Selasa, 15 Agustus 2017

Bukan Tentang Kita, Tetapi Tentang Allah

Begitu banyak literatur buku yang membahas perbedaan karakter pria dan wanita seperti buku _Why Men Dont Listen And Women Cant Read Maps_ karya Allan dan Barbara Pease

Begitu juga ada lagu atau nasyid yang berbicara tentang karakter kedua insan seperti nasyid berjudul _kaca yang berdebu_ karya madani

Semua hal itu berbicara perbedaan karakter adam dan hawa yang Allah takdirkan bersama namun memiliki ciri unik.

Saat seorang pria yang terdiam dan ingin menyendiri ketika ada masalah

Maka bagi kaum hawa ini adalah sosok adam yg tdk pedulikan kehadiran mereka.

Saat kaum hawa berbicara berbagai hal ketika ada masalah, yg diharapkan pada kaum adam ialah cukup mendengarkan atas apa yg hawa rasakan.

Namun bagi kaum adam ini adalah sulitnya memiliki wanita yg bisa bersabar dan tak banyak mengeluh..

And Then...
Begitulah adam dan hawa dalam berfikir dan bertindak keseharian.

Jika keduanya tdk belajar bagaimana karakter adam dan hawa,maka semakin rumitlah hubungan keduanya.

Ada juga yang sudah belajar Ilmu psikologi adam dan hawa namun masih rumit dalam komunikasi...

Disanalah kita perlu belajar bukan sekedar ilmu psikologi umum namun secara khusus

Yaitu belajar kepada Baginda Rasulullah saw.

Rasulullah saw dalam membina komunikasi dengan istrinya,bukan berati tidak pernah memiliki masalah.

Aisyah pernah cemburu dengan istri Rasulullah yg lain dan kecemburuan tampak didepan semua sahabat dan Rasulullah saw sendiri.

Istri Rasulullah saw juga pernah mengeluh tentang keadaan dapur yg menipis bahkan memberi saran agar Rasululah mengambil dari baitul mal untuk kebutuhan keluarga..

Dan disaat konflik terjadi yang Rasulullah saw lakukan hanya 2 hal :

1. Diam tidak berbicara
2. Tetap berkomunikasi
     Baik walau belum
     Tentu direspon istri
3. Menanti perintah Allah

Seperti kasus ekonomi yg menipis , kedua hal sudah dilakukan maka sampailah perintah Allah

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ إِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا فَتَعَالَيْنَ أُمَتِّعْكُنَّ وَأُسَرِّحْكُنَّ سَرَاحًا جَمِيلا وَإِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالدَّارَ الآخِرَةَ فَإِنَّ اللَّهَ أَعَدَّ لِلْمُحْسِنَاتِ مِنْكُنَّ أَجْرًا عَظِيمًا

_Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, "Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan kepadamu mut'ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik. Dan jika kamu sekalian menghendaki (keridaan) Allah dan Rasul-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik di antaramu pahala yang besar._

(Surat Al Ahzab ayat 28-29)

Sahabat IQRO...

Saya beberapa kali mendapatkan keluhan tentang masalah suami istri baik yg sdh menuju pengadilan agama atau masih bersifat internal.

Saya pribadi bukanlah suami terbaik bagi istri saya dimana beliau selalu berusaha berikan yg terbaik dibanding saya yg masih penuh keterbatasan.

Namun saya mengajak diri saya dan siapapun untuk memahami bahwa

_Suami Kita bukanlah Muhammad sang Rasul yang begitu sempurna dalam memahami karakter istrinya_

_Istri kita juga bukanlah khodijah yang sempurna melayani suaminya Muhammad sang Rasul sekalipun badai ujian melanda kehidupan_

_Namun dari ketidaksempurnaan pasangan kita begitu banyak Cinta Allah yg tampak lewat dirinya_

Mungkin diantara kita pernah ada  yg berfikir..

_Wah ini ada pria lain yg cocok jadi suamiku_

_ini wanita pas banget jadi istriku_

Dan selalu begitu saat kita tdk mampu melihat cinta Allah dalam  diri mereka.

Belajarlah lebih dalam bagaimana Rasulullah  saw dan para istrinya membina rumah tangga

Belajar psikologi umum tentang adam hawa baik namun belum tentu sebaik psikologi Rumah Tangga Rasulullah saw.

Semoga Allah memberikan kita kemampuan :

1. Merendahkan ego diri
2. Memahami pasangan
3. Membahagiakannya

Dan semoga tulisan ini menjadi bahan evaluasi  saya pribadi dan istri yg diberi memori hari ini dimana beberapa  tahun lalu Allah satukan  kami dalam ikatan pernikahan

*Buya Muhammad Reza*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar