Senin, 30 April 2018

KETIKA ALLAH MEMBUKA PINTU PERKENALAN

Amal, Berserah Diri dan Ma’rifat

“KETIKA ALLAH MEMBUKA PINTU PERKENALAN

إِذَا فَتَحَ لَـكَ وِجْهَةً مِنَ التَّعَرُّفِ فَلاَ تُبــَالِ مَعَهَا أِنْ قَلَّ عَمَلُكَ فَإِنَّـهُ مَا فَـتَـحَهَا لَكَ إِلاَّ وَهُوَ يُرِ يْدُ أَنْ يَـتَـعَرَّفَ إِلَيكَ. أَلَمْ تَـعْلَمْ أَنَّ الـتَّــعَرُّفَ هُوَ مُوْرِدُهُ عَلَيْكَ، وَاْلأَعْمَالُ أَنْتَ مُــهْدِ يْــهَا إِلَـيْهِ، وَأَيــْنَ مَا تُــهْدِ يْهِ إِلَـيْهِ مِمَّا هُـوَ مُوْرِدُهُ عَلَـيْكَ

"Ketika Dia membukakan bagimu (suatu) Wajah Pengenalan, maka jangan engkau sandingkan (hadirnya) pengenalan itu dengan sedikitnya amal-amalmu; karena sesungguhnya Dia tidak membukakan pengenalan itu bagimu kecuali (bahwa) Dia semata-mata menginginkan untuk memperkenalkan (Diri-Nya) kepadamu.
Tidakkah engkau mengetahui bahwa sesungguhnya (suatu) pengenalan itu (semata-mata) Dia yang menginginkannya atasmu, sedangkan amal-amal itu (semata-mata) suatu hadiah dari engkau kepada-Nya; maka tidaklah sebanding antara apa-apa yang engkau hadiahkan kepada-Nya dengan apa-apa yang Dia inginkan untukmu."

Syarah

Ada rahasia yang sangat halus dibalik kalimat-kalimat Ibnu Athaillah dalam pasal ini. Ibnu Athaillah bukan hendak mengatakan bahwa amaliah tidak berarti, karena itu adalah tanda kepatuhan kepada-Nya. Namun ada persoalan yang lebih besar dari itu yang harus dimiliki setiap pejalan suluk.

Ketika Allah membuka “Wajah Pengenalan”, maka yang Dia anugrahkan kepada seorang hamba adalah Diri-Nya, Eksistensi-Nya, bukan semata perbuatan-Nya, karunia-Nya, atau surga-Nya. Maka tidaklah sebanding ketika Allah menyerahkan seluruh Diri-Nya untuk dikenali, sementara seseorang hanya menyerahkan amal perbuatannya, bukan dirinya.

Adalah Nabi Muhammad SAW memberi nasihat kepada putrinya Fatimah r.a. untuk senantiasa berdoa pada setiap pagi dan petang:

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ! أَصْلِحْ لِي شَأْنِيَ كُلَّهُ، وَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ

Wahai (Dzat) yang Maha Hidup dan Maha Berdiri! Dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Perbaikilah urusanku seluruhnya; dan jangan Engkau serahkan aku kepada diriku walau hanya sekejap mata. – H.R. Imam An-Nasai, Imam Al-Hakim.

Dalam hadits yang lain dikatakan:

اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو، فَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ

Ya Allah, hanya rahmat-Mu yang kuharapkan! Maka janganlah Engkau serahkan aku kepada diriku meski sekejap mata, dan perbaikilah urusanku seluruhnya. (Sungguh) tidak ada tuhan selain Engkau. – H.R. Imam Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Hibban.

Bahwa kebanyakan manusia mengandalkan urusannya kepada dirinya, kepintarannya, amal perbuatannya. Dan sangatlah sedikit manusia yang menginginkan berserah diri sepenuhnya kepada Allah. Sementara dalam Al-Quran dikatakan bahwa sebaik-baik agama seseorang adalah yang: aslama wajhahu (menyerahkan wajahnya), seluruh eksistensinya, seluruh jiwa-raganya, hidup dan matinya, hanya kepada Allah.
وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِّمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا

Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang menyerahkan wajahnya kepada Allah, sedang diapun seorang yang ihsan dan mengikuti millah Ibrahim yang lurus?– Q.S. An-Nisa [4]: 125

Ma’rifat [mengenal] kepada Allah, itu adalah puncak keberuntungan seorang hamba, maka apabila Tuhan telah membukakan bagimu suatu jalan

*IQRO LEARNING CENTER

Minggu, 29 April 2018

Kado Ujian

Salah satu tanda kita menguasai satu pelajaran tertentu, adalah lulus saat ujian. Maka ujian adalah bagian yang tidak terpisah dari pelajaran, bila pelajarannya hidup, ujiannya ujian hidup

Disitulah ditentukan kita lulus atau tidak, layak mendapatkan gelar atau tidak. Bila kita sudah mempelajari, tapi belum diujikan maka masih dipertanyakan kadar penguasaan materi itu

Maka jangan heran, jika kita sedang belajar tentang ikhlas, maka ada hal yang menuntut kita langsung mempraktikkannya, agar kita benar-benar lurus hanya pada Allah

Saat kita sedang membahas kajian tentang ukhuwah, biasanya disitu pula Allah berikan pada kita ujiannya, agar langsung bisa dipraktekkan, agar paham sempurna materinya

Hari ini apa ujian yang kita dapat dari Allah? Bisa jadi itulah yang kita minta pada Allah. Kita ingin ilmu, Allah uji dengan istiqamah, kita ingin jodoh, Allah uji dengan bersabar

Apalagi bila kita ingin surganya Allah, ini ujian tanpa henti. Untuk melihat bahwa apakah kita sudah layak masuk kedalamnya. Ataukah masih ada yang kurang dari kita

Bila gelar Lc saja perlu waktu 4-5 tahun, gelar MA tambahan lagi 2-3 tahun, bila tambah gelar lagi Doktor ditambah lagi 2-3 tahun, gelar 'penghuni surga' tentu perlu pengorbanan

Begini, anggap saja ujian itu adalah bungkus kado. Maka semakin besar ujian, makin besar pula hadiahnya. Jadi bila kita sedang punya ujian besar, bayangkan hadiahnya

Kerennya, Allah tahu kapasitas kita, hingga Allah takkan berikan ujian itu, kecuali kita mampu mengembannya. Yang penting kita yakin pada Allah dan selalu dalam keadaan taat

Dan bila kita dapatkan ujian yang tak semua dapatkan, bisa jadi hanya kita yang Allah pandang mampu untuk melaluinya. Dan hadiahnya tentu unik, berbeda pula dengan yang lainnya

Sabtu, 28 April 2018

“KETIKA ALLAH MEMBUKA PINTU PERKENALAN”

Amal, Berserah Diri dan Ma’rifat

إِذَا فَتَحَ لَـكَ وِجْهَةً مِنَ التَّعَرُّفِ فَلاَ تُبــَالِ مَعَهَا أِنْ قَلَّ عَمَلُكَ فَإِنَّـهُ مَا فَـتَـحَهَا لَكَ إِلاَّ وَهُوَ يُرِ يْدُ أَنْ يَـتَـعَرَّفَ إِلَيكَ. أَلَمْ تَـعْلَمْ أَنَّ الـتَّــعَرُّفَ هُوَ مُوْرِدُهُ عَلَيْكَ، وَاْلأَعْمَالُ أَنْتَ مُــهْدِ يْــهَا إِلَـيْهِ، وَأَيــْنَ مَا تُــهْدِ يْهِ إِلَـيْهِ مِمَّا هُـوَ مُوْرِدُهُ عَلَـيْكَ

"Ketika Dia membukakan bagimu (suatu) Wajah Pengenalan, maka jangan engkau sandingkan (hadirnya) pengenalan itu dengan sedikitnya amal-amalmu; karena sesungguhnya Dia tidak membukakan pengenalan itu bagimu kecuali (bahwa) Dia semata-mata menginginkan untuk memperkenalkan (Diri-Nya) kepadamu.
Tidakkah engkau mengetahui bahwa sesungguhnya (suatu) pengenalan itu (semata-mata) Dia yang menginginkannya atasmu, sedangkan amal-amal itu (semata-mata) suatu hadiah dari engkau kepada-Nya; maka tidaklah sebanding antara apa-apa yang engkau hadiahkan kepada-Nya dengan apa-apa yang Dia inginkan untukmu."

Syarah

Ada rahasia yang sangat halus dibalik kalimat-kalimat Ibnu Athaillah dalam pasal ini. Ibnu Athaillah bukan hendak mengatakan bahwa amaliah tidak berarti, karena itu adalah tanda kepatuhan kepada-Nya. Namun ada persoalan yang lebih besar dari itu yang harus dimiliki setiap pejalan suluk.

Ketika Allah membuka “Wajah Pengenalan”, maka yang Dia anugrahkan kepada seorang hamba adalah Diri-Nya, Eksistensi-Nya, bukan semata perbuatan-Nya, karunia-Nya, atau surga-Nya. Maka tidaklah sebanding ketika Allah menyerahkan seluruh Diri-Nya untuk dikenali, sementara seseorang hanya menyerahkan amal perbuatannya, bukan dirinya.

Adalah Nabi Muhammad SAW memberi nasihat kepada putrinya Fatimah r.a. untuk senantiasa berdoa pada setiap pagi dan petang:

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ! أَصْلِحْ لِي شَأْنِيَ كُلَّهُ، وَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ

Wahai (Dzat) yang Maha Hidup dan Maha Berdiri! Dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Perbaikilah urusanku seluruhnya; dan jangan Engkau serahkan aku kepada diriku walau hanya sekejap mata. – H.R. Imam An-Nasai, Imam Al-Hakim.

Dalam hadits yang lain dikatakan:

اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو، فَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ

Ya Allah, hanya rahmat-Mu yang kuharapkan! Maka janganlah Engkau serahkan aku kepada diriku meski sekejap mata, dan perbaikilah urusanku seluruhnya. (Sungguh) tidak ada tuhan selain Engkau. – H.R. Imam Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Hibban.

Bahwa kebanyakan manusia mengandalkan urusannya kepada dirinya, kepintarannya, amal perbuatannya. Dan sangatlah sedikit manusia yang menginginkan berserah diri sepenuhnya kepada Allah. Sementara dalam Al-Quran dikatakan bahwa sebaik-baik agama seseorang adalah yang: aslama wajhahu (menyerahkan wajahnya), seluruh eksistensinya, seluruh jiwa-raganya, hidup dan matinya, hanya kepada Allah.
وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِّمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا

Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang menyerahkan wajahnya kepada Allah, sedang diapun seorang yang ihsan dan mengikuti millah Ibrahim yang lurus?– Q.S. An-Nisa [4]: 125

Ma’rifat [mengenal] kepada Allah, itu adalah puncak keberuntungan seorang hamba, maka apabila Tuhan telah membukakan bagimu suatu jalan

IQRO LEARNING CENTER

Senin, 16 April 2018

Istri Dunia Akhirat

Wahai para istri..

Disaat dirimu keluhkan Berbagai hal kepada suamimu Dan berharap Ada solusi darinya

Bisa jadi suamimu sedang menanggung Beban besar Bukan hanya untuk diri Dan keluarganya Saja..

Wahai para istri ...

Disaat dirimu emosi,kesal Dan sampaikan segala amarah dirimu ...

Bisa jadi suamimu sedang berjuang pertahankan segala godaan Yang datang pada dirinya....

Wahai para istri..

Disaat engkau luapkan segala tangisan Akan kekecewaan dirimu kepada ya..

Bisa jadi ia hanya mampu luapkan segala tangisan kepada Allah Dan Rasulullah

Wahai para istri...

Saat engkau lemparkan Berbagai kesalahan Dan kekurangan dirinya,

Namun tak sedikitpun ia sampaikan Berbagai kekurangan dirimu..

Rasa Cinta dirinya Masih tertanam kuat sekalipun hujatan diberikan oleh dirimu kepada ya...

Dan bisa jadi kesalahan2 baik yg sengaja atau tanpa sengaja suamimu lakukan disebabkan dirimu namun ia tak mau menyalahkan dirimu

Wahai para istri ...

Dirinya tahu saat anak2 Harus mengutamakan dirimu daripada dirinya...

Karena ia tahu ridho seorang anak Ada pada ridho seorang ibu

Namun tak sadarkah dirimu bahwa surga Dan nerakamu terletak pada ridho suami..

Ia biarkan anak2 lebih bermanja kepada dirimu sebagai ibu anak2 ya...

Padahal ketika terjadi masalah baik Di dunia atau akhirat...

Suamimu orang pertama yg Harus bertanggung Jawab atas keadaan keluarganya.

Wahai para istri...

Saat dirimu kecewa mudah bagimu sampaikan Berbagai rasa sakit yg dirasa hatimu seakan lupa bahwa suamimu pernah berikan Berbagai kebahagiaan

Namun saat ia kecewa Dan terdiam , engkau belum mampu Baca Apa yg membuat ia terdiam kecewa kecuali suamimu Baru sampaikan..

Akhirnya...

Biarlah Allah Yang membuka semua kasih sayang Dan pengorbanan suamimu

Bila memang sudah saatnya ...
Dan bisa jadi saat suamimu berbalut kafan

OPENONO AKHLAKMU MARANG GURUMU*

Kesuksesan murid (peserta didik) dalam memperoleh ilmu yang bermanfaat, tidak hanya ditentukan oleh lembaga pendidikan, metode mengajar guru, atau sarana prasarana fisik dalam belajar, tapi yang paling dominan justru ditentukan oleh akhlak murid (peserta didik) kpd guru (pendidik).

Al Imam an Nawawi ketika hendak belajar kepada gurunya, beliau selalu bersedekah di perjalanan dan berdoa, ” Ya Allah, tutuplah dariku dari kekurangan guruku, hingga mataku tidak melihat kekurangannya dan tidak seorangpun yg menyampaikan kekurangan guruku kepadaku “. (Lawaqih al Anwaar al Qudsiyyah : 155)

Al Imam an Nawawi juga pernah mengatakan dalam kitab At Tahdzibnya :

عقوق الوالدين تمحوه التوبة وعقوق الاستاذين لا يمحوه شيء البتة

“Durhaka kepada orang tua dosanya bisa hapus oleh taubat, tapi durhaka kepada ustadzmu tidak ada satupun yg dapat menghapusnya”

Al Habib Abdullah al Haddad mengatakan: “Paling bahayanya bagi seorang murid, adalah berubahnya hati gurunya kepadanya. Seandainya seluruh wali dari timur dan barat ingin memperbaiki keadaan si murid itu, niscaya tidak akan mampu kecuali gurunya telah ridha kembali.” (Adaab Suluk al Murid : 54)

*OJO KAKEHAN TAKON, LAN OJO GAMPANG NJALUK IJAZAHAN ATAUPUN AMALAN*

Al Habib Abdullah al Haddad juga berkata: “Tidak sepatutnya bagi penuntut ilmu mengatakan pada gurunya….perintahkan aku ini, berikan aku ini ! karena itu sama saja menuntut untuk dirinya. Tapi sebaiknya dia seperti mayat di hadapan orang yg memandikannya.”

(Ghoyah al Qashd wa al Murad : 2/177)

Dikisahkan, bahwa seorang murid sedang menyapu madrasah gurunya, tiba2 Nabi Khidir mendatanginya. Murid itu tidak sedikitpun menoleh dan mengajak bicara nabi Khudhir. Maka nabi Khidhir berkata; “Tidakkah kau mengenalku ?.” Murid itu menjawab: “Ya aku mengenalmu, engkau adalah Abul Abbas al Khidhir .”

Nabi Khidhir: “Kenapa kamu tidak meminta sesuatu dariku?.”

Murid itu menjawab: “Guruku sudah cukup bagiku, tidak tersisa satupun hajat kepadamu.” (Kalam al Habib Idrus al Habsyi : 78)

Para ulama ahli hikmah mengataka; “ Barangsiapa yang mengatakan “ kenapa ?” Kepada gurunya, maka dia tidak akan bahagia selamanya.” (Al Fataawa al Hadiitsiyyah : 56)

Al Imam Ali bin Hasan al Aththas mngatakan :

ان المحصول من العلم والفتح والنور اعني الكشف للحجب، على قدر الادب مع الشيخ وعلى قدر ما يكون كبر مقداره عندك يكون لك ذالك المقدار عند الله من غير شك

“Memperoleh ilmu, futuh dan cahaya (maksudnya terbukanya hijab2 batinnya), adalah sesuai kadar adabmu bersama gurumu. Kadar besarnya gurumu di hatimu, maka demikian pula kadar besarnya dirimu di sisi Allah tanpa ragu.” (al Manhaj as Sawiy : 217)

Para ulama ahli haqiqat mengatakan,”mayoritas ilmu itu diperoleh sebab kuatnya hubungan baik antara murid dengan gurunya”.

*GURU IKU TERMASUK WONG TUWO ING DUNYO LAN AKHIROT, MERGO GURUMU NAFAQOHI RUH-MU DENGAN ILMU AGAMA.*

Didunia kita harus tunduk dan patuh, dan di akhiratpun status mereka tetap sebagai guru kita yang akan menuntun kita pada guru-guru seatasnya hingga Nabiyyullah Muhammad saw. untuk mendapati pengakuan sebagai ummatnya hingga bisa memperoleh syafaatnya.

*DI ALAM KUBURPUN KITA BISA REUNI BERTEMU GURU KITA*

Hal ini sangat jelas diterangkan dalam beberapa kitab ulama’ bahwa :

Dalam kitab Musnad Imam Ahmad ada hadits shohih yang bersumber dari Anas bin Malik rodhiyallahu anhu:

إن أعمالكم تعرض على أقاربكم وعشائركم من الأموات، فإن كان خيراً استبشروا به، وإن كان غير ذلك قالوا: اللهم لا تمتهم حتى تهديهم كما هديتنا

“Sesungguhnya amal perbuatan kalian (yang masih hidup didunia ini) di tampilkan kepada kerabat kerabat dan keluarga kalian yang telah mati. Jika amal perbuatan kalian itu BAGUS, maka mereka turut senang dan bahagia, dan jika BURUK, mereka berkata/berdoa:”Ya Allah ya Tuhanku, jangan Engkau cabut nyawa mereka sehingga Engkau memberikan Hidayah kepada mereka seperti halnya kepada kami.”

Bebrapa kalangan ulama’ ekstrim yang diantaranya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah pernah di tanya tentang yang hidup menziarahi yang mati (ziarah kubur) itu apakah yang mati (didalam kubur) mengetahuinya? Dan apakah yang mati mengetahui jika ada kerabatnya atau yang lain ada yang mati?

Beliau menjawab:

الحمد لله، نعم قد جاءت الآثار بتلاقيهم وتساؤلهم وعرض أعمال الأحياء على الأموات، كما روى ابن المبارك عن أبي أيوب الأنصاري قال: إذا قبضت نفس المؤمن تلقاها الرحمة من عباد الله، كما يتلقون البشير في الدنيا، فيقبلون عليه ويسألونه فيقول بعضهم لبعض: أنظروا أخاكم يستريح، فإنه كان في كرب شديد، قال: فيقبلون عليه ويسألونه: ما فعل فلان وما فعلت فلانة، هل تزوجت

Segala Puji bagi Allah, ya benar.

Telah ada sebuah Atsar yang menjelaskan tentang perjumpaan mereka dan percakapan mereka (yang baru mati dgn kerabatnya yang sudah lama mati) dan juga ditampilkan amal perbuatan yang hidup kepada yang telah mati seperti yang telah diriwayatkan oleh Imam Ibnu Mubarok dari Abu Ayub Al Al Anshori. Beliau menuturkan:

Jika seorang mukmin meninggal dunia, maka mereka hamba hamba Allah yang beriman mendapati rahmat Allah, yaitu mereka saling bertemu satu sama lain (di alam ruh). seperti halnya manusia di dunia.

Mereka saling menyambut dan bertanya satu sama lain.

Sebagian dari mereka berkata kepada sebagian yang lain:”Lihatlah saudara kalian itu… dia sekarang bisa beristirahat dari kesedihan yang sangat dari kebisingan dunia.

Mereka (yang lama mati) menyambutnya (yang baru mati) dan mereka bertanya (kepada yang baru mati): mereka bercakap-cakap dengan obrolan “apa yang dikerjakan si A sekarang didunia?

mereka babercakap-cakap dengan kalimat “bagaimana kabar si wanita itu? apakah dia sudah menikah? Wa ghoiru dzalik…

Maka, jagalah aklhakmu pada guru, sebab kau akan tetap bertemu gurumu baik di Dunia, di alam kubur, dan juga di akhirat hingga bisa berkumpul bersama-sama di surga.

Wallahu a’lam bish showab

Jangan Menggunjing Gurumu, Meskipun Gurumu Punya Khilaf

Ojo Ngerasani Gurumu Senajan Gurumu Nduwe Khilaf. Dan Paksalah Dirimu Bersikap Dan Berakhlak Sebaik Mungkin Pada Gurumu, Meskipun Berat.

Seandainya seluruh wali dari timur dan barat ingin memperbaiki keadaan seorang murid yang tak menjaga akhlak pada gurunya, niscaya tidak akan mampu kecuali gurunya telah ridha kembali

KH. ABDUL KARIM MENERIMA GURUNYA; MBAH KHOLIL APA ADANYA SERTA TUNDUK PATUH TAK BERANI SUUDZON

Syaikhina KH. Abdul Karim, Pendiri Pondok Pesantren Lirboyo. Semasa beliau mengaji kepada Syaikhina Kholil Bangkalan, beliau adalah murid yang sangat ta’dhim dan khidmah kepada gurunya.

Alkisah, suatu hari Mbah Abdul Karim muda bekerja memanen padi di sawah milik warga kampung sekitar Pesantren. Dari sana beliau mendapatkan upah berupa beberapa ikat padi yang bakal digunakannya untuk biaya hidup di Pesantren. Namun, sesampai di kediaman sang guru (Mbah Kholil), justru Mbah Kholil meminta padi muridnya itu untuk diberikan kepada ayam-ayam Mbah Kholil. Karena ini dawuh sang guru, KH. Abdul Karim langsung menyerahkan padinya. Ia didawuhi Mbah Kholil untuk selama mondok cukup memakan daun pace (mengkudu).

Demikianlah kisah mondoknya Mbah Abdul Karim, sehingga akhirnya beliau diijinkan sang guru untuk boyong, karena semua ilmu Mbah Kholil telah diwariskan kepadanya. Sesampai di kampung halaman, Mbah Abdul Karim mulai merintis Majlis Ta’lim, hingga akhirnya berdirilah Pondok Pesantren Lirboyo. Mbah Abdul Karim mengajarkan ilmu yang ia timba dari kedalaman samudera ilmu Mbah Kholil.

PASRAH BONGKOKAN PADA AJARANYA GURU

Satu hal yang unik, setiap membacakan (mengajar) kitab di depan para santri, ketika beliau bertemu dengan ruju’ (tempat kembalinya maksud dari sebuah kata), beliau tidak pernah menyebutkan ruju’nya secara gamblang. Beliau menyebutkan dengan ‘iku mau’, atau ‘mengkono mau’ (yang tadi atau “sebagaimana tadi”). Tentu ini membingungkan bagi para santri baru. Hingga pernah suatu ketika pada saat pengajian bulan Ramadhan, atau dikenal dengan istilah ‘posonan’, seorang santri dari luar daerah mengikuti pengajian Mbah Abdul Karim. Karena setiap mengajar kitab, Mbah Abdul Karim jarang menjelaskan ruju’annya, santri baru ini ‘nggerundel’; “Ini bagaimana, katanya seorang kyai ‘alim, kok setiap ada ruju’an tidak pernah dijelaskan?”, gumamnya dalam hati.

Dengan izin Allah, Mbah Abdul Karim ‘perso’ (mengetahui) perihal keluhan sang santri ini. Di tengah suasana mengaji, Mbah Abdul Karim dhawuh; “Laa ya’rifu al dhomir illa al dhomir, fa man lam ya’rif al dhomir fa laisa lahu al dhomir” (tidak akan pernah mengetahui makna dhomir kecuali hati (dhomir), maka apabila seseorang tidak mengetahui dhomir, itu artinya dia tidak punya hati). Lalu beliau menjelaskan kepada para santri, bahwa demikianlah (dengan tidak menjelaskan ruju’nya dhomir) pengajian yang diajarkan oleh gurunya, Mbah Kholil. Sehingga ketika mengajar kepada santrinya, Mbah Abdul Karim tidak berani mengubah apa yang diajarkan sang guru kepadanya.

OPENONO AKHLAKMU MARANG GURUMU

Kesuksesan murid (peserta didik) dalam memperoleh ilmu yang bermanfaat, tidak hanya ditentukan oleh lembaga pendidikan, metode mengajar guru, atau sarana prasarana fisik dalam belajar, tapi yang paling dominan justru ditentukan oleh akhlak murid (peserta didik) kpd guru (pendidik).

Al Imam an Nawawi ketika hendak belajar kepada gurunya, beliau selalu bersedekah di perjalanan dan berdoa, ” Ya Allah, tutuplah dariku dari kekurangan guruku, hingga mataku tidak melihat kekurangannya dan tidak seorangpun yg menyampaikan kekurangan guruku kepadaku “. (Lawaqih al Anwaar al Qudsiyyah : 155)

Al Imam an Nawawi juga pernah mengatakan dalam kitab At Tahdzibnya :

عقوق الوالدين تمحوه التوبة وعقوق الاستاذين لا يمحوه شيء البتة

“Durhaka kepada orang tua dosanya bisa hapus oleh taubat, tapi durhaka kepada ustadzmu tidak ada satupun yg dapat menghapusnya”

Al Habib Abdullah al Haddad mengatakan: “Paling bahayanya bagi seorang murid, adalah berubahnya hati gurunya kepadanya. Seandainya seluruh wali dari timur dan barat ingin memperbaiki keadaan si murid itu, niscaya tidak akan mampu kecuali gurunya telah ridha kembali.” (Adaab Suluk al Murid : 54)

OJO KAKEHAN TAKON, LAN OJO GAMPANG NJALUK IJAZAHAN ATAUPUN AMALAN

Al Habib Abdullah al Haddad juga berkata: “Tidak sepatutnya bagi penuntut ilmu mengatakan pada gurunya….perintahkan aku ini, berikan aku ini !, karena itu sama saja menuntut untuk dirinya. Tapi sebaiknya dia seperti mayat di hadapan orang yg memandikannya.” (Ghoyah al Qashd wa al Murad : 2/177)

Dikisahkan, bahwa seorang murid sedang menyapu madrasah gurunya, tiba2 Nabi Khidir mendatanginya. Murid itu tidak sedikitpun menoleh dan mengajak bicara nabi Khudhir. Maka nabi Khidhir berkata; “Tidakkah kau mengenalku ?.” Murid itu menjawab: “Ya aku mengenalmu, engkau adalah Abul Abbas al Khidhir .”

Nabi Khidhir: “Kenapa kamu tidak meminta sesuatu dariku?.”

Murid itu menjawab: “Guruku sudah cukup bagiku, tidak tersisa satupun hajat kepadamu.” (Kalam al Habib Idrus al Habsyi : 78)

Para ulama ahli hikmah mengataka; “ Barangsiapa yang mengatakan “ kenapa ?” Kepada gurunya, maka dia tidak akan bahagia selamanya.” (Al Fataawa al Hadiitsiyyah : 56)

Al Imam Ali bin Hasan al Aththas mngatakan :

ان المحصول من العلم والفتح والنور اعني الكشف للحجب، على قدر الادب مع الشيخ وعلى قدر ما يكون كبر مقداره عندك يكون لك ذالك المقدار عند الله من غير شك

“Memperoleh ilmu, futuh dan cahaya (maksudnya terbukanya hijab2 batinnya), adalah sesuai kadar adabmu bersama gurumu. Kadar besarnya gurumu di hatimu, maka demikian pula kadar besarnya dirimu di sisi Allah tanpa ragu.” (al Manhaj as Sawiy : 217)

Para ulama ahli haqiqat mengatakan,”mayoritas ilmu itu diperoleh sebab kuatnya hubungan baik antara murid dengan gurunya”.

GURU IKU TERMASUK WONG TUWO ING DUNYO LAN AKHIROT, MERGO GURUMU NAFAQOHI RUH-MU DENGAN ILMU AGAMA.

Didunia kita harus tunduk dan patuh, dan di akhiratpun status mereka tetap sebagai guru kita yang akan menuntun kita pada guru-guru seatasnya hingga Nabiyyullah Muhammad saw. untuk mendapati pengakuan sebagai ummatnya hingga bisa memperoleh syafaatnya.

DI ALAM KUBURPUN KITA BISA REUNI BERTEMU GURU KITA

Hal ini sangat jelas diterangkan dalam beberapa kitab ulama’ bahwa :

Dalam kitab Musnad Imam Ahmad ada hadits shohih yang bersumber dari Anas bin Malik rodhiyallahu anhu:

إن أعمالكم تعرض على أقاربكم وعشائركم من الأموات، فإن كان خيراً استبشروا به، وإن كان غير ذلك قالوا: اللهم لا تمتهم حتى تهديهم كما هديتنا

“Sesungguhnya amal perbuatan kalian (yang masih hidup didunia ini) di tampilkan kepada kerabat kerabat dan keluarga kalian yang telah mati. Jika amal perbuatan kalian itu BAGUS, maka mereka turut senang dan bahagia, dan jika BURUK, mereka berkata/berdoa:”Ya Allah ya Tuhanku, jangan Engkau cabut nyawa mereka sehingga Engkau memberikan Hidayah kepada mereka seperti halnya kepada kami.”

Bebrapa kalangan ulama’ ekstrim yang diantaranya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah pernah di tanya tentang yang hidup menziarahi yang mati (ziarah kubur) itu apakah yang mati (didalam kubur) mengetahuinya? Dan apakah yang mati mengetahui jika ada kerabatnya atau yang lain ada yang mati?

Beliau menjawab:

الحمد لله، نعم قد جاءت الآثار بتلاقيهم وتساؤلهم وعرض أعمال الأحياء على الأموات، كما روى ابن المبارك عن أبي أيوب الأنصاري قال: إذا قبضت نفس المؤمن تلقاها الرحمة من عباد الله، كما يتلقون البشير في الدنيا، فيقبلون عليه ويسألونه فيقول بعضهم لبعض: أنظروا أخاكم يستريح، فإنه كان في كرب شديد، قال: فيقبلون عليه ويسألونه: ما فعل فلان وما فعلت فلانة، هل تزوجت

Segala Puji bagi Allah, ya benar.

Telah ada sebuah Atsar yang menjelaskan tentang perjumpaan mereka dan percakapan mereka (yang baru mati dgn kerabatnya yang sudah lama mati) dan juga ditampilkan amal perbuatan yang hidup kepada yang telah mati seperti yang telah diriwayatkan oleh Imam Ibnu Mubarok dari Abu Ayub Al Al Anshori. Beliau menuturkan:

Jika seorang mukmin meninggal dunia, maka mereka hamba hamba Allah yang beriman mendapati rahmat Allah, yaitu mereka saling bertemu satu sama lain (di alam ruh). seperti halnya manusia di dunia.

Mereka saling menyambut dan bertanya satu sama lain.

Sebagian dari mereka berkata kepada sebagian yang lain:”Lihatlah saudara kalian itu… dia sekarang bisa beristirahat dari kesedihan yang sangat dari kebisingan dunia.

Mereka (yang lama mati) menyambutnya (yang baru mati) dan mereka bertanya (kepada yang baru mati): mereka bercakap-cakap dengan obrolan “apa yang dikerjakan si A sekarang didunia?

mereka babercakap-cakap dengan kalimat “bagaimana kabar si wanita itu? apakah dia sudah menikah? Wa ghoiru dzalik…

Maka, jagalah aklhakmu pada guru, sebab kau akan tetap bertemu gurumu baik di Dunia, di alam kubur, dan juga di akhirat hingga bisa berkumpul bersama-sama di surga.

Wallahu a’lam bish showab

Ayah....

Seorang TNI pulang kantor dalam keadaan lelah dan penat, ia melihat anak perempuannya di depan pintu.

Anak : "Ayah boleh aku tanya sesuatu?"
Ayah  : "Tentu Nak, ada apa?"
Anak : "Ayah kok pulang kerja malam terus, berapa rupiah yang Ayah peroleh tiap hari?"
Ayah : "Itu bukan urusanmu nak, kenapa kamu tanya itu?" (jawab Ayah sedikit kesal)
Anak : "Aku cuman ingin tahu ayah, tolong beri tahu aku, berapa rupiah yang Ayah peroleh dalam sehari?" (dengan nada melemas)
Ayah : "Baiklah kalo kamu ingin tahu, Ayah dapat 100rb dalam setiap harinya"
Anak "Ohh" (jawabnya sedikit merunduk)

Tak lama kemudian ia mendongakkan kepala, dan bertanya kepada Ayahnya :

Anak : "Ayah, boleh aku pinjam uang ayah 10rb?"
Ayah : "untuk apa?! Gak usah !! Pasti buat beli jajan sembarangan, lebih baik kamu kekamar mu tidur!!" (jawab ayah sedikit marah)

Si Kecilpun pergi kekamarnya dgn keadaan sedih dan menutup pintu. 1 Jam kemudian ketika ayah mulai tenang, ia berfikir barangkali ia terlalu kasar kepada si kecil, mungkin ada keinginan yang penting sehingga anaknya meminta uang 10rb darinya. Ayahpun beranjak ke kamar si kecil. Ia melihat anaknya masih terjaga, kemudian ia bertanya :

Ayah : "Kok belum tidur nak?"
Anak : "Belum Yah, aku belum ngantuk"
Ayah : "Maafkan Ayah ya Nak, tadi Ayah terlalu keras sama kamu, hari ini ayah terlalu sibuk dan capek, jadi Ayah terbawa emosi, Maafin ayah ya, nih uang 10rb yang kamu minta"
Anak : "Asik... Terima kasih Ayah"

Lalu ia pun mengeluarkan uang di bawah bantal dan menghitungnya. Ayah pun menatap heran lalu bertanya :

Ayah : "Kamu sudah punya uang, kenpa masih minta lagi sama Ayah?"
Anak : "Aku menabung Yah, tabungan ku baru 90rb, jadi masih kurang 10rb untuk bisa membayar ayah"

Ayah semakin heran

Anak : "Ini Yah, aku mau bayar Ayah 100rb untuk meminta waktu besok, satu hari aja untuk bisa bersamaku"

Ayahpun menetesakan air mata, lalu memeluk si kecil.

Ayah : "Maafkan Ayah nak, Ayah terlalu sibuk dan tak pernah ada waktu untukmu, Ayah memang jahat nak"

si kecil mencium pipi dan berkata

Anak : "Aku sayang Ayah"

Sambil memeluk Si kecil, dalam hati ayah menangis sambil berkata :

"Lelahku untuk masa depanmu Nak"

Pesan ; Sesibuk sibuk apapun pekerjaan, berilah waktu bersama keluarga karena keluarga adalah harta tak terhingga,

Semoga yang nulis "AAMIIN" keluarganya selalu bersama dan bahagia Aamiin...

Boleh Di Share sebanyak banyak nya..

Lapisan Keberkahan Part II

Berbicara keberkahan Maka Kita akan mulai dari Salah satu Mukjizat Rasulullah saw yg terjadi Pada bulan Rajab INI

*Isra Miraj*
🕋☄🌓✨🌟

Surat Al-Isra' Ayat 1

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

_Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah *Kami berkahi sekelilingnya* agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui._

Pada tahun terjadinya peristiwa Isra Miraj terjadi Pada peristiwa yang begitu memukul Hati Rasulullah saw..

Belum lama terlepas dari embargo kaum kafir Quraisy, ternyata beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam harus menanggung kesedihan, dikarenakan paman beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam , yaitu Abu Thâlib yang selalu membantu dakwah beliau meninggal dunia Dan wafatnya pun tidak peroleh HIDAYAH Islam
😢😢😢😢😢😢😢

Belum lama berselang, istri beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tercinta, yaitu Khadîjah binti Khuwailid yang selalu menjadi penopang dakwah ini juga menyusulnya.
😢😢😢😢😢😢

Peristiwa ditinggalkan orang-orang terdekat ini yang secara beruntun ini sangat membekas pada diri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam .

Sehingga sebagian ahli sejarah, menyebut tahun tersebut sebagai tahun kesedihan. 😭😭😭

Namun penamaan ini tidak dipakai oleh sebagian ahli sejarah lainnya. Karena, kesedihan yang dirasakan Rasulullah bukan disebabkan ditinggal dua orang yang sangat beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam cintai ini.

Akan tetapi, karena beliau merasakan kaumnya semakin berani menolak dakwah. Mereka semakin gencar menghalangi dan berusaha mematikan dakwah al-haq ini.

Poin pertama yang bisa pelajari dari kisah INI ialah

*Terkadang dalam sebuah keberkahan yang ada berdampingan antara suka & duka*

Disaat kesedihan yang beruntun dialami oleh Rasulullah saw...

Di Saat Itu pula Allah swt berikan Hadiah yg tdk pernah diberikan kepada Rasul Dan Nabi manapun ialah Isra Miraj.

Kini perhatikanlah Pada

Surat Al-Insyirah Ayat 5

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

_Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan_

Yang dipakai dalam ayat bukan ba'da yg memiliki Arti setelahnya....

TetapI Ma'a yang berati bersama..

Berati Saat Kita sedang bersedih disaat ITU pula Allah berikan bahagia yg bisa jadi Kita belum ketahuI Saat ITU...

SAya kasih Contohnya...

Disaat seorang Tukang Becak mangkal nunggu orang Naik becaknya

Ternyata seharian tdk ada yg Naik becaknya, tentu ia bersedih 😢

TetapI disaat ia mangkal Becak, ada tetangganya Kirim daging ke Rumah sang Tukang becak😍

Dan Tukang Becak Baru ketahui belakangan...

Begitujuga dalam Kehidupan INI...

Terkadang Kita terlalu fokus Pada kesedihan sehingga Tak mampu melihat kebahagiaan yg Allah berikan Saat itu☺

Betapa banyak orang berkata.. Kapolda Itu luar biasa perhatiannya kepada anggotanya...
👮🏻‍♂👮🏻‍♂👮🏻‍♂👮🏻‍♂

Betapa beruntungnya anak buahnya yg dijenguk pak Kapolda .

Sebenarnya...

Yang beruntung Itu bukan anak buahnya tetapi kapoldanya...

_Kenapa Buya ko bisa begitu?_

Tanya Salah seorang Jamaah 🤔🤔

Begini Saya akan jawab lewat Salah satu kisah kader dakwah IQRO...

Ada seorang kader dakwah bernama Hendra beberapa waktu ia sdh tdk ada kerja tetap...

2 pekan Lalu ia ikut ke lapangan berbagi nasi bungkus untuk yg mereka yg butuhkan...

Pekan kemarinnya Saya ajak ke lapangan lagi...

Qoddarullah ia Kabari ke saya baru dapat pekerjaan di Toko Emas.

Nah sahabat IQRO Sekalian...☺☺

Bisa jadi Saat Hendra bagikan makanan , ada dhuafa yg doakan ia Dan dikabulkan oleh Allah...

Akhirnya..
Yang beruntung ialah hendra☺☺

Begitujuga dengan Kapolda yg visit ke anak buahnya yg Sakit...

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda:

إِذَا عَادَ الرَّجُلُ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ مَشَى فِيْ خِرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ، فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ.

_“Apabila seseorang menjenguk saudaranya Чαπƍ muslim (yang sedang sakit), maka (seakan-akan) dia berjalan sambil memetik buah-buahan Surga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras._

_Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba._

_Apabila menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar diberi rahmat hingga waktu pagi tiba.”_

(HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Imam Ahmad dengan sanad shahih).

Maka Kapolda Itu sungguh ketahui akan keutamaan jenguk org Sakit...

Maka hajat apapun ia dibantu di doakan oleh para malaikat

Disini pula kenapa Kami rajin menjenguk orang Sakit terutama sahabat2 IQRO di jabodetabek
🤒🤒🤒🤒

Apa pelajaran yg bisa Kita berkahi terkait materi Kita...

*bisa jadi kesulitan Kita membawa kebaikan bagi orang lain*

*Dan bisa jadi kebaikan yg Saat INI Kita peroleh adalah jalan agar Kita Mau berbagi*

*Keberkahan bukan tentang Apa yang Kita dapatkan tetapi APA yg Kita berikan*

GURU MEMINTA MIRAS PADA MURIDNYA

Suatu malam, Jalaluddin Rumi mengundang Syekh Syamsuddin Tabrizi ke rumahnya. Syekh Mursyid Syamsuddin pun menerima undangan itu dan datang ke kediaman Rumi. Setelah semua hidangan makan malam siap,Syekh Syamsuddin berkata pada Rumi;

“Apakah kau bisa menyediakan minuman untukku?”. (yang dimaksud : arak / khamr)

Rumi kaget mendengarnya, “memangnya anda juga minum syekh..?’.

“Iya”, jawab Syekh Syams.

Rumi masih terkejut,”maaf, saya tidak mengetahui hal ini”.

“Sekarang kau sudah tahu. Maka sediakanlah”. jawab syekh syams.

“Di waktu malam seperti ini, dari mana aku bisa mendapatkan arak?”.

“Perintahkan salah satu pembantumu untuk membelinya”.

“Kehormatanku di hadapan para pembantuku akan hilang”.

“Kalau begitu, kau sendiri pergilah keluar untuk membeli minuman”.

“Seluruh kota mengenalku. Bagaimana bisa aku keluar membeli minuman?”.

“Kalau kau memang muridku, kau harus menyediakan apa yang aku inginkan. Tanpa minum, malam ini aku tidak akan makan, tidak akan berbincang, dan tidak bisa tidur”.

Karena kecintaan pada  Syekh Syams, akhirnya Rumi memakai jubahnya, menyembunyikan botol di balik jubah itu dan berjalan ke arah pemukiman kaum Nasrani.

Sampai sebelum ia masuk ke pemukiman tersebut, tidak ada yang berpikir macam-macam terhadapnya, namun begitu ia masuk ke pemukiman kaum Nasrani, beberapa orang terkejut dan akhirnya menguntitnya dari belakang.

Mereka melihat Rumi masuk ke sebuah kedai arak. Ia terlihat mengisikan botol minuman kemudian ia sembunyikan lagi di balik jubah lalu keluar.

Setelah itu ia diikuti terus oleh orang-orang yang jumlahnya bertambah banyak. Hingga sampailah jalaluddin  Rumi di depan masjid tempat ia menjadi imam bagi masyarakat kota.

Tiba-tiba salah seorang yang mengikutinya tadi berteriak; “Ya ayyuhan naas, Syeikh Jalaluddin yang setiap hari jadi imam shalat kalian baru saja pergi ke perkampungan Nasrani dan membeli minuman!!!”.

Orang itu berkata begitu sambil menyingkap jubah jalaluddin Rumi. Khalayak melihat botol yang dipegang Rumi. “Orang yang mengaku ahli zuhud dan kalian menjadi pengikutnya ini membeli arak dan akan dibawa pulang!!!”, orang itu menambahi siarannya.

Orang-orang bergantian meludahi muka Rumi dan memukulinya hingga serban yang ada di kepalanya lengser ke leher.

Melihat Rumi yang hanya diam saja tanpa melakukan pembelaan, orang-orang semakin yakin bahwa selama ini mereka ditipu oleh kebohongan Rumi tentang zuhud dan takwa yang diajarkannya. Mereka tidak kasihan lagi untuk terus menghajar Rumi hingga ada juga yang berniat membunuhnya.

Tiba-tiba terdengarlah suara Syekh  Syams Tabrizi;
“Wahai orang-orang tak tahu malu. Kalian telah menuduh seorang alim dan faqih dengan tuduhan minum khamr, ketahuilah bahwa yang ada di botol itu adalah cuka untuk bahan masakan"

Seseorang dari mereka masih mengelak.
“Ini bukan cuka, ini arak”.

Syekh Syams mengambil botol dan membuka tutupnya. Dia meneteskan isi botol di tangan orang-orang agar menciumnya. Mereka terkejut karena yang ada di botol itu memang cuka. Mereka memukuli kepala mereka sendiri dan bersimpuh di kaki Rumi. Mereka berdesakan untuk meminta maaf dan menciumi tangan Rumi hingga pelan-pelan mereka pergi satu demi satu.

Rumi berkata pada Syekh Syams, “Malam ini kau membuatku terjerumus dalam masalah besar sampai aku harus menodai kehormatan dan nama baikku sendiri. Syekh..Apa maksud semua ini?”.

“Agar kau mengerti bahwa wibawa yang kau banggakan ini hanya khayalan semata. Kau pikir penghormatan orang-orang awam seperti mereka ini sesuatu yang abadi ?
Padahal kau lihat sendiri, hanya karena dugaan satu botol minuman saja.. semua penghormatan itu sirna dan mereka jadi meludahimu, memukuli kepalamu dan hampir saja membunuhmu. Inilah kebanggaan yang selama ini kau perjuangkan dan akhirnya lenyap dalam sesaat.
(hanya karena kau di kira salah,terlupakan seluruh kebaikanmu)

Maka bersandarlah pada yang tidak tergoyahkan oleh waktu dan tidak terpatahkan oleh perubahan zaman

Kamis, 12 April 2018

Mencintai Ahlul Bait Rasulullah adalah Ciri Ahlus Sunnah


Mencintai Ahlul Bait Rasulullah adalah Ciri Ahlus Sunnah

TEMPO

Ilustrasi: Jamaah Majelis Rasulillah asuhan (alm) Habib Munzir Al Musawwa dalam kegiatan di Monas
Oleh: Muhammad bin Ahmad bin Hasan Vad’aq

AHLUL BAIT Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam memiliki keutamaan dan kemuliaan bagi semua kaum Muslimin, karena Allah Subhanahu Wata’ala memuliakan dan membersihkan mereka dari dosa, mewajibkan kaum Muslimin untuk mencintai mereka di atas semua ras manusia.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman, “Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai Ahlul Bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS. Al-Ahzâb [33]: 33)

Allah Subhanahu Wata’ala juga berfirman kepada nabi-Nya, “Katakanlah: ‘Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan.” (QS. Asy-Syûrâ [42]: 23)

Artinya, katakan kepada mereka wahai Muhammad, aku tidak menginginkan upah dari kalian semua selain kalian mencintaiku dan mencintai keluargaku.

Ahlul Bait adalah keturunan suci Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam yang memiliki ikatan nasab, mereka adalah keturunan Fathimah sampai hari kiamat. Demikian yang dijelaskan Imam Nawawi dalam Syarh Al-Muhadzdzab.

Diriwayatkan, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda, “Didiklah anak-anak kalian untuk tiga hal; mencintai nabi kalian, mencintai Ahlul Baitnya dan membaca Al-Qur`an, karena para penghafal Al-Qur`an itu berada di bawah naungan Allah pada hari tiada naungan lain selain naungan-Nya, bersama para nabi dan orang-orang pilihan-Nya.”

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda,

أَحِبُّوا اللَّهَ لِمَا يَغْذُوكُمْ مِنْ نِعَمِهِ وَأَحِبُّونِي بِحُبِّ اللَّهِ وَأَحِبُّوا أَهْلَ بَيْتِي بِحُبِّي

“Cintailah Allah karena nikmat yang diberikan kepada kalian cintailah aku karena kecintaan (kalian) kepada Allah, dan cintailah Ahlul Baitku karena kecintaan (kalian) kepadaku.” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda, “Segala sesuatu ada asasnya, dan asas islam adalah mencintai Rasulullah dan ahli baitnya.”

Allah Subhanahu Wata’ala mensyariatkan untuk mendoakan Ahlul Bait dalam tasyahud ahkhir setiap kali shalat menurut Madzhab Syafi’iyah, itu sudah cukup menunjukkan kemuliaan mereka.

Bahkan Imam Asy-Syafi’i pernah bersyair;

Wahai Ahlul Bait Rasulullah, mencintai kalian…
Kewajiban dari Allah dalam Al-Qur`an yang Ia turunkan
Siapa yang tidak membaca doa shalawat untuk kalian, tidak ada shalat baginya
Itu sudah cukup menunjukkan agungnya kemuliaan kalian

Abu Bakar Ash-Shiddiq RA berkata, “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, kerabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam lebih aku cintai melebihi kerabatku sendiri.”
Abu Bakar juga berkata, “Muliakanlah Ahlul Bait Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam.”
Imam Abdullah Al-Haddad bersyair dalam Kitab At-Tâ`iyah Al-Kubrâ;

Keluarga Rasulullah adalah keluarga suci
Mencintai mereka hukumnya fardhu
Mereka adalah para pembawa rahasia setelah nabi mereka
Dan para pewarisnya adalah pewaris-pewaris terbaik

Diriwayatkan secara marfu’ dari Abu Sa’id Al-Khudri, “Ada tiga kesucian Allah, barangsiapa memelihara ketiganya, Allah akan menjaga agama dan dunianya dan barangsiapa tidak memelihara ketiganya, Allah tidak akan menjaga dunia dan akhiratnya; kesucian islam, kesucianku dan kesucian kerabatku.”

Barangsiapa memelihara ketiga kesucian itu, ia telah naik di atas perahu keselamatan, dan siapa yang tidak menjaganya, ia ketinggalan perahu keselamatan.

Syaikh Imam Abdullah Al-Haddad bersyair;

Ahlul Bait Al-Musthafa nan suci
Mereka adalah jaminan aman bumi, maka ingatlah
Mereka laksana bintang-bintang yang terang
Seperti dijelaskan dalam kitab-kitab sunan
(Mereka laksana) perahu keselamatan kala…
Engkau takut pada badai taufan semua gangguan
Selamatkan dirimu di dalamnya, jangan tertinggal

Berpegang teguhlah pada (agama) Allah dan mintalah pertolongan. (Dinukil dari Kitab Bahjatuth Thalibin karya Al-Faqih Al-Muhaqqiq Zen bin Ibrahim bin Sumaith)

Sikap Ahlus Sunnah

Sebuah hadits diriwayatkan oleh Iman Hakim

فلو أن رجلا صفن بين الركن والمقام فصلى صام ثم لقى الله وهو مبغض لأهل بيت محمد دخل النار
حديث حسن صحيح على شرط مسلم

“Seandainya seorang beribadah diantara rukun dan maqam (di depan Ka’bah) kemudian dia bertemu Allah Subhanahu Wata’ala dalam keadaan dia benci pada keluarga Muhammad, niscaya dia akan masuk neraka.”

Dari dalil-dali dan keterangan di atas sudah sangat jelas bahwa mencintai Ahlul Bait adalah kewajiban setiap Muslim, apapun madzhabnya, para imam Ahlus Sunnah sangat menjunjung tinggi kehormatan mereka dan mencintai dengan sepenuh hati.

Tuduhan orang bahwa mencintai Ahlul Bait adalah Syiah itu jelas cara Yahudi menjauhkan umat ini dari tali Allah dan Rasulullah.

Kita Ahlus Sunnah mencintai Ahlul Bait dan sangat memulikan para sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassallam.

Ya Rabb beri kami kecintaan pada Ahlul Bait para penerus dakwah Nabi dan sahabat yg telah berkorban serta menemani beliau di kala suka dan duka.

وصلى اللّٰه على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه وسلم

Penulis adalah Pimpinan Ponpes Al Khoirot Bekasi Timur

_Langsung Saja Doa Kepada Allah...kenapa minta doa yang lain?


Ya itulah Salah satu kalimat yang diucapkan beberapa orang ketika ada diskusi tentang keutamaan doa lewat wasilah orang2 tertentu...

Suatu kisah dalam kitab hadits bukhori...

Musim kemarau pernah terjadi Pada Zaman Umar Bin Khottob..

Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu anhu, Mu’awiyah bin Abi Sufyan Radhiyallahu anhu dan para Shahabat yang bersama mereka, juga para Tabi’in yang mengikuti mereka dengan baik ketika ditimpa kekeringan mereka memohon diturunkannya hujan, bertawassul, dan meminta doa kepada orang yg memiliki keutamaan seperti kepada al Abbas bin Abdil Muththalib selaku Paman Rasulullah saw

Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu anhu berkata....

*_Ya Allah dahulu kami bertawassul kepada-Mu dengan Nabi-Mu dan Engkau menurunkan hujan kepada kami dan kini kami bertawassul kepada-Mu dengan Paman Nabi kami, karena itu turunkanlah hujan kepada kami_*

Akhirnya tidak lama kemudIan turunlah hujan disaat Itu juga.

Sahabat Umar Bin Khottob menyadari Paman Nabi memiliki keutamaan yang berbeda dibandingkan dengan sahabat Nabi yg bukan keluarga Nabi Langsung

Ditambah Abbas bin Abdul Mutholib jUga seorang Ulama Dan Wali Allah.

Inilah juga Mengapa Saya sangat senang berdekatan Dan melayani Keturunan Rasulullah saw hingga bisa belajar Langsung dengan mereka.

Cara yang dilakukan Sahabat Umar Bin Khottob bisa dinamakan dengan wasilah Dan tawassul

wasilah dan tawasul adalah istilah yang saling berkaitan satu sama lain.

Wasilah adalah perantara Atau secara etimologi berarti:  segala hal yang dapat mencapai atau mendekatkan kepada sesuatu.

Sedang tawassul adalah usaha mendekatkan diri kepada Allah dengan menggunakan wasilah

Washilah terbagi dua :

Wasilah kauniyah : wasilah yang Allah ciptakan secara  fitrah untuk seluruh manusia

Wasilah syar’iyah :  wasilah yang di syariatkan di dalam Al Qur'an maupun sunnah

Wasilah kauniyah sangat mungkin diwujudkan seorang mu’min ataupun kafir.  

Contoh :  makan untuk kenyang, pakaian untuk menjaga diri dari rasa dingin atau panas dan seterusnya.

Adapun wasilah syar’iyah hanyalah muncul dari seorang mukmin saja.

Tentang wasilah Dan tawassul ini juga dijelaskan dalam Surat Al Maidah Ayat 35 :

يَأيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا اتَقُوا اللهَ وَ ابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ

_“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan *carilah wasilah yang mendekatkan diri kepada-Nya*_

Dengan wasilah Apa saja Kita bertawassul kepada Allah..

Jawabannya sebagai berikut...

*1. Tawasul melalui Asmaul Husna*

Dengan nama nama Allah yang baik dan sifat-sifat-Nya yang tinggi.  Hal ini Allah tegaskan dalam surat Al A’raf ayat 180 :

وَ ِللهِ الأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوْه بِهَا

_“Dan hanya milik Allah nama-nama yang baik. Maka berdoalah kalian dengan (wasilah) nama-nama tersebut”._

Sebutlah asma2 Allah Saat Kita sebelum berdoa kepada-Nya

*2.Tawassul dengan membaca shalawat*

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, _“Semua doa tertutupi tidak bisa naik ke langit sampai dibacakan shalawat untuk Nabi Muhammad shallahu ‘alaihi wa sallam.”

(HR. At Thabrani)

Dan Allah azza WA jalla pun mengajarkan agar Kita Perbanyak Membaca shalawat kepada Beliau.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

_“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”_

[Al-Ahzaab: 56]

Sebagaimana Saya sering sarankan perbanyaklah baca shalawat Fatih yg memiliki berbagai keutamaan dibandingkan shalawat lain.

*3.Tawasul dengan amalan sholih yang pernah dilakukan seseorang yang bertawasul tersebut.*

Jenis tawasul ini didasari hadits Muttafaqun ‘Alaihi dari Abdullah bin Umar tentang tiga orang dari kaum terdahulu yang terperangkap di sebuah gua karena tertutup batu besar.

Salah satu diantara mereka bertawasul dengan amalan berbakti kepada kedua orang tuanya.

Yang kedua bertawasul dengan terjaganya kehormatan dia dari perbuatan zina dan yang ketiga bertawasul dengan penunaian amanahnya.

Hal itu mereka lakukan agar Allah menggeser batu tersebut. Akhirnya pun Allah kabulkan do’a mereka.

*4.Tawasul dengan menyebutkan keadaannya yang sangat membutuhkan sesuatu kepada Allah*

Doa Nabi Zakariya yang Allah kisahkan di dalam firman-Nya menunjukkan bolehnya perkara ini.

قَالَ رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُنْ بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيًّا

_“Wahai Rabbku sesungguhnya tulangku telah melemah, rambutku telah ditumbuhi uban dan aku belum pernah kecewa dalam berdo’a kepada-Mu, wahai Rabbku”._

Kemudian beliau pun meminta kepada Allah untuk dianugerahi seorang putera yang sholih. Dan Allah pun mengabulkannya.

*5.Tawasul dengan Doa Orang Yang Sholeh Dan berilmu*

Surat Al-Mujadilah Ayat 11

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

_Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu._

_Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, *niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.* Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan._

Jadi tidak hanya sholeh saja Namun juga memiliki ilmu.

Tentu berbeda aktivitas seorang yang berilmu Dan tidak berilmu

Allah berfirman,

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُوا الْأَلْبَابِ

_Katakanlah apakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui._

_Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran._

(QS Az Zumar: 9)

Ketika orang sholeh Pada umumnya hanya melihat dari sisi luar Atau dzhohir saja

Maka mereka yg berilmu jauh melihat lebih dalam Dan jauh lagi.

Merekalah yg disebut Ulama Dan Wali Allah

Namun Terkadang Kita merasa sudah cukup dari Pemikiran Kita saja

Dan perlu diingat ketika seseorang bertawasul bukan berati ia seperti tdk berharap kepada Allah

Atau ada kalimat yg menyatakan terlalu melebihkan dengan perantara tawassul Baik dengan Atas nama Rasulullah saw Atau  wali Allah

Kita tetap bergantung kepada Allah Namun menyadari ada seseorang yg Allah cintai

Ditambah Jika Kita berdoa Langsung dengan banyaknya dosa serta kekurangan yg ada belum Tentu diterima Allah azza WA jalla

Dan tanpa sadar dalam keseharianpun Kita juga suka memakai perantara

Ketika Kita berobat ke dokter juga bukan berharap sembuh dari Dokter

Itu hanyalah wasilah saja..

Demikian ulasan yang bisa Saya berikan.

Semoga Allah Dan Rasulullah ridhoi







 

Senin, 09 April 2018

3 Faktor Proyeksi Pendidikan Abad 21

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ ِلأُتَمِّمَ صَالِحَ اْلأَخْلاَقِ.

_“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik.”_

(HR Bukhori)

Tugas Rasulullah Salah satunya untUK memperbaiki akhlak manusia Atau sebagian orang menyebutnya karakter.

Dan Salah satu tools dalam perbaikan akhlak ITU adalah dengan shalat

Allah Ta’ala berfirman

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

_“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.”_

(QS. Al ‘Ankabut: 45).

Jadi dimana akhlak ITU akan berimplikasi Pada banyak Hal...

Seseorang yg benar shalatnya Maka ia akan benar pekerjannya...

Sementara dalam penjelasan Anis... ia menggunakan pendekatan Sekulerisme

Ketika ia memisahkan karakter moral ( spritual yg ia juga katakan) dengan karakter kinerja

Sehingga ia mengambil contoh ada org ibadahnya Baik Namun kinerjanya bermasalah..

Misalnya...

Jujur tapi malas...

Jd tdk Bs dipisahkan karakter moral Dan kinerja...

Apalagi ia mengkaitkan karakter moral dengan Iman Dan takwa...

Seorang Muslim yg sdh memahami pekerjaan Dia sebagai hamba Allah Maka ia bekerja bukan untuk manusia Namun mencari Ridho Allah..

Tantangannya bagaimana Kita bisa seperti ITU...

Namun yg Saya Garis bawahi tdk B's dipisahkan antara karakter moral Dan kinerja

Sama ketika Saya sampaikan tulisan INI...

Wlw sdh pernah sy sampaikan belajarlah terima kasih PD siapapum yg share kebaikan minimal doakan dgn Jazakumullah khoir

Faktanya masih ada beberapa org yg hanya read saja...

Kalau pakai kiasan karakter moral...

Semua org disini beriman Insya Allah

Namun karakter kinerjanya seperti ucapan terima kasih nihil

Jd satu Sama lain Saling terkait...

Ketika Iman (karakter) seseorang semakin Naik Maka kemampuan ia bersinergi (kapasitas) juga akan semakin Baik

Namun memang belum sempurna...Dan belum berbanding lurus

Bahayanya Jika dipisahkan... akan ada Faham seperti INI

Ada kok org atheis Namun berakhlak Baik..

Jd agama bukan satu2nya membuat org menjadI baik

Kamis, 05 April 2018

LAPISAN KEBERKAHAN

Pak Viktor Salah seorang yg perlu Kita belajar darinya tentang filosofi Kata *Terima Kasih*☺

Saat ia telah terima rezeki  Maka ia akan kasih lagi ke orang yg butuhkan.

Jika secara dzohir ia adalah seorang Tukang yg mencari barang2 bekas Baik dengan Jual beli maupun tukar tambah.

Mendorong gerobaknya berkeliling dari satu tempat ke tempat yang lain...

Namun ia memiliki Hati yang begitu Mahal melebihi mereka yang memiliki harta yg lebih banyak darinya..

_Baginya dalam setiap rezeki yg ia peroleh ada rezeki orang lain juga yg harus ia berikan juga_

Sekarang Coba Kita lihat ke diri Kita sendiri...

Bandingkan dengan pak Viktor yang diceritakan sebelumnya...

Apa Kita Mendorong gerobak mencari barang bekas setiap hari seperti beliau?😔😔

Apa penghasilan Kita lebih kecil dari pak Viktor tersebut?😟😟😟

Ya Tentu diantara Kita Kebanyakan lebih mapan dari diri pak Viktor...

Namun Mengapa Hati Kita  dibawah Hati seorang pengumpul barang bekas??😢😢

Inilah yang dinamakan...
*Lapisan Keberkahan*

_Ketika seseorang dilihat bukan dari Apa yang ia peroleh Namun seberapa banyak yang ia berikan_

_Ketika seseorang mampu melihat ada rezeki orang lain dalam setiap rezeki yg ia peroleh_

_Ketika seseorang mampu berbuat kebaikan Sekalipun dirinya sedang dalam keterbatasan_

*Berkah*

Menurut bahasa... berkah berasal dari bahasa Arab:
barokah (البركة)
artinya nikmat
(Kamus Al-Munawwir)

Istilah lain berkah dalam bahasa Arab adalah mubarak dan tabaruk.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berkah adalah 

“karunia Tuhan yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia”.

Menurut Imam Ghazali berkah (barokah) artinya ziyadatul khair, yakni “bertambahnya kebaikan”

Kalau yg habis pengajian dapat nasi Kotak Itu berkat bukan berkah😁

Walau bisa dikatakan barokah habis ikut pengajian..

Pada dasarnya setiap manusia yang terlahir ke Dunia Ini memiliki satu profesi....

Yaitu sebagai hamba Allah

Surat Az-Zariyat Ayat 56

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

_Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku._

Jadi sebenarnya Jika Kita ditanya APA pekerjaannya...

Maka jawablah..
*Hamba Allah*☺
  Yang sambil jadi pegawai Atau pedagang Atau Dokter Atau apapun pekerjaan sampingan Kita.

Jangan dibalik ya...

Karena Kalau dibalik Prioritas Kita selain dengan Allah dahulu
😟😟😟

Sekarang Apa kaitannya dengan definisi berkah yang tadi Kita bahas..

Ketika Kita sudah ketahui profesi utama sebagai hamba Allah

Maka Kita ingin berikan yang terbaik untuk Allah

Syaratnya seperti ayat dibawah Ini..

Surat Ali 'Imran Ayat 110

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

_Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah._

*Jika Kita ingin menjadi hamba Allah yg terbaik Maka pastikan segala Hal yang ada membuat Kita Dan orang lain semakin taat kepada Allah*

*1.Berkah Itu Tentang Kualitas bukan tentang Kuantitas*

Ada seorang tukang pikul barang sebuah Wedding Organizer yang ia memiliki niat Kuat ke baitullah Dan berusaha dengan Apa yang ia bisa

Dan subhanallah...
Akhirnya Allah panggil Dia bukan hanya Umroh Namun berhaji

Ada lagi seorang Tukang Becak anaknya 5 Namun semua anaknya menjadi penghafal Qur'an.

Nah sekarang Giliran Kita...☺☺☺

Bisa jadi pendapatan Kita di atas Tukang pikul tadi....

Namun hanya mampu berkhayal umroh Atau Haji dengan alasan masih banyak kebutuhan Keluarga Akhirnya keajaiban Umroh tidak hadir Pada kita😢😢

Bisa jadi anak Kita ndk sampai 5 orang seperti Tukang Becak..

Namun mendidik anak satu Atau Dua orang saja sudah merasa tidak mampu Lalu bagaimana mendidik mereka jadi penghafal Qur'an😢

Perhatikan...

Secara Kuantitas...

Tukang pikul barang penghasilan y dibawah Kita...

Anak Kita tdk sampai 5 seperti Tukang Becak...

Namun Mengapa hasil ya berbeda dengan mereka.

Ya karena Kita terlalu sibuk dengan Kuantitas bukan Pada kualitas

Sang Tukang pikul barang Ternyata ia tidak mengandalkan income untuk bisa Umroh Atau Haji

Ia perkuat ibadah ke masjidnya..

Ia perkuat sedekahnya...

Ia muLai menabung dengan Apa yang ia miliki

Dan kebesaran Allah terjadi...

Dan beberapa waktu kemudian Allah sadarkan majikannya tentang keinginan Kuat Umroh anak buahnya

Hingga Akhirnya majikan tersebut berikan ia Hadiah Haji 🕋🕋

Dan iapun sujud syukur kepada Allah...

Benarlah Firman Allah Pada ayat berikut ini

Surat At-Taubah Ayat 105

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

_Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan._

Dan sekarang lihat diri Kita Dan Tukang pikul barang tersebut yg bernama Munir.

Kita lebih mengandalkan kekuatan income daripada kekuatan Allah

Kita beralasan kebutuhan Keluarga yg banyak sehingga Tak mampu ke baitullah

Padahal bisa jadi dengan ia ke baitullah doa Dia akan lebih didengarkan daripada di Indonesia

Seperti  sinyal WiFi semakin dekat sumber sinyal Maka semakin Kuat.

Munir seorang Tukang pikul buat Dia Umroh bukan sebuah khayalan seperti Kita.

Karena selain berdoa ia juga berjuang dengan mulai membuka Tabungan umroh

Sekarang....

Kita lihat Pada tukang Becak yang anaknya 5 Namun menjadi hafidz semuanya

Sementara Kita satu Atau Dua anak yg Allah titipakan rasanya tdk mudah..

Ternyata sang Tukang becak setiap melihat anaknya...

Ia selalu doakan anaknya agar menjadi hafidz Qur'an...

Ia bawa anaknya bertemu dengan gurunya agar didoakan menjadi hafidz Qur'an...

Mungkin banyak diantara Kita Kirim anaknya ke pondok pesantren Atau sekolah Islam berbasis Qur'an

Namun Ternyata ITU masih beLum cukup...

Sang Tukang Becak memang Kirim anak2nya ke pondok pesantren

Namun ia sadar perjuangan INI tdk Bs hanya mengandalkan kekuatan anak untuk menghafal saja

Tetapi anaknya juga membutuhkan kekuatan doa darinya setiap Saat Dan doa darI para guru

Nah sekarang lihat ke dalam diri Kita...

Ada beberapa orangtua yg merasa Saat anaknya sudah masuk pondok pesantren Atau sekolah Islam

Maka selesai sudah pendidikan untuk anak Kita diserahkan ke sekolah. 

Kita mengandalkan Kuantitas system belajar Baik di ponpes maupun sekolah Islam

Melupakan kualitas doa Kita sebagai orangtua Dan doa para guru2 kita.

Pernah ndak melihat ada orang yg berangkat kerja Atau usaha  shubuh Dan pulang malam

Sampai Rumah sudah malam Dan itupun masih ada yang harus dikerjakn lagi🤦🏻‍♂🤦🏻‍♂

Berangkat shubuh anak masih tidur....

