Setelah kita bahas pesona Nabi Yusuf tadi yang membuat para wanita terkapar..
Sebenarnya kebaikan fisik Yusuf hanyalah seperempat dari semua kebaikan fisik yang telah dianugrahkan Allah swt kepada semua mahluknya. Sementara Rasulullah memiliki presentase lima puluh persen sebanding dua kali liat dari Yusuf as, dan seperempat kebaikan lainnya dibagi-bagikan kepada semua manusia sejak nabi Adam sampai hari akhir kelak.
Rasa penasaran dengan keistimewaan ini memberikan inspirasi tersendiri untuk dapat mengumpulkan data dan bukti-bukti otentik dari riwayat hadis maupun pemahaman ulama salaf mengenai kebenaran mukjizat agung sang Rasul.
Puluhan hadis,baik Sahih, hasan dan dloif menjadi landasan rangkuman ini. dan ratusan argumen kitab-kitab Syamail (membahas tentang fisik, sifat dan kepribadian Nabi ) telah banyak membahas secara husus dan umum. Sembilan poin ini adalah hasil dari penyaduran sayyed dari beberapa keterangan yang sedikit menjawab teka-teki fisik dan ketampanan Muhammmad Saw.
1. Hadis Bukhori dan Muslim yang diriwayatkan oleh Barro Ra, menjelaskan : Rasulullah adalah sebaik-baik manusia dari sisi wajah dan ahlaknya.
2. Nabi Yusuf memang memiliki setengah dari semua ketampanan wajah yang telah dianugrahkan kepada Rasulullah, hal ini dibuktikan dalam hadis riwayat imam muslim dalam bab Isra mi’raj Nabi.
Sebaliknya hadis riwayat anas menjelaskan bahwa Rasulullah muhammad telah dianugrahi semua kebaikan fisik dan perangai yang tidak dimiliki oleh semua manusia. Kehususan dan kesempurnaan fisik dan perangai Rasullullah mutlak tidak dimiliki manusia lainnya bahkan oleh para nabi.
3.Sayyidatina Aisyah as berkata : seandainya Zulaikhah dan sahabat-sahabat perempuannya melihat Nabi Muhammad niscaya mereka lebih memilih memotong (merusak) hati mereka dari pada sekedar tangan dan fisik mereka.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa Muhammad lebih tampan jauh dibanding fisik nabi Yusuf as. Bukankah melukai perasaan lebih sensitif dan sakit daripada sekedar melukai fisik seseorang.
4. Standar ketampanan manusia di sorga adalah seperti wajah nabi Yusuf as.batasan standar demikian menunjukkan bahwa keistimewaan fisik Yusuf adalah standar keistimewaan manusia di surga.
batasan tersebut seolah menegaskan bahwa tidak ada satupun yang sanggup bisa menyamai keistimewaan wajah rupawan yang melebihi Muhammad. Beliau memiliki kharisma dan keindahan fisik diatas standar rata-rata.
5. Allah menciptakan kebaikan fisik Muhammad secara sempurna (semua kebaikan). sedangkan Yusuf hanya diberi separuhnya saja. Imam bukhori dalam satu hadisnya menjelaskan : ketika Rasulullah merasa senang dan bahagia maka wajahnya sangat terang bagaikan rembulan – alhadis.
6.Ketampanan fisik Yusuf hanya sebatas ketampanan lahir dan tidak tertutupi oleh haibah dan kharismanya.
Sementara ketampanan fisik Muhammad melebihi itu, disamping ketampanan lahir, beliau juga dianugrahi Haibah, kharisma, dan Nur yang membuat orang menjadi lebih hormat dan sungkan untuk berlama-lama menatap wajahnya secara langsung, ini sebagai manusia paling rendah hati. Karenanya fisik yusuf mampu dilihat oleh sembarang manusia dalam waktu yang lama, sementara Rasulullah Muhammad tertutup oleh Haibah dan kharismanya sehingga jarang sekali orang yang sanggup menyelami beliau kecuali orang-orang tertentu seperti para sahabat dekat dan keluarganya.
Tak heran jika Aisyah berkomentar: jika Zulaikhah memandang Rasulullah maka niscaya ia (lebih tergila-gila) dan melukai hatinya sendiri.
7.Penyaksian dari orang Arab pedalaman(badui) ketika melihat Rasulullah yang sedang beribadah dalam masjidnya. Orang Arab badui tersebut tidak mampu berlama-lama melihat langsung wajah Rasulullah, bahkan memberikan efek gemetar dan warna kuning kepada pemandangnya. Hingga Rasulullah langsung menyapa Arab badui itu dan berkata : mendekatlah wahai saudaraku, saya bukan malaikat.
saya hanyalah anak perempuan dari suku Qurais yang biasa. – alhadis. kejadian ini menunjukan mukjizat kharisma, haibah dan sifat rendah hatinya Rasulullah yang tidak dimiliki Yusuf as.
8. Apa yang terjadi pada kisah Yusuf terjadi pada zaman khalifah Umar ra. Adalah Jarir bin Abdullah albajli.
Beliau telah mendapatkan fitnah yang sama seperti kisah Zulaikhah pada Nabi Yusuf, ketika Yusuf enggan mengikuti Nafsu Zulaikhah.
Bukti ini menunjukkan bahwa sekelas sahabat saja sudah ada yang tergoda dan digoda oleh perempuan zamannya.
Bagaimana mungkin orang yang memiliki keistimewaan seperti Rasulullah brani digoda oleh perempuan.
Bukankah sahabat Umar ketika berjalan di jalanan Madinah maka Setan pun takut melalui jalan yang sama dan memilih jalan lain karena haibah dan kharismatiknya Umar. Bagaimana dengan kharismanya Rasulullah Muhammad.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar