Senin, 21 Mei 2018

*ANALISA DZIKIR DARI SUDUT PANDANG ILMU KEDOKTERAN* *DOKTER INI TERKEJUT. TERNYATA DZIKIR MERUPAKAN OBAT YANG PALING MUJARAB, SUBHANALLAH* *Dr. dr. A Y Saleh, M.Kes, Sp. S.* _dari RS S Sunter - Jakarta (Alumni SMAN... Malang & S1-FK...), menyatakan bahwa dzikir itu menyehatkan. Ia menunjukkan lewat riset pada pasiennya di mana pasien yg berdzikir pulih lebih cepat di banding dgn yg tak berzikir._ Pasien yg mengalami persoalan alzheimer & stroke, akan lebih baik keadaannya setelah membiasakan dzikir dgn melafadzkan kalimat tauhid *"Laa iIlaaha illallah "* serta kalimat istighfar *"ASTAGHFIRULLOH"*. Menurut Dr. dr. Ar, dilihat dari pengetahuan kedokteran kontemporer, pengucapan *"Laa iIlaaha illallah"* serta *"Astaghfirullah"* bisa menyingkirkan nyeri & dapat menumbuhkan ketenangan dan kestabilan saraf untuk pasien. Lantaran dalam ke dua bacaan dzikir itu ada huruf JAHR yg bisa mengeluarkan CO2 dari otak. Dalam kalimat *"Laa Ilaaha Illallah"* ada huruf Jahr yg diulang tujuh kali, yakni huruf *"Lam"*, serta *"Astaghfirulloh"* ada huruf *"Ghayn", " Ra"*, serta dua buah *"Lam"* hingga ada 4 huruf Jahr yg mesti dilafazkan keras hingga kalimat dzikir tsb mengeluarkan karbondioksida semakin banyak waktu udara dihembuskan keluar mulut. CO2 yg dikeluarkan oleh badan tak mengubah pergantian diameter pembuluh darah dalam otak. Sebab, bila system pengeluaran CO2 kacau, jadi CO2 yang ke luar juga kacau hingga mengakibatkan pembuluh darah di otak bakal melebar begitu terlalu berlebih saat kandungan CO2 didalam otak mengalami penurunan. Dilihat dari tinjauan pengetahuan syaraf. Ada hubungan yg erat pada pelafadzan huruf (Makharij Al-huruf) pd bacaan dzikir dgn *aliran darah pernafasan keluar yg mengandung zat CO2 (karbondioksida)* & system yg rumit didalam otak pd keadaan fisik atau psikis spesial. Nah sahabatku.. mari teruskan kebiasaan & lebih memperbanyak dzikir dgn mengucapkan kalimat tauhid *"LAA ILLAHA ILLALLAH"* & kalimat istighfar *"ASTAGHFIRULLOH"*. Mohon disebarkan informasi ini, mudah2an dapat mendzikirkan masyarakat dan memasyarakat dzikir baik pada Keluarga/Saudara/I /Sahabat maupun Teman yg kena stroke upaya kuratif maupun yg tdk kena stroke sebagai upaya preventif... " Prima Estu Production " *Semoga bermanfaat*

*DOKTER INI TERKEJUT. TERNYATA DZIKIR MERUPAKAN OBAT YANG PALING MUJARAB, SUBHANALLAH*

*Dr. dr. A Y Saleh, M.Kes, Sp. S.* _dari RS S Sunter - Jakarta (Alumni SMAN... Malang & S1-FK...),

menyatakan bahwa dzikir itu menyehatkan. Ia menunjukkan lewat riset pada pasiennya di mana pasien yg berdzikir pulih lebih cepat di banding dgn yg tak berzikir._

Pasien yg mengalami persoalan alzheimer & stroke, akan lebih baik keadaannya setelah membiasakan dzikir dgn melafadzkan kalimat tauhid *"Laa iIlaaha illallah "* serta kalimat istighfar *"ASTAGHFIRULLOH"*.

Menurut Dr. dr. Ar, dilihat dari pengetahuan kedokteran kontemporer, pengucapan *"Laa iIlaaha illallah"* serta *"Astaghfirullah"* bisa menyingkirkan nyeri & dapat menumbuhkan ketenangan dan kestabilan saraf untuk pasien.

Lantaran dalam ke dua bacaan dzikir itu ada huruf JAHR yg bisa mengeluarkan CO2 dari otak.

Dalam kalimat *"Laa Ilaaha Illallah"* ada huruf Jahr yg diulang tujuh kali, yakni huruf *"Lam"*, serta *"Astaghfirulloh"* ada huruf *"Ghayn", " Ra"*,

serta dua buah *"Lam"* hingga ada 4 huruf Jahr yg mesti dilafazkan keras hingga kalimat dzikir tsb mengeluarkan karbondioksida semakin banyak waktu udara dihembuskan keluar mulut.

CO2 yg dikeluarkan oleh badan tak mengubah pergantian diameter pembuluh darah dalam otak. Sebab, bila system pengeluaran CO2 kacau, jadi CO2 yang ke luar juga kacau hingga mengakibatkan pembuluh darah di otak bakal melebar begitu terlalu berlebih saat kandungan CO2 didalam otak mengalami penurunan.

Dilihat dari tinjauan pengetahuan syaraf.

Ada hubungan yg erat pada pelafadzan huruf (Makharij Al-huruf) pd bacaan dzikir dgn *aliran darah pernafasan keluar yg mengandung zat CO2 (karbondioksida)* & system yg rumit didalam otak pd keadaan fisik atau psikis spesial.

Nah sahabatku.. mari teruskan kebiasaan & lebih memperbanyak dzikir dgn mengucapkan kalimat tauhid *"LAA ILLAHA ILLALLAH"* & kalimat istighfar *"ASTAGHFIRULLOH"*.

Mohon disebarkan informasi ini, mudah2an  dapat mendzikirkan masyarakat dan memasyarakat dzikir baik pada Keluarga/Saudara/I /Sahabat maupun Teman  yg kena stroke upaya kuratif maupun yg tdk kena stroke sebagai upaya preventif...

ANGIN DUDUK

Pada suatu ketika dimana "Nabi Allah Sulaiman a.s" duduk di Singgasana,
maka datang 'satu Angin' yang cukup besar, maka bertanya "Nabi Allah Sulaiman" : "Siapakah engkau. . . ??

Maka dijawab oleh Angin tersebut : "Akulah 'Angin Rihul Ahmar' dan Aku bila memasuki Rongga Anak Adam, maka Lumpuh, keluar Darah dari Rongga Hidung dan apabila aku memasuki Otak Anak Adam, maka menjadi Gilalah Anak Adam. . ."

Maka diperintahkan oleh "Nabi Sulaiman a.s", supaya membakar Angin tersebut, maka berkatalah, 'Rihul Ahmar' kepada "Nabi Sulaiman a.s" bahwa :
"Aku Kekal sampai hari Kiamat tiba, tiada Sesiapa yang dapat membinasakan Aku melainkan Allah SW T."

Lalu 'Rihul Ahmar' pun menghilang.

Diriwayatkan bahwa : Cucu "Nabi Muhammad SAW", terkena *'Rihul Ahmar'*sehingga keluar Darah dari Rongga Hidungnya.

Maka datang Malaikat Jibril kepada "Nabi SAW" dan bertanyalah "Nabi" kepada Jibril.

Maka menghilang sebentar, lalu Malaikat Jibril kembali mengajari akan 'Do'a Rihul Ahmar' kepada "Nabi SAW", kemudian
dibaca 'Do'a' tersebut kepada Cucunya dan dengan sekejap Cucu Rasulullah sembuh dengan serta merta.

Lalu "Nabi SAW" bersabda :
"Bahwa barangsiapa membaca 'Do'a Stroke / Do'a Rihul Ahmar', walaupun sekali dalam seumur hidupnya, maka akan dijauhkan dari Penyakit 'ANGIN AHMAR atau STROKE'."

Do'a agar dijauhkan/terhindar dari 'Angin Ahmar dan Penyakit Kronis', sbb. :

اللهم إني أعوذبك من الريح الأحمر والدم الأسود والداء الأكبر

"Allohumma innii a'uudzubika minar riihil ahmar, wad damil aswad, wad daail Akbar."

Artinya :

"Yaa Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari Angin Merah dan dari Darah Hitam (stroke) dan dari Penyakit Berat."

'Riihul Ahmar' biasa masuk pada saat seseorang Tidur Bakda Ashar hingga waktu Isya'.

Maka hindarilah tidur diwaktu itu Sekantuk / Secapek apapun. . . silahkan dirasakan sendiri perbedaan tidur tengah hari (siang), Bakda Ashar & malam hari pada saat bangun dari tidur waktu² tsb.

Teruskanlah ke Group Keluarga, Sahabat kita yang kita sayang, agar kita semua  terhindar dari 'STROKE'.
Insya' Allah. . .

Semoga kita senantiasa dalam Balutan Sehat Wal A'fiat. . . !!!

Aamiin Yaa Rabbal'alamiin.

Sabtu, 12 Mei 2018

Gara Gara Istighfar



✏Imam Ahmad bin Hambal رحمه الله (murid Imam Syafi'i) dikenal juga sebagai Imam Hambali.

dimasa akhir hidup beliau bercerita, "satu waktu (ketika saya sudah usia tua) saya tidak tau kenapa ingin sekali menuju satu kota di Irak,". Padahal tidak ada janji sama orang dan tidak ada hajat.

Akhirnya Imam Ahmad pergi sendiri menuju ke kota Bashroh. Beliau bercerita "Pas tiba disana waktu Isya', saya ikut shalat berjamaah isya di masjid, hati saya merasa tenang, kemudian saya ingin istirahat".

Begitu selesai shalat dan jamaah bubar, imam Ahmad ingin tidur di masjid, tiba-tiba Marbot masjid datang menemui imam Ahmad sambil bertanya "kenapa syaikh, mau ngapain  disini?".
(kata "syaikh" bisa dipakai untuk 3 panggilan, bisa untuk orang tua, orang kaya ataupun orang yang berilmu.

Panggilan Syaikh dikisah ini panggilan sebagai orang tua, karena taunya sebagai orang tua).

Marbot tidak tau kalau beliau adalah Imam Ahmad. Dan Imam Ahmad pun tidak memperkenalkan siapa dirinya.

Di Irak, semua orang kenal siapa imam Ahmad, seorang ulama besar dan ahli hadits, sejuta hadits dihafalnya, sangat sholeh dan zuhud.

Zaman itu tidak ada foto sehingga orang tidak tau wajahnya, cuma namanya sudah terkenal.

Kata imam Ahmad "saya ingin istirahat, saya musafir".

Kata marbot, "tidak boleh, tidak boleh tidur di masjid.

Imam Ahmad bercerita "saya didorong-dorong oleh orang itu disuruh keluar dari masjid, Setelah keluar masjid, dikunci pintu masjid. Lalu saya ingin tidur di teras masjid."

Ketika sudah berbaring di teras masjid Marbotnya datang lagi, marah-marah kepada Imam Ahmad. "Mau ngapain lagi syaikh?" Kata marbot.

"Mau tidur, saya musafir" kata imam Ahmad.
Lalu marbot berkata, "di dalam masjid gak boleh, di teras masjid juga gak boleh".

Imam Ahmad diusir. Imam Ahmad bercerita " saya didorong-dorong sampai jalanan".

Disamping masjid ada penjual roti (rumah kecil sekaligus untuk membuat dan menjual roti).

Penjual roti ini sedang membuat adonan, sambil melihat kejadian imam Ahmad didorong-dorong oleh marbot tadi.

Waktu imam Ahmad sampai di jalanan, penjual roti itu memanggil dari jauh "mari syaikh, anda boleh nginap di tempat saya, saya punya tempat, meskipun kecil".
Kata imam Ahmad "baik".

Imam Ahmad masuk ke rumahnya, duduk dibelakang penjual roti yang sedang membuat roti (dengan tidak memperkenalkan siapa dirinya, hanya bilang sebagai musafir).

Penjual roti ini punya perilaku tersendiri, kalau imam Ahmad ngajak ngomong, dijawabnya. Kalau tidak, dia terus membuat adonan roti sambil melafalkan istighfar, Astaghfirullah, saat Naruh garam astaghfirullah, mecahin telur astaghfirullah, campur gandum astaghfirullah.

Senantiasa mendawamkan istighfar. Sebuah kebiasaan mulia. Imam Ahmad memperhatikan terus.

Lalu imam Ahmad bertanya "sudah berapa lama kamu lakukan ini?".

Orang itu menjawab "sudah lama sekali syaikh, saya menjual roti sudah 30 tahun, jadi semenjak itu saya lakukan".

Imam Ahmad bertanya "ma tsamarotu fi'luk?", "apa hasil dari perbuatanmu ini?",

orang itu menjawab "(lantaran wasilah istighfar) tidak ada hajat yang saya minta , kecuali pasti dikabulkan Allah. semua yang saya minta ya Allah...., langsung diterima".

(memang Nabi SAW. pernah bersabda "siapa yang menjaga istighfar, maka Allah akan menjadikan jalan keluar baginya dari semua masalah dan Allah akan berikan rizki dari jalan yang tidak disangka-sangkanya).

Lalu orang itu melanjutkan "semua dikabulkan Allah kecuali satu, masih satu yang belum Allah kasih".

Imam Ahmad penasaran lantas bertanya "apa itu?".

Kata orang itu "saya minta kepada Allah supaya dipertemukan dengan imam Ahmad.

seketika itu juga imam Ahmad bertakbir, "Allahuakbar, Allah telah mendatangkan saya jauh dari Bagdad pergi ke Bashroh dan bahkan sampai didorong-dorong oleh marbot masjid itu sampai ke jalanan karena istighfarmu".

(penjual roti terperanjat, memuji Allah, ternyata yang didepannya adalah Imam Ahmad)...

*IQRO LEARNING CENTER*

Minggu, 06 Mei 2018

3 Prinsip Dasar Saat Kita Memiliki Permasalahan Dengan Pasangan Kita....

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

_Sesungguhnya telah ada pada diri Rasûlullâh itu suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allâh dan kedatangan hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah_

[al-Ahzâb/33:21]

Ada sebuah Garansi akan kesempurnaan akhlak Rasulullah saw,yang dimana setiap perilaku beliau patut menjadi contoh bagi setiap Manusia bahkan juga selain manusia.☺☺

Sebagai sosok Manusia yang secara dzhohiryah Sama seperti Kita,Rasulullah saw Memiliki juga berbagai Masalah yang dihadapinya...

Kita pernah Memiliki Masalah Rumah Tangga, Ekonomi,Pergaulan, Dan berbagai permasalahan lainnya

Yang diantara Kita juga pernah mengalami Masalah2 tersebut...

Inilah Salah satu tujuan mengapa Allah mengambil utusan-Nya dari bangsa Manusia agar Kita mampu mempelajariNya...

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.

Q'S At Taubah Ayat 128

Dalam sebuah riwayat disebutkan ‘Aisyah menuntut keadilan kepada Nabi.

Lalu Rasulullah mengusulkan “Bagaimana pendapatmu, jika Abu Bakar yang melakukan?

Aisyah menjawab,
“Aku setuju."Panggillah beliau untuk datang.”

Setelah Abu Bakar datang, Rasulullah berkata kepada Abu Bakar,
“Kami telah memanggilmu untuk mengadili kami berdua.”

Rasulullah melirik ke arah ‘Aisyah dan berkata,
“Engkau atau aku yang berbicara?”☺☺

‘Aisyah menjawab, “Bicaralah dan jangan engkau berkata kecuali hal yang benar,”

mendengar itu, Abu Bakar menampar ‘Aisyah hingga mulutnya berdarah sambil memperingatkan,

“Apakah beliau pernah berbohong, wahai orang yang menyakiti dirinya sendiri?” 😡😡😡

‘Aisyah langsung mendekati Rasulullah lalu duduk di belakangnya.

Kemudian Nabi berkata kepada Abu Bakar,

“Kami tidak memintamu untuk ini (menampar) dan kami tidak memintamu untuk ini (memarahi).”

(HR. Bukhari)

Ini adalah Salah contoh kasus Rumah Tangga Rasulullah mengenai Pasangan Hidupnya☺☺

Perhatikan kisah di atas, metode Rasulullah saw Saat Memiliki Masalah dengan istrinya...

_Rasulullah saw Sekalipun seorang yang dijamin kesholehan dirinya oleh Allah memberikan ruang kepada istrinya untuk memberikan ruang komunikasi_

_Permasalahan Komunikasi sering menjadi Masalah Awal sebelum terjadi berbagai permasalahan lainnya_

*Prinsip Pertama*
*Berikan Ruang Komunikasi Kepada Pasangan*

Nasehat Pertama INI Saya arahkan untuk diri Saya Dan kaum adam☺☺😎😎

Dikarenakan Allah telah menetapkan kaum Adam Sebagai pemimpin sebuah Rumah Tangga.

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ 

Kaum Lelaki adalah Pemimpin bagi Kaum Wanita

Disinilah butuh bagi setiap Pria untuk Belajar rendah Hati atas ego kepemimpinan agar Mau mendengarkan curahan hatI Istri.

Terlebih dalam sebuah buku yang berjudul

_Why Men Don't Listen And Why Women Don't Read A Map_

Karya Allan Dan Barbara Pease

Dijelaskan kaum Adam Memiliki kelemahan kurang Mau mendengarkan atas Apa yang Wanita katakan.

Padahal Salah satu kebutuhan dasar psikologi
Seorang Istri yaitu Ingin Didengarkan☺☺

Nah Sekarang....
Apakah seorang Wanita tidak Perlu Belajar mendengarkan Atau memberi ruang komunikasi pada Suami?

☺☺☺☺☺☺

Tidak Hanya kaum Adam tetapi Kaum Wanita jUga harus Belajar *REM Lisannya*😷☺

Terlebih Wanita Memiliki kelebihan sejak kecil daripada Pria...

Anak perempuan rata-rata lebih cepat bicara daripada anak laki-laki. Perbedaan ini terutama terlihat pada usia anak di bawah 2,5 tahun.

Penelitian di Inggris menemukan bahwa anak perempuan memiliki kosakata yang secara signifikan lebih besar dari anak laki-laki pada usia 18 sampai 24 bulan.

Hal ini bisa disebabkan karena otak bayi perempuan yang baru lahir lebih berkembang di bagian yang mengatur kemampuan bicara dan bahasa.

Teori Norman Geschwind juga menjelaskan bagaimana kaum hawa lebih suka berbicara.

Perkembangan yang lebih cepat, membuat otak perempuan lebih banyak menyerap kata-kata dibanding laki-laki.

Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa perempuan menggunakan sekitar 20.000 kata per hari, sementara laki-laki hanya 7.000 kata.

Inilah alasan mengapa anak perempuan Atau para istri kita terlihat lebih cerewet.
😁😁😁😁🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻

Kembali ke pembahasan Awal tadi...

Penting bagi Wanita memberikan Ruang Komunikasi kepada para Suami...

Dimulai dengan membiarkan para Suami Memiliki waktu untuk bertafakur Saat mengalami Masalah..

Hal INI juga bisa Kita baca di buku yang tadi Saya jelaskan...

_Wanita cenderung Saat Memiliki Masalah akan berbicara kepada orang terdekatnya_

_sementara Pria akan memilih waktu menyendiri sebelum berbicara kepada orang terdekatnya_

Inilah menjawab mengapa Rasulullah saw Saat sebelum turun Wahyu,beliau uzlah Atau menyendiri di Gua Hira

Beliau memikirkan keadaan penduduk Makkah Saat Itu yang menyembah berhala, Dan langkah Awal yg beliau lakukan bertafakur menyendiri hingga Allah memberikan Wahyu Pertama.

Maka Ruang komunikasi kaum Adam yang Perlu di fahami kaum Wanita ialah

Berikanlah ia waktu menyendiri..berfikir hingga tiba saatnya ia akan berbicara kepada Kita....

Sebagaimana Ibunda Khodijah tidak banyak berbicara Saat Rasulullah saw puLang ke Rumah dalam keadaan mengigil selepas menerima wahyu.

Hingga Rasulullah saw sudah merasakan nyaman untuk berbicara...

Beliau ceritakan semua yang ia lihat dan alami. Melihat Jibril dalam keadaan asli dan diseru menjadi seorang utusan Allah.

Dan perhatikanlah Apa yang Khodijah sampaikan kepada Suami tercintanya...

Dengan yakin ia menanggapi:

أَبْشِرْ يَا ابْنَ عَمِّ وَاثْبُتْ فَوَالَّذِي نَفْسُ خَدِيجَةَ بِيَدِهِ! إنِّي لأَرْجُو أَنْ تَكُونَ نَبِيَّ هَذِهِ الأُمَّةِ

_“Berbahagialah wahai putra pamanku dan teguhlah engkau. Demi Dzat yang jiwa Khadijah berada di tangan-Nya! Sungguh aku berharap engkau menjadi nabinya umat ini.”_

(Ibnu Hisyam dalam as-Sirah an-Nabawiyah, 1/236).

Perkataan indah yang terucap di saat sang suami merasa takut dan sedih.

Perkataan yang mampu mengokohkannya di tengah bimbang dan ragu.

Ucapan ini mengindikasikan Khadijah tahu akan ada seorang rasul yang diutus.

Dan orang yang ia harapkan untuk menjadi rasul itu adalah suaminya sendiri.

Dengan demikian, keimanan Khadijah bukan semata keimanan fanatik keluarga, tapi sesuatu yang dibangun dengan ilmu.

Pengetahuan Khadijah tentang kerasulan ini terbukti dengan tidak muncul pertanyaan darinya
“Siapa itu Jibril?” ,“Apa itu utusan Allah (Rasulullah)?” dll.

Dikarenakan saudaranya waraqah pernah katakan kepada Khodijah akan datang Seorang Nabi Akhir Zaman dari Bangsa INI yang bernama Ahmad.

Maka Perlu Kita sadari...

Ruang Komunikasi Perlu difahami satu Sama lain..

Ruang komunikasi seorang Istri belum tentu Sama dengan seorang Suami

Yang diperlukan Kita harus saling terus belajar Dimulai dari Shiroh nabawiyah Dan jUga berbagai keilmuan psikologi Pria Dan Wanita

☺☺☺☺

Diriwayatkan dalam hadits riwayat muslim, yang bersumber dari Jabir bahwa Sayyidina Abu Bakr meminta izin untuk berbicara kepada Rasulullah saw. akan tetapi beliau tidak mengizinkannya.

Demikian juga ‘Umar, tidak diizinkan oleh beliau. Namun tidak lama kemudian, keduanya diizinkan masuk di saat Rasulullah saw. duduk terdiam dikelilingi istri-istrinya yang menuntut nafkah dan perhiasan.

Umar bermaksud menggoda Rasulullah agar tertawa dengan berkata:

“Ya Rasulullah, sekiranya putrid Zaid (istri ‘Umar) minta belanja, akan kupenggal lehernya.”

Maka tertawa lebarlah Rasulullah saw. dan bersabda:

“Mereka yang ada di sekelilingku ini meminta nafkah kepadaku.”

Maka berdirilah Abu Bakr menghampiri ‘Aisyah untuk memukulnya, demikian pula ‘Umar menghampiri Hafshah sambil (keduanya) berkata:

“Kalian meminta sesuatu yang tidak ada pada Rasulullah?”

Maka Allah menurunkan Surat Al Ahzab Ayat 28-29 sebagai petunjuk kepada Rasulullah saw. agar istri-istrinya menentukan sikap (memilih Rasul atau harta benda).

Beliau memulai bertanya kepada ‘Aisyah tentang pilihannya dan menyuruhnya bermusyawarah lebih dahulu dengan ibu-bapaknya.

‘Aisyah menjawab:

“Apa yang mesti kupilih?”

Dan ‘Aisyah menjawab:

“Apakah soal yang berhubungan dengan tuan mesti kumusyawarahkan dulu dengan ibu bapakku? Padahal aku sudah menetapkan pilihan, yaitu aku memilih Allah dan Rasul-Nya.”

Surat Al Ahzab Ayat 28-29

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ إِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا فَتَعَالَيْنَ أُمَتِّعْكُنَّ وَأُسَرِّحْكُنَّ سَرَاحًا جَمِيلًا

_Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu: "Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan kepadamu mut'ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik._

وَإِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالدَّارَ الْآخِرَةَ فَإِنَّ اللَّهَ أَعَدَّ لِلْمُحْسِنَاتِ مِنْكُنَّ أَجْرًا عَظِيمًا

_Dan jika kamu sekalian menghendaki (keridhaan) Allah dan Rasulnya-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang besar._

Ini adalah Salah satu Kisah Rasulullah saw Saat hadapi tuntutan Ekonomi dari para istrinya...☺

Ketika Rasulullah saw hadapi Hal INI beliau tidak memarahi para istrinya dengan Nasehat kurang bersyukur tetapI beliau memahami fitrah kebutuhan para Istri

Dan beliau juga tidak langsung menceritakan keadaan aib istrinya kepada para orangtua mereka,Saat Umar mengajak bercanda dgn kasus yang Sama barulah Rasulullah saw sampaikan yg dirasakan.

Dan Allah mengajarkan lewat Rasulullah saw Ketika Masalah Tak mampu diredam Maka lakukanlah pada 2 Ayat Surat Al Ahzab

*Prinsip Kedua*
*Memberikan Dua Pilihan Kebaikan Kepada Pasangan*

Memang tidak bisa dihilangkan akan kebutuhan pribadi para Istri Rasulullah

Namun Ini adalah bagian dari perjuangan Rasulullah yg memang segala Apa yg dimilikinya bukan untuk diri sendiri namun untUK dakwah.

Pelajaran bagi Kita semua ialah Saat mengalami Masalah

Maka Coba berfikir dengan bijaksana untuk mencari berbagai alternatif Masalah bukan Hanya satu Pilihan saja

Dan berbagai alternatif yang ada tentunya harus mengacu pada APA yang Allah Dan Rasulullah saw ridhoi

Allah Ta’ala berfirman:

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً)

_“Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, serta ulil amri diantara kalian. Jika kalian berselisih dalam suatu hal, maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya. Jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir.Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”_

(QS. An Nisa: 59).

Karena sering yg menjadi konflik tiada berujung Saat Kita berfikir Hanya ada satu solusi Dan ITU menurut penilaian Kita sendiri

Lalu bagaimana supaya Kita mendapatkan alternatif solusi penuh kebaikan....

Kuatkan kedekatan Kita dengan Allah...

hingga Akhirnya Allah memberikan petunjuk-Nya

*Prinsip Ketiga*
*Ibadah Berjamaah*

Ada sebuah masa dimana Saya merasakan tdk dekat secara Hati dengan Istri maupun anak2...

Saya berfikir ..
_Apa yang dilakukan Rasulullah saw Saat mengalami fase Ini ya_
🤔🤔🤔🤔🤔🤔

Jawaban itupun Alhamdulilah Saya temukan dalam Shiroh Nabawiyah...

_Banyak Momen Ikatan Hati dibangun Melalui Ibadah Jamaah_

Shalat Jamaah yang Pertama Kali Rasulullah saw lakukan sebelum dengan orang lain yaitu berdua berSama istrinya Khodijah

Dan Ibadah Shalat Rasululah lakukan bersama istrinya yang lain...

Tidak Hanya shalat, bahkan mandi bersama juga pernah dilakukan Rasulullah dengan istrinya

Dalam hadits riwayat Muslim dijelaskan sebuah riwayat agung dari Ummul Mukminin Aisyah binti Abu Bakar ash-Shiddiq. “Aku mandi bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam dari satu bejana.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam mendahuluiku sampai aku berkata, ‘Tinggalkan untkku. Tinggalkan untukku.’”

Jadi Kedekatan Hati Kita Dimulai dari aktivitas berjamaah Baik Kita dengan Pasangan maupun anak2...

Paling tidak sepekan 2x usai Maghrib tilawah Jamaah dengan Pasangan Dan anak...

_Saat Kita bersatu dalam Ibadah Insya Allah akan disatukan Hati Kita satu Sama lain_☺

Demikianlah 3 Prinsip Dasar Saat Kita Memiliki permasalahan dengan Pasangan Kita....

Insya Allah Semoga Kita selalu dibimbing Allah Dan Rasulullah saw Dunia akhirat

Rabu, 02 Mei 2018

_Langsung Saja Doa Kepada Allah...kenapa minta doa yang lain?


Ya itulah Salah satu kalimat yang diucapkan beberapa orang ketika ada diskusi tentang keutamaan doa lewat wasilah orang2 tertentu...

Suatu kisah dalam kitab hadits bukhori...

Musim kemarau pernah terjadi Pada Zaman Umar Bin Khottob..

Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu anhu, Mu’awiyah bin Abi Sufyan Radhiyallahu anhu dan para Shahabat yang bersama mereka, juga para Tabi’in yang mengikuti mereka dengan baik ketika ditimpa kekeringan mereka memohon diturunkannya hujan, bertawassul, dan meminta doa kepada orang yg memiliki keutamaan seperti kepada al Abbas bin Abdil Muththalib selaku Paman Rasulullah saw

Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu anhu berkata....

*_Ya Allah dahulu kami bertawassul kepada-Mu dengan Nabi-Mu dan Engkau menurunkan hujan kepada kami dan kini kami bertawassul kepada-Mu dengan Paman Nabi kami, karena itu turunkanlah hujan kepada kami_*

Akhirnya tidak lama kemudIan turunlah hujan disaat Itu juga.

Sahabat Umar Bin Khottob menyadari Paman Nabi memiliki keutamaan yang berbeda dibandingkan dengan sahabat Nabi yg bukan keluarga Nabi Langsung

Ditambah Abbas bin Abdul Mutholib jUga seorang Ulama Dan Wali Allah.

Inilah juga Mengapa Saya sangat senang berdekatan Dan melayani Keturunan Rasulullah saw hingga bisa belajar Langsung dengan mereka.

Cara yang dilakukan Sahabat Umar Bin Khottob bisa dinamakan dengan wasilah Dan tawassul

wasilah dan tawasul adalah istilah yang saling berkaitan satu sama lain.

Wasilah adalah perantara Atau secara etimologi berarti:  segala hal yang dapat mencapai atau mendekatkan kepada sesuatu.

Sedang tawassul adalah usaha mendekatkan diri kepada Allah dengan menggunakan wasilah

Washilah terbagi dua :

Wasilah kauniyah : wasilah yang Allah ciptakan secara  fitrah untuk seluruh manusia

Wasilah syar’iyah :  wasilah yang di syariatkan di dalam Al Qur'an maupun sunnah

Wasilah kauniyah sangat mungkin diwujudkan seorang mu’min ataupun kafir.  

Contoh :  makan untuk kenyang, pakaian untuk menjaga diri dari rasa dingin atau panas dan seterusnya.

Adapun wasilah syar’iyah hanyalah muncul dari seorang mukmin saja.

Tentang wasilah Dan tawassul ini juga dijelaskan dalam Surat Al Maidah Ayat 35 :

يَأيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا اتَقُوا اللهَ وَ ابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ

_“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan *carilah wasilah yang mendekatkan diri kepada-Nya*_

Dengan wasilah Apa saja Kita bertawassul kepada Allah..

Jawabannya sebagai berikut...

*1. Tawasul melalui Asmaul Husna*

Dengan nama nama Allah yang baik dan sifat-sifat-Nya yang tinggi.  Hal ini Allah tegaskan dalam surat Al A’raf ayat 180 :

وَ ِللهِ الأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوْه بِهَا

_“Dan hanya milik Allah nama-nama yang baik. Maka berdoalah kalian dengan (wasilah) nama-nama tersebut”._

Sebutlah asma2 Allah Saat Kita sebelum berdoa kepada-Nya

*2.Tawassul dengan membaca shalawat*

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, _“Semua doa tertutupi tidak bisa naik ke langit sampai dibacakan shalawat untuk Nabi Muhammad shallahu ‘alaihi wa sallam.”

(HR. At Thabrani)

Dan Allah azza WA jalla pun mengajarkan agar Kita Perbanyak Membaca shalawat kepada Beliau.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

_“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”_

[Al-Ahzaab: 56]

Sebagaimana Saya sering sarankan perbanyaklah baca shalawat Fatih yg memiliki berbagai keutamaan dibandingkan shalawat lain.

*3.Tawasul dengan amalan sholih yang pernah dilakukan seseorang yang bertawasul tersebut.*

Jenis tawasul ini didasari hadits Muttafaqun ‘Alaihi dari Abdullah bin Umar tentang tiga orang dari kaum terdahulu yang terperangkap di sebuah gua karena tertutup batu besar.

Salah satu diantara mereka bertawasul dengan amalan berbakti kepada kedua orang tuanya.

Yang kedua bertawasul dengan terjaganya kehormatan dia dari perbuatan zina dan yang ketiga bertawasul dengan penunaian amanahnya.

Hal itu mereka lakukan agar Allah menggeser batu tersebut. Akhirnya pun Allah kabulkan do’a mereka.

*4.Tawasul dengan menyebutkan keadaannya yang sangat membutuhkan sesuatu kepada Allah*

Doa Nabi Zakariya yang Allah kisahkan di dalam firman-Nya menunjukkan bolehnya perkara ini.

قَالَ رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُنْ بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيًّا

_“Wahai Rabbku sesungguhnya tulangku telah melemah, rambutku telah ditumbuhi uban dan aku belum pernah kecewa dalam berdo’a kepada-Mu, wahai Rabbku”._

Kemudian beliau pun meminta kepada Allah untuk dianugerahi seorang putera yang sholih. Dan Allah pun mengabulkannya.

*5.Tawasul dengan Doa Orang Yang Sholeh Dan berilmu*

Surat Al-Mujadilah Ayat 11

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

_Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu._

_Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, *niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.* Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan._

Jadi tidak hanya sholeh saja Namun juga memiliki ilmu.

Tentu berbeda aktivitas seorang yang berilmu Dan tidak berilmu

Allah berfirman,

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُوا الْأَلْبَابِ

_Katakanlah apakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui._

_Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran._

(QS Az Zumar: 9)

Ketika orang sholeh Pada umumnya hanya melihat dari sisi luar Atau dzhohir saja

Maka mereka yg berilmu jauh melihat lebih dalam Dan jauh lagi.

Merekalah yg disebut Ulama Dan Wali Allah

Namun Terkadang Kita merasa sudah cukup dari Pemikiran Kita saja

Dan perlu diingat ketika seseorang bertawasul bukan berati ia seperti tdk berharap kepada Allah

Atau ada kalimat yg menyatakan terlalu melebihkan dengan perantara tawassul Baik dengan Atas nama Rasulullah saw Atau  wali Allah

Kita tetap bergantung kepada Allah Namun menyadari ada seseorang yg Allah cintai

Ditambah Jika Kita berdoa Langsung dengan banyaknya dosa serta kekurangan yg ada belum Tentu diterima Allah azza WA jalla

Dan tanpa sadar dalam keseharianpun Kita juga suka memakai perantara

Ketika Kita berobat ke dokter juga bukan berharap sembuh dari Dokter

Itu hanyalah wasilah saja..

Demikian ulasan yang bisa Saya berikan.

Semoga Allah Dan Rasulullah ridhoi

_Muhammad Reza Adrianto_