Istilah Tashawwuf pada zaman Rasulullah saw tidak dikenal secara eksplisit, dalam arti Beliau saw menyampaikan Al Qur'an apa adanya dan memberikan contoh dalam setiap kehidupan sehari-hari..
Tetapi secara substansi semua yang dibahas dalam Ilmu Tashawwuf itu bersumber dari Rasulullah saw baik bersifat Qouliyah, Fi'liyah maupun Taqririyah
Demikian juga di Zaman Rasulullah saw tidak ada istilah ilmu Tauhid, Ilmu Tajwid, Ilmu Tafsir, Ilmu Fiqih, Ilmu Nahwu, Ilmu Shorof dan lain halnya. Termasuk juga pembukuan Al Qur'an seperti yang kita lihat saat ini.
Jadi jika kita beranggapan bahwa segala sesuatu yang tidak ada di Zaman Rasulullah saw dan para sahabat itu Bid'ah dan semua yang Bid'ah itu pasti masuk neraka
Maka yang sesat dan masuk neraka bukan hanya ahli
ilmu tashawwuf saja tetapi juga ahli tajwid, ahli fiqih, ahli nahwu, ahli tafsir dan berbagai hal lainnya.
Tetapi kalau kita bicara ilmu secara subtansi tentang praktek ilmu tashawwuf, fiqih, tafsir, nahwu , shorof dan berbagai persoalan lainnya semua itu sudah ada sejak awal islam.
Semua itu bersumber dari Rasulullah saw dalam bentuk uswah tanpa nama tentang kekhususan ilmu tertentu, lalu di kemudian hari para ulama berijtihad dengan cara memilah agama islam sesuai dengan bidangnya masing2 hingga dikenal dengan berbagai nama2 ilmu tersebut.
Berbicara Ilmu Tashawwuf juga berbicara apa yang disampaikan dalam Qur'an dan Hadits..
ketika kita diperintahkan untuk bersabar dalam berbagai ujian kehidupan maka disanalah Ilmu Tashawwuf berperan,bukan hanya sekedar teori namun juga ada metode dalam aplikasikan ilmu tashawwuf yang disebut metode itu dengan nama Thoriqoh
Karena berbagai perkara tentang masalah batiniah tak hanya bisa dipelajari sekedar Teori sebagaimana kita diminta untuk bersabar, maka banyak orang berusaha untuk sabar namun goyah karena tak adanya metode khusus dalam mengelola masalah batin ini
Disinilah kita membutuhkan bimbingan Lahir Batin yang tersambung Sanad Ilmu dan Amalan Hingga ke Rasulullah saw
Referensi :
Kitab Thariqah At Tijaniyah Dalam Neraca Al Qur'an dan As Sunnah ditulis oleh KH Muhammad Yunus A. Hamid
Tidak ada komentar:
Posting Komentar