Pak Viktor Salah seorang yg perlu Kita belajar darinya tentang filosofi Kata *Terima Kasih*☺
Saat ia telah terima rezeki Maka ia akan kasih lagi ke orang yg butuhkan.
Jika secara dzohir ia adalah seorang Tukang yg mencari barang2 bekas Baik dengan Jual beli maupun tukar tambah.
Mendorong gerobaknya berkeliling dari satu tempat ke tempat yang lain...
Namun ia memiliki Hati yang begitu Mahal melebihi mereka yang memiliki harta yg lebih banyak darinya..
_Baginya dalam setiap rezeki yg ia peroleh ada rezeki orang lain juga yg harus ia berikan juga_
Sekarang Coba Kita lihat ke diri Kita sendiri...
Bandingkan dengan pak Viktor yang diceritakan sebelumnya...
Apa Kita Mendorong gerobak mencari barang bekas setiap hari seperti beliau?😔😔
Apa penghasilan Kita lebih kecil dari pak Viktor tersebut?😟😟😟
Ya Tentu diantara Kita Kebanyakan lebih mapan dari diri pak Viktor...
Namun Mengapa Hati Kita dibawah Hati seorang pengumpul barang bekas??😢😢
Inilah yang dinamakan...
*Lapisan Keberkahan*
_Ketika seseorang dilihat bukan dari Apa yang ia peroleh Namun seberapa banyak yang ia berikan_
_Ketika seseorang mampu melihat ada rezeki orang lain dalam setiap rezeki yg ia peroleh_
_Ketika seseorang mampu berbuat kebaikan Sekalipun dirinya sedang dalam keterbatasan_
*Berkah*
Menurut bahasa... berkah berasal dari bahasa Arab:
barokah (البركة)
artinya nikmat
(Kamus Al-Munawwir)
Istilah lain berkah dalam bahasa Arab adalah mubarak dan tabaruk.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berkah adalah
“karunia Tuhan yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia”.
Menurut Imam Ghazali berkah (barokah) artinya ziyadatul khair, yakni “bertambahnya kebaikan”
Kalau yg habis pengajian dapat nasi Kotak Itu berkat bukan berkah😁
Walau bisa dikatakan barokah habis ikut pengajian..
Pada dasarnya setiap manusia yang terlahir ke Dunia Ini memiliki satu profesi....
Yaitu sebagai hamba Allah
Surat Az-Zariyat Ayat 56
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
_Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku._
Jadi sebenarnya Jika Kita ditanya APA pekerjaannya...
Maka jawablah..
*Hamba Allah*☺
Yang sambil jadi pegawai Atau pedagang Atau Dokter Atau apapun pekerjaan sampingan Kita.
Jangan dibalik ya...
Karena Kalau dibalik Prioritas Kita selain dengan Allah dahulu
😟😟😟
Sekarang Apa kaitannya dengan definisi berkah yang tadi Kita bahas..
Ketika Kita sudah ketahui profesi utama sebagai hamba Allah
Maka Kita ingin berikan yang terbaik untuk Allah
Syaratnya seperti ayat dibawah Ini..
Surat Ali 'Imran Ayat 110
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
_Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah._
*Jika Kita ingin menjadi hamba Allah yg terbaik Maka pastikan segala Hal yang ada membuat Kita Dan orang lain semakin taat kepada Allah*
*1.Berkah Itu Tentang Kualitas bukan tentang Kuantitas*
Ada seorang tukang pikul barang sebuah Wedding Organizer yang ia memiliki niat Kuat ke baitullah Dan berusaha dengan Apa yang ia bisa
Dan subhanallah...
Akhirnya Allah panggil Dia bukan hanya Umroh Namun berhaji
Ada lagi seorang Tukang Becak anaknya 5 Namun semua anaknya menjadi penghafal Qur'an.
Nah sekarang Giliran Kita...☺☺☺
Bisa jadi pendapatan Kita di atas Tukang pikul tadi....
Namun hanya mampu berkhayal umroh Atau Haji dengan alasan masih banyak kebutuhan Keluarga Akhirnya keajaiban Umroh tidak hadir Pada kita😢😢
Bisa jadi anak Kita ndk sampai 5 orang seperti Tukang Becak..
Namun mendidik anak satu Atau Dua orang saja sudah merasa tidak mampu Lalu bagaimana mendidik mereka jadi penghafal Qur'an😢
Perhatikan...
Secara Kuantitas...
Tukang pikul barang penghasilan y dibawah Kita...
Anak Kita tdk sampai 5 seperti Tukang Becak...
Namun Mengapa hasil ya berbeda dengan mereka.
Ya karena Kita terlalu sibuk dengan Kuantitas bukan Pada kualitas
Sang Tukang pikul barang Ternyata ia tidak mengandalkan income untuk bisa Umroh Atau Haji
Ia perkuat ibadah ke masjidnya..
Ia perkuat sedekahnya...
Ia muLai menabung dengan Apa yang ia miliki
Dan kebesaran Allah terjadi...
Dan beberapa waktu kemudian Allah sadarkan majikannya tentang keinginan Kuat Umroh anak buahnya
Hingga Akhirnya majikan tersebut berikan ia Hadiah Haji 🕋🕋
Dan iapun sujud syukur kepada Allah...
Benarlah Firman Allah Pada ayat berikut ini
Surat At-Taubah Ayat 105
وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
_Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan._
Dan sekarang lihat diri Kita Dan Tukang pikul barang tersebut yg bernama Munir.
☺
Kita lebih mengandalkan kekuatan income daripada kekuatan Allah
Kita beralasan kebutuhan Keluarga yg banyak sehingga Tak mampu ke baitullah
Padahal bisa jadi dengan ia ke baitullah doa Dia akan lebih didengarkan daripada di Indonesia
Seperti sinyal WiFi semakin dekat sumber sinyal Maka semakin Kuat.
Munir seorang Tukang pikul buat Dia Umroh bukan sebuah khayalan seperti Kita.
Karena selain berdoa ia juga berjuang dengan mulai membuka Tabungan umroh
Sekarang....
Kita lihat Pada tukang Becak yang anaknya 5 Namun menjadi hafidz semuanya
Sementara Kita satu Atau Dua anak yg Allah titipakan rasanya tdk mudah..
Ternyata sang Tukang becak setiap melihat anaknya...
Ia selalu doakan anaknya agar menjadi hafidz Qur'an...
Ia bawa anaknya bertemu dengan gurunya agar didoakan menjadi hafidz Qur'an...
Mungkin banyak diantara Kita Kirim anaknya ke pondok pesantren Atau sekolah Islam berbasis Qur'an
Namun Ternyata ITU masih beLum cukup...
Sang Tukang Becak memang Kirim anak2nya ke pondok pesantren
Namun ia sadar perjuangan INI tdk Bs hanya mengandalkan kekuatan anak untuk menghafal saja
Tetapi anaknya juga membutuhkan kekuatan doa darinya setiap Saat Dan doa darI para guru
Nah sekarang lihat ke dalam diri Kita...
Ada beberapa orangtua yg merasa Saat anaknya sudah masuk pondok pesantren Atau sekolah Islam
Maka selesai sudah pendidikan untuk anak Kita diserahkan ke sekolah.
Kita mengandalkan Kuantitas system belajar Baik di ponpes maupun sekolah Islam
Melupakan kualitas doa Kita sebagai orangtua Dan doa para guru2 kita.
Pernah ndak melihat ada orang yg berangkat kerja Atau usaha shubuh Dan pulang malam
Sampai Rumah sudah malam Dan itupun masih ada yang harus dikerjakn lagi🤦🏻♂🤦🏻♂
Berangkat shubuh anak masih tidur....
Pulang kerja anak Udah tidur...
Dan tanpa sadar waktu kebersamaan Keluarga habis😔🤦🏻♂
*Point 2 Keberkahan ialah Rasa Ketenangan akan hidup yang dijalani*
Mengapa ada orang2 seperti yg tadi Saya Sebutkan karena Salah satunya ada Pada ayat INI
Surat Al-Baqarah Ayat 268
الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ ۖ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
_Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui._
Kenapa manusia bisa habis2an bekerja untuk Dunia ya INI Salah satunya...
_Dibuat merasa Khawatir dengan kebutuhan2 yg ada_🤦🏻♂😟😢
Ingat biaya pendidikan makin Mahal...📚🏫
Ingat buat bayar asuransi Kalau nanti Sakit 😷🤒
Ingat Rumah masih kontrak belum punya 🏡
Ya Padahal Jika sahabat baca di Awal tulisan Saya
Apa profesi utama Kita...
☺
*Hamba Allah*
Saat Kita benar2 menjadi hamba Allah Maka yakinlah biar Allah yg cukupkan kebutuhan Kita
Surat Al-Baqarah Ayat 112
بَلَىٰ مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِنْدَ رَبِّهِ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
_(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati_
Namun Jika profesi utamanya pegawai Atau bisnisman Atau lainnya
Wajar Jika kegalauan menyelimuti dirinya...
Karena Cinta Allah didalam hatinya kalah dengan Cinta selainnya.
Sebagaimana pepatah bahasa Arab...
حُبُّكَ لِلشَّيْءِ يُعْمِي وَيُصِمُّ
_Kecintaaanmu membuatmu buta dan tuli._
*Jika benar Kita sudah mencintai Allah Maka Kita akan yakin akan APA yang Allah janjikan*
*tidak peduli bagaimana syetan menakuti Kita dengan berbagai kekhawatiran*
Sekarang lihat pekerjaan Kita....
Lihat bisnis yang Kita Lakukan...
Apa membuat Kita semakin diperbudak dengan berbagai Hal
Atau
Kita merasa tenang menjalaninya tanpa Khawatir dipecat Atau rugi...
Ada sebuah kisah sahabat Nabi yang menjalani bisnisnya
Kata Rasulullah saw, Abdul Rahman bin Auf r.a akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya.
Ini karena orang yang paling kaya akan dihisab paling lama.
Maka mendengar ini, Abdul Rahman bin Auf r.a pun memutar kepala berfikir, bagaimana agar bisa kembali menjadi miskin lagi supaya dapat masuk syurga lebih awal.
Setelah Perang Tabuk, kurma di Madinah yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk.
Lalu harganya jatuh.
Abdul Rahman bin Auf r.a pun menjual semua hartanya, kemudian memborong semua kurma busuk milik sahabat tadi dengan harga kurma bagus.
Semuanya bersyukur
Alhamdulillah..kurma yang dikhawatirkan tidak laku, tiba-tiba laku keras! Diborong semuanya oleh Abdul Rahman bin Auf.
Sahabat gembira.
Abdul Rahman bin Auf r.a pun gembira.
Semua happy!
Sahabat lain gembira sebab semua dagangannya laku.
Abdul Rahman bin Auf r.a gembira juga sebab...
jatuh miskin! 😃😀😀
MasyaAllah..hebat.
Coba kalau kita?
🤦🏻♂😀🤦🏻♂😀🤦🏻♂
Usaha goyang dikit, udah teriak tak tentu arah.
😔😔😔😔
Abdul Rahman bin Auf r.a berasa sangat lega, sebab tahu akan bakal masuk surga dulu, sebab sudah miskin.
Namun.. Subhanallah..
Rencana Allah itu memang terbaik.. 🕋
Tiba-tiba, datang utusan dari Yaman membawa berita, Raja Yaman mencari kurma busuk.
Rupa-rupanya, di Yaman sedang berjangkit wabah penyakit menular, dan obat yang bisa menyembuhkannya adalah KURMA BUSUK !
Utusan Raja Yaman berniat memborong semua kurma Abdul Rahman bin Auf r.a dengan harga 10 kali lipat harga kurma biasa.
🤩🤩💳💰💶💷
Allahuakbar..
Jadi..yang banyak memberi rezeki itu datangnya dari kurma yang bagus atau kurma yang busuk?
ALLAH swt lah yang Memberi Rezeki.
dari kisah ini ada sebuah buat kita, sebab ini membuat kita harus YAKIN bahwa rezeki itu totally dari Allah.
Bukan hanya karna usaha kita itu sudah cukup bagus atau produk kita yang terbaik yang akan memberi kita omzet yang banyak.
Kadang-kadang, KEYAKINAN dalam hati kita itu yang belum cukup kuat dan bulat...
Kalau Kata orang bule beginI :
We plan,
but Allah has also planned everything for us.So,If something goes wrong, it went wrong for a good reason
(Gaya dikit pakai bahasa inggris😁)
Saat seseorang memikiki keyakinan yg Kuat kepada Allah Maka hatinya akan tenang
Sahabat Abdurrahman bin auf Saat dikatakan akan bermasalah di akhirat dengan hartanya Maka hatinya tidak tenang
Nah sekarang ukuran Ketenangan Kita dari APA...
Coba Kita cari...
Apa dari yang Allah ridhoi Atau hanya dari Apa yg Kita senangi...
Betul Kita bekerja Atau berbisnis karena passion
Namun Jika passion ITU membuat Allah tdj Ridho bahaya.
