Senin, 27 Agustus 2018

APAKAH TASHAWWUF SUDAH ADA DARI SEJAK ZAMAN NABI MUHAMMAD SAW?

Istilah Tashawwuf pada zaman Rasulullah saw tidak dikenal secara eksplisit, dalam arti Beliau saw  menyampaikan Al Qur'an apa adanya dan memberikan contoh dalam setiap kehidupan sehari-hari..

Tetapi secara substansi  semua yang dibahas dalam Ilmu Tashawwuf itu bersumber dari Rasulullah saw  baik bersifat Qouliyah, Fi'liyah maupun Taqririyah

Demikian juga di Zaman Rasulullah saw tidak ada istilah ilmu Tauhid, Ilmu Tajwid, Ilmu Tafsir, Ilmu Fiqih, Ilmu Nahwu, Ilmu Shorof dan lain halnya. Termasuk juga pembukuan Al Qur'an seperti yang kita lihat saat ini.

Jadi jika kita beranggapan bahwa segala sesuatu yang tidak ada  di Zaman Rasulullah saw dan para sahabat itu Bid'ah dan semua yang Bid'ah itu pasti masuk neraka

Maka yang sesat dan masuk neraka bukan hanya ahli
ilmu tashawwuf saja tetapi juga ahli tajwid, ahli fiqih, ahli nahwu, ahli tafsir dan berbagai hal lainnya.

Tetapi kalau kita bicara ilmu secara subtansi tentang praktek ilmu tashawwuf, fiqih, tafsir, nahwu , shorof dan berbagai persoalan lainnya semua itu sudah ada sejak awal islam.

Semua itu bersumber dari Rasulullah saw dalam bentuk uswah tanpa nama tentang kekhususan ilmu tertentu, lalu di kemudian hari para ulama berijtihad  dengan cara memilah agama islam  sesuai dengan bidangnya masing2 hingga dikenal dengan berbagai nama2 ilmu tersebut.

Berbicara Ilmu Tashawwuf juga berbicara apa yang disampaikan dalam Qur'an dan Hadits..

ketika kita diperintahkan untuk bersabar dalam berbagai ujian kehidupan maka disanalah Ilmu Tashawwuf berperan,bukan hanya sekedar teori namun juga ada metode dalam aplikasikan ilmu tashawwuf yang disebut metode itu dengan nama Thoriqoh

Karena berbagai perkara tentang masalah batiniah tak hanya bisa dipelajari sekedar Teori sebagaimana kita diminta untuk bersabar, maka banyak orang berusaha untuk sabar namun goyah karena tak adanya metode khusus dalam mengelola masalah batin ini

Disinilah kita membutuhkan bimbingan Lahir Batin yang tersambung Sanad Ilmu dan Amalan Hingga ke Rasulullah saw

Referensi :
Kitab Thariqah At Tijaniyah Dalam Neraca Al Qur'an dan As Sunnah ditulis oleh KH Muhammad Yunus A. Hamid

Minggu, 12 Agustus 2018

Ada Yang Keliru Dalam Doa Kita

*_Ada Yang Keliru Dalam Doa Kita Kepada Allah_*

Siang itu saya sedang duduk berdiskusi dengan KH Muhammad Yunus Hamid,dari beliaulah sy peroleh ijazah amalan dzikir yang bersanad ke Rasulullah saw.

_Mas Reza..kalau kita ingat2 lagi ada yang keliru dalam doa kita saat meminta rezeki kpd Allah swt_

sayapun terdiam sesaat dan bertanya kembali kepada beliau...

_keliru bagaimana abah?_
🤔🤔

dan beliaupun menjawab..

_Dahulu saat Nabi Ibrahim as akan pergi tinggalkan keluarganya dipadang tandus Mekkah beliau berdoa kepada Allah seperti ini_

Surat Ibrahim Ayat 37

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

_Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan *beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur*_

_Nabi Ibrahim dalam doa minta rezeki langsung minta buahnya..beliau ndak minta pohonnya_

_Sementara kita nih mas reza dalam doa kebalik_

_Ya Allah Beri saya pekerjaan..beri saya bisnis akhirnya banyak org yg sdh bekerja atau berbisnis hasilnya ndk cukup2_

sayapun terdiam dan benarkan perkataaan abah yai...

_Ya...ya abah...padahal bisa saja kita langsung minta hasilnya aja kepada Allah masalah prosesnya bisa darimana saja Allah kasih_
jawab saya...

Diskusi yg begitu menarik saat saya bersama abah...

membawa fikiran saya masih tetap berfikir akan diskusi tadi...

terfikir saat orang mau berangkat umroh dan haji doanya...

_Ya Allah berikn saya pekerjaan atau bisnis agar bisa umroh atau haji_🕋🕋

pertanyaannya...

kenapa kita ndak doa langsung minta Umroh atau Hajinya...🤔🤔

begitujuga terkait kebutuhan2 lainnya...

Alhamdulilah ada saja ilmu yang bertambah setiap diskusi dengan Abah Yai sekalipun dalam suasana santai dengan secangkir kopi
😎☕

_Muhammad Reza Adrianto_

Selasa, 07 Agustus 2018

Bersatu Untuk Keutuhan NKRI

Sudah Saatnya Kita BERSATU dan BERTINDAK untuk keutuhan NKRI.
===

Pagi itu, 26 Maret 1863, dengan jumawa Belanda menyatakan perang di wilayah Aceh. Penjajah ini sudah sangat yakin akan menang mudah. Meriam, oke. Senapan, lengkap. Prajurit, bugar. Menurut Belanda, dengan sekedar alat perang tradisional, Aceh takkan bisa bernafas panjang.

Sayangnya, dugaan itu meleset. Rakyat Aceh ternyata bukan lawan sembarangan. Mereka bukan seperti musuh-musuh Belanda sebelumnya yang bermental tempe. Orang-orang Aceh ini makin digertak, makin maju. Makin ditodong meriam, makin menjemput kematian.

Urusan perang Aceh sungguh kapiran bagi Belanda. Berpuluh tahun berperang, tak keluar seucap pun kata menyerah dari mulut rakyat serambi Mekkah. Belanda benar-benar menyesal telah menyatakan perang. Kerugian materi dari perang itu hampir membuat VOC bangkrut. Belum lagi jumlah korban jiwa dari pihak penjajah diprediksi menelan 100.000 prajurit!

"Ada apa ini?" Pertanyaan itu berkelebat di kepala para Jenderal Belanda. "Kenapa mereka seperti orang yang tak takut mati?"

Mereka tidak tahu bahwa masyarakat Aceh telah mengenal istilah 'Jihad'. Kamu membela tanah air, mempertahankan hakmu atas perampok, kamu perang lalu mati, kamu dapat surga. Itu janji Allah.

Siapa yang tak ingin masuk surga?

Maka, ancaman kematian dari penjajah bukannya ditakuti oleh rakyat Aceh, malah dirindukan.

Aceh berada di atas angin.

Lalu datanglah orang itu, atas undangan pemerintah Belanda. Lelaki kurus dengan kemampuan berfikir di atas rata-rata. Diam-diam, ia mempelajari karakter orang Aceh. Mereka adalah masyarakat yang agamis. Menyerang fisik secara frontal, bukan malah membuat mereka lemah, malah menjadi termotivasi. Dan dengan pengamatan itu, ia mengusulkan suatu strategi jitu pada Jenderal perang Belanda. Berkat strategi dia-lah, situasi perang berbalik 180 derajat.

Lelaki kurus ini, bernama: Snouck Hurgronje.

***

Untuk menguatkan analisisnya terhadap karakter orang Aceh yang kuat terhadap keislaman, Snouck Hurgronje bahkan rela pergi ke tempat agama Islam pertama kali muncul, Mekkah. Selama dua tahun, Snouck belajar tekun tentang bahasa Arab, sejarah Islam, menghafal Quran, hingga akhirnya ia tahu tentang materi Jihad. Pria kelahiran 8 Februari 1857 ini pun mengambil kesimpulan, sia-sia menyerang fisik rakyat Aceh, menodongnya dengan pistol, mereka takkan gentar.

Kemudian, otaknya berfikir, "Kalau tidak bisa diperangi fisik, Aceh harus diperangi mind set-nya."

Tapi mind set rakyat Aceh bagian mana yang harus dirubah?

Lama sekali ia memutar otak. Lalu, viola!

PISAHKAN AGAMA DENGAN URUSAN DUNIA.

Rumus inilah yang Snouck Hurgronje bawa pulang ke Nusantara, lalu memberitahukannya pada para jenderal perang Belanda.

Sebelumnya, Belanda melarang orang-orang Aceh berhaji, menahan mereka di pelabuhan. Snouck memarahi pembuat kebijakan itu.

"Jangan. Jangan larang mereka berhaji. Biarkan saja mereka berangkat. Semakin kau larang mereka berhaji, makin keras pula mereka melawan kita. Yang penting kita batasi saja durasinya. Jangan sampai mereka terlalu lama di Mekkah."

Dan dengan berpura-pura menampilkan wajah polos, Snouck bilang pada para tokoh-tokoh berpengaruh di Aceh.

"Mohon maaf selama ini kami memerangi kalian. Kami sadar kami salah. Maka, biarlah kita selesaikan perseturuan ini. Jadi silakan orang-orang Aceh fokus beribadah di meunasah (surau/ langgar), kami janji takkan mengganggu kalian. Tapi urusan kebun-kebun biar kami yang pegang."

Nampak benar, nampak sangat toleran. Bahkan percaya atau tidak, Belanda menyumbang dana yang sangat besar untuk membantu pembuatan mushollah, tempat wudhu, kegiatan keagamaan, irigasi air, sampai jalan-jalan menuju mushollah mereka perbaiki agar rakyat Aceh nyaman beribadah. Edan!

Tapi siasat pemisahan antara agama dengan dunia inilah yang menjadi titik balik kekalahan rakyat Aceh.

Setelah mereka merasa nyaman dan tenang beribadah di masjid-masjid, saat itulah Belanda menguasai seluruh tanah produktif. Beberapa orang sudah mengingatkan potensi bahaya tentang hal ini kepada para tetua, tapi hanya dijawab,

"Biarlah, yang penting kita masih bisa beribadah dengan tenang di meunasah. Selama Belanda tidak mengganggu ibadah kita, kita tak perlu berperang. Toh, Belanda sudah banyak menyumbang untuk pembuatan rumah ibadah kita."

Saat itulah, saat seluruh ekonomi dan politik dikuasai penuh, Belanda menghajar K.O. Rakyat Aceh dari belakang. Tanpa ampun. Aceh kelimpungan. Mereka sudah tak punya ketersediaan materi untuk melawan Belanda. Semangat mereka memang masih membara, tapi kini tak lagi imbang. Penjajah menang telak.

Kemenangan itu akhirnya "diresmikan" pada tahun 1903. Sultan Aceh, Muhammad Daud Syah, menyatakan kekalahannya terhadap Belanda secara tertulis.

***

Snouck Hurgronje memang sudah mati di Laiden, Belanda tahun 1936. Tapi siasatnya di Perang Aceh lalu masih digunakan orang-orang yang ingin menguasai ekonomi dan politik untuk mengeruk kekayaan alam Indonesia. Gencar sekali mereka mengatakan,

"Sudah, kalian orang baik, tidak perlu terjun di dunia bisnis. Bisnis itu jahat, loh. Banyak penipu di sana sini. Nanti ibadahmu terganggu kalau ngurus bisnis. Biar kami saja yang ngurus hal ini."

Jika ada ahli agama berbisnis, mereka akan teriak,

"Masa' Ustadz kok masih mikirin dunia. Hubbud dunia, itu. Harusnya fokus mikir akhirat."

Jika ada Ustadz masuk politik, mereka akan mengumpulkan tim bully,

"Ustadz kok ngomongin politik. Itu Ustadz apa provokator?"

Atau,

"Masjid kok dibuat ngomong politik. Dasar penjual ayat!"

Ketika orang-orang baik, orang-orang yang paham agama tidak menguasai ekonomi dan politik, saat itulah kedua unsur ini dipegang oleh orang-orang tak bermoral. Padahal, ekonomi dan politik adalah faktor penting dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Ippho Santosa, seorang trainer bisnis terkenal di negeri ini mengatakan,

"Orang Islam yang miskin, memang masih bisa berhaji, tapi dia sulit menghajikan orang lain. Orang Islam yang miskin, memang bisa beribadah, tapi dia tidak bisa membangun rumah ibadah. Sebaliknya orang Islam yang kaya, dia bisa haji, juga bisa memberangkatkan haji orang lain. Dia bisa beribadah di masjid, sekaligus bisa membangun masjid. Mulia mana?"

Lebih lanjut, Ippho Santosa bertutur,

"Kenapa umat Islam selalu ditindas? Bahkan kita demo-demo, teriak menentang penjajahan Israel atas Palestina pun tak pernah digubris. Kenapa coba? Karena kita lemah dalam ekonomi. Yahudi itu penduduknya cuma 14 jutaan di seluruh dunia. Sedangkan umat Islam lebih dari 2 miliar. Tapi karena yang nguasai ekonomi dunia orang Yahudi, mereka berani semena-mena. Coba orang Islam yang menguasai ekonomi dunia, jangankan ngebom, Israel maen petasan aja gak bakalan berani."

Begitu pentingnya perekonomian itu.

Di dunia politik, dunia yang dianggap tabu dimasuki para ustadz, Alhamdulillah sudah mulai banyak yang terang-terangan mengutarakan pandangan politiknya. Alasannya satu, "Jika politik tidak dipegang orang-orang memiliki pemahaman agama yang lurus, maka kekuasaan akan dipegang oleh orang-orang buruk."

Kini kita tahu, Ustadz Abdul Somad direkomendasikan oleh para ulama untuk maju di pilpres. Meski setelah itu beragam hinaan muncul mulai dari kata-kata, "Ustadz Syubhat, ustadz sombong, ustadz provokator, anti NKRI." Tapi beliau tetap mempertimbangkan hal itu. Sempat menolak, tapi desakan dari para ulama sudah sangat kuat agar UAS maju di pilpres. Terakhir, Ustadz Arifin Ilham terang-terangan mengatakan dukungannya untuk UAS.

"Sudah saatnya ada seorang ulama menjabat sebagai umaro' sekaligus di negeri tercinta ini," tutur Ustadz Arifin Ilham.

Ya, sudah saatnya kita rebut ekonomi dan politik negeri ini bila tak ingin umat Islam mengulangi kekalahan di Aceh tahun 1903.

Jangan anti dengan ekonomi dan politik. Karena sungguh, selain menjadi pelaku bisnis ulung, Nabi Muhammad juga seorang politikus gemilang.

***

Inspirasi dari QS: Ali Imran 110

Kamis, 02 Agustus 2018

Perbedaan Fiqih

Yang Menyatukan
Atau
Memecah Belah Umat

Saya tidak akan bicara secara luas tentang permasalahan fiqih yang
Sering terjadi

Namun akan mencoba
Menjelaskan dari basic
Kenapa perbedaan itu bisa hadir...👳🏻👳🏻👳🏻

Hadirkan hati...
Fokuskan fikiran y

Merujuk kepada kitab
Al Inshaf Fi Bayani Asbab Al Ikhtilaf
Karya Syekh Waliyullah Ad dahlawi

Ada juga dari Bidayatul Mujtahid karya Syekh Ibnu Rusyd...

Dan Kitab Fiqih Sunnah Karya Sayyid Sabiq dengan prolog Imam Asy Syahid Hasan Al Bana

Berbicara tentang perbedaan Fiqih adalah hal yang sudah menjadi makanan sehari2...☺

Salah satu kisahnya...

Ada seorang ibu baru pulang kajian Fiqih...tadi habis
Belajar bab thoharoh..

Menurut ust yang tadi mengajarkan...

Kalau dia bersentuhan dengan yg bukan muhrim batal...

Selepas pengajian....
Dalam perjalan pulang terdengar Adzan...

Bersegera ia menuju masjid dan wudhu...

Lalu ia melihat ada seorang ibu yg habis wudhu.. Tak sengaja menyentuh yg bukan muhrimnya

Anehnya...
Sang ibu tetap memakai mukena 😳😳😳

Ibu yg td dtg pengajian..
Katakan bahwa wudhunya tidak sah...

Namun ibu yg memakai mukena mengatakan sah
Menurut ust yg ajarin ya

Jadinya cekcok dah 😓😁

Nahh...
Ini salah satu kisah perbedaan fiqih...

Belum ada yg rayain maulid
Dan ada juga yg tdk...

Ada yg lakukan tahlil...
Ada juga yg tidak...

Ada yg katakan musik haram...
Ada juga yang tidak

Dan berbagai perbedaan yg hadir ditengah kehidupan kita 👳🏻👳🏻👳🏻

Keren kan islam...
Berwarna bgt 😎😎😎😎

Saya coba menjabarkan dengan bahasa yg sederhana kepada semua

Semoga Allah membantu saya..aamiin 👳🏻👳🏻👳🏻

Dahulu zaman Rasul masih ada apapun masalah larinya ke Rasulullah. ..

Para sahabat belajar dengan memperhatikan apa yg Rasul kerjakan dan ajarkan

Rasul tidak mengajarkan secara detail bagaimana tentang rukun sholat...sunnah sholat dll...
👳🏻👳🏻👳🏻

Sejalan dengan Wafatnya Rasul 😭😭😭

Para sahabat yg memimpin ummat...
Seperti Sayyidina Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali..

Ketika terjadi permasalahan mereka bertanya kepada para sahabat tentang permasalahan tersebut

Apakah ada yg pernah mendengar bagaimana Rasul memecahkan permasalahan tersebut

Misalnya...
Abu bakar pernah bertanya usai sholat jamaah didepan semua sahabat Rasul...

" Siapakah diantara kalian yang pernah mendengar dari Rasulullah tentang hak waris seorang nenek ?? "

Seorang sahabat bernama Mughirah berkata :
' aku Ya Kholifah ...
Rasul memberinya seperenam'

Abu bakar bertanya lagi...
' adakah orang selain kamu yg mengetahuinya??"

Sahabat yg lain didekatnya berkata...
" betul ya kholifah...
Saya pernah mendengarnya"

Maka abu bakar baru memutuskannya...

Gak pusingkan 😄😄😄😄

Inilah salah satu metode saat Rasul wafat...
Istinbath atau proses pengambilan keputusan seperti tadi..

Sejalan dengan para sahabat Nabi yang dakwah ke seluruh penjuru dunia..
🌍🌍🌍🌍🌍

Maka tantangan setiap  berbeda-beda 👳🏻👳🏻👳🏻

Terlebih Al Qur'an dan Sunnah Rasul juga tak semuanya dibahas secara detail...

Namun semua ulama tetap harus berpegang pada Qur'an dan Sunnah
👳🏻👳🏻

Hal ini sudah dipersiapkan oleh Rasulullah lewat kisah sahabat Mushab bin Umair

" Ya Mushab jika engkau dihadapkan oleh sebuah permasalahan...
Apa yg akan engkau lakukan...???"
Tanya Rasul

" aku akan kembali pada Qur'an dan Sunnah'
Jawab mushab

" jika tidak ditemukan
Apa yg akan engkau lakukan?? "
Tanya Rasul kembali

' aku akan mengambil keputusan sesuai Qur'an dan Sunnah'
Jawab Mushab

" Engkau benar Ya Mushab'
👳🏻jawab Rasul..

Inilah Ijtihad yg memang dibolehkan oleh Rasul...

Sebagaimana dijelaskan dalam sunan tirmidzi...

" Dari Abu Hurairah ra...
Beliau berkata...

Rasulullah saw bersabda
Seorang hakim apabila menghukumi sesuatu dan berijtihad kemudian tepat

Maka ia mendapatkan dua pahala..
Kalau salah mendapatkan satu pahala"

Tak bisa sembarang orang bisa menjadi hakim atau mujtahid

Sekarang ada seseorang yang dahulu jauh dari Allah
😡😡😡👿👿👿

Lalu bertaubat
Belajar agama ke satu majelis agama beberapa kali

Namun sudah berani
Menyalahkan para Ulama yg sudah belajar bertahun2...

Bahkan para imam hadits
Yang hafal ratusan ribu hadits dan puluhan tahun membuat buku...

Mudah mereka salahkan
Dengan modal ilmu agama yg baru mereka pelajari
😨😨😨😨😨😨

Hmmmm....
Inikah akhlak seorang yg belajar ilmu agama 😒😞😞

Kembali bagaimana perbedaan itu bisa semakin berkembang..

Jika kawan2 mau pergi dari Jakarta ke bogor...👳🏻

Tentu ada beberapa alternatif transportasi...

Kereta 🚄
Mobil🚙
Kendaraan umum 🚕

Yang belum ada
Pesawat terbang jurusan
Jakarta Bogor ✈

Hehehe 😁😁😁😁😁

Apapun kendaraan tidak masalah selama tujuannya dan perjalanannya tidak menyimpang 👳🏻👳🏻

Para sahabat nabi yg berdakwah ke seluruh penjuru dunia...🌍🌍

Mengalami tantangan yg berbeda...
Karakter masyarakat 👪
Kondisi cuaca 🌜☀⛅

Dan berbagai permasalahan yg belum pernah terjadi di zaman Rasulullah...

Inilah yg menyebabkan para ulama menggunakan metode ijtihad dalam menyelesaikan masalah yg ada 👳🏻👳🏻👳🏻

Berbagai madzhab yang kita dengar selama ini terutama
4 Madzhab :

1. Madzhab Hanafi👳🏻
2. Madzhab Maliki 👳🏻
3. Madzhab Syafii 👳🏻
4. Madzhab Hambali 👳🏻

( kook bisa berbeda gitu ya...
Apakah mereka nggak merujuk pada Qur'an dan Sunnah tadz?? 😳)

Semua ulama tersebut bukanlah ulama biasa...
Namun kemampuan yg luar biasa dalam memahami Qur'an dan sunnah...

Yang seperti tadi dijelaskan
Berbagai tantangan yg hadir membuat ijtihadpun berbeda. 

Namun perlu diketahui...
Perbedaan tersebut masih di wilayah furu'iyyah bukan ushuliyyah...👳🏻

Madzhab yg terlahir bukan untuk memecah belah umat
Namun
Untuk memudahkan umat dalam memahami islam

Sebagaimana pesan Allah
Di Surat Al Hajj ayat 78

" DIA sekali-kali tidak menjadikan suatu kesulitan untuk kalian dalam urusan agama"
👳🏻👳🏻👳🏻

( kalau kita mah gak perlu bermadzhab itu ulama tsb tadz..
Langsung Qur'an dan Sunnah..gmn 😤)

Begini mas bro..mba bro 😁

Saat kita tdk bermadzhab sebenarnya jg bermadzhab...

Kawan2 tentu belajar agama pada seorang guru...
Dan guru tsb tentu akan mengikuti pada salah satu madzhab yg ada 👳🏻👳🏻

Kalau modal belajar dari internet..ikut talim beberapa waktu...
Apa sudah bs dikatakan ilmu yg mumpuni sehingga berani berkata tdk bermadzhab? ☺👳🏻

Kembali tadi
Semua perbedaan itu masih di wilayah Furu'iyyah atau cabang agama...

Bukan ushuliyyah atau pokok agama...

(mumet aku pak ustadz😳)

Begini yg dikatakan pokok agama ialah Rukun Iman dan Rukun Islam...

Selama semua perbedaan tdk merubah rukun iman dan rukun islam...

Maka tidak ada masalah
👳🏻👳🏻👳🏻👳🏻☺☺☺

Namun jika...
Sholatnya 3x sehari...
Ada nabi selain Nabi Muhammad saw

Hingga syahadatpun diubah....
😳😳😳😳😳😳😳

Ini uda masalah pokok...

Masalah perbedaan dimasalah furu'iyyah atau cabang masih bisa ditolerir

Seperti td diawal ada bab masalah batal wudhu jk bertemu dengan yg bukan muhrim...

Madzhab Syafii..batal
Madzhab Maliki..tdk batal
Madzhab hanafi dan hambali...
Tidak batal selama tidak menimbulkan syahwat...

Bukan merubah rukun iman dan rukun islam kan ☺☺

Mau merayakan maulid dan tahlil
Tdk merayakan...
Merubah rukun iman dan islam tdk...☺☺☺

Jadi itu patokan buat sahabat semua...

Apakah perbedaan yang ada merubah rukun iman dan rukun islam tdk....☺👳🏻

Dan diskusi dengan guru tentang segala perbedaan yang ada...👳🏻👳🏻

Rasul mengajarkan...

*Ikhtilafu ummati rahmatun*

*Perbedaan pendapat dikalangan umatku adalah rahmat*

Bijaksanalah menghadapi semua....

Jangan mudah menyalahkan...

Jika memang berbeda pandangan dengan seorang guru...
Silakan belajar dengan guru yg lain👳🏻👳🏻👳🏻

Saran saya...
Belajar fiqih pada satu guru untuk yang baru belajar fiqih dasar

Dan memang di IQRO saya tdk fokus bicara fiqih...
Untuk meredam segala perdebatan..

Ajak siapapun gabung di IQRO yaaa...

Mohon maaf lahir batin..

Wassalamu'alaikum wr. wbr.

_Muhammad Reza Adrianto_