Berbicara keberkahan Maka Kita akan mulai dari Salah satu Mukjizat Rasulullah saw yg terjadi Pada bulan Rajab INI
*Isra Miraj*
🕋☄🌓✨🌟
Surat Al-Isra' Ayat 1
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
_Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah *Kami berkahi sekelilingnya* agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui._
Pada tahun terjadinya peristiwa Isra Miraj terjadi Pada peristiwa yang begitu memukul Hati Rasulullah saw..
Belum lama terlepas dari embargo kaum kafir Quraisy, ternyata beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam harus menanggung kesedihan, dikarenakan paman beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam , yaitu Abu Thâlib yang selalu membantu dakwah beliau meninggal dunia Dan wafatnya pun tidak peroleh HIDAYAH Islam
😢😢😢😢😢😢😢
Belum lama berselang, istri beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tercinta, yaitu Khadîjah binti Khuwailid yang selalu menjadi penopang dakwah ini juga menyusulnya.
😢😢😢😢😢😢
Peristiwa ditinggalkan orang-orang terdekat ini yang secara beruntun ini sangat membekas pada diri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam .
Sehingga sebagian ahli sejarah, menyebut tahun tersebut sebagai tahun kesedihan. 😭😭😭
Namun penamaan ini tidak dipakai oleh sebagian ahli sejarah lainnya. Karena, kesedihan yang dirasakan Rasulullah bukan disebabkan ditinggal dua orang yang sangat beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam cintai ini.
Akan tetapi, karena beliau merasakan kaumnya semakin berani menolak dakwah. Mereka semakin gencar menghalangi dan berusaha mematikan dakwah al-haq ini.
Poin pertama yang bisa pelajari dari kisah INI ialah
*Terkadang dalam sebuah keberkahan yang ada berdampingan antara suka & duka*
Disaat kesedihan yang beruntun dialami oleh Rasulullah saw...
Di Saat Itu pula Allah swt berikan Hadiah yg tdk pernah diberikan kepada Rasul Dan Nabi manapun ialah Isra Miraj.
Kini perhatikanlah Pada
Surat Al-Insyirah Ayat 5
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
_Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan_
Yang dipakai dalam ayat bukan ba'da yg memiliki Arti setelahnya....
TetapI Ma'a yang berati bersama..
Berati Saat Kita sedang bersedih disaat ITU pula Allah berikan bahagia yg bisa jadi Kita belum ketahuI Saat ITU...
SAya kasih Contohnya...
Disaat seorang Tukang Becak mangkal nunggu orang Naik becaknya
Ternyata seharian tdk ada yg Naik becaknya, tentu ia bersedih 😢
TetapI disaat ia mangkal Becak, ada tetangganya Kirim daging ke Rumah sang Tukang becak😍
Dan Tukang Becak Baru ketahui belakangan...
Begitujuga dalam Kehidupan INI...
Terkadang Kita terlalu fokus Pada kesedihan sehingga Tak mampu melihat kebahagiaan yg Allah berikan Saat itu☺
Betapa banyak orang berkata.. Kapolda Itu luar biasa perhatiannya kepada anggotanya...
👮🏻♂👮🏻♂👮🏻♂👮🏻♂
Betapa beruntungnya anak buahnya yg dijenguk pak Kapolda .
Sebenarnya...
Yang beruntung Itu bukan anak buahnya tetapi kapoldanya...
_Kenapa Buya ko bisa begitu?_
Tanya Salah seorang Jamaah 🤔🤔
Begini Saya akan jawab lewat Salah satu kisah kader dakwah IQRO...
Ada seorang kader dakwah bernama Hendra beberapa waktu ia sdh tdk ada kerja tetap...
2 pekan Lalu ia ikut ke lapangan berbagi nasi bungkus untuk yg mereka yg butuhkan...
Pekan kemarinnya Saya ajak ke lapangan lagi...
Qoddarullah ia Kabari ke saya baru dapat pekerjaan di Toko Emas.
Nah sahabat IQRO Sekalian...☺☺
Bisa jadi Saat Hendra bagikan makanan , ada dhuafa yg doakan ia Dan dikabulkan oleh Allah...
Akhirnya..
Yang beruntung ialah hendra☺☺
Begitujuga dengan Kapolda yg visit ke anak buahnya yg Sakit...
Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda:
إِذَا عَادَ الرَّجُلُ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ مَشَى فِيْ خِرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ، فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ.
_“Apabila seseorang menjenguk saudaranya Чαπƍ muslim (yang sedang sakit), maka (seakan-akan) dia berjalan sambil memetik buah-buahan Surga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras._
_Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba._
_Apabila menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar diberi rahmat hingga waktu pagi tiba.”_
(HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Imam Ahmad dengan sanad shahih).
Maka Kapolda Itu sungguh ketahui akan keutamaan jenguk org Sakit...
Maka hajat apapun ia dibantu di doakan oleh para malaikat
Disini pula kenapa Kami rajin menjenguk orang Sakit terutama sahabat2 IQRO di jabodetabek
🤒🤒🤒🤒
Apa pelajaran yg bisa Kita berkahi terkait materi Kita...
*bisa jadi kesulitan Kita membawa kebaikan bagi orang lain*
*Dan bisa jadi kebaikan yg Saat INI Kita peroleh adalah jalan agar Kita Mau berbagi*
*Keberkahan bukan tentang Apa yang Kita dapatkan tetapi APA yg Kita berikan*
GURU MEMINTA MIRAS PADA MURIDNYA
Suatu malam, Jalaluddin Rumi mengundang Syekh Syamsuddin Tabrizi ke rumahnya. Syekh Mursyid Syamsuddin pun menerima undangan itu dan datang ke kediaman Rumi. Setelah semua hidangan makan malam siap,Syekh Syamsuddin berkata pada Rumi;
“Apakah kau bisa menyediakan minuman untukku?”. (yang dimaksud : arak / khamr)
Rumi kaget mendengarnya, “memangnya anda juga minum syekh..?’.
“Iya”, jawab Syekh Syams.
Rumi masih terkejut,”maaf, saya tidak mengetahui hal ini”.
“Sekarang kau sudah tahu. Maka sediakanlah”. jawab syekh syams.
“Di waktu malam seperti ini, dari mana aku bisa mendapatkan arak?”.
“Perintahkan salah satu pembantumu untuk membelinya”.
“Kehormatanku di hadapan para pembantuku akan hilang”.
“Kalau begitu, kau sendiri pergilah keluar untuk membeli minuman”.
“Seluruh kota mengenalku. Bagaimana bisa aku keluar membeli minuman?”.
“Kalau kau memang muridku, kau harus menyediakan apa yang aku inginkan. Tanpa minum, malam ini aku tidak akan makan, tidak akan berbincang, dan tidak bisa tidur”.
Karena kecintaan pada Syekh Syams, akhirnya Rumi memakai jubahnya, menyembunyikan botol di balik jubah itu dan berjalan ke arah pemukiman kaum Nasrani.
Sampai sebelum ia masuk ke pemukiman tersebut, tidak ada yang berpikir macam-macam terhadapnya, namun begitu ia masuk ke pemukiman kaum Nasrani, beberapa orang terkejut dan akhirnya menguntitnya dari belakang.
Mereka melihat Rumi masuk ke sebuah kedai arak. Ia terlihat mengisikan botol minuman kemudian ia sembunyikan lagi di balik jubah lalu keluar.
Setelah itu ia diikuti terus oleh orang-orang yang jumlahnya bertambah banyak. Hingga sampailah jalaluddin Rumi di depan masjid tempat ia menjadi imam bagi masyarakat kota.
Tiba-tiba salah seorang yang mengikutinya tadi berteriak; “Ya ayyuhan naas, Syeikh Jalaluddin yang setiap hari jadi imam shalat kalian baru saja pergi ke perkampungan Nasrani dan membeli minuman!!!”.
Orang itu berkata begitu sambil menyingkap jubah jalaluddin Rumi. Khalayak melihat botol yang dipegang Rumi. “Orang yang mengaku ahli zuhud dan kalian menjadi pengikutnya ini membeli arak dan akan dibawa pulang!!!”, orang itu menambahi siarannya.
Orang-orang bergantian meludahi muka Rumi dan memukulinya hingga serban yang ada di kepalanya lengser ke leher.
Melihat Rumi yang hanya diam saja tanpa melakukan pembelaan, orang-orang semakin yakin bahwa selama ini mereka ditipu oleh kebohongan Rumi tentang zuhud dan takwa yang diajarkannya. Mereka tidak kasihan lagi untuk terus menghajar Rumi hingga ada juga yang berniat membunuhnya.
Tiba-tiba terdengarlah suara Syekh Syams Tabrizi;
“Wahai orang-orang tak tahu malu. Kalian telah menuduh seorang alim dan faqih dengan tuduhan minum khamr, ketahuilah bahwa yang ada di botol itu adalah cuka untuk bahan masakan"
Seseorang dari mereka masih mengelak.
“Ini bukan cuka, ini arak”.
Syekh Syams mengambil botol dan membuka tutupnya. Dia meneteskan isi botol di tangan orang-orang agar menciumnya. Mereka terkejut karena yang ada di botol itu memang cuka. Mereka memukuli kepala mereka sendiri dan bersimpuh di kaki Rumi. Mereka berdesakan untuk meminta maaf dan menciumi tangan Rumi hingga pelan-pelan mereka pergi satu demi satu.
Rumi berkata pada Syekh Syams, “Malam ini kau membuatku terjerumus dalam masalah besar sampai aku harus menodai kehormatan dan nama baikku sendiri. Syekh..Apa maksud semua ini?”.
“Agar kau mengerti bahwa wibawa yang kau banggakan ini hanya khayalan semata. Kau pikir penghormatan orang-orang awam seperti mereka ini sesuatu yang abadi ?
Padahal kau lihat sendiri, hanya karena dugaan satu botol minuman saja.. semua penghormatan itu sirna dan mereka jadi meludahimu, memukuli kepalamu dan hampir saja membunuhmu. Inilah kebanggaan yang selama ini kau perjuangkan dan akhirnya lenyap dalam sesaat.
(hanya karena kau di kira salah,terlupakan seluruh kebaikanmu)
Maka bersandarlah pada yang tidak tergoyahkan oleh waktu dan tidak terpatahkan oleh perubahan zaman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar