Jumat, 30 Juni 2017

Oleh Oleh Lebaran


Syaikhina Maimoen dawuh tentang istri :

لا تحتقر امرأة مؤمنة إن أسخطتك في خصلة أرضتك في أخرى

"Janganlah engkau meremehkan perempuan beriman, bila ia membuatmu marah pada suatu hal, maka ia akan membuatmu ridlo dalam hal lain".

Beliau mencontohkan: Ono wong wadon ayu, nanging Ora nyugehi. Wonge wadon rupane elektronik, nanging nyugehi.

Berikut adalah salah satu contohnya.

Seorang yang saleh mempunyai saudara yang tempat tinggalnya sangat jauh, karena itu jarang sekali ia bisa mengunjunginya.

Setelah beberapa tahun tidak bertemu, ia datang mengunjunginya. Tetapi tampak rumahnya tertutup, maka ia mengetuk pintunya dan mengucap salam.

Terdengar suara ketus seorang wanita dari dalam rumah, yang mungkin istrinya, “Siapa??”. Ia berkata, “Aku saudara suamimu, datang dari jauh untuk menjenguknya!!”.

Tanpa membukakan pintu, terdengar suaranya yang ketus lagi, “Ia masih pergi mencari kayu, semoga saja ALLOH tidak mengembalikannya lagi ke sini….”.

Kemudian masih diteruskan dengan berbagai macam caci-maki kepada saudaranya itu. Ia hanya bisa geleng-geleng kepala mendengarnya.

Ia tahu betul bahwa saudaranya itu juga saleh, karena memang begitulah kedua orang tuanya dahulu mendidiknya. Segala macam umpatan dan cacian itu mungkin salah sasaran kalau ditujukan kepada saudaranya itu.

Ia memutuskan untuk menunggu dan tidak berapa lama saudaranya itu datang. Saudaranya itu memang mencari kayu, tetapi ia tidak membawanya sendiri, seekor harimau yang cukup besar berjalan di belakangnya sambil ‘menggendong’ kayu tersebut.

Setelah kayu diturunkan dari punggung sang harimau, saudaranya itu berkata, “Pergilah, semoga Allah memberkahi dirimu!!”.

Harimau itu berlalu pergi dengan patuhnya, dan pemandangan itu membuatnya terkagum-kagum. Tampaknya saudaranya itu telah mencapai maqam yang cukup tinggi di sisi ALLOH, hingga mempunyai ‘karamah’ bisa memerintah binatang buas.

Saudaranya itu mengajaknya masuk, dan meminta dengan lemah lembut kepada istrinya untuk menyiapkan makanan bagi mereka. Sang istri memenuhi perintahnya dengan sikap yang kasar, dan mulutnya tidak henti-hentinya mengomel.

Sebaliknya, ia melihat saudaranya itu hanya diam dan terlihat sangat lapang, tidak sepatah katapun keluar dari mulutnya. Sama sekali tidak ada sikap marah dan tersinggung dengan perkataan istrinya yang sangat menusuk perasaan, bahkan tampak sekali saudaranya itu nyaman dan bahagia dengan keadaaannya.

Karena itu ia urung untuk menanyakan keadaan rumah tangganya, seperti keinginannya semula. Dengan keadaan seperti itu, ia tidak ingin berlama-lama untuk tinggal.

Ia pamit pulang, tetapi sepanjang perjalanan tidak habis-habisnya ia memikirkan keadaan saudaranya itu. Di satu sisi ia mempunyai ‘karamah’ yang begitu mengagumkan, tetapi di sisi lainnya, ia menghadapi sikap istrinya yang begitu buruk.

Beberapa tahun berlalu dan tidak bertemu, ia datang lagi mengunjungi saudaranya itu. Sampai di rumahnya yang tampak tertutup, ia mengetuk pintunya dan mengucap salam.

Maka terdengar suara seorang wanita, yang mungkin adalah istri saudaranya itu, “Siapa??”. Kali ini suara itu begitu lembut dan santun, sangat berlawanan suara wanita bertahun sebelumnya. Ia berkata, “Aku adalah saudara suamimu, datang dari jauh untuk menjenguk keadaannya!!”.

Suara santun wanita itu terdengar lagi, “Selamat datang, suamiku sedang mencari kayu di hutan. Silahkan untuk menunggu, tetapi mohon maaf aku tidak bisa membukakan pintu hingga suamiku pulang!!”.

Ia berkata, “Tidak mengapa, biar saja aku menunggu di luar!!”.

Kemudian ia terlibat pembicaraan singkat lewat pintu yang tertutup, dan istri saudaranya itu memuji-muji kebaikan dan kesalehan suaminya itu setinggi langit, dan menyatakan rasa syukurnya karena bisa menjadi istrinya.

Tidak lama kemudian saudaranya itu datang, tetapi yang mengherankannya tidak ada harimau yang membawakan kayunya seperti dahulu. Ia memikul sendiri tumpukan kayu tersebut, tampak kelelahan dan keringat mengalir di wajahnya, tetapi masih dengan kelapangan dan rasa bahagia yang sama seperti bertahun sebelumnya. Mendengar suaranya itu, sang istri langsung membuka pintu dan menyambut kedatangannya dengan santun dan hormatnya.

Saudaranya itu mengajaknya masuk, dan ternyata makanan telah terhidang, maka mereka langsung menyantap makanan yang disediakan istrinya tersebut. Sambil makan ia berkata, “Wahai saudaraku, apakah yang terjadi? Apakah engkau telah kehilangan ‘karamah’mu yang dahulu?”.

Masih dengan kelapangan hati dan pancaran rasa bahagia yang sama seperti bertahun sebelumnya, saudaranya itu berkata, “Wahai saudaraku, dahulu itu ALLOH memberikan istri yang cerewet dan rendah akhlaknya kepadaku, dan aku ikhlas menerimanya. Karena kesabaranku menghadapinya, maka ALLOH mendatangkan harimau untuk membantuku.

Beberapa bulan yang lalu istriku yang cerewet itu meninggal, dan sejak itu pula harimau itu tidak membantuku lagi, dan aku  harus memikul sendiri kayu-kayu itu. Namun demikian, ALLOH tetap memberikan ‘karamah’ lainnya kepadaku, yakni istri yang cantik dan masih muda, serta sangat baik akhlaknya dan tekun ibadahnya!!”.

*dibalik setiap amarah ada karomah tersaji dalam bentuk yang lain*

*dalam setiap kesedihan dalam satu hal ada kebahagian di lain pihak*

Rahasia Keagungan Allah Azza Wa Jalla

Kita ketahui bahwa waktu siang 12 jam. Waktu malam 12 jam dan Setahun 12 bulan

Akan tetapi apakah anda tahu:

Bahwa huruf :

لا إله إلا الله
Adalah 12

محمد رسول الله
Berjumlah 12 huruf

ابو بكر الصديق
Berjumlah 12 huruf

عمر ابن الخطاب
Berjumlah 12 huruf

عثمان ابن عفان
Berjumlah 12 huruf

علي بن ابي طا لب
Berjumlah 12 huruf

سبحان الله وبحمده  والله اكبر

ILMU yg pantas untuk DIRENUNGKAN​

🎁 Hadiah Malam Jum'at ini.

_ Aku tidak menghadiahkan kepada anda Matahari dan Bulan karena keduanya akan hilang (dengan peregantian Siang dan Malam)..

_ Aku tidak menghadiahkan kepada anda Lilin dan Es, karena keduanya akan meleleh.

_ Aku tidak menghadiahkan kpd anda Bunga dan Mawar karena keduanya akan layu.

_Namun aku menghadiahkan untuk Anda kalimat:
سبحان الله  والحمد لله ولا إله إلا الله والله اكبر                      
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

Karena hadiah ini kekal utk anda di Timbangan Akhirat

Alfaqir mohon kepada Allah yg Maha Agung dan untuk atum;

Agar menjauhkan dari  3 perkara, yaitu: Kefakiran, Kesempitan, Kegalauan

Dan menjaga
Diri kita, Keluarga dan Agama.

Dan membahagiakan dengan 3 perkara..
Luasnya Rizki
Syukur Ni'mat
Panjang Umur..

Dan memalingkan dari 3 perkara.
Neraka Jahannam,
Mata yang Dengki,
Bara Kebencian

Dan membantu 3 perkara Mengingat-Nya
Mensyukuri-Nya
Ibadah kpd-Nya.
Aamiin

Semoga Allah membahagiakan waktu2mu dengan segala kebaikan.

Pernahkah Anda mendengar Vitamin  (ص) 💊?
itu adalah :
- Shoum
- Sholat
- Shodaqoh
- Shobar
- Shilaturrahim
- Shiddiq
- Shahabat Sholih/ah

Itu merupakan VITAMIN terpenting yang memberikan GIZI bagi RUH kita.

Obat yg menjadikan kehidupan tidak akan pernah Cemas/Gelisah.
komposisi :

لا إله إلا انت سبحانك إني كنت من الظالمين

Cara pemakaiannya :
Lebih baik dibaca dalam keadaan anda Sujud.

(Dalil Qur'an dgn membaca kalimat tsb ) :
"Maka kami perkenankan baginya dan kami selamatkan dia dari kegelisahan dan begitulah kami menolong orang-orang yg beriman.
( QS. Al anbiya' 88 )

Suplemen pada Obat : 📝
Obat ini memiliki Suplemen yg menyebabkan ketenangan bagi jiwa anda...
Rileks dan Mengusir Rasa Takut, Sedih, Depresi, dan Menolak Kanker Dosa dan Tumor Maksiat beserta Buruknya Akhlaq.

Lama pengobatan :
Seumur Hidup

لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ
سُبْحاَنَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ

Aamiin ...
🙏🙏

Kamis, 29 Juni 2017

Mengajar Keledai Membaca

Timur Lenk seorang raja menghadiahi Nasrudin seekor keledai. Nasrudin menerimanya dengan senang hati.

Tetapi Timur Lenk berkata,

“Ajari keledai itu membaca. Dalam dua minggu, datanglah kembali ke mari, dan kita lihat hasilnya.”
😳😳😳

Nasrudin berlalu, dan dua minggu kemudian ia kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, Timur Lenk menunjuk ke sebuah buku besar.

Nasrudin menggiring keledainya ke buku itu, dan membuka sampulnya.

Si keledai menatap buku itu, dan tak lama mulai membalik halamannya dengan lidahnya. Terus menerus, dibaliknya setiap halaman sampai ke halaman akhir. Setelah itu si keledai menatap Nasrudin.

“Demikianlah,” kata Nasrudin, “Keledaiku sudah bisa membaca.”
😎😎😎😁😁

Timur Lenk mulai menginterogasi, “Bagaimana caramu mengajari dia membaca ?”

Nasrudin berkisah, “Sesampainya di rumah, aku siapkan lembaran-lembaran besar mirip buku, dan aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya. 🤔🤔🤔

Keledai itu harus belajar membalik-balik halam untuk bisa makan biji-biji gandum itu, sampai ia terlatih betul untuk membalik-balik halaman buku dengan benar.”

“Tapi,” tukas Timur Lenk tidak puas, “Bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya ?”

Nasrudin menjawab, “Memang demikianlah cara keledai membaca: hanya membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya. Kalau kita membuka-buka buku tanpa mengerti isinya, kita disebut setolol keledai, bukan ?"
😭😭😭😭

Begitulah sang keledai yg mampu membolak-balik halaman namun tak mampu memahami apa yg dibaca
😳😳😳

Lalu bagaimana dengan manusia yg sholat... mengaji
Namun
Tak mampu memahami bacaan sholat dan bacaan Qur'an...

Semua ketidak pahaman akan terlihat Dari aktivitas yg semakin jauh Dari Allah
😭😭😭😭

Rabu, 28 Juni 2017

Cara Mencari Sahabat


-Bersahabatlah dengan seseorang yang memiliki 5 sifat ini :

1.العقل ، فلا خير في صحبة الأحمق :

Bersahabatlah dengan orang yang pintar karena tidak ada manfa’at kita berteman dengan orang yang bodoh, yang akhirnya akan menyebabkan pertentangan dan perdebatan,

العدو العاقل خير من الصادق الجاهل

Musuh yang pintar lebih baik dari pada teman yang bodoh, karena jika kita bertemu dengan orang yang pandai walaupun dia musuh kita akan mendapatkan manfa’at dari kepandaiannya. Tetapi jika kita berteman dengan orang bodoh kita akan terpeleset karena kebodohannya.

2.الصلاح ، فلا تصحب فاسقا

Bersahabatlah dengan orang yang soleh, jangan berteman dengan orang yang suka berbuat dosa, karena seseorang yang tidak takut kepada Allah tidak akan dapat dipercaya sebagaimana Allah SWT mengingatkan kepada Nabi Muhammad SAW

وَلاَ تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

dan janganlah kamu mengikuti (berteman) orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya. Dan keadaannya itu melampaui batas.

Sering melihat orang fasiq atau orang yang suka melakukan maksiat dapat membuat diri kita meremehkan perkara maksiat, walaupun kita tidak melakukannya, contoh kita melihat bintang film yang suka membuka aurat maka kita akan meremehkan membuka aurat padalah itu adalah maksiat.

3.الأخلاق الكريمة
Bersahabatlah dengan orang yang memiliki akhlaq yang baik, karena akhlaq adalah hal paling penting dalam ajaran agama, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda :

إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاَق

Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia

Dan Allah SWT tidak memuji Nabi Muhammad karena ilmu maupun ketampanannya tetapi Allah SWT memuji Nabi Muhammad SAW karena kemulian akhlaknya, Allah SWT berfirman :

وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Dan sunnguh engkau wahai muhammad di atas akhlak yang mulia”

Adapun kriteria orang yang memiliki akhlak diantaranya:

الذين ملك نفسه عند الغضب
yang dapat menahan dirinya ketika marah

و ملك نفسه عند الشهوة
dan dapat menahan dirinya ketika syahwat

4.
ألا يكون حريصا على الدنيا
Bersahabatlah dengan orang yang tidak cinta terhadap dunia karena orang yang cinta dunia ibarat racun, ia akan menjatuhkan siapapun yang menghalanginya demi ambisinya terhadap dunia. Bersahabat dengan orang yang tamak dan cinta dunia membuat seseorang itu ikut cinta terhadap dunia

5 .الصدق ، فلا تصحب كاذبا

Bersahabatlah dengan orang jujur, jangan bersahabat dengan pembohong, karena pembohong itu seperti fatamorgana yang menipumu.

يقرب منك البعيد، ويبعد منك القريب

yang terlihat jauh semakin mendekat padamu ketika dekat semakin jauh meninggalkanmu.

Minggu, 25 Juni 2017

Idul Fitri 1438 H

Suasana Takbir berkumandang pagi ini memasuki relung2 hati

Tanpa terasa air mata menetes seperti idul fitri pasca wafatnya orangtua

Pasca shalat...

Peluklah ayah ibu kita
Minta maaf dengan tulus
Rasakan jika ini adalah shalat idul fitri terakhir bersama mereka

Rasakan tubuh mereka yg semakin melemah selepas susah payah membesarkan kita  selama ini

Bisa jadi kita atau mereka yang wafat dahulu...

Selepas keluarga inti saling meminta maaf, utamakan minta maaf kepada guru bukan dengan kirim broadcast

Tetapi telefon atau japri khusus meminta maaf banyak salah selama di bimbing mereka

Berilah untuk orangtua dan guru kita hadiah apa yg bisa kita beri sebagai tanda syukur

Semoga Allah satukan hati kita sampai ke surga

اللهُ أكْبَرُ, اللهُ أكْبَرُ, اللهُ أكْبَرُ

لا إِلهَ إِلاَّ اللهُ واللهُ أكْبَرُ
اللهُ أكْبَرُ وَِللهِ الحَمْدُ

اللهُ اكبَر كَبيْرًا والحَمدُ للهِ كثِيرًا
وَسُبحَانَ اللهِ بُكرَةً واَصِيلا.
.لااله اِلااللهُ ولانعْبدُ الاإيّاه مُخلِصِينَ لَه الدّ يْن,
وَلَو كَرِهَ الكَا فِرُون, وَلَوكرِهَ المُشْرِكوْن, وَلَو كرِهَ المُنَافِقوْن
لاالهَ اِلا اللهَ وَحدَه, صَدَق ُوَعْدَه, وَنَصَرَ عبْدَه, وَأعَزّجُندَهُ وَهَزَمَ الاحْزَابَ وَاحْدَه,
لاالهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر,
اللهُ اكبَرُ وَِللهِ الحَمْد

"Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar,

Laa illaa haillallah-huwaallaahuakbar

Allaahu akbar walillaahil hamd'."

" Allaahu akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa,
Wasubhaanallaahi bukrataw wa ashiillaa.
Laa ilaaha illallallahu walaa na’budu illaa iyyaahu mukhlishiina lahuddiin,
Walau karihal kaafiruun, walau karihal musyrikun, walau karihal munafiqun.
Laa ilaaha illallaahu wahdah, shodaqa wa’dah, wanashara ‘abdah, wa a’azza jundahu wahazamal ahzaaba wahdah.
Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil hamd."

" Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar, Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar Allah maha besar dan segala puji bagi Allah. "

"Allah maha besar dan juga sempurna kebesaran-Nya, Segala puji bagi-Nya dan maha suci Allah sepanjang pagi dan sore. Tiada Tuhan selain Allah dan tiada yang kami sembah selain kepada-Nya, Kami memurnikan agama Islam meskipun orang kafir, musrik, dan munafiq membencinya. Tiada Tuhan selain Allah dengan ke-esaan-Nya. Dia Maha menepati janji. Dan menolong hamba-hamba-Nya, Memuliakan bala tentara-Nya dan menghancurkan musuh-musuh dengan ke Esaan-Nya. Tiada Tuhan selain Allah. Dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan Segala Puji hanya bagi Allah."

Saya Burhan bersama Keluarga dan mohon dimaafkan jika banyak kesalahan dalam dakwah ini

Burhanudin

Jumat, 23 Juni 2017

Valentine Day Budaya Rusak dan Merusak


Februari sangat kental dengan bulan cinta, begitu banyak orang sekarang menyebutnya. Hal itu dikarenakan adanya momentum hari velentine atau sering disebut dengan V-Day. Menurut Ensiklopedia Amerika (volume XXVII/hal. 860) menyebutkan, valentine day adalah sebuah hari dimana orang-orang yang sedang dilanda cinta secara tradisional saling mengirimkan pesan cinta dan hadiah-hadiah. Yaitu hari dimana Santo Valentine mengalami martir (seorang yang mati sebagai pahlawan karena mempertahankan kepercayaan/keyakinan)". Sedangkan menurut Ensiklopedia Britania (volume XIII/hal. 949), "Valentine yang disebutkan itu adalah seorang utusan dari Rhaetia dan dimuliakan di Passau sebagai uskup pertama" (smpmugamesra.sch.id). 

Budaya perayaan valentine jelas bukan merupakan budaya bangsa ini dan tentunya bukanlah budaya Islam. Valentine’s day adalah budaya  yang berasal dari budaya barat yang syarat dengan bumbu kebebasan. V-Day pada umumnya ditunggu oleh pasangan muda-mudi karena para pemuda seakan mendapat kesempatan untuk melampiaskan kasih sayang pada hari itu, bahkan hal tersebut didukung dengan menjamurnya acara bernuansa V-Day dengan banyaknya pernak-pernik berbau V-Day yang menyebar di berbagai toko dan pusat perbelanjaan.

Dampak yang dihasilkan dari maraknya perayaan V-Day ini pun tak kalah mengerikan. Melalui momentum V-Day ini penjualan kondom di sebagian daerah meningkat. Sebagai contoh di sejumlah mini market, apotek dan pedagang kaki lima di Bandar Lampung rata-rata bisa menjual 6-8 kotak perharinya dan pembelinya usia 17-23 tahun (lampung.tribunnews.com). Tak hanya itu, fenomena seks bebas juga meningkat tajam. 

Berdasarkan survei Tim Riset Kaltim Post tahun lalu terhadap 35 remaja di kota Samarinda yang berusia 16 hingga 18 tahun diperoleh data, sebanyak 6 remaja terbiasa merayakan Hari Valentine dengan berhubungan badan. Yang lebih memprihatinkan sebanyak 5 dari 6 orang tersebut masih berstatus sebagai pelajar di salah satu sekolah negeri menengah atas di Kota Samarinda (riaupos.co). 

Budaya V-Day ini berkembang pesat di negeri ini disebabkan semakin kuatnya arus liberalisasi dalam sistem sekuler (memisahkan agama dengan kehidupan) yang diterapkan di negeri ini. Hal tersebut ditambah dengan adanya pengeksposan secara sengaja kemeriahan momentum V-Day ini dan mempromosikannya sebagai kampanye hari kasih sayang. Cara halus seperti inilah yang sebenarnya menyesatkan masyarakat, khususnya para pemuda sehingga budaya liberal semakin tertancap kuat di negeri ini.

