Sabtu, 27 Juli 2019

Saat Seorang Guru Mendidik Muridnya




Terkadang ia harus melakukan sesuatu yang membuat murid itu tidak nyaman..

Membuat akal fikiran y tak mampu memahami fikiran sang guru...

Membuat muridnya terus diminta untuk melakukan pengorbanan2..

Baik itu pengorbanan harta... Dan yang paling berat pengorbanan perasaan 🥺🥺🥺

Sebagaimana pernah saya sampaikan pesan dr abah ke kawan2..

*jika ingin menembus langit pakai adab bukan hanya ilmu*

Adab ini kuncinya di perasaan....

Dimana dimulai dr fikiran y di skak mat...

Bahwa tak semua hal bisa ia fikirkan dengan akal ya...

Bahwa ia harus menekan ego dirinya...


Disinilah guru itu mentarbiyah dengan berbagai hal yang membuat murid tak nyaman

Membuat murid terus berkorban perasaan...

Membuat murid berkorban hartanya..

Hingga bisa jadi tdk ada yang ia punya kecuali satu.....

Yaitu...


*keyakinan bahwa Allah swt dan Rasulullah saw serta gurunya tidak pernah membuat ia bersedih dan kecewa*


Saat itu terjadi....

Maqom Mahabbah akan datang kepadanya.....


Dimana saat benar ia sudah Mahabbah kepada Allah swt...

Maka tanpa ia minta semua akan datang sendirinya..

Maka doanya lagi bukan meminta hajat dunia bahkan bukan dirinya sendiri...


Tetapi untuk semua umat di semesta raya ini...



Maka Banyak Orang Mampu belajar kepada para ulama..

Karena yg diajarkan ia ilmu tentang aktivitas ibadah dzohir....

Yang masih bisa dicerna dengan akal fikiran dan hatinya sendiri...


Namun tak banyak orang mampu belajar dengan para wali..

Karena yang diajarkan para wali yaitu ilmu bathin ya ibadah.


Dimana pendidikan para wali akan menghancurkan akal fikiran....

Akan membuat tidak nyaman hati....

Itu semua dalam rangka tarbiyah hati murid benar2 berserah kepada-Nya.


Agar ia sadar tidak semua hal bisa dijangkau akal fikiran ya sendiri.

Agar ia sadar bahwa tdk ada yg bisa membuat hatinya nyaman kecuali berharap Ridho Allah swt dan Rasulullah saw

Dimana ia akan selalu diminta pengorbanan apa yg ia miliki

Agar ia tdk merasa memiliki apapun kecuali kesadaran apa yg ia miliki berasal dari Allah swt...

Dibuat banyak orang yg dekat dengannya hingga yg ia kagumi kecewakan dirinya

Agar ia sadar hanya Allah swt dan Rasulullah saw yg sempurna mencintainya bukan siapapun....



Disinilah perbedaan pola pengajaran ilmu dzohir dan bathin seorang guru dalam mendidik muridnya

Semoga kita semua khususnya saya yg penuh dosa ini bisa sepenuh hati belajar kepada guru kita...

_Jika dengan guru yg didepan mata saja tak mampu taati apalagi dengan Allah swt dan Rasulullah saw yg tak pernah kita lihat_

_Apakah benar kita bisa taat kepada yang tak terlihat oleh mata jika yg depan mata saja masih suka ingkar dan berhitung_


😢😢

MUHIBBIN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar