Kamis, 05 Juli 2018

Lapisan Keberkahan Part III


Sekarang Coba Kita lihat ke diri Kita sendiri...

Bandingkan dengan pak Viktor yang diceritakan sebelumnya...

Apa Kita Mendorong gerobak mencari barang bekas setiap hari seperti beliau?😔😔

Apa penghasilan Kita lebih kecil dari pak Viktor tersebut?😟😟😟

Ya Tentu diantara Kita Kebanyakan lebih mapan dari diri pak Viktor...

Namun Mengapa Hati Kita  dibawah Hati seorang pengumpul barang bekas??😢😢

Inilah yang dinamakan...
*Lapisan Keberkahan*

_Ketika seseorang dilihat bukan dari Apa yang ia peroleh Namun seberapa banyak yang ia berikan_

_Ketika seseorang mampu melihat ada rezeki orang lain dalam setiap rezeki yg ia peroleh_

_Ketika seseorang mampu berbuat kebaikan Sekalipun dirinya sedang dalam keterbatasan_

Pak Viktor Salah seorang yg perlu Kita belajar darinya tentang filosofi Kata *Terima Kasih*☺

Saat ia telah terima rezeki  Maka ia akan kasih lagi ke orang yg butuhkan.

Jika secara dzohir ia adalah seorang Tukang yg mencari barang2 bekas Baik dengan Jual beli maupun tukar tambah.

Mendorong gerobaknya berkeliling dari satu tempat ke tempat yang lain...

Namun ia memiliki Hati yang begitu Mahal melebihi mereka yang memiliki harta yg lebih banyak darinya..

_Baginya dalam setiap rezeki yg ia peroleh ada rezeki orang lain juga yg harus ia berikan juga_

*Berkah*

Menurut bahasa... berkah berasal dari bahasa Arab:
barokah (البركة)
artinya nikmat
(Kamus Al-Munawwir)

Istilah lain berkah dalam bahasa Arab adalah mubarak dan tabaruk.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berkah adalah 

“karunia Tuhan yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia”.

Menurut Imam Ghazali berkah (barokah) artinya ziyadatul khair, yakni “bertambahnya kebaikan”

Kalau yg habis pengajian dapat nasi Kotak Itu berkat bukan berkah😁

Walau bisa dikatakan barokah habis ikut pengajian..

Pada dasarnya setiap manusia yang terlahir ke Dunia Ini memiliki satu profesi....

Yaitu sebagai hamba Allah

Surat Az-Zariyat Ayat 56

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

_Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku._

Jadi sebenarnya Jika Kita ditanya APA pekerjaannya...

Maka jawablah..
*Hamba Allah*☺
  Yang sambil jadi pegawai Atau pedagang Atau Dokter Atau apapun pekerjaan sampingan Kita.

Jangan dibalik ya...

Karena Kalau dibalik Prioritas Kita selain dengan Allah dahulu
😟😟😟

Sekarang Apa kaitannya dengan definisi berkah yang tadi Kita bahas..

Ketika Kita sudah ketahui profesi utama sebagai hamba Allah

Maka Kita ingin berikan yang terbaik untuk Allah

Syaratnya seperti ayat dibawah Ini..

Surat Ali 'Imran Ayat 110

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

_Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah._

*Jika Kita ingin menjadi hamba Allah yg terbaik Maka pastikan segala Hal yang ada membuat Kita Dan orang lain semakin taat kepada Allah*

*1.Berkah Itu Tentang Kualitas bukan tentang Kuantitas*

Ada seorang tukang pikul barang sebuah Wedding Organizer yang ia memiliki niat Kuat ke baitullah Dan berusaha dengan Apa yang ia bisa

Dan subhanallah...
Akhirnya Allah panggil Dia bukan hanya Umroh Namun berhaji

Ada lagi seorang Tukang Becak anaknya 5 Namun semua anaknya menjadi penghafal Qur'an.

Nah sekarang Giliran Kita...☺☺☺

Bisa jadi pendapatan Kita di atas Tukang pikul tadi....

Namun hanya mampu berkhayal umroh Atau Haji dengan alasan masih banyak kebutuhan Keluarga Akhirnya keajaiban Umroh tidak hadir Pada kita😢😢

Bisa jadi anak Kita ndk sampai 5 orang seperti Tukang Becak..

Namun mendidik anak satu Atau Dua orang saja sudah merasa tidak mampu Lalu bagaimana mendidik mereka jadi penghafal Qur'an😢

Perhatikan...

Secara Kuantitas...

Tukang pikul barang penghasilan y dibawah Kita...

Anak Kita tdk sampai 5 seperti Tukang Becak...

Namun Mengapa hasil ya berbeda dengan mereka.

Ya karena Kita terlalu sibuk dengan Kuantitas bukan Pada kualitas

Sang Tukang pikul barang Ternyata ia tidak mengandalkan income untuk bisa Umroh Atau Haji

Ia perkuat ibadah ke masjidnya..

Ia perkuat sedekahnya...

Ia muLai menabung dengan Apa yang ia miliki

Dan kebesaran Allah terjadi...

Dan beberapa waktu kemudian Allah sadarkan majikannya tentang keinginan Kuat Umroh anak buahnya

Hingga Akhirnya majikan tersebut berikan ia Hadiah Haji 🕋🕋

Dan iapun sujud syukur kepada Allah...

Benarlah Firman Allah Pada ayat berikut ini

Surat At-Taubah Ayat 105

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

_Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan._

Dan sekarang lihat diri Kita Dan Tukang pikul barang tersebut yg bernama Munir.
☺

Kita lebih mengandalkan kekuatan income daripada kekuatan Allah

Kita beralasan kebutuhan Keluarga yg banyak sehingga Tak mampu ke baitullah

Padahal bisa jadi dengan ia ke baitullah doa Dia akan lebih didengarkan daripada di Indonesia

Seperti  sinyal WiFi semakin dekat sumber sinyal Maka semakin Kuat.

Munir seorang Tukang pikul buat Dia Umroh bukan sebuah khayalan seperti Kita.

Karena selain berdoa ia juga berjuang dengan mulai membuka Tabungan umroh

Sekarang....

Kita lihat Pada tukang Becak yang anaknya 5 Namun menjadi hafidz semuanya

Sementara Kita satu Atau Dua anak yg Allah titipakan rasanya tdk mudah..

Ternyata sang Tukang becak setiap melihat anaknya...

Ia selalu doakan anaknya agar menjadi hafidz Qur'an...

Ia bawa anaknya bertemu dengan gurunya agar didoakan menjadi hafidz Qur'an...

Mungkin banyak diantara Kita Kirim anaknya ke pondok pesantren Atau sekolah Islam berbasis Qur'an

Namun Ternyata ITU masih beLum cukup...

Sang Tukang Becak memang Kirim anak2nya ke pondok pesantren

Namun ia sadar perjuangan INI tdk Bs hanya mengandalkan kekuatan anak untuk menghafal saja

Tetapi anaknya juga membutuhkan kekuatan doa darinya setiap Saat Dan doa darI para guru

Nah sekarang lihat ke dalam diri Kita...

Ada beberapa orangtua yg merasa Saat anaknya sudah masuk pondok pesantren Atau sekolah Islam

Maka selesai sudah pendidikan untuk anak Kita diserahkan ke sekolah. 

Kita mengandalkan Kuantitas system belajar Baik di ponpes maupun sekolah Islam

Melupakan kualitas doa Kita sebagai orangtua Dan doa para guru2 kita.

Ini juga Saya Lakukan Pada keempat anak Saya

Foto Saat 4 anak bergantian didoakan Syekh Mahmud bin Ali Al Hasani At Tijani

Ulama Dan Habaib dari Al Jazair

Pernah ndak melihat ada orang yg berangkat kerja Atau usaha  shubuh Dan pulang malam

Sampai Rumah sudah malam Dan itupun masih ada yang harus dikerjakn lagi🤦🏻‍♂🤦🏻‍♂

Berangkat shubuh anak masih tidur....

Pulang kerja anak Udah tidur...

Dan tanpa sadar waktu kebersamaan Keluarga habis😔🤦🏻‍♂

*Point 2 Keberkahan ialah Rasa Ketenangan akan hidup yang dijalani*

Mengapa ada orang2 seperti yg tadi Saya Sebutkan karena Salah satunya ada Pada ayat INI

Surat Al-Baqarah Ayat 268

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ ۖ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

_Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui._

Kenapa manusia bisa habis2an bekerja untuk Dunia ya INI Salah satunya...

_Dibuat merasa Khawatir dengan kebutuhan2 yg ada_🤦🏻‍♂😟😢

Ingat biaya pendidikan makin Mahal...📚🏫

Ingat buat bayar asuransi Kalau nanti Sakit 😷🤒

Ingat Rumah masih kontrak belum punya 🏡

Ya Padahal Jika sahabat baca di Awal tulisan Saya

Apa profesi utama Kita...
☺

*Hamba Allah*

Saat Kita benar2 menjadi hamba Allah Maka yakinlah biar Allah yg cukupkan kebutuhan Kita

Surat Al-Baqarah Ayat 112

بَلَىٰ مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِنْدَ رَبِّهِ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

_(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati_

Namun Jika profesi utamanya pegawai Atau bisnisman Atau lainnya

Wajar Jika kegalauan menyelimuti dirinya...

Karena Cinta Allah didalam hatinya kalah dengan Cinta selainnya.

Sebagaimana pepatah bahasa Arab...

حُبُّكَ لِلشَّيْءِ يُعْمِي وَيُصِمُّ 

_Kecintaaanmu membuatmu buta dan tuli._

*Jika benar Kita sudah mencintai Allah Maka Kita akan yakin akan APA yang Allah janjikan*

*tidak peduli bagaimana syetan menakuti Kita dengan berbagai kekhawatiran*

Sekarang lihat pekerjaan Kita....

Lihat bisnis yang Kita Lakukan...

Apa membuat Kita semakin diperbudak dengan berbagai Hal

Atau

Kita merasa tenang menjalaninya tanpa Khawatir dipecat Atau rugi...

Ada sebuah kisah sahabat Nabi yang menjalani bisnisnya

Kata Rasulullah saw, Abdul Rahman bin Auf r.a akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya.

Ini karena orang yang paling kaya akan dihisab paling lama.

Maka mendengar ini, Abdul Rahman bin Auf r.a pun memutar kepala berfikir, bagaimana agar bisa kembali menjadi miskin lagi supaya dapat masuk syurga lebih awal.

Setelah Perang Tabuk, kurma di Madinah yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk.

Lalu harganya jatuh.
Abdul Rahman bin Auf r.a pun menjual semua hartanya, kemudian memborong semua kurma busuk milik sahabat  tadi  dengan harga kurma bagus.

Semuanya bersyukur

Alhamdulillah..kurma yang dikhawatirkan tidak laku, tiba-tiba laku keras! Diborong semuanya oleh Abdul Rahman bin Auf.

Sahabat gembira.
Abdul Rahman bin Auf r.a pun gembira.
Semua happy!

Sahabat lain gembira sebab semua dagangannya laku.

Abdul Rahman bin Auf r.a gembira juga sebab...
jatuh miskin! 😃😀😀

MasyaAllah..hebat.
Coba kalau kita?
🤦🏻‍♂😀🤦🏻‍♂😀🤦🏻‍♂

Usaha goyang dikit, udah teriak tak tentu arah.
😔😔😔😔

Abdul Rahman bin Auf r.a berasa sangat lega, sebab tahu akan bakal masuk surga dulu, sebab sudah miskin.

Namun.. Subhanallah..

Rencana Allah itu memang terbaik.. 🕋

Tiba-tiba, datang utusan dari Yaman membawa berita, Raja Yaman mencari kurma busuk.

Rupa-rupanya, di Yaman sedang berjangkit wabah penyakit menular, dan obat yang bisa menyembuhkannya adalah KURMA BUSUK !

Utusan Raja Yaman berniat memborong semua kurma Abdul Rahman bin Auf r.a dengan harga 10 kali lipat harga kurma biasa.
🤩🤩💳💰💶💷

Allahuakbar..

Jadi..yang banyak memberi rezeki itu datangnya dari kurma yang bagus atau kurma yang busuk?

ALLAH swt lah yang Memberi Rezeki.

dari kisah ini ada sebuah  buat kita, sebab ini membuat kita harus YAKIN bahwa rezeki itu totally dari Allah.

Bukan hanya karna usaha kita itu sudah cukup bagus atau produk kita yang terbaik yang akan memberi kita omzet yang banyak.

Kadang-kadang, KEYAKINAN dalam hati kita itu yang belum cukup kuat dan bulat...

Kalau Kata orang bule beginI :

We plan,
but Allah has also planned everything for us.So,If something goes wrong, it went wrong for a good reason

(Gaya dikit pakai bahasa inggris😁)

Saat seseorang memikiki keyakinan yg Kuat kepada Allah Maka hatinya akan tenang

Sahabat Abdurrahman bin auf Saat dikatakan akan bermasalah di akhirat dengan hartanya Maka hatinya tidak tenang

Nah sekarang ukuran Ketenangan Kita dari APA...

Coba Kita cari...

Apa dari yang Allah ridhoi Atau hanya dari Apa yg Kita senangi...

Betul Kita bekerja Atau berbisnis karena passion

Namun Jika passion ITU membuat Allah tdj Ridho bahaya🤦🏻‍♂

*Point 3 Keberkahan*
*Transaksinya UntUK mencari Ridho Allah bukan Untung Dunia*

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِى بَيْعِهِمَا وَإِنْ كَذَبَا وَكَتَمَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا

_“Orang yang bertransaksi jual beli masing-masing memilki hak khiyar (membatalkan atau melanjutkan transaksi) selama keduanya belum berpisah. Jika keduanya jujur dan terbuka, maka keduanya akan mendapatkan keberkahan dalam jual beli, tapi jika keduanya berdusta dan tidak terbuka, maka keberkahan jual beli antara keduanya akan hilang”._

HR Bukhori Muslim

Ada sebuah kisah terkait Hal Ini..

Seorang lelaki tua, pakaian lusuhnya Terlihat jelas kefaqiran yang ia alami, Saat ia memasuki sebuah toko megah untuk membeli selimut, ia membutuhkan 6 buah selimut untuk keluarganya di musim dingin ini, tapi uang yang ia miliki hanya 100 riyal
😟😟😟

Pemilik toko berkata :

Oh ada pak, saya punya selimut bagus buatan Turki, harganya juga murah, hanya 20 riyal per buah. Kalau bapak beli 5 buah akan mendapat bonus 1 buah

Lega ..
Terpancar diwajah lelaki tua itu😍😍😍

Segera ia mengulurkan lembaran uang 100 riyal miliknya, dengan wajah berseri sambil membawa selimut ia berlalu pergi

Teman si pedagang yang sedari tadi duduk memperhatikan ini berkata :

Engkau ini aneh sekali, bukankah kemarin engkau mengatakan selimut itu jenis selimut termahal di tokomu ini, kalau tidak salah kemarin engkau menawarkan nya padaku seharga 350 riyal per helainya

Pedagang itu menjawab :

*Benar sekali, kemarin aku menjual padamu 350 riyal tidak kurang sedikitpun, kemarin aku berdagang dengan manusia, hari ini aku berdagang dengan ALLAH*

Aku ingin keluarga laki-laki tua tadi dapat terhindar dari dingin di musim dingin yang akan datang sebentar lagi dan aku berharap ALLAH menghindarkanku serta keluargaku dari panas nya api neraka di akhirat nanti

Demi ALLAH, kalaulah tidak karena menjaga harga diri laki-laki tua tadi, aku tidak ingin menerima darinya uang sedikitpun, aku tidak ingin ia merasa menerima sedekah sehingga merasa malu di hadapan kita disini...

Sekarang Kita lihat keadaan Kita...

Mengapa penghasilan besar Namun terasa Tak cukup terus...😟😟😟

*bisa jadi karena kita bukan bertransaksi dengan Allah tetapi dengan manusia*

Buktinya akan Terlihat dalam transaksi keseharian yg Kita Lakukan...

Contoh Saat Kita berbelanja Prioritas yg Kita cari Kebanyakan Dua Hal...

1. Barangnya Kita butuh
    🤩🤩🤩
2. Peroleh harga murah
    😍😍😍😍

Lalu Saat Kita melihat ada orang buta jualan krupuk di pinggir jalan...

Kita mikir...🤔🤔🤔

_gk suka makan krupuk buat APA dibeli_🤔🤔

_Itu harganya 10rb sebungkus Padahal deket rmh ada yg lebih murah_
🤔🤔🤔

Ya terlintas Kita mikir begitu...terbuktilah Kalau Kita bertransaksi dunia saja...😢😢😢😢

Sekarang Jika sahabat beli kerupuk ITU....

Sekalipun ndk makan kerupuk,kn bisa kasih ke orang lain JD sedekah
☺☺☺

Ditambah niat menolong seorang bUta yg sdg ikhtiar JD pahala jg
☺☺☺☺

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

_"Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?_

_(Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu._

_Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn._
_Itulah keberuntungan yang besar."_

(QS. Al-Shaff: 10-12)

Begitujuga Saat Jual beli apapun...

Perhatikan bagaimana transaksi INI bisa diberkahi Allah...

Ke swalayan Kita ndk pernah Tawar barang...
🏪🏪

Giliran ke pasar, kaki Lima nawarnya gk kira2
🤦🏻‍♂🤦🏻‍♂🤦🏻‍♂🤦🏻‍♂

Demikianlah kuliah online malam ini yang bisa saya sampaikan.

semoga kita sebagai orang yg selalu mencari keberkahan.

Dan keberkahan yg kita cari akan berbuah di mulai dari keadaan hati kita yang selalu tenang, keluarga yg taat kepada Allah hingga berbuah pada banyak hal.

Wallahualam

Jumat, 29 Juni 2018

Mengajar Keledai Membaca

Timur Lenk seorang raja menghadiahi Nasrudin seekor keledai. Nasrudin menerimanya dengan senang hati.

Tetapi Timur Lenk berkata,

“Ajari keledai itu membaca. Dalam dua minggu, datanglah kembali ke mari, dan kita lihat hasilnya.”
😳😳😳

Nasrudin berlalu, dan dua minggu kemudian ia kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, Timur Lenk menunjuk ke sebuah buku besar.

Nasrudin menggiring keledainya ke buku itu, dan membuka sampulnya.

Si keledai menatap buku itu, dan tak lama mulai membalik halamannya dengan lidahnya. Terus menerus, dibaliknya setiap halaman sampai ke halaman akhir. Setelah itu si keledai menatap Nasrudin.

“Demikianlah,” kata Nasrudin, “Keledaiku sudah bisa membaca.”
😎😎😎😁😁

Timur Lenk mulai menginterogasi, “Bagaimana caramu mengajari dia membaca ?”

Nasrudin berkisah, “Sesampainya di rumah, aku siapkan lembaran-lembaran besar mirip buku, dan aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya. 🤔🤔🤔

Keledai itu harus belajar membalik-balik halam untuk bisa makan biji-biji gandum itu, sampai ia terlatih betul untuk membalik-balik halaman buku dengan benar.”

“Tapi,” tukas Timur Lenk tidak puas, “Bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya ?”

Nasrudin menjawab, “Memang demikianlah cara keledai membaca: hanya membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya. Kalau kita membuka-buka buku tanpa mengerti isinya, kita disebut setolol keledai, bukan ?"
😭😭😭😭

Begitulah sang keledai yg mampu membolak-balik halaman namun tak mampu memahami apa yg dibaca
😳😳😳

Lalu bagaimana dengan manusia yg sholat... mengaji
Namun
Tak mampu memahami bacaan sholat dan bacaan Qur'an...

Semua ketidakpahaman akan terlihat Dari aktivitas yg semakin jauh Dari Allah
😭😭😭😭

Wali Part II

*PELAJARAN KEDUA*

setelah kita mengetahui ada para pejabat ruhani yg bisa diistilahkan dengan Wali...

maka saya akan ulangi kembali sedikit...

ada kewalian yg bersifat masyhur dan mastur

kewalian yang besifat masyhur dimana seorang wali harus mempublikasi kepada khalayak umum kalau dirinya pejabat ruhani yang Allah angkat

sebagaimana

Sayyidi Syekh Ahmad At Tijani yg dimnta proklamirkan sebagai

Khotamul Awliya Fi Kullli Zaman.

Pemimpin dan Penutup para wali disemua zaman

sebagaimana

Syekh Abdul Qodir Jaelani diminta proklamirkan

Sulthonul Auliya fi hadza zaman

Penguasa Wali pada Zamannya...

semua ini bukan atas mau dirinya atau pamer

sebagaimana sosok presiden yg sdh dilantik maka ia harus berikan pidato politiknya dengan tujuan rakyat faham akan dibawa kemana negara ini

begitujuga para wali yg publikasikan kewaliaan memiliki tujuan agar ummat faham akan metode dakwah yg menjadi warisan Rasulullah sebagai Rahmatan lil alamin

berbeda dengan kewalian yg bersifat mastur atau tersembunyi

ketika ia peroleh SK kewaliaan maka ia akan peroleh tugas sesuai yg diamanahkan

ibaratnya menteri di pemerintahan yg memiliki tugas masing2

kewalian juga memiliki tugas yg berbeda satu wali dengan wali yg lain..

ditutupnya kewalian mereka dalam rangka proses tarbiyah Allah kepada manusia agar mereka tdk semena2 pd siapapun

karena bisa jadi disekitar merka ada wali yang Allah dan Rasulullah cintai...

dan perlu diketahui juga sebagaimana ada 124000 sahabat nabi

masing2 memiliki kekhususan yang berbeda

sebagaimana Huzaifah penyimpan nama2 orang munafik dari Rasulullah

setela kita ketahui ada wali masyhur dan wali mastur...

maka yang mernjadi pertanyaan akan dua hal..

*kewalian mana yg kita ikuti*

dan pertanyaan

*mungkinkah kita jadi wali-Nya*

To Be Continue

Kamis, 28 Juni 2018

Wali

Wali...

sesuatu yang terdengar kurang familiar di telinga banyak orang

atau sesuatu yang terdengar sakral

Dalam urusan dunia saja kita dihadapkan dengan kata *wali*

Rakyat di daerah untuk sampaikan keluhan ke pemerintah pusat maka bisa lewat *walikota*

untuk proses interaksi pembelajaran orangtua dan sekolah maka lewat  *wali murid*

untuk adanya peresmian sebuah hubungan pernikahan dibutuhkan *wali nikah*

kesimpulan yg bisa di ambil dari contoh diatas ialah...

_Dalam sebuah urusan yg bersifat krusial dan fundamental maka kita membutuhkan sebuah perantara_

jika dalam urusan dunia saja kita membutuhkan wali2 yang tadi saya sebutkan...

maka begitujuga dengan urusan akhirat kita...

kita membutuhkan para wali atau disebut juga auliya..

Surat Yunus Ayat 62

أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

_Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati._

ayat diatas menjelaskan salah satu eksistensi para Wali yang ada di dunia ini..

keberadaan para wali sebagai jembatan kepada-Nya dibuktikan lagi dengan ayat berikut

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

_“Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.”_

[Al-Maa-idah: 35]

Dimana kita diminta untuk mencari jalan agar bisa mendekatkan diri kepada Allah..

mereka menjadi para wali Allah bukan atas kemauan diri mereka sendiri

namun atas SK yang Allah telah tetapkan..

dengan tujuan para wali menjadi jembatan manusia yg tersesat untuk bisa sampai kepada Allah...

adanya referensi agar kita lebih banyak beribadah jamaah  seperti

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلَاةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

_Dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Shalat berjama’ah mengungguli shalat sendirian dua puluh tujuh derajat.”_

(HR Bukhori)

selain untuk syiar dakwah islam...

keutamaan ibadah berjamaah agar doa kita bisa naik kehadirat Allah disebabkan kita sholat bersama dengan salah seorang wali-Nya yg bisa jadi kita tdk ketahui...

To Be Continue

Cinta Sebesar Atom Dari Allah swt

Kewalian adalah sebuah pemahaman yang tidak akan pernah bisa ditulis di dalam buku-buku. Kewalian adalah rahasia-rahasia di balik rahasia-rahasia. Sesuatu yang berasal dari Nabi SAW pada hati-hati para awliya, bukan pengetahuan lewat kata-kata namun lewat perbuatan. Jangan mengira para awliya menerima dirinya untuk menjadi awliya jika tidak untuk meningkatkan para pengikutnya ke maqam mereka, khususnya ketika sedang memberi nasihat. Mereka tidak mau membiarkan murid-muridnya tertinggal. Mereka meningkatkan maqam pengikutnya ke tahap yang sesuai dengan topik yang sedang diajarkan melalui kehidupan spiritual mereka. Kalian tidak merasakannya pada tubuh fisik kalian, karena roh kalian masih terkungkung dalam sangkar tubuh.

Namun beliau mampu membuat roh kalian merasakannya tanpa kalian menyadarinya. Seperti seorang dokter yang mengoperasi pasiennya. Pasien tidak merasakan apa pun, namun merasakan dirinya telah sembuh. Itulah yang dilakukan oleh para awliya. Beliau mengoperasi kalian, namun kalian tidak merasakan apa pun. Tetapi dalam kehidupan spiritual kalian, dalam realitas, kalian telah sembuh.

Jika kalian sedang mencium spiritualitas, maka aroma itu membuat kalian mabuk cinta terhadap Syekh. Jika Syekh membuka lebih lagi, kalian tidak hanya mabuk, kalian akan seperti tetangga Nabi Musa AS. Salah seorang tetangga Musa AS pernah berkata, ”Wahai Musa AS, karena engkau akan pergi ke bukit Sinai dan berdialog dengan Tuhanmu – tolong katakan pada-Nya agar mengirimi aku cinta, karena aku tidak memiliki rasa cinta bagimu dan Dia. Biarkan Dia kirimkan cinta, agar hatiku bahagia.”

Ketika sampai di Sinai dan telah menyelesaikan apa yang ingin dilakukan, Nabi Musa AS lupa akan pesan tetangganya, Allah SWT-lah yang mengingatkan beliau.

“Wahai Musa AS, mengapa engkau lupakan tetanggamu? Bukankah engkau berjanji padanya untuk menyebutnya dalam Hadirat-Ku?“

“Ya Tuhan, maafkan aku.”
“Apa yang dia minta?”
“Dia membutuhkan cinta.”
“Pulanglah dan katakan pada tetanggamu, Aku sedang mengirim cinta sekecil atom ke dalam hatinya.”
“Ya Allah SWT, mohon kirimkan lebih dari itu, Engkaulah Yang Maha Pemurah.”
“Tidak. Itu sudah cukup.”
Musa AS kembali ke rumahnya dan mencari tetangganya. Ketika beliau menemukannya, tetangga itu tidak lagi berada di dunia ini. Matanya terbuka lebar, kedua tangannya terangkat ke atas, mulutnya menganga. Dia tidak bergerak sedikit pun ataupun merasakan sesuatu. “Oh tetanggaku,” kata Musa AS “Kabar baik, Tuhan sedang mengirimkan sebutir cinta pada hatimu.” Namun tetangganya itu demikian asyiknya sehingga tidak merasakan kehadiran Musa AS. Allah SWT pun memanggil Musa AS dan mengatakan, “Ya Musa AS, walaupun engkau menggiling tubuhnya, dia tidak akan merasakan apa pun, dia hanya merasakan Aku.”

Cinta seperti itulah yang ingin dikirimkan Syekh pada hati murid-muridnya. Murid-murid akan meninggalkan apa pun dan lari mengejar Syekhnya tanpa menyadari apa yang sedang mereka lakukan. Syekh masih memegang kunci akan cinta itu dan belum membukanya. Beliau membukanya sedikit, setetes demi setetes. Itulah yang kini sedang mengendalikan kita, aroma dari setetes cinta. Belum lagi setetes, belum pula sekecil atom, hanya aromanya saja. Jika beliau membuka setetes cinta saja, kalian pun akan meleleh.

Ada pelajaran di sini, bahwa jika kalian menghilangkan eksistensi kalian di hadapan Syekh, maka beliau akan membuat kalian ‘mati sebelum mati.’ Namun tidak seorang pun yang siap membawa rahasia besar itu agar Syekh dapat menghiasi muridnya dengan segala kekuatan beliau. Syekh tidak menahan kekuatan spiritual itu bagi diri beliau sendiri. Beliau ingin memberikannya. Namun kalian harus datang dan mengambilnya. Setiap orang sadar akan dirinya sendiri, apakah dia sedang mengambilnya atau tidak.

Syekh muncul dalam mimpi-mimpi, muncul dalam penampakan spiritual, ataupun muncul sekilas saja. Namun ketika kalian mampu melihat Syekh sedang duduk bersama kalian secara nyata (tanpa kehadiran tubuh fisiknya) maka kalian telah mencapai apa yang beliau inginkan. Itulah caranya agar bisa duduk dengan Syekh walaupun beliau telah meninggal dunia. Jangan mengira para awliya sedang duduk di makam di mana dulu kalian terakhir meninggalkannya. Mereka sudah tidak lagi berada di sana, mereka telah berpindah tempat. Namun bila kalian datang, memberi salam dan memanggil beliau, mereka akan datang dan muncul di sana. Mereka berada di hadirat Nabi SAW dan malaikat-malaikat yang memindahkan tubuh-tubuhnya.

Itulah bagaimana para awliya mentransfer kekuatan mereka dan mendatangi para pengikutnya. Bagi mereka, kehidupan ini dan akhirat adalah sama saja. Mereka dapat duduk-duduk dan mengundang yang lain untuk ikut serta. Bagi mereka hal itu amat mudah, namun bagi kita amat sulit. Kita harus melatih diri kita dalam asuhan mereka. Cara yang paling ampuh bertemu dengan Syekh adalah dengan meditasi/muraqaba. Jagalah konsentrasi hati pada Syekh kalian di sepanjang malam hari. Beliau akan mulai nampak dan akan semakin sering muncul. Penampakan itu akan semakin jelas sampai kalian mampu berbicara dengan beliau secara langsung, bahkan bersalaman dengan beliau. Sebenarnya tidak susah.

Awliya asal mesir, Ahmad ar-Rufa’i al-Kabir QS datang ke makam Nabi SAW dan mengatakan, “Inilah sang pemerintah para hantu sedang bertemu dengan manusia yang paling nyata! Mohon ulurkan tanganmu agar aku dapat menciumnya.” Dari makam Nabi SAW, sebuah tangan putih mulai muncul dan Sayyidina Ahmad QS menciumnya tiga kali. Setiap beliau menciumnya, Nabi SAW mentransfer pengetahuan dari hatinya pada hati Ahmad QS. Tiga samudra pengetahuan pun telah dialirkan pada beliau.

Jika kalian mencapai maqam ini, kalian akan sangat beruntung. Kalian akan memahami rahasia-rahasia Syekh. Dan bila belum mencapainya, kalian masih dianggap anak-anak yang masih harus diberi permen. Semoga Allah SWT memberi kita kedewasaan di hadapan Syekh dan membantu kita memberi kekuatan di mana setiap Syekh ingin murid-murid mencapainya.
Wa min Allah at-tawfiq bi hurmat al-Fatiha.

Senin, 25 Juni 2018

Rezeki

saya mulai dari sebuah kisah tukang ketupat sayur uda ( panggilan orang padang )

Ketupat Sayur Uda di perempatan jalan proklamasi depok dua selalu terlihat ramai, rasa ketupat padangnya begitu khas dan begitu terasa di lidah 😍😍😍

Setelah bertahun-tahun berdagang dan memiliki banyak pelanggan, karena mangkal di pinggir jalan utama maka mau tidak mau, tempat dagangnya terkena proyek pelebaran jalan pemkot depok.

Setelah 3x di gusur Satpol PP, Uda dan beberapa pedagang yang lain protes kepada Pemkot Depok.Tidak Disangka Uda diberikan tempat yang jauh lebih baik untuk berdagang sekarang oleh Pemkot.

Pelanggan yang awalnya tidak tahu,namun lama kelamaan tahu Uda sudah pinda ke tempat yang lebih baik .

😍😍😍😍

Kisah nyata di atas mengajarkan bahwa kita sebagai manusia masih belum memahami bagaimana *Mindset Of Rezeki*

Kita terfokus dengan dua hal :
1. Strategi Optimalisasi Rezeki😎😎
2. Apa yang kita rencanakan maka berfikir 100% harus terlaksana,hal ini dibuktikan saat itu tidak terlaksana
    atau tercapai maka kita akan kecewa😞😞

Kita sering mendengar kata *Terima Kasih*
Namun ternyata kata ini mengajarkan kita tentang satu hal *Belajar kehilangan*☺☺

Saat memperoleh sesuatu kita terima lalu di kasih ke yang lain....
Berati sebenarnya tidak ada yang kita simpan atas apa yang kita terima..

Sampai sini fahamkan...
Kalau belum juga...minum iqro water deh hehe😄😄😄

_Kita siap saat harus menerima banyak rezeki tetapi kita tidak siap saat harus kehilangan banyak rezeki_

(Kumaha atuh buya...siapa yang mau kehilangan)
jawab jamaah🤔🤔🤔

Nah ini dia mengapa saya mengawali poin 1 tentang kehilangan...

karena siapa yang mau kehilangan sesuatu kn....☺☺

Coba kita lihat ayat di bawah ini :

Surat Al-Baqarah Ayat 284

لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ ۖ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

_*Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi* Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu_

Perhatikan kalimat diatas yang saya tebalkan....

*jika segala sesuatu milik Allah, lalu apa yang kita punya*

*NOTHING*
🙁🙁🙁🙁🙁

Seharusnya kita biasa saja saat rezeki itu datang dan pergi karena semua itu milik Allah

POIN 1 MINDSET OF REZEKI
_ada kalanya ketika Allah ingin memberikan rezeki terbaik maka bisa jadi rezeki yang ada saat ini kita nikmati akan Allah ambil,namun jika kita bersabar pada akhirnya Allah akan berikan yang lebih baik_

قُلْ لِمَنْ فِي أَيْدِيكُمْ مِنَ الْأَسْرَىٰ إِنْ يَعْلَمِ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ خَيْرًا يُؤْتِكُمْ خَيْرًا مِمَّا أُخِذَ مِنْكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

_"Jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan kepadamu yang lebih baik dari apa yang telah diambil daripadamu dan Dia akan mengampuni kamu". Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang._

Kenapa saya mulai  bahas mindset pertama dimulai dari  *kehilangan sesuatu*

ada yang tahu kenapa...☺☺

kita berbicara dimulai dari kehilangan agar kita sadar bahwa

_semua milik Allah bahkan diri kita sendiri adalah milik Allah_

sebagaimana kisah kemunculan air zam2 disaat siti hajar pasrahkn smua kepada Allah akan kehidupan yang mereka jalani..

Dan yang terjadi ialah diberikan rezeki yang tidak disangka2...

Surat At-Talaq Ayat 3

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

_Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu._

*POINT 2 MINDSET OF REZEKI*

_Penghasilan bisa saja tidak pasti tetapi ketahuilah kepastian rezeki Allah akan selalu hadir untuk kita_

Seorang pemuda baru saja di PHK oleh perusahaannya,istrinya pun stress mengetahui kondisi suaminya sementara kewajiban rumah tangga mereka begitu besar😰😰

Permasalahan seperti diatas sering terjadi walau kasusnya bisa dalam bentuk yang lain,permasalahan yang sebenarnya terjadi bukan tentang rezeki mereka namun tentang *tauhid mereka kepada Allah swt*

😨😨😨😨

_Ketika seseorang memastikan datangnya rezeki datang dari selain Allah,maka bisa dipastikan kekecewaan akan datang kepada orang tersebut,dikarenakan ia berharap kepada mahluk bukan kepada Allah_

Surat Al-Baqarah Ayat 165

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ

_*Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah*. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)._

Coba lihat berapa banyak dalam kehidupan ini,bahwa kita bergantung kepada selain Allah..

_nanti nunggu ada bonusan,baru bisa umroh_

_nanti nunggu ada pembayaran kerjaan,baru bisa beli motor_

bahkan tanpa sadar kita ajarkan hal tersebut kepada anak2 kita..

_Nanti jika ayah gajian,baru kita beli sepatu ya kaka_

_Nanti jika mama ada bonus,baru kita bisa jalan2_

Ya disinilah bukti ketergantungan kita kepada selain Allah terlihat dalam kehidupan ini😰😰

salah seorang jamaah bertanya kepada saya tentang ini...

_Buya bagaimana jika kalimatnya seperti ini :_

_nak jika nanti Allah kasih rezeki,kita baru beli sepatu ya_

🤔🤔🤔🤔

saya katakan kepada beliau....*Tetap Salah*☺☺☺

karena kita masih ada ketergantungan kepada selain Allah yaitu...kata "beli yang berkaitan dengan uang"

padahal bisa saja Allah memberikan anak kita sepatu tanpa kita harus beli...

☺☺

dan ada pertanyaan datang lagi dari jamaah saat saya membahas hal ini

_Buya berati kalau memastikan penghasilan dari selain Allah ialah sesuatu yang salah,bagaimana dengan orang yang bekerja di kantoran yang gajian tiap bulan??_🤔🤔🤔

Begini yang perlu diluruskan ialah....

_Bukan tentang pekerjaannya tetapi cara kita berfikir fan bertindak itu yang menjadi masalah_

☺☺

Seorang pegawai sekalipun ia memiliki gajian tiap bulan, ia juga sambil usaha sampingan dengan tujuan agar ia tidak mengandalkan gajian dan belajar tidak bergantung pada mahluk ...ini bagus sekali untuk menjaga tauhid kita..

Namun sekalipun ia seorang pengusaha dan ia mengandalkan satu pintu rezeki dari satu bisnisnya..maka ia sama saja mengandalkan pada usahanya tersebut dan ini berbahaya buat tauhidnya...

_Buya bukannya kalau bisnis harus fokus pada satu hal,kalau macam2 tidak fokus dunx_🤔🤔
Eh ada jamaah tanya saya lagi😄

Begini...
Dalam ilmu Entrepreneurship betul sekali fokus pada usaha yang ditekuni itu penting,tetapi dalam kaidah ilmu tauhid ini sangat rawan untuk menjaga ketergantungan hati dia kepada kepada Allah...

saya kasih contoh satu...

Bisnis Umroh memiliki fase2 dimana musim umroh dibuka,namun sejak mendekati bulan haji maka otomatis visa umroh dihold dulu oleh saudi agar pemerintah saudi fokus pada persiapan jamaah haji...

Saat ini terjadi,maka pebisnis umroh jika tidak punya sampingan maka ia harus pintar manajemen keuangannya..namun ia tidak bisa berbuat banyak atas pemasukannya jika ia hanya mengandalkan bisnis umrohnya...

Saat ia beralasan khawatir tidak maksimal jika menjalani lebih dari satu usaha
*Fokus satu bisnis itu penting namun menjaga nilai tauhid itu jauh lebih penting*

saat ia khawatir ketika menjalani lebih dari satu usaha ,penghasilan tidak maksimal sementara kebutuhan rumah tangga meningkkat..

maka terbuktilah ayat di bawah ini

Surat Al-Baqarah Ayat 268

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ ۖ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.

Setelah tadi kita berbicara Dua Point Mindset Rezeki walau sebenarnya masih ada lagi,sekarang saya mau bahas tentang jalur rezeki.☺☺☺

Secara Umum rezeki memiliki 4 jalur ....

Kita akan mulai bahas  dari sebuah kisah antara Imam Malik dan Imam Syafii

Suatu ketika Imam Malik bersama muridnya Imam Syafii berdiskusi tentang salah satu hadits..

Imam Malik berpendapat : Sesungguhnya rezeki itu datang tidak perlu dicari, cukup dengan tawakkal yang benar kepada Allah niscaya Allah akan berikan Rizki, Hal ini berdasarkan hadist yang berbunyi

_“Andai kalian bertawakkal kepada Allah sebenar-benar tawakkal niscaya Allah akan berikan rizki kepada kalian sebagaimana Dia memberikan rizki kepada burung yang pergi dalam keadaan lapar lalu pulang dalam keadaan kenyang” (HR. Ahmad)_

Adapun Syafi’i berbeda dengan Imam Malik dalam hal ini, ia mengatakan bahwa seandainya burung itu tidak keluar dari sangkarnya dan pulang kembali niscaya tidak akan mendapat Rizki, artinya ia telah berusaha.

Masing-masing bertahan pada pendapatnya…🤔🤔🤔

Imam Malik mengambil potongan hadist  _Niscaya kalian akan diberikan Rizki sebagaimana burung_

sedangkan muridnya Asy Syafi’i mengambil sisi hadist _Kalau burung tidak keluar dari sangkarnya maka tidak akan mendapatkan rizki_

Asy Syafi’i ingin memperkuat argumennya untuk sang guru, maka ia keluar meninggalkan Malik dalam keadaan berpikir, di tengah jalan ia mendapatkan orangtua sedang memikul plastik yang berisi sesuatu yang berat, lalu Syafi’i menawarkan diri untuk membawanya…

Wahai Paman, bolehkah aku membantumu Ujarnya, lalu Syafi’i memikul barang bawaan tersebut…

Tatkala sampai ke rumah orangtua itu, ia pun memberikan kepada Syafi’i beberapa biji kurma sebagai balas jasa kebaikannya…

Syafi’i bahagia karena telah mendapatkan ide untuk menguatkan pendapatnya, “seandainya aku tidak membantu orangtua tadi, niscaya orangtua itu tidak akan memberikan kurma ini kepadaku”…

Penuh kegirangan, ia pun bergegas menjumpai gurunya yang baru bangun dari tidurnya dengan membawa beberapa biji kurma tadi. Sesampainya di tempat Imam Malik, ia pun meletakkan kurma tersebut di hadapannya sembari menceritakan kisah yang terjadi…

Mendengar kisah yang diceritakan...

Imam Malik pun tersenyum sambil mengambil kurma dan mencicipinya lalu mengatakan kepada Syafi’i, engkau telah membawa kurma ini kepadaku tanpa usaha dariku…

Kedua Imam yang mulia ini mengambil dua hukum yang berbeda dari hadist yang sama, namun keduanya sama2 mengajarkan kepada kita tentang namanya Jalur Rezeki yg Tajrid dan Asbab

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

_Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal_

Pada surat Al Imran ayat 190 dimana Allah mengajar kan kepada kita tentang dua hal.

1. Keseimbangan pada 2 hal
2. Rahasia Kehidupan Pada
    Setiap hal yang dialami

Namun kali ini kita akan membawa poin pertamanya

*Keseimbangan pada 2 Hal*

Ketika Allah menciptakan langit dan bumi secara dzohir atau secara bentuk fisik

Maka Allah juga telah menciptakan karakter manusia bumi dan manusia langit yang memiliki perbedaan.

Kedua karakter tadi memiliki sifat....

1. Genetika
  
    Dimana sejak lahir hingga Wafatnya manusia tersebut ia Ditugaskan di posisi itu Baik disadari atau tidak 
Oleh manusia tsb.

2. Mengalami perubahan Yang bersifat Fluktuatif

    Keadaan ia tetap sesuai dengan apa yang Allah Takdirkan namun bisa naik atau menurun

Syekh Ibnu Athoillah seorang Ulama dan Kekasih Allah yang menulis kitab Al Hikam

Penamaan Manusia Langit Dengan Istilah Tajrid dan Manusia Bumi dengan Istilah Asbab

Sekarang kita akan membahas perbedaan karakter manusia bumi dan manusia langit... ☺☺

*Manusia Bumi/asbab*
🌎🌎🌎🌎🌎

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ

_Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri._

Manusia bumi memiliki ciri pertama ketika ia ingin memperoleh sesuatu memakai hukum kausalitas atau sebab akibat.

Dan dalam melihat sesuatu cenderung harus dengan kekuatan logika dan harus terlihat secara dzohiriyah

Misalnya....

Keberhasilan  menurut mereka ketika memiliki sesuatu yang bersifat materi

Saat memiliki rumah 🏡 kendaraan 🚗🏍
Karir yang bagus 👨🏻‍💻👨🏻‍✈👨🏻‍🎨👮🏼

Dan begitu juga saat mempelajari agama,  tolak ukur ya dilihat dari kuantitas

Misalnya.... 
Dalam menghasilkan Qur'an targetnya bagaimana menghafal sebanyak mungkin ayat Qur'an

Dalam menghafal Hadits ia fokus menghasilkan banyaknya jumlah hadits ya dihafal

Nilai pemahaman dan pengamalan atas banyaknya ayat Qur'an  dan Hadits yang dihafal bukan fokus pertama.

Intinya bagi mereka kesuksesan untuk bersifat materi dan dapat dilihat secara mata dzohiriyah

Nilai positifnya.... 
Mereka mampu masuk ke dalam setiap karakter manusia secara umum

Yang dimana secara umum manusia masih melihat secara dzohiriyah

Mudah menjangkau kaum intelektualitas yang berpedoman pada kemahiran manusia bumi yang mampu hafal banyak dalil

Kelemahan ya manusia bumi

- terjebak pada sisi tekstual
  Dan kurang memahami sisi
   Kontekstual

- hanya melihat seseorang 
  Dari kacamata lahiriyah

Rezeki bagi manusia bumi atau asbab memiliki kekuatan sebab akibat

Ia memang ahli dalam bidang perencanaan target dll namun jangan lupa ia butuh doa dan Ridho manusia tajrid

*Manusia Langit/tajrid*
☄✨⛅🌨🌩

Berbicara tentang manusia langit kita akan mulai membedah  surat Yunus ayat 62

أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

_Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati._

Manusia langit memiliki karakter jiwa yang terikat dengan Allah swt

Jiwa yang terikat dengan Allah bukan hanya saat ia beribadah shalat, membaca Qur'an,  Dzikir

Tetapi juga terikat ke mana pun ia beraktivitas seperti bekerja, berbisnis semua terikat kepada Allah

Dalam bekerja atau berbisnis tolak ukur ya bukan materi atau hukum sebab akibat

Namun ia selalu mencari keridhoaan Allah dalam setiap aktivitas ya.... 

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ

_Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya._

Al Baqarah ayat 207

Jalan kehidupan yang dijalaninya dijadikan sebagai wakaf di jalan dakwah

Ia selalu mengutamakan kepentingan dakwah dan ummat dibandingkan kepentingan diri dan keluarga ya....

Inilah yang disebut itsar

وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ

_“Dan mereka mengutamakan  atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan.”_

(QS. al-Hasyr: 9)

Ibnu Katsir mengatakan,

_“Mereka mendahulukan orang-orang yang sangat membutuhkan daripada kepentingan pribadi.”_

(Tafsir Ibnu Katsir 8/70)

Ibnu Taimiyyah berkata,

_“Adapun mengutamakan orang lain padahal ia sedang kesusahan, itu lebih utama daripada sekadar bersedekah dengan senang hati. Karena tidak semua orang yang bersedekah itu senang hati lagi dalam kesusahan.”_

(Minhajus Sunnah7/129)

Karena tidak mudah bagi setiap manusia untuk menyerahkan apa yg dimiliki kepada Allah dan Rasulullah dan kepentingan orang banyak

Ini salah satu keutamaan manusia langit dan banyak keutamaan yang dilakukan manusia langit

Misalnya

Dalam diamnya ia sibuk berdoa untuk orang lain dan hatinya tak pernah lalai mengingat asma Allah dan Rasulullah

Wajarlah jika akhirnya ia menjadi kekasih Allah dan Rasulullah...

*Yang dimana Allah letakkan keridhoaan-Nya pada Manusia Langit*

Manusia Langit itu tidak Selamanya ia seorang Ulama
Namun ia memiliki ciri manusia langit...

Misalnya...

Keridhoaan seorang anak terletak pada ibunya

Keridhoaan seorang istri terletak pada suaminya

Keridhoaan seorang murid terletak pada gurunya...

Sosok manusia langit ketika ia beraktivitas bukan untuk mencari Keridhoaan Allah maka dia akan jatuh dalam kepahitan hidup😰

Karena sejatinya sejak ia lahir  dirinya telah Allah tugaskan bukan untuk melayani diri sendiri

Seorang wanita yang terlahir ke dunia ini maka ia telah memiliki kodrat seorang ibu

Yang dimana seorang ibu suka tidak suka ia akan memikirkan kepentingan suami dan anak nya

Namun jika ia fokus melayani suami bukan untuk mencari Ridho Allah maka hati ya mudah rapuh

Begitu juga setiap pria yg menjadi suami maka ia telah memiliki tanggung jawab besar atas istri dan anak ya

Maka jika ia membimbing keluarganya karena Ridho Allah maka hati nya tak mudah lelah☺☺

Seseorang yang telah menjadi juru dakwah Nya suka tidak suka, ia harus mengutamakan kepentingan ummat daripada keluarganya sendiri.... 

Ciri lain manusia langit ia banyak merasakan Keajaiban untuk mèmperkuat tugasnya di muka bumi ini

Bagaimana do'a seorang guru.... Do'a seorang ibu...  Do'a anak yatim... Memiliki kekuatan yang besar

*Rezki Allah antarkan kepada mereka tanpa memakai hukum sebab akibat seperti manusia bumi*

Selama manusia langit menjadikan segala aktivitas untuk mencari Ridho Allah dan dakwah kepada ummat

Dan semua itu telah Allah gariskan sejak dunia ini belum diciptakan,  Allah telah gariskan manusia bumi dan manusia langit

Dişinilah perlu ada sinergi antara manusia bumi dan manusia langit.... 

Sehebat apapun usaha manusia bumi maka ia membutuhkan kekuatan manusia langit

Sebagaimana sebagus apapun bibit tanaman membutuhkan hujan dan panas matahari yang ada di langit

Untuk mengetahui tajrid atau asbab harus belajar lewati majelis secara langsung dan butuh proses yang tidak

Maka datanglah ke Majelis 2 IQRO yang saya buat ya☺

Jangan Minta Dipindah Dari Satu Maqom Ke Maqom Lain

لاتَطلُبْ منهُ ان يُخرِجكَ من حالةٍ ليَسْتعملكَ فيماَ سِواها فلوارَادكَ لاسْتَعْملك من غير اِخرَاجٍ

."Jangan engkau meminta kepada Alloh supaya dipindahkan dari suatu masalah kepada masalah yang lain, sebab sekiranya Alloh menghendakinya tentu telah memindahkanmu, tanpa merubah keadaan yang terdahulu."

Syarah

Dalam suatu hikayat: Ada seorang yang salik, dia bekerja mencari nafkah dan beribadat dengan tekun, lalu ia berkata dalam hatinya: Andaikata aku bisa mendapatkan untuk tiap hari, dua potong roti, niscaya aku tidak susah bekerja dan melulu beribadat.

Tiba-tiba ia tanpa ada masalah tiba-tiba ia ditangkap dan dipenjara, dan tiap hari ia menerima dua potong roti, kemudian setelah beberapa lama ia merasa menderita dalam penjara, ia berpikir: Bagaimana sampai terjadi demikian ini?

Tiba-tiba ia mendengar suara yang berkata: Engkau minta dua potong roti, dan tidak minta keselamatan, maka Kami [Alloh] menerima dan memberi apa yang engkau minta.

Setelah itu ia memohon ampun dan membaca istighfar, maka seketika itu pula pintu penjara terbuka dan ia dibebaskan dari penjara.

Sebab Alloh menjadikan manusia dengan segala kebutuhannya, sehingga tidak perlu manusia merasa khawatir, ragu dan jemu terhadap sesuatu pemberian Alloh, walaupun berbentuk penderitaan pada lahirnya, sebab hakikatnya nikmat besar bagi siapa yang mengetahui hakikatnya, sebab tidak ada sesuatu yang tidak muncul dari rahmat, karunia dan hikmah Alloh subhanahu wata'ala.

*Jalur Pertama*

*Rezeki Mendatangi kita*

ketika seseorang memiliki ketaatan kepada Allah yang kuat hingga dipersembahkan seluruh kehidupan yang ia jalani sebagai ibadah dan dakwah sekalipun ia ada yang berprofesi sebagai guru,dokter,pegawai dan berbagai profesi lain sehingga ia istiqomah terus menerus,maka mudah bagi Allah di datangkan rezeki bagi dirinya sekalipun ia baru terbersit di dalam hati...

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا

_Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar._

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

_Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu._

(QS At Talaq ayat 2-3)

Kunci seseorang mampu ditempatkan Allah di posisi ini ialah :

1. *Doanya memperbanyak istigfar daripada kebutuhan hidupnya*

قُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا

_maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-,_

رْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا

_niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat,_

وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

_dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai._

ا لَكُمْ لَا تَرْجُونَ لِلَّهِ وَقَارًا

_Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?_

Sahabat IQRO perhatikan doa para Nabi deh...

Nabi adam saat dipisahkan puluhan tahun dengan istrinya hawa,ia tidak doa ditemukan dengan istrinya hanya fokus minta ampun..

Nabi yunus saat dimakan ikan paus,tidak doa minta dikeluarkan dari  ikan paus tetapi fokus minta ampun

dan berbagai doa lainnya....

*Fokus Minta Ampun daripada berdoa akan hajatnya*

2. *Istiqomah sesibuk apapun sampai mati*

Siapapun bisa sedekah 2000 namun tidak setiap orang mampu sedekah 2000 sampai wafat,karena syetan mengetahui keutamaan mereka yang istiqomah di jalan Allah...

begitujuga siapapun bisa berdakwah namun tidak setiap orang mencintai di jalan dakwah,karena ujian mereka yang istiqomah di jalan dakwah tak mudah namun dibalik kesulitan itu banyak keajaiaban Allah

- Bersahabat dengan para malaikat
- dpenuhi segala hajat dunia akhirat
- di lindungi dunia akhirat
- di janjikan surga

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

_Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu"._

نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۖ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ

_Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta._

زُلًا مِنْ غَفُورٍ رَحِيمٍ

_Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang._

QS Fushilat ayat 30-32

*Jalur Rezeki Kedua*

* Kita mendatangi Rezeki dan Rezeki Mendatangi Kita*

Dimana saat kita berusaha sesuatu yang halal,maka janji Allah pun ada bagi mereka yang berusaha dan yakin bahwa pekerjaan ia disaksikan Allah, Rasulullah dan orang beriman

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

_Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan._

Usahanya juga tak sebatas usaha dunia namun juga usaha mendapatkan keridhoaan Allah serta dukungan manusia langit atau tajrid.

Namun dalam usaha yang dilakukannya maka rezeki yang datang juga akan terbagi dua yaitu ada rezeki halal dan haram...🤔🤔🤔

Misal saat ia bekerja kantor..ia bisa mendapatkan peluang naik jabatan dengan cara halal atau haram itu tersedia

Begitujuga dalam bisnis,tersedia juga ada rezeki halal dan haram..

Semua ini bertujuan untuk menguji diri kita...

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

_Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?_

makanya di doa shalat dhuha kita diminta agar Allah membantu kita mendapatkan rezeki yang halal

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Artinya :
“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, *apabila haram sucikanlah*, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.

*Jalur Rezeki Ketiga*

*Kita Mendatangi Rezeki*

Bedanya dengan jalur rezeki kedua,ialah Rezeki kedua bergerak ke arah kita dan kita bergerak ke arah rezeki misalnya tadi ada promo naik jabatan di kantor dan kita juga sungguh2 untuk mendapatkan promo jabatan.

Ada yang tawarin modal usaha dan disaat itu kita lagi mau usaha juga😍😎

itu kalau jalur rezeki ke dua...☺

kalau Jalur Rezeki Ketiga ialah, disaat tidak ada yg tawarkan modal usaha maka kita bergerak usaha, disaat tidak ada yang tawarin promo naik jabatan maka kita berusaha agar bisa naik jabatan...

*ia menyakini bahwa perubahan akan ada kalau ia bergerak sekalipun peluang belum ada di depan mata...*

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ

_Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri._

QS Ar RAdu ayat 11

*Jalur Rezeki Keempat*

*Kita Mendatangi Rezeki Namun Rezeki Menjauh*

😰😰😰😰😰

Sepasang suami istri ribut karena tidak ada makanan bahkan mereka sampai teriak2,disaat yang sama ada tetangga yang mau antarkan rendang daging untuk mereka,sesampai di pintu rumah mendengar suami istri yang saling bertengkar maka otomatis rendang daging tidak jadi dinikmati mereka😨😨😨😨

Seorang  sedang melakukan perjalanan menuju tempat kerja untuk melakukan interview,namun saat akan tiba waktu interview disaat itu panggilan adzan datang..demi dunia ia lalaikan adzan dengan alasan bisa nanti sementara interview sekarang..alhasil Allah tidak ridho dan ia tidak mendapat pekerjaan 😨😨

*ketika ia tak mampu menaklukan dunia maka ia akan ditaklukan dunia dan diperbudak dunia*

_Mau ngaji akan selalu ada alasan dunia sampai kapanpun akhirnya Allah lalaikan ia dari aktivitas pengajian dan rezeki yang dinikmati tidak membawa ketenangan_

وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

_Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik._

Al hasyr ayat 19


Wallahualam

Melihat Rasulullah saw Dalam Nyata

Dalil yang menguatkan bahwa seseorang bisa bertemu Rasulullah SAW baik dalam mimpi ataupun dalam keadaan sadar / tidak tidur adalah sabda Nabi SAW:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: من رأني فى المنام فسوف يراني يقظة ولا يتمثل الشيطان بي ( رواه البخاري ومسلم وابو داود وغيرهم )
Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa melihatku dalam mimpi, maka dia akan melihatku dalam keadaan jaga, dan syaithan tidak bisa menyerupai aku”. (HR. Buhari, Muslim, Abu Daud dan muhaddits lainnya).

Riwayat hadits lain mengatakan :

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: من رأني فى المنام فسيراني فى اليقظة. (رواه البخاري)
Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa melihatku dalam mimpi, maka dia akan melihatku dalam keadaan jaga”. ( HR. Buhari ).

Kedua hadits Nabi SAW tersebut diatas, sangat jelas dan tidak perlu penafsiran lagi, bahwa Nabi bisa dilihat dalam mimpi ataupun jaga (sadar / bukan mimpi), dan adanya jaminan syaithan tidak bisa ngaku atau menyamar sebagai Nabi. Dalam kitab Bughyatul Mustafid li Syarhi Munyatul Murid karangan Sayyidi Muhammad Al ‘Araby halaman 211 diterangkan bahwa : “Dan diantara faedah / keuntungan bershalawat kepada Nabi SAW ialah mendekatkan hamba tersebut dengan Nabi Muhammad SAW. yang ahirnya sampai bisa bertemu dengannya dalam keadaan sadar / jaga

Para sahabat banyak yang menyatakan bertemu Rasulullah SAW setelah wafatnya. Salah satunya dan tertulis dalam sejarah adalah diceriterakan oleh Abdullah bin Salam RA. Khalifah Ar Rasyidiin ke tiga Sayyidina Utsman bin Affan RA. ketika dikepung para musuh politiknya pada saat hari terbunuhnya beliau, juga dijumpai Rasulullah SAW dalam jaga / sadar / bukan mimpi dan ditawari dua pilihan ; diselamatkan dari kepungan musuh atau berbuka bersama Rasulullah SAW. Dia memilih yang kedua dan wafat hari itu juga.

Kalau fenomena ini kita kaji dengan akal sesehat dan secerdas apapun jelas tidak akan terjangkau. Karena memang sudah bukan ruang lingkup cakupan akal yang sangat terbatas kemampuannya. Persoalan utamanya disini bukan tidak masuk akal tapi tidak terjangkau oleh akal. Yang bisa jangkau hanyalah pandangan hati yang sangat bersih, bening dan penuh dengan iman.

Bukti lain bahwa Rasulullah SAW tetap berkomunikasi dengan sahabatnya setelah beliau wafat adalah paparan Saykhul Islam Al Imam Fahrur Razi dalam menafsiri S. Al Kahfi berkata : “Adapun S. Abu Bakar Al Shiddiq ra. maka sebagian karomahnya ialah, bahwa setelah janazahnya dibawa menuju pintu kuburan Nabi SAW dan disampaikan ucapan :
السلام عليك يارسول الله هذا أبو بكر بالباب
“Salam sejahtera untukmu ya Rasulullah, ini Abu Bakar di pintu”.

Maka tiba tiba pintu terbuka dengan sendirinya dan ada hatif ( suara tanpa diketahui orangnya ) berkumandang dari arah kubur Rasulullah SAW.
أدخلوا الحبيب إلى الحبيب
“Masuklah kekasih pada (tempat) kekasih"
.
Berkata Syeikh Jalaluddin Al Suyuthi dalam kitabnya “Anbaaul Adzkiya’ Hayaatul Anbiya’”. “ Nabi SAW hidup di dalam kuburnya, begitu juga para Nabi lainnya ‘alaihimus shalatu was salam. Adalah suatu hal yang kami ketahui dan yakini berdasarkan dalil hadits yang mutawattir”. Adapun hadits yang menguatkan pendapat ini adalah :

عن انس رضي الله عنه: "أن النبي صلى الله عليه وسلم مر بقبر موسى عليه السلام فإذا هو حيى فى قبره يصلى قائما" ومن ذلك الحديث "الأنبياء أحياء في قبورهم يصلون" ( رواه مسلم )
Diriwayatkan oleh Anas ra.: “Sesungguhnya Rasulullah SAW lewat di kuburan Nabi Musa AS. (pada malam Isra’ dan Mi’raj ), Dia hidup di kuburannya sedang berdiri dalam shalat”. dan dari hadits ini pula, “Para Nabi hidup di kuburnya dan melaksanakan shalat”. ( HR. Muslim )

*/berapa abad jarak wafatnya Nabi Musa dengan kehidupan Nabi muhammad SAW?.... Lebih jelas lagi, kehidupan para Nabi dan Rasul di alam barzah banyak dijelaskan dalam hadits – hadits tentang Isra’ wal Mi’raj Rasulullah SAW.

Ada beberapa tanda seseorang itu akan bertemu Rasulullah saw

Seperti..

_Dunia ini terasa tidak menarik buat dirinya, semua terfokus cinta kepada Rasulullah saw_

*tentu semua itu akan terjadi dalam bimbingan seorang guru yang mengikuti Qur'an dan Sunnah hingga ilmunya tersambung ke Rasulullah saw*