Pulang kerja anak Udah tidur...

Dan tanpa sadar waktu kebersamaan Keluarga habis😔🤦🏻‍♂

*Point 2 Keberkahan ialah Rasa Ketenangan akan hidup yang dijalani*

Mengapa ada orang2 seperti yg tadi Saya Sebutkan karena Salah satunya ada Pada ayat INI

Surat Al-Baqarah Ayat 268

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ ۖ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

_Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui._

Kenapa manusia bisa habis2an bekerja untuk Dunia ya INI Salah satunya...

_Dibuat merasa Khawatir dengan kebutuhan2 yg ada_🤦🏻‍♂😟😢

Ingat biaya pendidikan makin Mahal...📚🏫

Ingat buat bayar asuransi Kalau nanti Sakit 😷🤒

Ingat Rumah masih kontrak belum punya 🏡

Ya Padahal Jika sahabat baca di Awal tulisan Saya

Apa profesi utama Kita...

*Hamba Allah*

Saat Kita benar2 menjadi hamba Allah Maka yakinlah biar Allah yg cukupkan kebutuhan Kita

Surat Al-Baqarah Ayat 112

بَلَىٰ مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِنْدَ رَبِّهِ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

_(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati_

Namun Jika profesi utamanya pegawai Atau bisnisman Atau lainnya

Wajar Jika kegalauan menyelimuti dirinya...

Karena Cinta Allah didalam hatinya kalah dengan Cinta selainnya.

Sebagaimana pepatah bahasa Arab...

حُبُّكَ لِلشَّيْءِ يُعْمِي وَيُصِمُّ 

_Kecintaaanmu membuatmu buta dan tuli._

*Jika benar Kita sudah mencintai Allah Maka Kita akan yakin akan APA yang Allah janjikan*

*tidak peduli bagaimana syetan menakuti Kita dengan berbagai kekhawatiran*

Sekarang lihat pekerjaan Kita....

Lihat bisnis yang Kita Lakukan...

Apa membuat Kita semakin diperbudak dengan berbagai Hal

Atau

Kita merasa tenang menjalaninya tanpa Khawatir dipecat Atau rugi...

Ada sebuah kisah sahabat Nabi yang menjalani bisnisnya

Kata Rasulullah saw, Abdul Rahman bin Auf r.a akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya.

Ini karena orang yang paling kaya akan dihisab paling lama.

Maka mendengar ini, Abdul Rahman bin Auf r.a pun memutar kepala berfikir, bagaimana agar bisa kembali menjadi miskin lagi supaya dapat masuk syurga lebih awal.

Setelah Perang Tabuk, kurma di Madinah yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk.

Lalu harganya jatuh.
Abdul Rahman bin Auf r.a pun menjual semua hartanya, kemudian memborong semua kurma busuk milik sahabat  tadi  dengan harga kurma bagus.

Semuanya bersyukur

Alhamdulillah..kurma yang dikhawatirkan tidak laku, tiba-tiba laku keras! Diborong semuanya oleh Abdul Rahman bin Auf.

Sahabat gembira.
Abdul Rahman bin Auf r.a pun gembira.
Semua happy!

Sahabat lain gembira sebab semua dagangannya laku.

Abdul Rahman bin Auf r.a gembira juga sebab...
jatuh miskin! 😃😀😀

MasyaAllah..hebat.
Coba kalau kita?
🤦🏻‍♂😀🤦🏻‍♂😀🤦🏻‍♂

Usaha goyang dikit, udah teriak tak tentu arah.
😔😔😔😔

Abdul Rahman bin Auf r.a berasa sangat lega, sebab tahu akan bakal masuk surga dulu, sebab sudah miskin.

Namun.. Subhanallah..

Rencana Allah itu memang terbaik.. 🕋

Tiba-tiba, datang utusan dari Yaman membawa berita, Raja Yaman mencari kurma busuk.

Rupa-rupanya, di Yaman sedang berjangkit wabah penyakit menular, dan obat yang bisa menyembuhkannya adalah KURMA BUSUK !

Utusan Raja Yaman berniat memborong semua kurma Abdul Rahman bin Auf r.a dengan harga 10 kali lipat harga kurma biasa.
🤩🤩💳💰💶💷

Allahuakbar..

Jadi..yang banyak memberi rezeki itu datangnya dari kurma yang bagus atau kurma yang busuk?

ALLAH swt lah yang Memberi Rezeki.

dari kisah ini ada sebuah  buat kita, sebab ini membuat kita harus YAKIN bahwa rezeki itu totally dari Allah.

Bukan hanya karna usaha kita itu sudah cukup bagus atau produk kita yang terbaik yang akan memberi kita omzet yang banyak.

Kadang-kadang, KEYAKINAN dalam hati kita itu yang belum cukup kuat dan bulat...

Kalau Kata orang bule beginI :

We plan,
but Allah has also planned everything for us.So,If something goes wrong, it went wrong for a good reason

(Gaya dikit pakai bahasa inggris😁)

Saat seseorang memikiki keyakinan yg Kuat kepada Allah Maka hatinya akan tenang

Sahabat Abdurrahman bin auf Saat dikatakan akan bermasalah di akhirat dengan hartanya Maka hatinya tidak tenang

Nah sekarang ukuran Ketenangan Kita dari APA...

Coba Kita cari...

Apa dari yang Allah ridhoi Atau hanya dari Apa yg Kita senangi...

Betul Kita bekerja Atau berbisnis karena passion

Namun Jika passion ITU membuat Allah tdj Ridho bahaya.

*Point 3 Keberkahan*
*Transaksinya UntUK mencari Ridho Allah bukan Untung Dunia*

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِى بَيْعِهِمَا وَإِنْ كَذَبَا وَكَتَمَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا

_“Orang yang bertransaksi jual beli masing-masing memilki hak khiyar (membatalkan atau melanjutkan transaksi) selama keduanya belum berpisah. Jika keduanya jujur dan terbuka, maka keduanya akan mendapatkan keberkahan dalam jual beli, tapi jika keduanya berdusta dan tidak terbuka, maka keberkahan jual beli antara keduanya akan hilang”._

HR Bukhori Muslim

Ada sebuah kisah terkait Hal Ini..

Seorang lelaki tua, pakaian lusuhnya Terlihat jelas kefaqiran yang ia alami, Saat ia memasuki sebuah toko megah untuk membeli selimut, ia membutuhkan 6 buah selimut untuk keluarganya di musim dingin ini, tapi uang yang ia miliki hanya 100 riyal
😟😟😟

Pemilik toko berkata :

Oh ada pak, saya punya selimut bagus buatan Turki, harganya juga murah, hanya 20 riyal per buah. Kalau bapak beli 5 buah akan mendapat bonus 1 buah

Lega ..
Terpancar diwajah lelaki tua itu😍😍😍

Segera ia mengulurkan lembaran uang 100 riyal miliknya, dengan wajah berseri sambil membawa selimut ia berlalu pergi

Teman si pedagang yang sedari tadi duduk memperhatikan ini berkata :

Engkau ini aneh sekali, bukankah kemarin engkau mengatakan selimut itu jenis selimut termahal di tokomu ini, kalau tidak salah kemarin engkau menawarkan nya padaku seharga 350 riyal per helainya

Pedagang itu menjawab :

*Benar sekali, kemarin aku menjual padamu 350 riyal tidak kurang sedikitpun, kemarin aku berdagang dengan manusia, hari ini aku berdagang dengan ALLAH*

Aku ingin keluarga laki-laki tua tadi dapat terhindar dari dingin di musim dingin yang akan datang sebentar lagi dan aku berharap ALLAH menghindarkanku serta keluargaku dari panas nya api neraka di akhirat nanti

Demi ALLAH, kalaulah tidak karena menjaga harga diri laki-laki tua tadi, aku tidak ingin menerima darinya uang sedikitpun, aku tidak ingin ia merasa menerima sedekah sehingga merasa malu di hadapan kita disini...

Masih ada satu kisah laGI lewat video dibawah ini.

Sekarang Kita lihat keadaan Kita...

Mengapa penghasilan besar Namun terasa Tak cukup terus...😟😟😟

*bisa jadi karena kita bukan bertransaksi dengan Allah tetapi dengan manusia*

Buktinya akan Terlihat dalam transaksi keseharian yg Kita Lakukan...

Contoh Saat Kita berbelanja Prioritas yg Kita cari Kebanyakan Dua Hal...

1. Barangnya Kita butuh
    🤩🤩🤩
2. Peroleh harga murah
    😍😍😍😍

Lalu Saat Kita melihat ada orang buta jualan krupuk di pinggir jalan...

Kita mikir...

_gk suka makan krupuk buat APA dibeli_🤔🤔

_Itu harganya 10rb sebungkus Padahal deket rmh ada yg lebih murah_

Ya terlintas Kita mikir begitu...terbuktilah Kalau Kita bertransaksi dunia saja...😢😢😢😢

Sekarang Jika sahabat beli kerupuk ITU....

Sekalipun ndk makan kerupuk,kn bisa kasih ke orang lain JD sedekah
☺☺☺

Ditambah niat menolong seorang bUta yg sdg ikhtiar JD pahala jg
☺☺☺☺

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

_"Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?_

_(Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu._

_Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn._
_Itulah keberuntungan yang besar."_

(QS. Al-Shaff: 10-12)

Begitujuga Saat Jual beli apapun...

Perhatikan bagaimana transaksi INI bisa diberkahi Allah...

Ke swalayan Kita ndk pernah Tawar barang...
🏪🏪

Giliran ke pasar, kaki Lima nawarnya gk kira2

Mereka yg fokus hanya transksi Dunia sampai Melupakan halal Atau Haram rezeki...

Contohnya memakai riba dalam membeli kebutuhan yg ada habis semua😢😢😢

Inilah bagian pertama tentang *Lapisan Keberkahan* yg Saya sampaikan malam INI...

Terima Kasih