doanya. Siapa yang meminta pada-Ku, pasti akan Kuberi. Dan siapa yang meminta ampun pada-Ku, pasti akan Kuampuni’.”_

(HR. Bukhari Muslim)

*2.Hari Jumat*

dikumandangkan.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ : « فِيهِ سَاعَةٌ لَا

يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ » وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا

   _Abu Hurairah berkata Rasulullah saw pernah bersabda:” Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya. Rasululllah mengisyaratkan dengan tangan beliau sebagai gambaran akan sedikitnya waktu itu”_

(H.R  Muttafaqun Alaih)

*3.Waktu Ashar Selepas Jumat*

shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

« يَوْمُ الْجُمُعَةِ ثِنْتَا عَشْرَةَ ». يُرِيدُ سَاعَةً « لاَ يُوجَدُ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ شَيْئًا إِلاَّ آتَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ ».

_“(Waktu siang) di hari Jum’at ada 12 (jam). Jika seorang muslim memohon pada Allah ‘azza wa jalla sesuatu (di suatu waktu di hari Jum’at) pasti Allah ‘azza wa jalla akan mengabulkannya. Carilah waktu tersebut yaitu di waktu-waktu akhir setelah ‘Ashar"_

(HR Abu Daud)

*4.Waktu Hujan Turun*

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ

“Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan : [1] Bertemunya dua pasukan, [2] Menjelang shalat dilaksanakan, dan [3] Saat hujan turun.”

(Kitab Shohihul Jami')

*5.Doa Musafir*

sebuah hadits disebutkan,

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ: دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ

_“Tiga waktu diijabahi (dikabulkan) do’a yang tidak diragukan lagi yaitu: (1) do’a orang yang terzholimi, (2) do’a seorang musafir, (3) do’a orang tua pada anaknya.”_

(HR. Ahmad)

Musafir disini ialah mereka Yang sedang berjalan Dalam fisabililah seperti perjalanan umroh, Haji Dan dakwah

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ

“Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan : [1] Bertemunya dua pasukan, [2] Menjelang shalat dilaksanakan, dan [3] Saat hujan turun.”

(Kitab Shohihul Jami')

*5.Doa Musafir*

sebuah hadits disebutkan,

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ: دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ

_“Tiga waktu diijabahi (dikabulkan) do’a yang tidak diragukan lagi yaitu: (1) do’a orang yang terzholimi, (2) do’a seorang musafir, (3) do’a orang tua pada anaknya.”_

(HR. Ahmad)

Musafir disini ialah mereka Yang sedang berjalan Dalam fisabililah seperti perjalanan umroh, Haji Dan dakwah

*Sebab Tempat*

PERCEPATAN AMALAN disini juga bisa dilakukan sebab Tempat Yang mustajab seperti...

Berdoa saat Di Masjidil Haram Maupun Masjid Nabawi...

Dari Jabir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلاَةٌ فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ

_“Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom. Shalat di Masjidil Harom lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.”_

(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Selain iTu juga Di Masjid...

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ يَتلُونَ كِتَابَ اللهِ ، وَيَتَدَارَسُونَهُ بينهم ، إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيتْهُمُ الرَّحْمَةُ ، وَحَفَّتْهُمُ المَلاَئِكَةُ ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

_Dan tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu diantara rumah-rumah Allâh, mereka membaca Kitabullah dan mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, rahmat akan meliputi mereka, para Malaikat mengelilingi mereka, dan Allâh memuji mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya._

(HR Muslim)

Dan Yang terakhir yaitu

*Sebab Ikatan*

Ikatan Yang dimaksud ialah sebuah ikatan khusus

Sebagaimana ikatan darah disebut dengan nasab...

Dan ikatan keimanan disebut dengan ukhuwah

Dan ikatan ilmu ialah sanad...

Banyak orang belajar ilmu namun ilmunya tidak membuat ia lebih baik

Bahkan saat belajar ia tidak serius Dalam adab belajar..

_wajar jika hasil belajar ya Akan berbeda Satu Sama lain_

Karena tdk adanya ikatan ilmu antara ia dengan Yang memberi ilmu...

Ibnul Mubarak berkata :”Sanad merupakan bagian dari agama, kalaulah bukan karena sanad, maka pasti akan bisa berkata siapa saja yang mau dengan apa saja yang diinginkannya.”

(Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Muqoddimah kitab Shahihnya)

PERCEPATAN AMALAN Akan terjadi saat adanya sanad ilmu yg bersambung hinggga ke Rasulullah saw

Contoh sanad ilmu sebagaimana saya punya

- Rasulullah saw

- Sayyidi Syekh Ahmad Bin Muhammad At Tijani

- Syekh Muhammad Gholi Abu Tholib

- Syekh Husein Al Ifrani

- Syekh Ahmad Al Kansusi

- Syekh Bal Hasan Al Baqili

- Syekh Bal Hasan Al Jakkani

- Habib Jafar Al Baharun

- Syekh Muhammad Yunus Abdul Hamid

- Muhammad Reza Adrianto

Maka saat Kita memiliki ilmu Yang bersanad maka segala amalan Akan alami PERCEPATAN

Siapapun bisa Membaca Kalimat dzikir atau shalawat

Namun Akan berbeda saat ia peroleh ijazah dzikir Dan shalawat yg bersanad ke Rasulullah saw

Sebagaimana saya peroleh ijazah Dzikir Thoriqoh At Tijani

Sanad iTu dimisalkan seperti Ada orang bisa belajar kesehatan otodidak ia bisa Saja buka praktek pengobatan alternative

Tetapi tidak bisa buka praktek klinik Hingga RS Dan terjamin ilmu kesehatan ya Karena ia peroleh ijazah kedokteran

Begitujuga dengan ilmu serta amalan Yang bersanad...

Ia memiliki PERCEPATAN Yang berbeda dengan dzikir Yang tidak bersanad....

Semoga Kita tidak hanya semangat mencari PERCEPATAN AMALAN Di Bulan Ramadhan Saja

Saya doakan Kita semua peroleh PERCEPATAN AMALAN dengan Lailatul Qodar.

Senin, 21 Mei 2018

*ANALISA DZIKIR DARI SUDUT PANDANG ILMU KEDOKTERAN* *DOKTER INI TERKEJUT. TERNYATA DZIKIR MERUPAKAN OBAT YANG PALING MUJARAB, SUBHANALLAH* *Dr. dr. A Y Saleh, M.Kes, Sp. S.* _dari RS S Sunter - Jakarta (Alumni SMAN... Malang & S1-FK...), menyatakan bahwa dzikir itu menyehatkan. Ia menunjukkan lewat riset pada pasiennya di mana pasien yg berdzikir pulih lebih cepat di banding dgn yg tak berzikir._ Pasien yg mengalami persoalan alzheimer & stroke, akan lebih baik keadaannya setelah membiasakan dzikir dgn melafadzkan kalimat tauhid *"Laa iIlaaha illallah "* serta kalimat istighfar *"ASTAGHFIRULLOH"*. Menurut Dr. dr. Ar, dilihat dari pengetahuan kedokteran kontemporer, pengucapan *"Laa iIlaaha illallah"* serta *"Astaghfirullah"* bisa menyingkirkan nyeri & dapat menumbuhkan ketenangan dan kestabilan saraf untuk pasien. Lantaran dalam ke dua bacaan dzikir itu ada huruf JAHR yg bisa mengeluarkan CO2 dari otak. Dalam kalimat *"Laa Ilaaha Illallah"* ada huruf Jahr yg diulang tujuh kali, yakni huruf *"Lam"*, serta *"Astaghfirulloh"* ada huruf *"Ghayn", " Ra"*, serta dua buah *"Lam"* hingga ada 4 huruf Jahr yg mesti dilafazkan keras hingga kalimat dzikir tsb mengeluarkan karbondioksida semakin banyak waktu udara dihembuskan keluar mulut. CO2 yg dikeluarkan oleh badan tak mengubah pergantian diameter pembuluh darah dalam otak. Sebab, bila system pengeluaran CO2 kacau, jadi CO2 yang ke luar juga kacau hingga mengakibatkan pembuluh darah di otak bakal melebar begitu terlalu berlebih saat kandungan CO2 didalam otak mengalami penurunan. Dilihat dari tinjauan pengetahuan syaraf. Ada hubungan yg erat pada pelafadzan huruf (Makharij Al-huruf) pd bacaan dzikir dgn *aliran darah pernafasan keluar yg mengandung zat CO2 (karbondioksida)* & system yg rumit didalam otak pd keadaan fisik atau psikis spesial. Nah sahabatku.. mari teruskan kebiasaan & lebih memperbanyak dzikir dgn mengucapkan kalimat tauhid *"LAA ILLAHA ILLALLAH"* & kalimat istighfar *"ASTAGHFIRULLOH"*. Mohon disebarkan informasi ini, mudah2an dapat mendzikirkan masyarakat dan memasyarakat dzikir baik pada Keluarga/Saudara/I /Sahabat maupun Teman yg kena stroke upaya kuratif maupun yg tdk kena stroke sebagai upaya preventif... " Prima Estu Production " *Semoga bermanfaat*

*DOKTER INI TERKEJUT. TERNYATA DZIKIR MERUPAKAN OBAT YANG PALING MUJARAB, SUBHANALLAH*

*Dr. dr. A Y Saleh, M.Kes, Sp. S.* _dari RS S Sunter - Jakarta (Alumni SMAN... Malang & S1-FK...),

menyatakan bahwa dzikir itu menyehatkan. Ia menunjukkan lewat riset pada pasiennya di mana pasien yg berdzikir pulih lebih cepat di banding dgn yg tak berzikir._

Pasien yg mengalami persoalan alzheimer & stroke, akan lebih baik keadaannya setelah membiasakan dzikir dgn melafadzkan kalimat tauhid *"Laa iIlaaha illallah "* serta kalimat istighfar *"ASTAGHFIRULLOH"*.

Menurut Dr. dr. Ar, dilihat dari pengetahuan kedokteran kontemporer, pengucapan *"Laa iIlaaha illallah"* serta *"Astaghfirullah"* bisa menyingkirkan nyeri & dapat menumbuhkan ketenangan dan kestabilan saraf untuk pasien.

Lantaran dalam ke dua bacaan dzikir itu ada huruf JAHR yg bisa mengeluarkan CO2 dari otak.

Dalam kalimat *"Laa Ilaaha Illallah"* ada huruf Jahr yg diulang tujuh kali, yakni huruf *"Lam"*, serta *"Astaghfirulloh"* ada huruf *"Ghayn", " Ra"*,

serta dua buah *"Lam"* hingga ada 4 huruf Jahr yg mesti dilafazkan keras hingga kalimat dzikir tsb mengeluarkan karbondioksida semakin banyak waktu udara dihembuskan keluar mulut.

CO2 yg dikeluarkan oleh badan tak mengubah pergantian diameter pembuluh darah dalam otak. Sebab, bila system pengeluaran CO2 kacau, jadi CO2 yang ke luar juga kacau hingga mengakibatkan pembuluh darah di otak bakal melebar begitu terlalu berlebih saat kandungan CO2 didalam otak mengalami penurunan.

Dilihat dari tinjauan pengetahuan syaraf.

Ada hubungan yg erat pada pelafadzan huruf (Makharij Al-huruf) pd bacaan dzikir dgn *aliran darah pernafasan keluar yg mengandung zat CO2 (karbondioksida)* & system yg rumit didalam otak pd keadaan fisik atau psikis spesial.

Nah sahabatku.. mari teruskan kebiasaan & lebih memperbanyak dzikir dgn mengucapkan kalimat tauhid *"LAA ILLAHA ILLALLAH"* & kalimat istighfar *"ASTAGHFIRULLOH"*.

Mohon disebarkan informasi ini, mudah2an  dapat mendzikirkan masyarakat dan memasyarakat dzikir baik pada Keluarga/Saudara/I /Sahabat maupun Teman  yg kena stroke upaya kuratif maupun yg tdk kena stroke sebagai upaya preventif...

ANGIN DUDUK

Pada suatu ketika dimana "Nabi Allah Sulaiman a.s" duduk di Singgasana,
maka datang 'satu Angin' yang cukup besar, maka bertanya "Nabi Allah Sulaiman" : "Siapakah engkau. . . ??

Maka dijawab oleh Angin tersebut : "Akulah 'Angin Rihul Ahmar' dan Aku bila memasuki Rongga Anak Adam, maka Lumpuh, keluar Darah dari Rongga Hidung dan apabila aku memasuki Otak Anak Adam, maka menjadi Gilalah Anak Adam. . ."

Maka diperintahkan oleh "Nabi Sulaiman a.s", supaya membakar Angin tersebut, maka berkatalah, 'Rihul Ahmar' kepada "Nabi Sulaiman a.s" bahwa :
"Aku Kekal sampai hari Kiamat tiba, tiada Sesiapa yang dapat membinasakan Aku melainkan Allah SW T."

Lalu 'Rihul Ahmar' pun menghilang.

Diriwayatkan bahwa : Cucu "Nabi Muhammad SAW", terkena *'Rihul Ahmar'*sehingga keluar Darah dari Rongga Hidungnya.

Maka datang Malaikat Jibril kepada "Nabi SAW" dan bertanyalah "Nabi" kepada Jibril.

Maka menghilang sebentar, lalu Malaikat Jibril kembali mengajari akan 'Do'a Rihul Ahmar' kepada "Nabi SAW", kemudian
dibaca 'Do'a' tersebut kepada Cucunya dan dengan sekejap Cucu Rasulullah sembuh dengan serta merta.

Lalu "Nabi SAW" bersabda :
"Bahwa barangsiapa membaca 'Do'a Stroke / Do'a Rihul Ahmar', walaupun sekali dalam seumur hidupnya, maka akan dijauhkan dari Penyakit 'ANGIN AHMAR atau STROKE'."

Do'a agar dijauhkan/terhindar dari 'Angin Ahmar dan Penyakit Kronis', sbb. :

اللهم إني أعوذبك من الريح الأحمر والدم الأسود والداء الأكبر

"Allohumma innii a'uudzubika minar riihil ahmar, wad damil aswad, wad daail Akbar."

Artinya :

"Yaa Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari Angin Merah dan dari Darah Hitam (stroke) dan dari Penyakit Berat."

'Riihul Ahmar' biasa masuk pada saat seseorang Tidur Bakda Ashar hingga waktu Isya'.

Maka hindarilah tidur diwaktu itu Sekantuk / Secapek apapun. . . silahkan dirasakan sendiri perbedaan tidur tengah hari (siang), Bakda Ashar & malam hari pada saat bangun dari tidur waktu² tsb.

Teruskanlah ke Group Keluarga, Sahabat kita yang kita sayang, agar kita semua  terhindar dari 'STROKE'.
Insya' Allah. . .

Semoga kita senantiasa dalam Balutan Sehat Wal A'fiat. . . !!!

Aamiin Yaa Rabbal'alamiin.

Sabtu, 12 Mei 2018

Gara Gara Istighfar



✏Imam Ahmad bin Hambal رحمه الله (murid Imam Syafi'i) dikenal juga sebagai Imam Hambali.

dimasa akhir hidup beliau bercerita, "satu waktu (ketika saya sudah usia tua) saya tidak tau kenapa ingin sekali menuju satu kota di Irak,". Padahal tidak ada janji sama orang dan tidak ada hajat.

Akhirnya Imam Ahmad pergi sendiri menuju ke kota Bashroh. Beliau bercerita "Pas tiba disana waktu Isya', saya ikut shalat berjamaah isya di masjid, hati saya merasa tenang, kemudian saya ingin istirahat".

Begitu selesai shalat dan jamaah bubar, imam Ahmad ingin tidur di masjid, tiba-tiba Marbot masjid datang menemui imam Ahmad sambil bertanya "kenapa syaikh, mau ngapain  disini?".
(kata "syaikh" bisa dipakai untuk 3 panggilan, bisa untuk orang tua, orang kaya ataupun orang yang berilmu.

Panggilan Syaikh dikisah ini panggilan sebagai orang tua, karena taunya sebagai orang tua).

Marbot tidak tau kalau beliau adalah Imam Ahmad. Dan Imam Ahmad pun tidak memperkenalkan siapa dirinya.

Di Irak, semua orang kenal siapa imam Ahmad, seorang ulama besar dan ahli hadits, sejuta hadits dihafalnya, sangat sholeh dan zuhud.

Zaman itu tidak ada foto sehingga orang tidak tau wajahnya, cuma namanya sudah terkenal.

Kata imam Ahmad "saya ingin istirahat, saya musafir".

Kata marbot, "tidak boleh, tidak boleh tidur di masjid.

Imam Ahmad bercerita "saya didorong-dorong oleh orang itu disuruh keluar dari masjid, Setelah keluar masjid, dikunci pintu masjid. Lalu saya ingin tidur di teras masjid."

Ketika sudah berbaring di teras masjid Marbotnya datang lagi, marah-marah kepada Imam Ahmad. "Mau ngapain lagi syaikh?" Kata marbot.

"Mau tidur, saya musafir" kata imam Ahmad.
Lalu marbot berkata, "di dalam masjid gak boleh, di teras masjid juga gak boleh".

Imam Ahmad diusir. Imam Ahmad bercerita " saya didorong-dorong sampai jalanan".

Disamping masjid ada penjual roti (rumah kecil sekaligus untuk membuat dan menjual roti).

Penjual roti ini sedang membuat adonan, sambil melihat kejadian imam Ahmad didorong-dorong oleh marbot tadi.

Waktu imam Ahmad sampai di jalanan, penjual roti itu memanggil dari jauh "mari syaikh, anda boleh nginap di tempat saya, saya punya tempat, meskipun kecil".
Kata imam Ahmad "baik".

Imam Ahmad masuk ke rumahnya, duduk dibelakang penjual roti yang sedang membuat roti (dengan tidak memperkenalkan siapa dirinya, hanya bilang sebagai musafir).

Penjual roti ini punya perilaku tersendiri, kalau imam Ahmad ngajak ngomong, dijawabnya. Kalau tidak, dia terus membuat adonan roti sambil melafalkan istighfar, Astaghfirullah, saat Naruh garam astaghfirullah, mecahin telur astaghfirullah, campur gandum astaghfirullah.

Senantiasa mendawamkan istighfar. Sebuah kebiasaan mulia. Imam Ahmad memperhatikan terus.

Lalu imam Ahmad bertanya "sudah berapa lama kamu lakukan ini?".

Orang itu menjawab "sudah lama sekali syaikh, saya menjual roti sudah 30 tahun, jadi semenjak itu saya lakukan".

Imam Ahmad bertanya "ma tsamarotu fi'luk?", "apa hasil dari perbuatanmu ini?",

orang itu menjawab "(lantaran wasilah istighfar) tidak ada hajat yang saya minta , kecuali pasti dikabulkan Allah. semua yang saya minta ya Allah...., langsung diterima".

(memang Nabi SAW. pernah bersabda "siapa yang menjaga istighfar, maka Allah akan menjadikan jalan keluar baginya dari semua masalah dan Allah akan berikan rizki dari jalan yang tidak disangka-sangkanya).

Lalu orang itu melanjutkan "semua dikabulkan Allah kecuali satu, masih satu yang belum Allah kasih".

Imam Ahmad penasaran lantas bertanya "apa itu?".

Kata orang itu "saya minta kepada Allah supaya dipertemukan dengan imam Ahmad.

seketika itu juga imam Ahmad bertakbir, "Allahuakbar, Allah telah mendatangkan saya jauh dari Bagdad pergi ke Bashroh dan bahkan sampai didorong-dorong oleh marbot masjid itu sampai ke jalanan karena istighfarmu".

(penjual roti terperanjat, memuji Allah, ternyata yang didepannya adalah Imam Ahmad)...

*IQRO LEARNING CENTER*