*Point 3 Keberkahan*
*Transaksinya UntUK mencari Ridho Allah bukan Untung Dunia*
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِى بَيْعِهِمَا وَإِنْ كَذَبَا وَكَتَمَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا
_“Orang yang bertransaksi jual beli masing-masing memilki hak khiyar (membatalkan atau melanjutkan transaksi) selama keduanya belum berpisah. Jika keduanya jujur dan terbuka, maka keduanya akan mendapatkan keberkahan dalam jual beli, tapi jika keduanya berdusta dan tidak terbuka, maka keberkahan jual beli antara keduanya akan hilang”._
HR Bukhori Muslim
Ada sebuah kisah terkait Hal Ini..
Seorang lelaki tua, pakaian lusuhnya Terlihat jelas kefaqiran yang ia alami, Saat ia memasuki sebuah toko megah untuk membeli selimut, ia membutuhkan 6 buah selimut untuk keluarganya di musim dingin ini, tapi uang yang ia miliki hanya 100 riyal
😟😟😟
Pemilik toko berkata :
Oh ada pak, saya punya selimut bagus buatan Turki, harganya juga murah, hanya 20 riyal per buah. Kalau bapak beli 5 buah akan mendapat bonus 1 buah
Lega ..
Terpancar diwajah lelaki tua itu😍😍😍
Segera ia mengulurkan lembaran uang 100 riyal miliknya, dengan wajah berseri sambil membawa selimut ia berlalu pergi
Teman si pedagang yang sedari tadi duduk memperhatikan ini berkata :
Engkau ini aneh sekali, bukankah kemarin engkau mengatakan selimut itu jenis selimut termahal di tokomu ini, kalau tidak salah kemarin engkau menawarkan nya padaku seharga 350 riyal per helainya
Pedagang itu menjawab :
*Benar sekali, kemarin aku menjual padamu 350 riyal tidak kurang sedikitpun, kemarin aku berdagang dengan manusia, hari ini aku berdagang dengan ALLAH*
Aku ingin keluarga laki-laki tua tadi dapat terhindar dari dingin di musim dingin yang akan datang sebentar lagi dan aku berharap ALLAH menghindarkanku serta keluargaku dari panas nya api neraka di akhirat nanti
Demi ALLAH, kalaulah tidak karena menjaga harga diri laki-laki tua tadi, aku tidak ingin menerima darinya uang sedikitpun, aku tidak ingin ia merasa menerima sedekah sehingga merasa malu di hadapan kita disini...
Masih ada satu kisah laGI lewat video dibawah ini.
Sekarang Kita lihat keadaan Kita...
Mengapa penghasilan besar Namun terasa Tak cukup terus...😟😟😟
*bisa jadi karena kita bukan bertransaksi dengan Allah tetapi dengan manusia*
Buktinya akan Terlihat dalam transaksi keseharian yg Kita Lakukan...
Contoh Saat Kita berbelanja Prioritas yg Kita cari Kebanyakan Dua Hal...
1. Barangnya Kita butuh
🤩🤩🤩
2. Peroleh harga murah
😍😍😍😍
Lalu Saat Kita melihat ada orang buta jualan krupuk di pinggir jalan...
Kita mikir...
_gk suka makan krupuk buat APA dibeli_🤔🤔
_Itu harganya 10rb sebungkus Padahal deket rmh ada yg lebih murah_
Ya terlintas Kita mikir begitu...terbuktilah Kalau Kita bertransaksi dunia saja...😢😢😢😢
Sekarang Jika sahabat beli kerupuk ITU....
Sekalipun ndk makan kerupuk,kn bisa kasih ke orang lain JD sedekah
☺☺☺
Ditambah niat menolong seorang bUta yg sdg ikhtiar JD pahala jg
☺☺☺☺
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
_"Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?_
_(Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu._
_Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn._
_Itulah keberuntungan yang besar."_
(QS. Al-Shaff: 10-12)
Begitujuga Saat Jual beli apapun...
Perhatikan bagaimana transaksi INI bisa diberkahi Allah...
Ke swalayan Kita ndk pernah Tawar barang...
🏪🏪
Giliran ke pasar, kaki Lima nawarnya gk kira2
Mereka yg fokus hanya transksi Dunia sampai Melupakan halal Atau Haram rezeki...
Contohnya memakai riba dalam membeli kebutuhan yg ada habis semua😢😢😢
Inilah bagian pertama tentang *Lapisan Keberkahan* yg Saya sampaikan malam INI...
Terima Kasih