لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
_Sesungguhnya telah ada pada diri Rasûlullâh itu suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allâh dan kedatangan hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah_
[al-Ahzâb/33:21]
Ada sebuah Garansi akan kesempurnaan akhlak Rasulullah saw,yang dimana setiap perilaku beliau patut menjadi contoh bagi setiap Manusia bahkan juga selain manusia.☺☺
Sebagai sosok Manusia yang secara dzhohiryah Sama seperti Kita,Rasulullah saw Memiliki juga berbagai Masalah yang dihadapinya...
Kita pernah Memiliki Masalah Rumah Tangga, Ekonomi,Pergaulan, Dan berbagai permasalahan lainnya
Yang diantara Kita juga pernah mengalami Masalah2 tersebut...
Inilah Salah satu tujuan mengapa Allah mengambil utusan-Nya dari bangsa Manusia agar Kita mampu mempelajariNya...
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.
Q'S At Taubah Ayat 128
Dalam sebuah riwayat disebutkan ‘Aisyah menuntut keadilan kepada Nabi.
Lalu Rasulullah mengusulkan “Bagaimana pendapatmu, jika Abu Bakar yang melakukan?
Aisyah menjawab,
“Aku setuju."Panggillah beliau untuk datang.”
Setelah Abu Bakar datang, Rasulullah berkata kepada Abu Bakar,
“Kami telah memanggilmu untuk mengadili kami berdua.”
Rasulullah melirik ke arah ‘Aisyah dan berkata,
“Engkau atau aku yang berbicara?”☺☺
‘Aisyah menjawab, “Bicaralah dan jangan engkau berkata kecuali hal yang benar,”
mendengar itu, Abu Bakar menampar ‘Aisyah hingga mulutnya berdarah sambil memperingatkan,
“Apakah beliau pernah berbohong, wahai orang yang menyakiti dirinya sendiri?” 😡😡😡
‘Aisyah langsung mendekati Rasulullah lalu duduk di belakangnya.
Kemudian Nabi berkata kepada Abu Bakar,
“Kami tidak memintamu untuk ini (menampar) dan kami tidak memintamu untuk ini (memarahi).”
(HR. Bukhari)
Ini adalah Salah contoh kasus Rumah Tangga Rasulullah mengenai Pasangan Hidupnya☺☺
Perhatikan kisah di atas, metode Rasulullah saw Saat Memiliki Masalah dengan istrinya...
_Rasulullah saw Sekalipun seorang yang dijamin kesholehan dirinya oleh Allah memberikan ruang kepada istrinya untuk memberikan ruang komunikasi_
_Permasalahan Komunikasi sering menjadi Masalah Awal sebelum terjadi berbagai permasalahan lainnya_
*Prinsip Pertama*
*Berikan Ruang Komunikasi Kepada Pasangan*
Nasehat Pertama INI Saya arahkan untuk diri Saya Dan kaum adam☺☺😎😎
Dikarenakan Allah telah menetapkan kaum Adam Sebagai pemimpin sebuah Rumah Tangga.
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ
Kaum Lelaki adalah Pemimpin bagi Kaum Wanita
Disinilah butuh bagi setiap Pria untuk Belajar rendah Hati atas ego kepemimpinan agar Mau mendengarkan curahan hatI Istri.
Terlebih dalam sebuah buku yang berjudul
_Why Men Don't Listen And Why Women Don't Read A Map_
Karya Allan Dan Barbara Pease
Dijelaskan kaum Adam Memiliki kelemahan kurang Mau mendengarkan atas Apa yang Wanita katakan.
Padahal Salah satu kebutuhan dasar psikologi
Seorang Istri yaitu Ingin Didengarkan☺☺
Nah Sekarang....
Apakah seorang Wanita tidak Perlu Belajar mendengarkan Atau memberi ruang komunikasi pada Suami?
☺☺☺☺☺☺
Tidak Hanya kaum Adam tetapi Kaum Wanita jUga harus Belajar *REM Lisannya*😷☺
Terlebih Wanita Memiliki kelebihan sejak kecil daripada Pria...
Anak perempuan rata-rata lebih cepat bicara daripada anak laki-laki. Perbedaan ini terutama terlihat pada usia anak di bawah 2,5 tahun.
Penelitian di Inggris menemukan bahwa anak perempuan memiliki kosakata yang secara signifikan lebih besar dari anak laki-laki pada usia 18 sampai 24 bulan.
Hal ini bisa disebabkan karena otak bayi perempuan yang baru lahir lebih berkembang di bagian yang mengatur kemampuan bicara dan bahasa.
Teori Norman Geschwind juga menjelaskan bagaimana kaum hawa lebih suka berbicara.
Perkembangan yang lebih cepat, membuat otak perempuan lebih banyak menyerap kata-kata dibanding laki-laki.
Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa perempuan menggunakan sekitar 20.000 kata per hari, sementara laki-laki hanya 7.000 kata.
Inilah alasan mengapa anak perempuan Atau para istri kita terlihat lebih cerewet.
😁😁😁😁🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Kembali ke pembahasan Awal tadi...
Penting bagi Wanita memberikan Ruang Komunikasi kepada para Suami...
Dimulai dengan membiarkan para Suami Memiliki waktu untuk bertafakur Saat mengalami Masalah..
Hal INI juga bisa Kita baca di buku yang tadi Saya jelaskan...
_Wanita cenderung Saat Memiliki Masalah akan berbicara kepada orang terdekatnya_
_sementara Pria akan memilih waktu menyendiri sebelum berbicara kepada orang terdekatnya_
Inilah menjawab mengapa Rasulullah saw Saat sebelum turun Wahyu,beliau uzlah Atau menyendiri di Gua Hira
Beliau memikirkan keadaan penduduk Makkah Saat Itu yang menyembah berhala, Dan langkah Awal yg beliau lakukan bertafakur menyendiri hingga Allah memberikan Wahyu Pertama.
Maka Ruang komunikasi kaum Adam yang Perlu di fahami kaum Wanita ialah
Berikanlah ia waktu menyendiri..berfikir hingga tiba saatnya ia akan berbicara kepada Kita....
Sebagaimana Ibunda Khodijah tidak banyak berbicara Saat Rasulullah saw puLang ke Rumah dalam keadaan mengigil selepas menerima wahyu.
Hingga Rasulullah saw sudah merasakan nyaman untuk berbicara...
Beliau ceritakan semua yang ia lihat dan alami. Melihat Jibril dalam keadaan asli dan diseru menjadi seorang utusan Allah.
Dan perhatikanlah Apa yang Khodijah sampaikan kepada Suami tercintanya...
Dengan yakin ia menanggapi:
أَبْشِرْ يَا ابْنَ عَمِّ وَاثْبُتْ فَوَالَّذِي نَفْسُ خَدِيجَةَ بِيَدِهِ! إنِّي لأَرْجُو أَنْ تَكُونَ نَبِيَّ هَذِهِ الأُمَّةِ
_“Berbahagialah wahai putra pamanku dan teguhlah engkau. Demi Dzat yang jiwa Khadijah berada di tangan-Nya! Sungguh aku berharap engkau menjadi nabinya umat ini.”_
(Ibnu Hisyam dalam as-Sirah an-Nabawiyah, 1/236).
Perkataan indah yang terucap di saat sang suami merasa takut dan sedih.
Perkataan yang mampu mengokohkannya di tengah bimbang dan ragu.
Ucapan ini mengindikasikan Khadijah tahu akan ada seorang rasul yang diutus.
Dan orang yang ia harapkan untuk menjadi rasul itu adalah suaminya sendiri.
Dengan demikian, keimanan Khadijah bukan semata keimanan fanatik keluarga, tapi sesuatu yang dibangun dengan ilmu.
Pengetahuan Khadijah tentang kerasulan ini terbukti dengan tidak muncul pertanyaan darinya
“Siapa itu Jibril?” ,“Apa itu utusan Allah (Rasulullah)?” dll.
Dikarenakan saudaranya waraqah pernah katakan kepada Khodijah akan datang Seorang Nabi Akhir Zaman dari Bangsa INI yang bernama Ahmad.
Maka Perlu Kita sadari...
Ruang Komunikasi Perlu difahami satu Sama lain..
Ruang komunikasi seorang Istri belum tentu Sama dengan seorang Suami
Yang diperlukan Kita harus saling terus belajar Dimulai dari Shiroh nabawiyah Dan jUga berbagai keilmuan psikologi Pria Dan Wanita
☺☺☺☺
Diriwayatkan dalam hadits riwayat muslim, yang bersumber dari Jabir bahwa Sayyidina Abu Bakr meminta izin untuk berbicara kepada Rasulullah saw. akan tetapi beliau tidak mengizinkannya.
Demikian juga ‘Umar, tidak diizinkan oleh beliau. Namun tidak lama kemudian, keduanya diizinkan masuk di saat Rasulullah saw. duduk terdiam dikelilingi istri-istrinya yang menuntut nafkah dan perhiasan.
Umar bermaksud menggoda Rasulullah agar tertawa dengan berkata:
“Ya Rasulullah, sekiranya putrid Zaid (istri ‘Umar) minta belanja, akan kupenggal lehernya.”
Maka tertawa lebarlah Rasulullah saw. dan bersabda:
“Mereka yang ada di sekelilingku ini meminta nafkah kepadaku.”
Maka berdirilah Abu Bakr menghampiri ‘Aisyah untuk memukulnya, demikian pula ‘Umar menghampiri Hafshah sambil (keduanya) berkata:
“Kalian meminta sesuatu yang tidak ada pada Rasulullah?”
Maka Allah menurunkan Surat Al Ahzab Ayat 28-29 sebagai petunjuk kepada Rasulullah saw. agar istri-istrinya menentukan sikap (memilih Rasul atau harta benda).
Beliau memulai bertanya kepada ‘Aisyah tentang pilihannya dan menyuruhnya bermusyawarah lebih dahulu dengan ibu-bapaknya.
‘Aisyah menjawab:
“Apa yang mesti kupilih?”
Dan ‘Aisyah menjawab:
“Apakah soal yang berhubungan dengan tuan mesti kumusyawarahkan dulu dengan ibu bapakku? Padahal aku sudah menetapkan pilihan, yaitu aku memilih Allah dan Rasul-Nya.”
Surat Al Ahzab Ayat 28-29
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ إِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا فَتَعَالَيْنَ أُمَتِّعْكُنَّ وَأُسَرِّحْكُنَّ سَرَاحًا جَمِيلًا
_Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu: "Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan kepadamu mut'ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik._
وَإِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالدَّارَ الْآخِرَةَ فَإِنَّ اللَّهَ أَعَدَّ لِلْمُحْسِنَاتِ مِنْكُنَّ أَجْرًا عَظِيمًا
_Dan jika kamu sekalian menghendaki (keridhaan) Allah dan Rasulnya-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang besar._
Ini adalah Salah satu Kisah Rasulullah saw Saat hadapi tuntutan Ekonomi dari para istrinya...☺
Ketika Rasulullah saw hadapi Hal INI beliau tidak memarahi para istrinya dengan Nasehat kurang bersyukur tetapI beliau memahami fitrah kebutuhan para Istri
Dan beliau juga tidak langsung menceritakan keadaan aib istrinya kepada para orangtua mereka,Saat Umar mengajak bercanda dgn kasus yang Sama barulah Rasulullah saw sampaikan yg dirasakan.
Dan Allah mengajarkan lewat Rasulullah saw Ketika Masalah Tak mampu diredam Maka lakukanlah pada 2 Ayat Surat Al Ahzab
*Prinsip Kedua*
*Memberikan Dua Pilihan Kebaikan Kepada Pasangan*
Memang tidak bisa dihilangkan akan kebutuhan pribadi para Istri Rasulullah
Namun Ini adalah bagian dari perjuangan Rasulullah yg memang segala Apa yg dimilikinya bukan untuk diri sendiri namun untUK dakwah.
Pelajaran bagi Kita semua ialah Saat mengalami Masalah
Maka Coba berfikir dengan bijaksana untuk mencari berbagai alternatif Masalah bukan Hanya satu Pilihan saja
Dan berbagai alternatif yang ada tentunya harus mengacu pada APA yang Allah Dan Rasulullah saw ridhoi
Allah Ta’ala berfirman:
(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً)
_“Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, serta ulil amri diantara kalian. Jika kalian berselisih dalam suatu hal, maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya. Jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir.Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”_
(QS. An Nisa: 59).
Karena sering yg menjadi konflik tiada berujung Saat Kita berfikir Hanya ada satu solusi Dan ITU menurut penilaian Kita sendiri
Lalu bagaimana supaya Kita mendapatkan alternatif solusi penuh kebaikan....
Kuatkan kedekatan Kita dengan Allah...
hingga Akhirnya Allah memberikan petunjuk-Nya
*Prinsip Ketiga*
*Ibadah Berjamaah*
Ada sebuah masa dimana Saya merasakan tdk dekat secara Hati dengan Istri maupun anak2...
Saya berfikir ..
_Apa yang dilakukan Rasulullah saw Saat mengalami fase Ini ya_
🤔🤔🤔🤔🤔🤔
Jawaban itupun Alhamdulilah Saya temukan dalam Shiroh Nabawiyah...
_Banyak Momen Ikatan Hati dibangun Melalui Ibadah Jamaah_
Shalat Jamaah yang Pertama Kali Rasulullah saw lakukan sebelum dengan orang lain yaitu berdua berSama istrinya Khodijah
Dan Ibadah Shalat Rasululah lakukan bersama istrinya yang lain...
Tidak Hanya shalat, bahkan mandi bersama juga pernah dilakukan Rasulullah dengan istrinya
Dalam hadits riwayat Muslim dijelaskan sebuah riwayat agung dari Ummul Mukminin Aisyah binti Abu Bakar ash-Shiddiq. “Aku mandi bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam dari satu bejana.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam mendahuluiku sampai aku berkata, ‘Tinggalkan untkku. Tinggalkan untukku.’”
Jadi Kedekatan Hati Kita Dimulai dari aktivitas berjamaah Baik Kita dengan Pasangan maupun anak2...
Paling tidak sepekan 2x usai Maghrib tilawah Jamaah dengan Pasangan Dan anak...
_Saat Kita bersatu dalam Ibadah Insya Allah akan disatukan Hati Kita satu Sama lain_☺
Demikianlah 3 Prinsip Dasar Saat Kita Memiliki permasalahan dengan Pasangan Kita....
Insya Allah Semoga Kita selalu dibimbing Allah Dan Rasulullah saw Dunia akhirat