Para kapitalis juga tidak mau ketinggalan dalam momentum V-Day ini. Perayaan VD dijadikan sarana untuk meraup keuntungan lebih dengan menjual berbagai pernik yang berkaitan erat dengan V-Day, seperti coklat, bunga, kado dan sejenisnya. Pada tahun lalu misalnya permintaan cokelat bertemakan hati di kota Malang meningkat hingga tiga kali lipat. Selain itu permintaan bunga mawar dari berbagai daerah meningkat hingga 400% (economy.okezone.com). Bahkan menurut survei ada 45% yang menyiapkan dana sebesar Rp100-300 ribu dan 43 % mau merogoh kocek lebih dari Rp300-600 ribu khusus di hari Valentine (m.viva.co.id). Maka sebenarnya siapa yang diuntungkan dan siapa yang dirugikan?.

V-Day adalah budaya sampah yang rusak dan merusak. V-Day berdampak buruk bagi para pemuda dan masyarakat. Pangkal dari V-Day adalah adanya budaya liberal yang dianut masyarakat. Maka harus ada upaya untuk mencegah sekaligus memberangus budaya sampah ini, yaitu: 

Memperkuat peran keluarga

Keluarga memiliki peran penting sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak. Keluarga bisa menjadi benteng virus liberalisme dan budaya perayaan V-Day. Maka diperlukan penguatan keluarga dengan menanamkan nilai moral dan agama serta selalu terikat dengan hukum agama (syariat).

 

Mengoptimalkan peran sekolah

 

Sekolah harusnya berperan untuk menangkal budaya perayaan V-Day ini. Guru melalui kurikulum harusnya memasukkan materi anti merayakan V-Day ke dalam materi pembelajaran. Selain itu Dinas Pendidikan juga semestinya memberikan himbauan dan pelarangan terkait kegiatan tersebut. 

 

Teladan orang tua dan lingkungan

 

Orang tua menjadi model panutan yang memberikan teladan bagi anaknya. Orang tua harus mencontohkan yang baik dengan tidak ikut merayakan V-Day (meski antar suami istri) sehingga bisa dicontoh anak-anaknya. Lingkungan semestinya juga tidak mengekspos kemeriahan V-Day, termasuk toko dan pusat pusat perbelanjaan tidak menjual pernak-pernik V-Day.

 

Peran Negara memberangus budaya liberal

 

Negara harusnya memfilter budaya asing yang masuk. Budaya asing yang merusak (sekulerisme, liberalisme, kapitalisme) seharusnya tidak mendapat tempat di negeri ini karena budaya tersebut yang membuat negeri ini terpuruk di semua lini.

#TolakValentineDay 

Keluarga Nabi saw di Hari Fitri

KELUARGA NABI DI HARI FITRI

Oleh: Fauz Noor (Kyai Bedus)

PADA saat malam Takbiran, Ali ibn Abi Thalib terlihat sibuk membagi-bagikan gandum dan kurma. Bersama istrinya, Sayyidah Fathimah az-Zahra, Ali menyiapkan tiga karung gandum dan dua karung kurma. Terihat, Sayyidina Ali memanggul gandum, sementara istrinya Fathimah menuntun Hasan dan Husein. Mereka sekeluarga mendatangi kaum fakir miskin untuk disantuni.

Esok harinya tiba salat ‘Idul Fitri. Mereka sekeluarga khusyuk mengikuti salat jama’ah dan mendengarkan khutbah. Selepas khutbah ‘Id selesai, keluarga Rasulullah Saw. itu pulang ke rumah dengan wajah berseri-seri.

Sahabat beliau, Ibnu Rafi’i bermaksud untuk mengucapkan selamat ‘Idul Fitri kepada keluarga putri Rasulullah Saw. Sampai di depan pintu rumah, alangkah tercengang Ibnu Rafi’i melihat apa yang dimakan oleh keluarga Rasulullah itu.

Sayyidina Ali, Sayyidatuna Fathimah, Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husein yang masih balita, dalam ‘Idul Fitri makanannya adalah gandum tanpa mentega, gandum basi yang baunya tercium oleh sahabat Nabi itu. Seketika Ibnu Rafi’i berucap istighfar, sambil mengusap-usap dadanya seolah ada yang nyeri di sana. Mata Ibnu Rafi’i berlinang butiran bening, perlahan butiran itu menetes di pipinya.

Kecamuk dalam dada Ibnu Rafi’i sangat kuat, setengah lari ia pun bergegas menghadap Rasulullah Saw. Tiba di depan Rasulullah, “Ya Rasulullah, ya Rasulullah, ya Rasulullah. Putra baginda, putri baginda dan cucu baginda,” ujar Ibnu Rafi’i. “Ada apa wahai sahabatku?” tanya Rasulullah.

“Tengoklah ke rumah putri baginda, ya Rasulullah. Tengoklah cucu baginda Hasan dan Husein.”

“Kenapa keluargaku?”

“Tengoklah sendiri oleh baginda, saya tidak kuasa mengatakan semuanya.”

Rasulullah Saw. pun bergegas menuju rumah Sayyidatuna Fathimah az-Zahra r.a. Tiba di teras rumah, tawa bahagia mengisi percakapan antara Sayyidina Ali, Sayyidatuna Fathimah dan kedua anaknya. Mata Rasulullah pun berlinang. Butiran mutiara bening menghiasi wajah Rasulullah Saw. nan suci.

Air mata Rasulullah berderai, melihat kebersahajaan putri beliau bersama keluarganya. Di hari yang Fitri, di saat semua orang berbahagia, di saat semua orang makan yang enak-enak. Keluarga Rasulullah Saw. penuh tawa bahagia dengan gandum yang baunya tercium tak sedap, dengan makanan yang sudah basi.

“Ya Allah, Allahumma Isyhad. Ya Allah saksikanlah, saksikanlah. Di hari ‘Idul Fitri keluargaku makanannya adalah gandum yang basi. Di hari ‘Idul Fitri keluargaku berbahagia dengan makanan yang basi. Mereka membela kaum papa, ya Allah. Mereka mencintai kaum fuqara dan masakin. Mereka relakan lidah dan perutnya mengecap makanan basi asalkan kaum fakir-miskin bisa memakan makanan yang lezat. Allahumma Isyhad, saksikanlah ya Allah, saksikanlah,” bibir Rasulullah berbisik lembut.

Sayyidatuna Fathimah tersadar kalau di luar pintu rumah, bapaknya sedang berdiri tegak. “Ya Abah, ada apa gerangan Abah menangis?” Rasulullah tak tahan mendengar pertanyaan itu. Setengah berlari ia memeluk putri kesayangannya sambil berujar, “Surga untukmu, Nak. Surga untukmu.”

Demikianlah, menurut Ibnu Rafi’i, keluarga Rasulullah Saw. pada hari ‘Idul Fitri senantiasa menyantap makanan yang basi berbau apek. Ibnu Rafi’i berkata, “Aku diperintahkan oleh Rasulullah Saw. agar tidak menceritakan tradisi keluarganya setiap ‘Idul Fitri. Aku pun simpan kisah itu dalam hatiku. Namun, selepas Rasulullah Saw. wafat, aku takut dituduh menyembunyikan hadits, maka aku ceritkan agar jadi pelajaran bagi segenap kaum Muslimin.” (Musnad Imam Ahmad, jilid 2, hlm. 232).

Ya Rasulullah, begitu mulianya hati baginda bersama keluarga. Siapa gerangan yang tak malu? Siapa orangnya yang tak kelu? Kami di hari nan fitri, makanan kami lezat-lezat, makanan kami enak-enak. Harus kami apakan diri ini, ya Rasul? Kami malu.

Ya Rasulllah, teteskan kemuliaan jiwa baginda kepada kami, teteskan walau hanya setitik, agar jiwa kami semua tiada tandus dari kasih. Ya Rasulallah, berikan kedermawanan jiwa baginda dan keluarga kepada kami dan keluarga kami. Lapangkan dada kami untuk tidak terpukau oleh kemilau dunia sementara kaum fakir-miskin menderita. Luaskan hati kami untuk bisa mencintai kaum papa sebagaimana baginda telah memberikan teladan yang begitu sangat mulia. Allâhumma shalli wa sallim ‘ala Sayyidinâ Muhammad wa ‘ala Ali Sayyidina Muhammad. []

NB :  Ditengah bahagia idul fitri kita bisa jadi masih ada diantara di sekitar kita yang masih kesulitan

Inikah yg dinamakan idul fitri😭

Ya Allah Lindungi Kami

YA ALLAH YAA RABB KAMI MERINDING MEMBACA KISAH INI
.
✈ Seorang lelaki sholeh melewati seorang yang sedang memanggang daging, lalu ia menangis..
.
✈ Orang itu bertanya : kenapa engkau menangis wahai pemuda..?? Apakah engkau butuh daging..??
.
✈ Orang sholeh itu menjawab: Tidak, akan tetapi aku hanya menangisi anak Adam.. ketika nanti di Akhirat..
.
✈ Tahukah engkau seekor Binatang memasuki api dalam keadaan mati tak sadarkan diri, sementara anak Adam memasuki api (neraka) dalam keadaan hidup dan terasa akan dahsyatanya siska api neraka..
.
✈ Wahai RABB..
Jasad kami tidak kuat menahan api neraka..
.
✈ Yaa ALLAH..
Haramkanlah api neraka atas jasad kami Semuanya.
-----------------------------------------------------------------------

Faedah Faedah Ratib

RATIB ALAYDRUS AL AKBAR

Dirangkai oleh Habib Abdullah bin Abu Bakar Alaydrus dari berbagai ayat Al-Qur’an dan kalimat-kalimat dzikir yang muktabar dari Rasulullah SAW.

_Bertujuan untuk memohon penguatan tauhid dan keimanan pembacanya serta untuk kemurahan rezeki._

RATIB ALAYDRUS AL ADNI

Yang disusun oleh putra Habib Abdullah Alaydrus, yakni Habib Abu Bakar Al-‘Adni Alaydrus sebagai,
_Permohonan datangnya hujan_
Asbabul wurud ratib kedua ini adalah kemarau panjang yang melanda Yaman Selatan.

RATIB AL ATHAS

Muncul di era maraknya praktik sihir dan perdukunan, sehingga komposisinya pun lebih ke arah,
_Perlindungan diri dari godaan setan, jin, dan sebangsanya, yang dikirim oleh para dukun_

RATIB AL HADDAD

Muncul pada saat daerah shahibur ratib, Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad,
_Tengah dilanda banyak kerusuhan, perampokan, dan peperangan_
Karena itu Habib Abdullah Al-Haddad menyusun sebuah rangkaian doa mohon keselamatan yang kini dikenal dengan Ratib Al-Haddad.

Ratib Al-Haddad memang lebih dulu dibawa ke Indonesia, karena saat itu timing-nya tepat, yakni masa penjajahan. Di mana-mana terjadi kerusuhan, pembakaran, bahkan pembunuhan

Waktu Pembacaan Ratib

Dalam hadits nabi Muhammad saw bersabda,

*“Aku lebih mencintai duduk bersama sekelompok kaum berdzikir kepada Allah swt setelah shalat ashar hingga terbenamnya matahari daripada memerdekakan empat orang budak”*

Kebiasaan Shohibur Ratib di Hadromout membaca ratib sesudah sholat isya'.
Sedangkan bila dibulan Ramadhan dibaca sesudah sholat magrib atau sebelum sholat isya'.

wallahu'alam

Rabu, 21 Juni 2017

Kisah Nabi Samson/Sam’un

Tau samson kan? Ternyata ia adalah seorang nabi yang kekuatannya terletak pada rambutnya, jika dipotong maka akan membuatnya lemah. Mau tau kisahnya? Cekidot!!!

Samson atau Simson, merupakan seorang nabi di dalam ajaran islam yang dikenal dengan nama Nabi Sam’un Ghozi AS. Kisah nabi ini, terdapat di dalam kitab-kitab, seperti kitab Muqasyafatul Qulub dan kitab Qishashul Anbiyaa.

Nabi Sam’un Ghozi AS memiliki kemukjizatan, yaitu dapat melunakkan besi, dan dapat merobohkan istana. Cerita Nabi Sam’un Ghozi AS adalah kisah Israiliyat yang diceritakan turun-temurun di jazirah Arab. Cerita ini melegenda jauh sebelum Rasulullah lahir.

Dari kitab Muqasyafatul Qulub karangan al Ghazali, diceritakan bahwa Rasulullah berkumpul bersama para sahabat dibulan Suci Ramadhan. Kemudian Rasulullah bercerita tentang seorang Nabi bernama Sam’un Ghozi AS, beliau adalah Nabi dari Bani Israil yang diutus di tanah Romawi.

Dikisahkan Nabi Sam’un Ghozi AS berperang melawan bangsa yang menentang Ketuhanan Allah SWT. Ketangguhan dan keperkasaan Nabi Sam’un dipergunakan untuk menentang penguasa kaum kafirin saat itu, yakni raja Israil.

Akhirnya sang raja Israil mencari jalan untuk menundukkan Nabi Sam’un. Berbagai upaya pun dilakukan olehnya, sehingga akhirnya atas nasehat para penasehatnya diumumkanlah, barang siapa yang dapat menangkap Sam’un Ghozi, akan mendapat hadiah emas dan permata yang berlimpah.

Singkat cerita Nabi Sam’un Ghozi AS terpedaya oleh isterinya. Karena sayangnya dan cintanya kepada isterinya, nabi Sam’un berkata kepada isterinya, “Jika kau ingin mendapatkanku dalam keadaan tak berdaya, maka ikatlah aku dengan potongan rambutku.”

Akhirnya Nabi Sam’um Ghozi AS diikat oleh istrinya saat ia tertidur, lalu dia dibawa ke hadapan sang raja. Beliau disiksa dengan dibutakan kedua matanya dan diikat serta dipertontonkan di istana raja.

Karena diperlakukan yang sedemikian hebatnya, Nabi Sam’un Ghozi AS berdoa kepada Allah SWT. Beliau berdoa dengan dimulai dengan bertaubat, kemudian memohon pertolongan atas kebesaran Allah.

Do’a Nabi Sam’un dikabulkan, dan istana raja bersama seluruh masyarakatnya hancur beserta isteri dan para kerabat yang mengkhianatinya. Kemudian nabi bersumpah kepada Allah SWT, akan menebus semua dosa-dosanya dengan berjuang menumpas semua kebathilan dan kekufuran yang lamanya 1000 bulan tanpa henti.

Ketika Rasulullah selesai menceritakan cerita Nabi Sam’un Ghozi AS yang berjuang fisabilillah selama 1000 bulan, salah satu sahabat nabi berkata : “Ya Rasulullah, kami ingin juga beribadah seperti nabiyullah Sam’un Ghozi AS. Kemudian Rasulullah SAW, diam sejenak.

Kemudian Malaikat Jibril AS datang dan mewahyukan kepada beliau, bahwa pada bulan Ramadhan ada sebuah malam, yang mana malam itu lebih baik daripada 1000 bulan.

Pada kitab Qishashul Anbiyaa, dikisahkan, bahwa Rasullah Muhammad SAW tesenyum sendiri, lalu bertanyalah salah seorang sahabatnya, “Apa yang membuatmu tersenyum wahai Rasulullah?”

Rasullah menjawab, “Diperlihatkan kepadaku hari akhir ketika dimana seluruh manusia dikumpulkan di mahsyar. Semua Nabi dan Rasul berkumpul bersama umatnya masing-masing, masuk ke dalam surga. Ada salah seorang nabi yang dengan membawa pedang, yang tidak mempunyai pengikut satupun, masuk ke dalam surga, dia adalah Sam’un.”

Demikian kisah Nabi Sam’un Ghozi AS atau yang lebih dikenal dengan Samson atau Simson. Semoga dari kisah ini, dapat kita petik sebuah pelajaran di dalamnya.

Selasa, 20 Juni 2017

Akibat Durhaka Kepada Guru

_Salah satu penyebab sulitnya rezeki adalah Durhaka kepada Guru. sombong, meremehkan._
_Jangan kamu datang kepada Guru hanya karena ingin mendapatkan ilmu, namun kamu melupakan dan menjauhi ketika kamu merasa sudah tidak membutuhkan._

_Ingatlah, keberkahan ilmu dan rezeki mu terdapat pada Adab mu terhadap Guru._
.
_Sedikit kisah di Tarim ada seorang Murid yang durhaka kepada Gurunya, ._

_Dikisahkan belasan tahun lalu seorang santri yang sedang nyantri di rubat tarim yang saat itu diasuh habib abdulloh assyatiri, dia dikenal sangat Alim hingga mampu menghafal kitab tuhfatul muhtaj 4 jilid._ _siapa tak kenal dia??_ _Semua tau bahwa ia sangat Alim bahkan diprediksi sebagai calon ulama besar._

_Nah, Suatu hari disaat habib abdulloh mengisi pengajian rutin santri, tiba tiba habib bertanya tentang santri yang sangat terkenal Alim itu._ _"Kemana si fulan???" Semua santri bingung menjawab pertanyaan sang guru._

_Ternyata santri yang dimaksud tidak ada di pondok melainkan keluar berniat mengisi pengajian di kota mukalla tanpa izin._

_Akhirnya habib abdulloh assyatiri yg sangat terkenal Allamah dan Waliyulloh berkata : *"baiklah orangnya boleh keluar tanpa izin, tapi ilmunya tetap disini!!!"*._

_Di kota mukalla, santri yang sudah terkenal Alim tersebut sudah di nanti nantikan para pecinta ilmu untuk mengisi pengajian di masjid omar mukalla._

_Singkat cerita si santri ini pun maju kedepan dan mulai membuka ceramahnya dengan salam dan muqaddimah pendek._

_Allohu akbar !!! Ternyata, setelah membaca amma ba'du si Alim ini tak mampu berkata sama sekali, bahkan kitab paling kecil sekelas Safinah pun tak mampu ia ingat sedikitpun...._

_Sontak dia tertunduk dan menangis.. para hadirin pun heran, "Ada apa ini???",, akhirnya Salah satu Ulama kota mukalla pun menghapirinya dan bertanya; "Saudara mengapa begini??? Apa yang saudara lakukan sebelumnya?"._

_Dia menjawab : "aku keluar tanpa izin habib dari pesantren." Dia terus menangis , dan Beberapa orang menyarankan agar ia meminta maaf kepada Habib.._

_Parahnya dia dengan sombong tidak mau meminta maaf!!. Kesombongannya ini membuat semua orang menjauhinya, dan tidak ada satupun yang perduli padanya, bahkan hidupnya setelah itu sangat miskin dan terlunta lunta dengan menjual daging ikan kering._

_Dan disaat ia meninggal,dia mati dalam keadaan miskin bahkan kain kafannya pun tak mampu dibeli dan akhirnya diberi oleh seseorang._

_"Santri Yang Manfaat...Bukanlah Yang Paling Banyak Hafalannya, Yg Paling Bagus Penjelasan Kitabnya, Yang Selalu Juara Kelas.....Tapi Santri Yang BerManfaat Yang Paling Hormat dan Taat Kepada Gurunya...Dan Menganggap Dirinya Bkn Siapa-siapa Di Hadapan Gurunya..."_

_Semga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah diatas di beri hati yang tawaddu' patuh terhadap guru guru kita sehingga kita mendapat berkahnya.... Aamiin_

Bagaimana Engkau Memandang Guru Mu?


Al Imam Ali bin Hasan al Atthas mengatakan :

ﺍﻥ ﺍﻟﻤﺤﺼﻮﻝ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻭﺍﻟﻔﺘﺢ ﻭﺍﻟﻨﻮﺭ ﺍﻋﻨﻲ ﺍﻟﻜﺸﻒ ﻟﻠﺤﺠﺐ، ﻋﻠﻰ ﻗﺪﺭ ﺍﻻﺩﺏ ﻣﻊ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻭﻋﻠﻰ ﻗﺪﺭ ﻣﺎ ﻳﻜﻮﻥ ﻛﺒﺮ ﻣﻘﺪﺍﺭﻩ ﻋﻨﺪﻙ ﻳﻜﻮﻥ ﻟﻚ ﺫﺍﻟﻚ ﺍﻟﻤﻘﺪﺍﺭ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺷﻚ

” Memperoleh ilmu, futuh dan cahaya (maksudnya terbukanya hijab2 batinnya), adalah sesuai kadar adabmu bersama gurumu. Kadar besarnya gurumu di hatimu, maka demikian pula kadar besarnya dirimu di sisi Allah tanpa ragu “.

(al Manhaj as Sawiy : 217).
Imam Nawawi ketika hendak belajar kepada gurunya, beliau selalu bersedekah di perjalanan dan berdoa, ” Ya Allah, tutuplah dariku kekurangan guruku, hingga mataku tidak melihat kekurangannya dan tidak seorangpun yg menyampaikan kekurangan guruku kepadaku “.

(Lawaqih al Anwaar al Qudsiyyah : 155).

Beliau pernah mengatakan dalam kitab At Tahdzibnya :

ﻋﻘﻮﻕ ﺍﻟﻮﺍﻟﺪﻳﻦ ﺗﻤﺤﻮﻩ ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ ﻭﻋﻘﻮﻕ ﺍﻻﺳﺘﺎﺫﻳﻦ ﻻ ﻳﻤﺤﻮﻩ ﺷﻲﺀ ﺍﻟﺒﺘﺔ

” Durhaka kepada orang tua dosanya bisa hapus oleh taubat, tapi durhaka kepada ustadzmu tidak ada satupun yg dapat menghapusnya “.
Habib Abdullah al Haddad mengatakan ” Paling bahayanya bagi seorang murid, adalah berubahnya hati gurunya kepadanya. Seandainya seluruh wali dari timur dan barat ingin memperbaiki keadaan si murid itu, niscaya tidak akan mampu kecuali gurunya telah ridha kembali “.

(Adaab Suluk al Murid : 54).
Seorang murid sedang menyapu madrasah gurunya, tiba2 Nabi Khidir mendatanginya. Murid itu tidak sedikitpun menoleh dan mengajak bicara nabi Khidhir. Maka nabi Khidhir berkata, ” Tidakkah kau mengenalku ?. Murid itu menjawab, ” ya aku mengenalmu, engkau adalah Abul Abbas al Khidhir “.

Nabi Khidhir, ” kenapa kamu tidak meminta sesuatu dariku ?”.

Murid itu menjawab, ” Guruku sudah cukup bagiku, tidak tersisa satupun hajat kepadamu “.

(Kalam al Habib Idrus al Habsyi : 78).
Al Habib Abdullah al Haddad berkata, ” Tidak sepatutnya bagi penuntut ilmu mengatakan pada gurunya, ” perintahkan aku ini, berikan aku ini !”, karena itu sama saja menuntut untuk dirinya. Tapi sebaiknya dia seperti mayat di hadapan orang yg memandikannya “.
(Ghoyah al Qashd wa al Murad : 2/177).

Para ulama ahli hikmah mengatakan, ” Barangsiapa yang mengatakan ” kenapa ?” Kepada gurunya, maka dia tidak akan bahagia selamanya “.

(Al Fataawa al Hadiitsiyyah : 56).
Para ulama hakikat mengatakan, ” 70% ilmu itu diperoleh sebab kuatnya hubungan
( batin,adab dan baik sangka )antara murid dengan gurunya “.

Pesona Rasulullah Muhammad saw

Setelah kita bahas pesona Nabi Yusuf tadi yang membuat para wanita terkapar..

Sebenarnya kebaikan fisik Yusuf hanyalah seperempat dari semua kebaikan fisik yang telah dianugrahkan Allah swt kepada semua mahluknya. Sementara Rasulullah memiliki presentase lima puluh persen sebanding dua kali liat dari Yusuf as, dan seperempat kebaikan lainnya dibagi-bagikan kepada semua manusia sejak nabi Adam sampai  hari akhir kelak.

Rasa penasaran dengan keistimewaan ini memberikan inspirasi tersendiri untuk dapat mengumpulkan data dan bukti-bukti otentik dari riwayat hadis maupun pemahaman ulama salaf mengenai kebenaran mukjizat agung sang Rasul.

Puluhan hadis,baik Sahih, hasan dan dloif menjadi landasan rangkuman ini. dan ratusan argumen kitab-kitab Syamail (membahas tentang fisik, sifat dan kepribadian Nabi ) telah banyak membahas secara husus dan umum.  Sembilan poin ini adalah hasil dari penyaduran sayyed dari beberapa keterangan yang sedikit menjawab teka-teki fisik dan ketampanan Muhammmad Saw.

1. Hadis Bukhori dan Muslim  yang diriwayatkan oleh Barro  Ra, menjelaskan :  Rasulullah adalah sebaik-baik manusia dari sisi wajah  dan ahlaknya.

2. Nabi Yusuf  memang memiliki setengah dari semua ketampanan  wajah yang telah dianugrahkan kepada Rasulullah, hal ini dibuktikan dalam hadis riwayat imam muslim dalam bab Isra mi’raj Nabi.

Sebaliknya hadis riwayat anas menjelaskan bahwa Rasulullah muhammad telah dianugrahi semua kebaikan fisik dan perangai  yang tidak dimiliki oleh semua manusia. Kehususan dan kesempurnaan fisik dan perangai Rasullullah mutlak tidak dimiliki manusia lainnya bahkan oleh para nabi.

3.Sayyidatina Aisyah as berkata : seandainya Zulaikhah dan sahabat-sahabat perempuannya melihat Nabi Muhammad niscaya mereka lebih memilih memotong (merusak) hati mereka dari pada sekedar tangan dan fisik mereka.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa Muhammad lebih tampan jauh dibanding fisik nabi Yusuf as. Bukankah melukai perasaan lebih sensitif dan sakit daripada sekedar  melukai fisik seseorang.

4. Standar ketampanan manusia  di sorga adalah seperti wajah nabi Yusuf as.batasan standar demikian  menunjukkan bahwa keistimewaan fisik Yusuf adalah standar keistimewaan manusia di surga. 

batasan tersebut seolah menegaskan  bahwa  tidak ada satupun yang sanggup bisa menyamai keistimewaan wajah rupawan yang melebihi Muhammad. Beliau memiliki kharisma dan keindahan fisik diatas standar rata-rata.

5. Allah menciptakan kebaikan fisik Muhammad secara sempurna (semua kebaikan). sedangkan Yusuf hanya diberi separuhnya saja. Imam bukhori dalam satu hadisnya menjelaskan : ketika Rasulullah merasa senang dan bahagia maka wajahnya sangat terang bagaikan rembulan – alhadis.

6.Ketampanan fisik Yusuf hanya sebatas ketampanan lahir  dan tidak tertutupi oleh haibah dan kharismanya.

Sementara ketampanan fisik Muhammad melebihi itu, disamping  ketampanan lahir, beliau juga dianugrahi Haibah, kharisma, dan Nur yang membuat orang menjadi lebih hormat dan sungkan untuk berlama-lama menatap  wajahnya secara langsung, ini sebagai manusia paling rendah hati. Karenanya fisik yusuf mampu dilihat oleh sembarang manusia dalam waktu yang lama, sementara Rasulullah Muhammad tertutup oleh Haibah dan kharismanya sehingga jarang sekali orang yang sanggup menyelami beliau kecuali orang-orang tertentu seperti para sahabat dekat dan keluarganya.

Tak heran jika Aisyah berkomentar: jika Zulaikhah memandang Rasulullah maka niscaya ia (lebih tergila-gila) dan melukai hatinya sendiri.

7.Penyaksian dari orang Arab pedalaman(badui)  ketika melihat Rasulullah yang sedang beribadah dalam masjidnya. Orang Arab badui tersebut tidak mampu berlama-lama melihat langsung wajah Rasulullah, bahkan memberikan efek gemetar dan warna  kuning kepada pemandangnya. Hingga Rasulullah langsung menyapa Arab badui itu dan berkata : mendekatlah wahai saudaraku, saya bukan malaikat.

saya hanyalah anak perempuan dari suku Qurais yang biasa. – alhadis. kejadian ini menunjukan mukjizat  kharisma, haibah dan sifat rendah hatinya Rasulullah yang tidak dimiliki Yusuf as.

8. Apa yang terjadi pada kisah Yusuf terjadi pada zaman khalifah Umar ra. Adalah Jarir bin Abdullah albajli.

Beliau telah  mendapatkan fitnah yang sama seperti  kisah  Zulaikhah pada Nabi Yusuf, ketika Yusuf enggan mengikuti Nafsu Zulaikhah.  

Bukti ini menunjukkan bahwa sekelas sahabat saja sudah ada yang tergoda dan digoda oleh perempuan zamannya.

Bagaimana mungkin  orang yang memiliki keistimewaan seperti Rasulullah brani digoda oleh perempuan.

 Bukankah sahabat Umar ketika berjalan di jalanan Madinah maka Setan pun takut melalui jalan yang sama dan memilih jalan lain karena haibah dan kharismatiknya Umar. Bagaimana dengan kharismanya Rasulullah Muhammad.

Pesona Nabi Yusuf a.s

Siapa bintang film paling tampan yang pernah Anda lihat? Brad-Pit, Tom Cruise, Leonardo De Caprio, atau pemeran James Bond, Pierce Brosnan? Memang mereka tampan, tetapi tidak pernah saya mendengar ada wanita yang sampai "memotong tangannya" karena terpesona pada ketampanan mereka. Bandingkan dengan kisah Nabi Yusuf (alaihi salam).

Alkisah, para wanita kelas atas di zaman itu mengejek sang permaisuri yang jatuh cinta pada seorang pemuda bernama Yusuf. Permaisuri itu kesel, dia lalu mengundang para wanita tersebut datang ke istana. Kepada setiap mereka diberikan sebilah pisau, lalu Nabi Yusuf disuruh keluar.

Allah SWT berfirman :
فَلَمَّا رَأَيْنَهُ أَكْبَرْنَهُ وَقَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ وَقُلْنَ حَاشَ لِلَّهِ مَا هَٰذَا بَشَرًا إِنْ هَٰذَا إِلَّا مَلَكٌ كَرِيمٌ

Maka tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum kepada (keelokan rupa)-nya, dan mereka "memotong" (jari) tangannya sendiri dan berkata: “Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah Malaikat yang mulia.” (QS Yusuf: 31)

Kata memotong sengaja saya berikan tanda petik ("). Kenapa? Sebab, dalam terjemahan al-Qur'an standar, kata "َقَطَعْن" diterjemahkan sebagai "menggores/tergores". Saya tidak sependapat dengan terjemahan itu. Sebab, kata itu diberikan penekanan (tasydid) sehingga arti yang tepat adalah "memotong dengan keras." Kata "tergores" punya pemahaman, memotong secara tidak sengaja, mungkin sambil memotong buah. Padahal, al-Qur'an tidak menceritakan buah di ayat tersebut. Mereka hanya diberikan pisau, tetapi tidak diberikan buah.

Penafsiran "memotong sambil memakan buah" juga terbantahkan karena para ahli mengatakan, di zaman itu, tidak ada budaya makan buah menggunakan pisau. Penggunaan pisau untuk makan buah baru dikenal belakangan.

Sungguh tak terbayangkan betapa tampannya nabi Yusuf (alaihi salam) sampai kaum "sosialita" di zaman itu memotong tangan mereka begitu melihatnya. Betapapun demikian, Yusuf tetaplah seorang yang shaleh. Saya jadi ingat lagu Nasyida-Ria, "sayang sungguh sayang, orang tampan tak sembahyang. Nabi Yusuf tampan, dia tetap sembahyang...." Jadi, tampan tak shaleh, buat apa.

(Pasti ada wanita yang berfikir, "buat teman kondangan, ustadz). 😀

Rabi'atul Adawiyah

*Rabi'atul Adawiyah*

Sang ratu Cinta lahir dalam kemiskinan yang sangat, Tak ada kain untuk menyelimuti dirinya, Tak ada minyak setetespun untuk pemoles pusarnya, Tak ada lampu untuk menerangi kelahirannya, Ia adalah putri ke empat, Maka disebutlah Robi’ah. Sang ayah menekur sedih memikirkan hal ini, Mau pinjam ataupun minta, sudah menjadi pantangan bagi dirinya.

Semuanya digantungkannya pada Alloh, Dalam kesedihan ia bermimpi, Bertemu sang Nabi yang menghibur hati, “Temuilah Gubernur Basrah, dan katakan, “Setiap malam engkau kirimkan sholawat 100 kali kepadaku, dan setiap malam Jum’at 400 kali, Kemarin adalah malam jum’at dan engkau lupa mengerjakannya.Sebagai penebus kelalaianmu itu, berikanlah kepada orang ini 400 dinar, Yang telah engkau peroleh dengan halal."Gubernurpun memberikan apa yang dikehendaki oleh Nabi,Ditambah dengan 2000 dinar bagi sedekah orang miskin, Cukuplah sudah untuk kebutuhan keluarga Robi’ah.Sampai keadaan berbicara lain, Bencana kelaparan melanda Basrah.Seorang penjahat menculik Robiah,Untuk kemudian dijual dipasar budak.Dengan harga 6 dirham, Majikan membelinya dan memberikannya tugas-tugas yang berat.

Siang hari Robiah bekerja sambil berpuasa, Malam harinya dihabiskan untuk mujahadah dan muajahah dengan Rob-nya.Kedekatan beralih menuju ke aqroban,Keaqroban membawanya kepada kerinduan Dan kerinduan telah mengantarkannya pada cintanya pada Tuhannya.
“Aku adalah milikNya. Aku hidup dibawah naunganNya. Aku lepaskan segala sesuatu yang telah kuperoleh kepadaNya. Aku telah mengenalNya, sebab aku menghayati”
Satu malam yang dingin, Sang majikan merasakan kegelisahan dalam hatinya. Maka iapun berjalan kebelakang rumah, Memeriksa sekelilingnya, Memeriksa kunci-kunci rumahnya, Dan ketika ia sampai didekat gudang tempat Robi’ah tinggal, Kekagetannya membuat ia sendiri gugup, Lampu yang semula dipegangnya kini terlempar entah kemana.

Bagaimana tidak, Ketika ia melongokkan kepalanya ke dalam ruang tempat robiah beristirahat, Ia sedang melihat robiah menjalankan sholat, Dan….. Dan di atasnya tampak cahaya yang terang benderang.Bukan lampu sebab cahaya itu tidak bergantung kepada suatu apapun. Keesokan harinya, Robi’ah dipanggil, Majikannya menyampaikan keinginannya. Ia membebaskan Robiah sebagai budak.Kini Robi’ah merdeka. Meski sang majikan berharap Robiah mau untuk tinggal dirumahnya, tapi ia memilih untuk pergi menjauhi masyarakat sekitar.

Dan ia menemukan sebuah gua agak dipinggir desa. Tinggallah ia di sana. Suatu hari di musim semi, Robi’ah memasuki tempat tinggalnya, Kemudian ia melongok keluar sebab pelayannya berseru, “Ibu, keluarlah dan saksikanlah, apa yang telah dilakukan oleh sang Pencipta” “Lebih baik engkaulah yang masuk kemari”“dan saksikanlah sang Pencipta itu sendiri.Aku sedemikian asyik menatap sang Pencipta, sehingga apa peduliku lagi terhadap ciptaan-ciptaanNya ?” sahut Robiah dari dalam.Suatu malam sebab terlalu letih, ia tertidur. Seorang maling menyelusup masuk ke dalam rumahnya,Dan mencuri cadarnya. Tetapi, tak ditemuinya pintu keluar. Cadar diletakkan, pintu keluar terlihat. Cadar dibawa, pintu keluar tak terlihat lagi, Terdengarlah suara, “Hai manusia, tiada gunanya engkau mencoba-coba.Sudah bertahun-tahun Robi’ah mengabdi kepada Kami. Syaitan sendiri tidak berani datang menghampirinya. Tetapi betapakah seorang maling berani mencoba-coba untuk mengambil cadarnya.

Pergilah dari sini. Jika seorang sahabat sedang tertidur, maka sang Sahabat bangun dan berjaga-jaga”
Ketika seorang sahabat mengantarkan seorang kaya yang ingin memberikan uang emasnya pada Robiah, Robiah berkata,“Dia telah menafkahi orang-orang yang menghujjahNya.Apakah Dia tidak akan menafkahi orang-orang yang mencintaiNya ? Sejak aku mengenalNya, aku telah berpaling dari manusia ciptaanNya. Aku tidak tahu apakah kekayaan seseorang itu halal atau tidak, Maka betapakah aku dapat menerima pemberiannya ?Dimalam-malam hari yang sepi dan sunyi, Dalam kerinduannya dengan sang Maha Pencipta, Robiah bergumam sambil bersujud, “Ya Alloh, apapun yang akan Engkau karuniakan kepadaku di dunia ini, berikanlah kepada musuh-musuhMu. Dan apapun yang akan Engkau karuniakan kepadaku di akhirat nanti,Berikanlah kepada sahabat-sahabatMu, Karena Engkau sendiri cukuplah bagiku”“Ya Alloh, semua jerih payahku dan semua hasratku diantara kesenangan-kesenangan dunia ini, adalah untuk mengingat Engkau. Dan diakhirat nanti, diantara segala kesenangan akhirat, Adalah berjumpa denganMu. Begitulah halnya dengan diriku, Seperti yang telah kukatakan.

Kini berbuatlah seperti yang Engkau kehendaki”Rabi'atul Adawiyah merupakan salah seorang srikandi agung dalam Islam.Beliau terkenal dengan sifat wara' dan sentiasa menjadi rujukan golongan cerdik pandai karena beliau tidak pernah kehabisan hujjah.Ikutilah antara kisah-kisah teladan tentang beliau..

Karamah dan Keutamaan Robi'atul Adawiyah

Suatu malam yang sunyi sepi, di kala masyarakat sedang nyenyak tidur, seorang pencuri telah mencoba masuk ke dalam pondok Rabi'atul Adawiyah. Namun setelah mencari sesuatu sekeliling berkali-kali, dia tidak menemui sebuah benda berharga kecuali sebuah kendi untuk berwudu', itupun jelek. Lantas si pencuri tergesa-gesa untuk keluar dari pondok tersebut.

Tiba-tiba Rabi'atul Adawiyah menegur si pencuri tersebut, "Hei, jangan keluar sebelum kamu mengambil sesuatu dari rumahku ini." Si pencuri tersebut terperanjat karena dia menyangka tidak ada penghuni di pondok tersebut. Dia juga merasa heran karen baru kali ini dia menemui tuan rumah yang begitu baik hati seperti Rabi'tul Adawiyah.Kebiasaannya tuan rumah pasti akan menjerit meminta tolong apabila ada pencuri memasuki rumahnya, namun ini lain, "Silahkan ambil sesuatu." kata Rabiatul Adawiyah lagi kepada pencuri tersebut. "Tiada apa-apa yang boleh aku ambil dari rumah mu ini." kata si pencuri berterus-terang.
"Ambillah itu!" kata Rabi'atul Adawiyah sambil menunjuk pada kendi yang jelek tadi. "Ini hanyalah sebuah kendi jelek yang tidak berharga." Jawab si pencuri.
"Ambil kendi itu dan bawa ke bilik air. Kemudian kamu ambil wudhu' menggunakan kendi itu. Selepas itu solatlah 2 rakaat. Dengan demikian, engkau telah mengambil sesuatu yang sangat berharga daripada pondok jelekku ini." Balas Rabi'tul Adawiyah.

Mendengar kata-kata itu, si pencuri tadi berasa gementar. Hatinya yang selama ini keras, menjadi lembut seperti terpukau dengan kata-kata Rabi'tul Adawiyah itu. Lantas si pencuri mengamibl kendi jelek itu dan dibawa ke bilik air, lalu berwudhu' menggunakannya.Kemudian dia menunaikan solat 2 rakaat. Ternyata dia merasakan suatu kemanisan dan kelazatan dalam jiwanya yang tak pernah dirasa sebelum ini. Rabi'atul Adawiyah lantas berdoa, "Ya Allah, pencuriini telah mencoba masuk ke rumahku. Akan tetapi dia tidak menemui sebuah benda berharga untuk dicuri.Kemudian aku suruh dia berdiri dihadapan-Mu. Oleh itu janganlah Engkau halangi dia daripada memperolehnikmat dan rahmat-Mu."

Pada suatu hari, sekumpulan golongan cerdik pandai telah datang ke rumah Rabi'atul Adawiyah. Tujuan mereka tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menguji beliau dengan perbagai persoalan. Malah mereka telah mempersiapkan dengan satu persoalan yang menarik. Mereka menaruh keyakinan yang tinggi, karena selama ini Rabi'atul Adawiyah tidak pernah kekurangan hujah. "Wahai Rabi'atul Adawiyah, semua bentuk kebajikan yang tinggi-tinggi telah dianugerahkan oleh Allah kepada kaum lelaki, namun tidak kepada kaum wanita."Ketua rombongan itu memulai bicara."Buktinya?" Balas Rabi'atul Adawiyah.
"Buktinya ialah, mahkota kenabian dan Rasul telah dianugerahkan kepada kaum lelaki.Malah mahkota kebangsawanan juga dikurniakan kepada kaum lelaki.Paling penting, tidak ada seorang wanita pun yang telah diangkat menjadi Nabi atau Rasul, malah semuanya dari golongan lelaki." Jawab mereka pula dengan yakin.
"Memang betul pendapat tuan-tuan sekalian. Akan tetapi harus diingat bahwa sejahat-jahat pangkat ada pada kaum lelaki juga. Siapa yang mengagung-agungkan diri sendiri? Siapa yang begitu berani mendakwakan dirinya sebagai Tuhan? Dan siapa pula yang berkata :"Bukankah aku ini tuhanmu yang mulia?" Dengan tenang, Rabi'atul Adawiyah membalas hujah mereka sambil merujuk kepada Firaun dan Namrud.

Kemudian Rabi'atul Adawiyah menambah lagi, "Anggapan dan ucapan seperti itu tidak pernah keluar dari mulut seorang wanita. Malah semuanya dilakukan oleh kaum lelaki."
Suatu hari, Rabi'atul Adawiyah merlihat seorang sedang berjalan-jalan dengan kepalanya berbalut sambil meminta simpati dari orang banyak. Karena ingin tahu sebabnya orang itu berbuat demikian, Rabi'atul Adawiyah bertanya, "Wahai hamba Allah! Mengapa engkau membalut kepalamu begini rupa?" "Kepalaku sakit." Jawab orang itu dengan singkat."Sudah berapa lama?" Tanya Rabi'atul Adawiyah lagi."Sudah sekian hari." Jawabnya dengan tenang.

Lantas Rabi'atul Adawiyah bertanya lagi,"Berapa usiamu sekarang?" Orang itu menjawab,"Sudah 30 tahun" "Bagaimana keadaanmu selama 30 tahun itu?" Tanyabeliau lagi."Alhamdulillah, sehat-sehat saja." Jawabnya."Apakah kamu memasang sesuatu tanda di badanmu bahwa kamu sehat selama ini?" Tanya Rabi'atul Adawiyah."Tidak." Jawab orang itu ragu-ragu."Masya Allah, selama 30 tahun Allah telah menyehatkan tubuh badanmu, tetapi kamu langsung tidak memasang sesuatu tanda untuk menunjukkan kamu sehat sebagaitanda bersyukur kepada Allah. Jika sebaliknya, pasti manusia akan bertanya kepada kamu sebabnya kamu sangat gembira. Apabila mereka mengetahui nikmat Allah kepadamu, diharapkan mereka akan bersyukur dan memuji Allah." Jelas Rabi'atul Adawiyah."Akan tetapi, kini apabila kamu mendapat sakit sedikit, kamu balut kepalamu dan kemudian pergi kesana sini bagi menunjukkan sakitmu dan kekasaran Allah terhadapmu kepada orang banyak Mengapa kamu berbuat hina seperti itu?" Sambung Rabi'atul Adawiyah lagi.

Orang yang berbalut kepalanya itu hanya diam seribu bahasa dan tertunduk malu dengan perlakuannya. Kemudian dia segera meninggalkan Rabi'atul Adawiyah dengan perasaan kesal dan insaf.
“Ya Alloh, jika aku menyembah-Mu karena takut kepada neraka, bakarlah aku di dalam neraka; dan jika aku menyembah-Mu karena mengharap surga, campakkanlah aku dari dalam surga; tetapi jika aku menyembah-Mu demi Engkau semata, janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan WajahMu yang abadi kepadaku”

Wafatnya Robi'atul Adawiyah

Mengenai wafatnya ada dua pendapat yaitu tahun 135 H / 752M atau tahun 185 H / 801 M.Demi agar ia kuat beribadah, Robi'ah senantiasa meletakkan kain kafan persiapan dirinya nanti disebelahnya ketika ia sholat. Ketika tiba saatnya Robi’ah harus meninggalkan dunia fana ini,Ia mengisyaratkan dengan tanganya agar orang-orang keluar,Orang-orang yang sebelumnya menunggui, kini satu demi satu membiarkan robi’ah sendiri.Setelah itu, mereka mendengar suara dari dalam kamar robi'ah,“Yaa nafsul muthmainnah. Irji’i ila robbika”Beberapa saat kemudian tak ada lagi suara yang terdengar dari kamar robi’ah. Mereka lalu membuka pintu kamar itu dan mendapatkan Robi’ah telah berpulang.

Konon setelah itu ada yang bermimpi melihat Robi'ah, Kepadanya ditanyakan,“Bagaimanakah engkau menghadapi Munkar dan Nakir, wahai Robi'ah ?”Robi’ah menjawab, “Kedua malaikat itu datang kepadaku dan bertanya,”Siapakah Tuhanmu?”.Aku menjawab,”Pergilah kepada Tuhanmu dan katakan kepadaNya,”Di antara beribu-ribu makhluk yang ada, janganlah Engkau melupakan seorang wanita tua yang lemah.

Aku hanya memiliki Engkau di dunia yang luas, tidak pernah lupa kepadaMu, tetapi mengapakah Engkau mengirimkan utusan sekedar menanyakan “Siapakah Tuhanmu” kepadaku ?”

Ya Allah, curahkan dan limpahkanlah keridhoan atasnya dan anugerahilah kami dengan rahasia-rahasia yang Engkau simpan padanya, Amin

Senin, 19 Juni 2017

Lailatul Qodar

*LAILATUL QADAR*

Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Karenanya, tidak heran jika semua muslim ingin mendapatkannya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang lailatul qadar, 

وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ * لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Tahukah kamu apa lailatul qadar itu? Lailatul qadar itu lebih baik daripada seribu bulan

 (QS. Al-Qadar : 2-3). 

Sayyid Sabiq menjelaskan makna lailatul qadar lebih baik daripada seribu bulan itu dalam Fiqih Sunnah dengan mengatakan: "Maksudnya adalah, beramal pada malam itu dengan shalat, dzikir, dan membaca Al-Qur'an nilainya lebih utama daripada amalan yang sama selama seribu bulan yang tidak memiliki lailatul qadar." 

*Kapan Terjadinya Lailatul Qadar*

Dalam banyak riwayat kita akan mendapatkan jawaban yang umum bahwa lailatul qadar turun pada sepuluh hari terakhir. Lebih sempit lagi adalah pada malam-malam ganjil. Yaitu tanggal 21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadhan. 

Lalu, mengapa judul di atas lebih sempit lagi?

Malam 21 atau 27? Ini dikarenakan adanya sejumlah argumentasi sebagai berikut. 

Pertama, lailatul qadar yang difirmankan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surat Al-Qadar adalah juga malam nuzulul qur'an atau turunnya wahyu yang pertama, yakni surat Al-Alaq di gua hira. Setelah diteliti oleh Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury, didapatkan kesimpulan bahwa malam itu adalah tanggal 21 Ramadhan. Sebab wahyu pertama "Iqra" itu turun pada hari senin. Sedangkan hari Senin pada Ramadhan itu jatuh pada tanggal 7, 14, 21 dan 28.

Dari keempat tanggal itu, yang memenuhi syarat malam ganjil pada sepuluh hari terakhir adalah tanggal 21 Ramadhan tahun pertama kenabian, atau tepatnya 10 Agustus 610 M.

Jadi, lailatul qadar pernah terjadi pada tanggal 21 Ramadhan. Jika setiap tahun, tanggal lailatul qadar itu tetap, fa insya Allah, lailatul Qadar jatuh pada malam 21 Ramadhan. 

"Tanggal 21 ini khususnya diyakini oleh para ulama kelompok Syafi'i" kata Yusuf Qardhawi dalam Fiqhush Shiam. 

Kedua, lailatul qadar dimungkinkan pula jatuh persis pada malam ke-27. Hal ini disinggung dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad. 

مَنْ كَانَ مُتَحَرِّيَهَا فَلْيَتَحَرَّهَا فِى لَيْلَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ

*Barangsiapa ingin mencarinya (lailatul qadar), hendaklah ia mencarinya pada malam kedua puluh tujuh.*

(HR. Ahmad, dishahihkan Al-Albani) 

Hadits di atas diriwayatkan dari Ibnu Umar. Di samping itu, Ubay bin Ka'ab dan Ibnu Abbas juga memegang keyakinan bahwa lailatul qadar terjadi pada malam ke-27.

bahkan, Ubay bin Ka'ab pernah bersumpah akan hal itu karena tanda-tanda lailatul qadar yang ia lihat pada malam ke-27 itu. 

*Jadi, Bagaimana Cara Mengejar Lailatl Qadar?*

Tentu, bagi yang ingin bersungguh-sungguh mencari lailatul qadar tidak akan membatasi dirinya pada malam 21 atau 27 saja. Sebab, betapapun kuat dalil keduanya, ia bukan satu kepastian yang menjamin bahwa lailatul qadar pasti terjadi pada malam 21 atau 27.

Mereka yang ingin lebih dekat kepada Allah, lebih mengikuti sunnah Rasulullah, serta ingin mendapati lailatul qadar hendaklah bersungguh-sungguh pada malam ganjil 10 hari terakhir. 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, 

إِنِّى أُرِيتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ ، وَإِنِّى نُسِّيتُهَا ، وَإِنَّهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ فِى وِتْرٍ

*Sungguh aku diperlihatkan lailatul qadar, kemudian aku dilupakan –atau lupa- maka carilah ia di sepuluh malam terakhir, pada malam-malam yang ganjil.*

(Muttafaq alaih) 

Bagaimana praktik yang dicontohkan Rasulullah? Ternyata beliau bukan hanya "serius" di malam ganjil. Namun di seluruh sepuluh hari terakhir, dengan menunaikan i'tikaf. 

Maka Yusuf Qardhawi pun menyarankan, "Malam-malam ganjil yang dimaksud dalam hadits di atas adalah malam ke-21, 23, 25, 27 dan 29.

bila masuknya Ramadhan berbeda-beda dari berbagai negara, sebagaimana yang kita saksikan sekarang, maka malam-malam ganjil di sebagian wilayah adalah malam genap di wilayah lain.

Sehingga untuk hati-hati, carilah lailatul qadar ini di seluruh malam sepuluh terahir Ramadhan." 

ILMU

📄ILMU 📄

Zaman dahulu, orang sulit mencari ilmu tapi mudah mengamalkannya. Zaman sekarang, orang mudah mencari ilmu tapi sulit mengamalkannya.

Dahulu, ilmu dikejar, ditulis, dihafal, diamalkan dan diajarkan. Sekarang, ilmu diunduh, disimpan dan dikoleksi, lalu diperdebatkan.

Dahulu, butuh peras keringat dan banting tulang untuk mendapatkan ilmu. Sekarang, cukup peras kuota internet sambil duduk manis ditemani secangkir minuman dan snack.

Dahulu, ilmu disimpan di dalam hati, selama hati masih normal, ilmu tetap terjaga. Sekarang, ilmu disimpan di dalam memori gadget, kalau baterai habis, ilmu tertinggal. Kalau gadget rusak, hilanglah ilmu.

Dahulu, harus duduk berjam-jam di hadapan guru penuh rasa hormat dan sopan, maka ilmu merasuk bersama keberkahan. Sekarang, cukup tekan tombol atau layar sambil tidur-tiduran, maka ilmu merasuk bersama kemalasan.

Imam Malik RH mengatakan, "Tidak akan menjadi baik umat belakangan ini kecuali apabila diperbaiki dengan cara orang-orang terdahulu."

Semoga Kita bisa lebih memaknai
Makna penting sebuah ilmu

Sabtu, 17 Juni 2017

Shalawat Al Fatih

اَللَّهُمَّ احْشُرْنَا فِي زُمْرَةِ أَبِي الْفَيْضِ التِّجَانِي  وَأَمِدَّنَا بِمَدَدِ خَتْمِ اْلأَوْلِيَآءِ الْكِتْمَانِي

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ ۞ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ ۞ نَاصِرِ الحَقِّ بِالحَقِّ ۞ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ ۞ وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيمِ ۞

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَيْنِ الرَّحْمَةِ الرَّبَّانِيَّةِ وَالْيَقُوْتَةِ الْمُتَحَقِّقَةِ الْحَائِطَةِ بِمَرْكَزِ الْفُهُوْمِ وَالْمَعَانِى وَنُوْر ِاْلاَكْوَانِ الْمُتَكَوَّنَةِ اْلأدَمِيِّ صَاحِبِ اْلحَقِّ اْلرَّبَّانِى اَلْبَرْقِ اْلأَسْطَعِ بِمُزُوَنِ اْلأَرْبَاحِ اْلمَالِئَةِ لِكُلِّ مُتَعَرِّضٍ مِنَ اْلبُحُوْرِ وَاْلأَوَانِى وَنُوْرِكَ اللاَّمِعِ الَّذِيْ مَلأْتَ بِه كَوْنَكَ اْلحَائِطَ بِأَمْكِنَةِ اْلمَكاَنِى اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى عَيْنِ اْلحَقِّ الَّتِى تَتَجَلَّى مِنْهَا عُرُوْشُ اْلحَقَائِقِ عَيْنِ اْلمَعَارْفِ اْلأَقْوَمِ صِرَاطِكَ التَّآمِّ اْلاَسْقَمِ اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى طَلْعَةِ اْلحَقِّ بِا الْحَقِّ اْلكَنْزِ اْلأَعْظَمِ إِفَاضَتِكَ مِنْكَ اِلَيْكَ إِحَاطَةِ النُّوْرِ اْلمُطَلْسَمِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَعَلى آلِهِ صَلاَة ًتُعَرِّفُنَا بِهَا إِيَّاهُ.

marah kepadanya, dan tidak akan dicatat pahala sholatnya, dan tidak akan memberi manfaat baginya”. (al-Faidlur Rabbani : 28). Hal tersebut sesuai dengan hadits Qudsi :

من عا دى لى وليا فقد اذنته بالحرب . ( رواه البخاري )

“Barangsiapa menyakiti wali-Ku, maka Ku-umumkan perang kepadanya”. (HR. Buhori). Dan masih banyak lagi keutamaan dan keramat Syekh Ahmad at-Tijani yang tidak dapat kami jelaskan di dalam buku ini, bahkan pengikut tarekat Tijaniyah ini juga akan mendapatkan keistimewaan khusus, diantaranya adalah :

1. Diringankan saat sakarotul maut.

2. Mendapatkan perlindungan dari Allah di bawah payung 'Arasy-Nya.

3. Memiliki tempat khusus sebagai tempat perlindungan dari huru hara qiyamat dan berada di dekat pintu surga bersama orang-orang yang selamat, kemudian masuk ke surga bersama Rasulullah SAW dan rombongan yang pertama dari para sahabatnya.

4. Dijamin mati dalam Iman dan Islam.

5. Mendapat kemudahan dan kebahagiaan di alam kubur

6. Allah SWT menjamin keamanan baginya dari semua siksaan dan kesulitan, sejak matinya sampai masuk kedalam surga.

7. Diampuni semua dosanya yang terdahulu dan kemudian

8. Allah tidak akan menghisab amalnya dan tidak akan ditanya tentang amalnya sedikitpun di hari kiamat.

9. Allah akan memberi kekuatan kepadanya ketika melewati shirot, sehingga sampai ke surga sekejap mata dalam kawalan para Malaikat.

10. Diberi minum oleh Allah SWT dari telaga Rasulullah SAW.

11. Allah menempatkan mereka di Illiyyiin dalam surga Firdaus dan Aden.

12. Rasulullah SAW cinta kepada orang yang cinta kepada syeikh Ahmad at-Tijany ra dan dia tidak akan mati kecuali akan menyandang pangkat kewalian dari Allah.

13. Syeikh Ahmad at-Tijany ra. cinta kepada orang yang cinta kepadanya

14. Mendapatkan syafaat khusus dari Rasulullah SAW.

15. Kedua orang tuanya, kedua mertuanya, istrinya dan anak-anaknya dijamin masuk surga tanpa hisab, tanpa disiksa serta diampuni semua dosanya yang besar maupun kecil, dengan syarat mereka muslim dan tidak membenci serta tidak mencela syeikh Ahmad at-Tijany.

16. Rasulullah SAW menjadi jaminan mereka, seperti sabda-Nya kepada syeikh Ahmad at-Tijany ra : “Fuqoro’ mu adalah fuqoro’ ku juga, muridmu adalah murid-muridku juga, sahabatmu adalah sahabat sahabatku juga”. Ikhwan …… Adakah jaminan yang lebih mulia dari jaminan Rasulullah SAW ?

17. Ketika sakaratul maut, Rasulullah SAW akan hadir menjemput ruhnya.

18. Rasulullah SAW akan mendampinginya ketika ditanya oleh 2 malaikat (Munkar dan Nakiir).

19. Imam Mahdi al-Muntadzor akan menjadi ihwan thariqah Tijaniyah, dan sebagai tanda akan datangnya Imam Mahdi al-Muntadzar adalah jika Ihwan Thariqah Tijaniyah sudah banyak merata tersebar di seluruh negara sampai ke pelosok desa.

20. Martabat Ihwan Thariqah Tijaniyah lebih tinggi derajatnya dari martabat wali Qutub walaupun mereka hanya seorang muslim awam. Rasulullah SAW telah memberi tahu syeikh Ahmad at-Tijany bahwa beliau mempunyai beberapa persamaan, dan dengan sebab persamaan inilah ihwan Thariqah Tijany di sisi Allah SWT lebih tinggi martabatnya dari pada wali Qutub, Arifin dan Ghauts, walaupun zhohirnya ia hanyalah seorang muslim awam. (Faidlur Rabbani : 2)

21. Pada saat berdzikir, 70.000 malaikat ikut berdzikir bersama mereka

BUKTI KEBENARAN ALLAH SWT.


Pada akhirnya akal kita akan mengarahkan
Tuhan Semesta Alam..Allah azza wa jalla 

Kembali kisah sahabat kita yg bertanya apa buktinya kebenaran adanya Allah..
👳🏻👳🏻👳🏻

Pintu Logika akan diterima oleh siapapun...
Dan disinilah salah satu sebab orang non muslim kembali kepada islam...

Kita akan gunakan pintu logika yang dimilikinya...

Sampaikan padanya..

Jika seseorang tak bisa membaca dan menulis, ia menyampaikan bahwa
Langit dan bumi ini dahulu adalah satu dan tercipta selama 6 masa..
🌎🌍⛅⛅

Apakah bisa dipercaya orang yg tak bisa membaca dan menulis itu??
📝📝📖📖

Tentu tak bisa dipercaya orang tersebut..✋🏻😎

Alasannya..
Bagaimana mungkin ia mengetahui hal tersebut..
Sementara ia tak mampu membaca dan menulis..
Ditambah masa itu teknologi tak mampu membuktikan apa yg ia sampaikan..

Inilah mengapa...
Nabi Muhammad shollallahu 'älaihi wa sallam dikatakan Majnun/gila😳😳
Sekalipun beliau Al Amin..Yang Terpercaya...

Karena Nabi Muhammad saw hanya menyampaikan firman Allah

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلا يُؤْمِنُونَ

"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?"

(Al Qur'an Al Anbiya :30)

( Lalu kaitannya dengan bukti kebenaran Allah gimana tadz..🤔)

Sabaaar...saya jelaskan one by one yaa😎

Di penjelasan sebelumnya...
Saya sampaikan bahwa Di Qurán Surat Al Anbiya ayat 30
Dikatakan bahwa langit dan bumi dahulu satu..

Rasulullah shollallahu älaihi wa sallam sampai dikatakan Majnun/gila
Karena Hal ini...😭😭😭
Padahal beliau hanya menyampaikan Firman Allah..

Kini 1400 tahun kemudian..

Seorang Profesor Non Muslim.. Prof Stephen Hawking menemukan proses terjadi semesta raya...

Dan membuktikan bahwa langit dan bumi dahulu satu hingga mengalami ekspansif Alam Semesta Raya🌍🌍⛅⛅⛅

Bagaimana mungkin Seorang Yang tak bisa membaca dan menulis 📖📝📝📖
Mengetahui ini semua jika bukan Allah yang menyampaikan..
Allahu Akbar...

Satu demi satu kebenaran ayat Qurán mulai terbukti..

سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ ۗأَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

“Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak...
bukti-bukti kebenaran Kami di segenap penjuru dunia ini..
dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka..
bahwa al-Quran ini suatu kebenaran...

Belumkah cukup bahwa Tuhan engkau itu menyaksikan segala sesuatu. ”

(QS Fushshilat : 53)

Saya akan berikan beberapa gambar bukti kebenaran Qurán selain penciptaan semesta raya..

Jika satu demi satu kebenaran Al Qurán dapat dibuktikan secara ilmiah..
Maka benarlah yang menurunkan Al QUrán...
Allah azza wa jalla... 🕋🕋🕋

Maka benarlah kelak akan adanya neraka...
Tempat pembalasan segala perbuatan dosa di dunia...😭😭😭

Maka benarlah kelak akan adanya surga...
Tempat menikmati segala keindahan yang abadi..😍😍

kini sedikit demi sedikit kita memahami kebenaran Qurán...
Mungkin juga sudah ada yang mengetahui hal ini sebelumnya..

Namun mengapa Mahabbah..Kecintaan kita pada Allah masih melemah..
😭😭😭😭

Ada yang tahu jawabannya??

The Power Of Feeling..
😊😍😍😊😊

Setelah kita mengetahui kebenaran Qurán...
Maka perlu disadari kenapa Mahabbah itu belum muncul ke hati kita...
😰😰😰

Dikarenakan kebenaran Qurán itu belum menjadi..
Mahabbah didalam hati.....

Terlepas dari perbuatan dosa besarnya...

Dirinya mengakhiri hidup dengan Taubat Nasuha ..

Allahu Akbar..adalah teriakan dan suara terakhir saat peluru menembus jantungnya
Jumat dini hari kemarin..

Jangan berfikir mudah seseorang menyebut nama Allah saat detik terakhir
Kehidupan yang dijalaninya...
😱😱😭😭😭

Jika Allah tidak izinkan maka tidak akan bisa

Jumat, 09 Juni 2017

PENDAR KEARIFAN

Seorang Salik Minta Dunia

Salah seorang Jamaah yang biasa menghadiri majelis Syeckh Abd Qodir Al Jaelani terlihat berdiri dan memohon kepada Allah swt agar di karuniai Harta berlimpah.

Syeckh agaknya kurang berkenan dengan sikap orang tersebut. Setelah mempersilahkan orang itu duduk di sisinya, beliau berkata;

"Saya menyuruhmu juga di dunia (maksudnya tidak mencari dunia dengan melupakan akhirat) ,kemudian jujur untuk akhirat (maksudnya beribadah kepada Allah hanya untuk mencari ridho Allah Semata, dan tidak mengharapkan imbalan dari Allah".

Tetapi mengapa engkau alah memohon harta berlimpah kepada-Nya? Bagaimana sebenarnya juhudmu sehingga ketika Allah memberimu kesempatan untuk hidup zuhud, engkau tidak mengambilnya....