Jumat, 30 Juni 2017

Oleh Oleh Lebaran


Syaikhina Maimoen dawuh tentang istri :

لا تحتقر امرأة مؤمنة إن أسخطتك في خصلة أرضتك في أخرى

"Janganlah engkau meremehkan perempuan beriman, bila ia membuatmu marah pada suatu hal, maka ia akan membuatmu ridlo dalam hal lain".

Beliau mencontohkan: Ono wong wadon ayu, nanging Ora nyugehi. Wonge wadon rupane elektronik, nanging nyugehi.

Berikut adalah salah satu contohnya.

Seorang yang saleh mempunyai saudara yang tempat tinggalnya sangat jauh, karena itu jarang sekali ia bisa mengunjunginya.

Setelah beberapa tahun tidak bertemu, ia datang mengunjunginya. Tetapi tampak rumahnya tertutup, maka ia mengetuk pintunya dan mengucap salam.

Terdengar suara ketus seorang wanita dari dalam rumah, yang mungkin istrinya, “Siapa??”. Ia berkata, “Aku saudara suamimu, datang dari jauh untuk menjenguknya!!”.

Tanpa membukakan pintu, terdengar suaranya yang ketus lagi, “Ia masih pergi mencari kayu, semoga saja ALLOH tidak mengembalikannya lagi ke sini….”.

Kemudian masih diteruskan dengan berbagai macam caci-maki kepada saudaranya itu. Ia hanya bisa geleng-geleng kepala mendengarnya.

Ia tahu betul bahwa saudaranya itu juga saleh, karena memang begitulah kedua orang tuanya dahulu mendidiknya. Segala macam umpatan dan cacian itu mungkin salah sasaran kalau ditujukan kepada saudaranya itu.

Ia memutuskan untuk menunggu dan tidak berapa lama saudaranya itu datang. Saudaranya itu memang mencari kayu, tetapi ia tidak membawanya sendiri, seekor harimau yang cukup besar berjalan di belakangnya sambil ‘menggendong’ kayu tersebut.

Setelah kayu diturunkan dari punggung sang harimau, saudaranya itu berkata, “Pergilah, semoga Allah memberkahi dirimu!!”.

Harimau itu berlalu pergi dengan patuhnya, dan pemandangan itu membuatnya terkagum-kagum. Tampaknya saudaranya itu telah mencapai maqam yang cukup tinggi di sisi ALLOH, hingga mempunyai ‘karamah’ bisa memerintah binatang buas.

Saudaranya itu mengajaknya masuk, dan meminta dengan lemah lembut kepada istrinya untuk menyiapkan makanan bagi mereka. Sang istri memenuhi perintahnya dengan sikap yang kasar, dan mulutnya tidak henti-hentinya mengomel.

Sebaliknya, ia melihat saudaranya itu hanya diam dan terlihat sangat lapang, tidak sepatah katapun keluar dari mulutnya. Sama sekali tidak ada sikap marah dan tersinggung dengan perkataan istrinya yang sangat menusuk perasaan, bahkan tampak sekali saudaranya itu nyaman dan bahagia dengan keadaaannya.

Karena itu ia urung untuk menanyakan keadaan rumah tangganya, seperti keinginannya semula. Dengan keadaan seperti itu, ia tidak ingin berlama-lama untuk tinggal.

Ia pamit pulang, tetapi sepanjang perjalanan tidak habis-habisnya ia memikirkan keadaan saudaranya itu. Di satu sisi ia mempunyai ‘karamah’ yang begitu mengagumkan, tetapi di sisi lainnya, ia menghadapi sikap istrinya yang begitu buruk.

Beberapa tahun berlalu dan tidak bertemu, ia datang lagi mengunjungi saudaranya itu. Sampai di rumahnya yang tampak tertutup, ia mengetuk pintunya dan mengucap salam.

Maka terdengar suara seorang wanita, yang mungkin adalah istri saudaranya itu, “Siapa??”. Kali ini suara itu begitu lembut dan santun, sangat berlawanan suara wanita bertahun sebelumnya. Ia berkata, “Aku adalah saudara suamimu, datang dari jauh untuk menjenguk keadaannya!!”.

Suara santun wanita itu terdengar lagi, “Selamat datang, suamiku sedang mencari kayu di hutan. Silahkan untuk menunggu, tetapi mohon maaf aku tidak bisa membukakan pintu hingga suamiku pulang!!”.

Ia berkata, “Tidak mengapa, biar saja aku menunggu di luar!!”.

Kemudian ia terlibat pembicaraan singkat lewat pintu yang tertutup, dan istri saudaranya itu memuji-muji kebaikan dan kesalehan suaminya itu setinggi langit, dan menyatakan rasa syukurnya karena bisa menjadi istrinya.

Tidak lama kemudian saudaranya itu datang, tetapi yang mengherankannya tidak ada harimau yang membawakan kayunya seperti dahulu. Ia memikul sendiri tumpukan kayu tersebut, tampak kelelahan dan keringat mengalir di wajahnya, tetapi masih dengan kelapangan dan rasa bahagia yang sama seperti bertahun sebelumnya. Mendengar suaranya itu, sang istri langsung membuka pintu dan menyambut kedatangannya dengan santun dan hormatnya.

Saudaranya itu mengajaknya masuk, dan ternyata makanan telah terhidang, maka mereka langsung menyantap makanan yang disediakan istrinya tersebut. Sambil makan ia berkata, “Wahai saudaraku, apakah yang terjadi? Apakah engkau telah kehilangan ‘karamah’mu yang dahulu?”.

Masih dengan kelapangan hati dan pancaran rasa bahagia yang sama seperti bertahun sebelumnya, saudaranya itu berkata, “Wahai saudaraku, dahulu itu ALLOH memberikan istri yang cerewet dan rendah akhlaknya kepadaku, dan aku ikhlas menerimanya. Karena kesabaranku menghadapinya, maka ALLOH mendatangkan harimau untuk membantuku.

Beberapa bulan yang lalu istriku yang cerewet itu meninggal, dan sejak itu pula harimau itu tidak membantuku lagi, dan aku  harus memikul sendiri kayu-kayu itu. Namun demikian, ALLOH tetap memberikan ‘karamah’ lainnya kepadaku, yakni istri yang cantik dan masih muda, serta sangat baik akhlaknya dan tekun ibadahnya!!”.

*dibalik setiap amarah ada karomah tersaji dalam bentuk yang lain*

*dalam setiap kesedihan dalam satu hal ada kebahagian di lain pihak*

Rahasia Keagungan Allah Azza Wa Jalla

Kita ketahui bahwa waktu siang 12 jam. Waktu malam 12 jam dan Setahun 12 bulan

Akan tetapi apakah anda tahu:

Bahwa huruf :

لا إله إلا الله
Adalah 12

محمد رسول الله
Berjumlah 12 huruf

ابو بكر الصديق
Berjumlah 12 huruf

عمر ابن الخطاب
Berjumlah 12 huruf

عثمان ابن عفان
Berjumlah 12 huruf

علي بن ابي طا لب
Berjumlah 12 huruf

سبحان الله وبحمده  والله اكبر

ILMU yg pantas untuk DIRENUNGKAN​

🎁 Hadiah Malam Jum'at ini.

_ Aku tidak menghadiahkan kepada anda Matahari dan Bulan karena keduanya akan hilang (dengan peregantian Siang dan Malam)..

_ Aku tidak menghadiahkan kepada anda Lilin dan Es, karena keduanya akan meleleh.

_ Aku tidak menghadiahkan kpd anda Bunga dan Mawar karena keduanya akan layu.

_Namun aku menghadiahkan untuk Anda kalimat:
سبحان الله  والحمد لله ولا إله إلا الله والله اكبر                      
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

Karena hadiah ini kekal utk anda di Timbangan Akhirat

Alfaqir mohon kepada Allah yg Maha Agung dan untuk atum;

Agar menjauhkan dari  3 perkara, yaitu: Kefakiran, Kesempitan, Kegalauan

Dan menjaga
Diri kita, Keluarga dan Agama.

Dan membahagiakan dengan 3 perkara..
Luasnya Rizki
Syukur Ni'mat
Panjang Umur..

Dan memalingkan dari 3 perkara.
Neraka Jahannam,
Mata yang Dengki,
Bara Kebencian

Dan membantu 3 perkara Mengingat-Nya
Mensyukuri-Nya
Ibadah kpd-Nya.
Aamiin

Semoga Allah membahagiakan waktu2mu dengan segala kebaikan.

Pernahkah Anda mendengar Vitamin  (ص) 💊?
itu adalah :
- Shoum
- Sholat
- Shodaqoh
- Shobar
- Shilaturrahim
- Shiddiq
- Shahabat Sholih/ah

Itu merupakan VITAMIN terpenting yang memberikan GIZI bagi RUH kita.

Obat yg menjadikan kehidupan tidak akan pernah Cemas/Gelisah.
komposisi :

لا إله إلا انت سبحانك إني كنت من الظالمين

Cara pemakaiannya :
Lebih baik dibaca dalam keadaan anda Sujud.

(Dalil Qur'an dgn membaca kalimat tsb ) :
"Maka kami perkenankan baginya dan kami selamatkan dia dari kegelisahan dan begitulah kami menolong orang-orang yg beriman.
( QS. Al anbiya' 88 )

Suplemen pada Obat : 📝
Obat ini memiliki Suplemen yg menyebabkan ketenangan bagi jiwa anda...
Rileks dan Mengusir Rasa Takut, Sedih, Depresi, dan Menolak Kanker Dosa dan Tumor Maksiat beserta Buruknya Akhlaq.

Lama pengobatan :
Seumur Hidup

لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ
سُبْحاَنَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ

Aamiin ...
🙏🙏

Kamis, 29 Juni 2017

Mengajar Keledai Membaca

Timur Lenk seorang raja menghadiahi Nasrudin seekor keledai. Nasrudin menerimanya dengan senang hati.

Tetapi Timur Lenk berkata,

“Ajari keledai itu membaca. Dalam dua minggu, datanglah kembali ke mari, dan kita lihat hasilnya.”
😳😳😳

Nasrudin berlalu, dan dua minggu kemudian ia kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, Timur Lenk menunjuk ke sebuah buku besar.

Nasrudin menggiring keledainya ke buku itu, dan membuka sampulnya.

Si keledai menatap buku itu, dan tak lama mulai membalik halamannya dengan lidahnya. Terus menerus, dibaliknya setiap halaman sampai ke halaman akhir. Setelah itu si keledai menatap Nasrudin.

“Demikianlah,” kata Nasrudin, “Keledaiku sudah bisa membaca.”
😎😎😎😁😁

Timur Lenk mulai menginterogasi, “Bagaimana caramu mengajari dia membaca ?”

Nasrudin berkisah, “Sesampainya di rumah, aku siapkan lembaran-lembaran besar mirip buku, dan aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya. 🤔🤔🤔

Keledai itu harus belajar membalik-balik halam untuk bisa makan biji-biji gandum itu, sampai ia terlatih betul untuk membalik-balik halaman buku dengan benar.”

“Tapi,” tukas Timur Lenk tidak puas, “Bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya ?”

Nasrudin menjawab, “Memang demikianlah cara keledai membaca: hanya membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya. Kalau kita membuka-buka buku tanpa mengerti isinya, kita disebut setolol keledai, bukan ?"
😭😭😭😭

Begitulah sang keledai yg mampu membolak-balik halaman namun tak mampu memahami apa yg dibaca
😳😳😳

Lalu bagaimana dengan manusia yg sholat... mengaji
Namun
Tak mampu memahami bacaan sholat dan bacaan Qur'an...

Semua ketidak pahaman akan terlihat Dari aktivitas yg semakin jauh Dari Allah
😭😭😭😭

Rabu, 28 Juni 2017

Cara Mencari Sahabat


-Bersahabatlah dengan seseorang yang memiliki 5 sifat ini :

1.العقل ، فلا خير في صحبة الأحمق :

Bersahabatlah dengan orang yang pintar karena tidak ada manfa’at kita berteman dengan orang yang bodoh, yang akhirnya akan menyebabkan pertentangan dan perdebatan,

العدو العاقل خير من الصادق الجاهل

Musuh yang pintar lebih baik dari pada teman yang bodoh, karena jika kita bertemu dengan orang yang pandai walaupun dia musuh kita akan mendapatkan manfa’at dari kepandaiannya. Tetapi jika kita berteman dengan orang bodoh kita akan terpeleset karena kebodohannya.

2.الصلاح ، فلا تصحب فاسقا

Bersahabatlah dengan orang yang soleh, jangan berteman dengan orang yang suka berbuat dosa, karena seseorang yang tidak takut kepada Allah tidak akan dapat dipercaya sebagaimana Allah SWT mengingatkan kepada Nabi Muhammad SAW

وَلاَ تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

dan janganlah kamu mengikuti (berteman) orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya. Dan keadaannya itu melampaui batas.

Sering melihat orang fasiq atau orang yang suka melakukan maksiat dapat membuat diri kita meremehkan perkara maksiat, walaupun kita tidak melakukannya, contoh kita melihat bintang film yang suka membuka aurat maka kita akan meremehkan membuka aurat padalah itu adalah maksiat.

3.الأخلاق الكريمة
Bersahabatlah dengan orang yang memiliki akhlaq yang baik, karena akhlaq adalah hal paling penting dalam ajaran agama, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda :

إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاَق

Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia

Dan Allah SWT tidak memuji Nabi Muhammad karena ilmu maupun ketampanannya tetapi Allah SWT memuji Nabi Muhammad SAW karena kemulian akhlaknya, Allah SWT berfirman :

وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Dan sunnguh engkau wahai muhammad di atas akhlak yang mulia”

Adapun kriteria orang yang memiliki akhlak diantaranya:

الذين ملك نفسه عند الغضب
yang dapat menahan dirinya ketika marah

و ملك نفسه عند الشهوة
dan dapat menahan dirinya ketika syahwat

4.
ألا يكون حريصا على الدنيا
Bersahabatlah dengan orang yang tidak cinta terhadap dunia karena orang yang cinta dunia ibarat racun, ia akan menjatuhkan siapapun yang menghalanginya demi ambisinya terhadap dunia. Bersahabat dengan orang yang tamak dan cinta dunia membuat seseorang itu ikut cinta terhadap dunia

5 .الصدق ، فلا تصحب كاذبا

Bersahabatlah dengan orang jujur, jangan bersahabat dengan pembohong, karena pembohong itu seperti fatamorgana yang menipumu.

يقرب منك البعيد، ويبعد منك القريب

yang terlihat jauh semakin mendekat padamu ketika dekat semakin jauh meninggalkanmu.

Minggu, 25 Juni 2017

Idul Fitri 1438 H

Suasana Takbir berkumandang pagi ini memasuki relung2 hati

Tanpa terasa air mata menetes seperti idul fitri pasca wafatnya orangtua

Pasca shalat...

Peluklah ayah ibu kita
Minta maaf dengan tulus
Rasakan jika ini adalah shalat idul fitri terakhir bersama mereka

Rasakan tubuh mereka yg semakin melemah selepas susah payah membesarkan kita  selama ini

Bisa jadi kita atau mereka yang wafat dahulu...

Selepas keluarga inti saling meminta maaf, utamakan minta maaf kepada guru bukan dengan kirim broadcast

Tetapi telefon atau japri khusus meminta maaf banyak salah selama di bimbing mereka

Berilah untuk orangtua dan guru kita hadiah apa yg bisa kita beri sebagai tanda syukur

Semoga Allah satukan hati kita sampai ke surga

اللهُ أكْبَرُ, اللهُ أكْبَرُ, اللهُ أكْبَرُ

لا إِلهَ إِلاَّ اللهُ واللهُ أكْبَرُ
اللهُ أكْبَرُ وَِللهِ الحَمْدُ

اللهُ اكبَر كَبيْرًا والحَمدُ للهِ كثِيرًا
وَسُبحَانَ اللهِ بُكرَةً واَصِيلا.
.لااله اِلااللهُ ولانعْبدُ الاإيّاه مُخلِصِينَ لَه الدّ يْن,
وَلَو كَرِهَ الكَا فِرُون, وَلَوكرِهَ المُشْرِكوْن, وَلَو كرِهَ المُنَافِقوْن
لاالهَ اِلا اللهَ وَحدَه, صَدَق ُوَعْدَه, وَنَصَرَ عبْدَه, وَأعَزّجُندَهُ وَهَزَمَ الاحْزَابَ وَاحْدَه,
لاالهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر,
اللهُ اكبَرُ وَِللهِ الحَمْد

"Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar,

Laa illaa haillallah-huwaallaahuakbar

Allaahu akbar walillaahil hamd'."

" Allaahu akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa,
Wasubhaanallaahi bukrataw wa ashiillaa.
Laa ilaaha illallallahu walaa na’budu illaa iyyaahu mukhlishiina lahuddiin,
Walau karihal kaafiruun, walau karihal musyrikun, walau karihal munafiqun.
Laa ilaaha illallaahu wahdah, shodaqa wa’dah, wanashara ‘abdah, wa a’azza jundahu wahazamal ahzaaba wahdah.
Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil hamd."

" Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar, Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar Allah maha besar dan segala puji bagi Allah. "

"Allah maha besar dan juga sempurna kebesaran-Nya, Segala puji bagi-Nya dan maha suci Allah sepanjang pagi dan sore. Tiada Tuhan selain Allah dan tiada yang kami sembah selain kepada-Nya, Kami memurnikan agama Islam meskipun orang kafir, musrik, dan munafiq membencinya. Tiada Tuhan selain Allah dengan ke-esaan-Nya. Dia Maha menepati janji. Dan menolong hamba-hamba-Nya, Memuliakan bala tentara-Nya dan menghancurkan musuh-musuh dengan ke Esaan-Nya. Tiada Tuhan selain Allah. Dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan Segala Puji hanya bagi Allah."

Saya Burhan bersama Keluarga dan mohon dimaafkan jika banyak kesalahan dalam dakwah ini

Burhanudin

Jumat, 23 Juni 2017

Valentine Day Budaya Rusak dan Merusak


Februari sangat kental dengan bulan cinta, begitu banyak orang sekarang menyebutnya. Hal itu dikarenakan adanya momentum hari velentine atau sering disebut dengan V-Day. Menurut Ensiklopedia Amerika (volume XXVII/hal. 860) menyebutkan, valentine day adalah sebuah hari dimana orang-orang yang sedang dilanda cinta secara tradisional saling mengirimkan pesan cinta dan hadiah-hadiah. Yaitu hari dimana Santo Valentine mengalami martir (seorang yang mati sebagai pahlawan karena mempertahankan kepercayaan/keyakinan)". Sedangkan menurut Ensiklopedia Britania (volume XIII/hal. 949), "Valentine yang disebutkan itu adalah seorang utusan dari Rhaetia dan dimuliakan di Passau sebagai uskup pertama" (smpmugamesra.sch.id). 

Budaya perayaan valentine jelas bukan merupakan budaya bangsa ini dan tentunya bukanlah budaya Islam. Valentine’s day adalah budaya  yang berasal dari budaya barat yang syarat dengan bumbu kebebasan. V-Day pada umumnya ditunggu oleh pasangan muda-mudi karena para pemuda seakan mendapat kesempatan untuk melampiaskan kasih sayang pada hari itu, bahkan hal tersebut didukung dengan menjamurnya acara bernuansa V-Day dengan banyaknya pernak-pernik berbau V-Day yang menyebar di berbagai toko dan pusat perbelanjaan.

Dampak yang dihasilkan dari maraknya perayaan V-Day ini pun tak kalah mengerikan. Melalui momentum V-Day ini penjualan kondom di sebagian daerah meningkat. Sebagai contoh di sejumlah mini market, apotek dan pedagang kaki lima di Bandar Lampung rata-rata bisa menjual 6-8 kotak perharinya dan pembelinya usia 17-23 tahun (lampung.tribunnews.com). Tak hanya itu, fenomena seks bebas juga meningkat tajam. 

Berdasarkan survei Tim Riset Kaltim Post tahun lalu terhadap 35 remaja di kota Samarinda yang berusia 16 hingga 18 tahun diperoleh data, sebanyak 6 remaja terbiasa merayakan Hari Valentine dengan berhubungan badan. Yang lebih memprihatinkan sebanyak 5 dari 6 orang tersebut masih berstatus sebagai pelajar di salah satu sekolah negeri menengah atas di Kota Samarinda (riaupos.co). 

Budaya V-Day ini berkembang pesat di negeri ini disebabkan semakin kuatnya arus liberalisasi dalam sistem sekuler (memisahkan agama dengan kehidupan) yang diterapkan di negeri ini. Hal tersebut ditambah dengan adanya pengeksposan secara sengaja kemeriahan momentum V-Day ini dan mempromosikannya sebagai kampanye hari kasih sayang. Cara halus seperti inilah yang sebenarnya menyesatkan masyarakat, khususnya para pemuda sehingga budaya liberal semakin tertancap kuat di negeri ini.

Para kapitalis juga tidak mau ketinggalan dalam momentum V-Day ini. Perayaan VD dijadikan sarana untuk meraup keuntungan lebih dengan menjual berbagai pernik yang berkaitan erat dengan V-Day, seperti coklat, bunga, kado dan sejenisnya. Pada tahun lalu misalnya permintaan cokelat bertemakan hati di kota Malang meningkat hingga tiga kali lipat. Selain itu permintaan bunga mawar dari berbagai daerah meningkat hingga 400% (economy.okezone.com). Bahkan menurut survei ada 45% yang menyiapkan dana sebesar Rp100-300 ribu dan 43 % mau merogoh kocek lebih dari Rp300-600 ribu khusus di hari Valentine (m.viva.co.id). Maka sebenarnya siapa yang diuntungkan dan siapa yang dirugikan?.

V-Day adalah budaya sampah yang rusak dan merusak. V-Day berdampak buruk bagi para pemuda dan masyarakat. Pangkal dari V-Day adalah adanya budaya liberal yang dianut masyarakat. Maka harus ada upaya untuk mencegah sekaligus memberangus budaya sampah ini, yaitu: 

Memperkuat peran keluarga

Keluarga memiliki peran penting sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak. Keluarga bisa menjadi benteng virus liberalisme dan budaya perayaan V-Day. Maka diperlukan penguatan keluarga dengan menanamkan nilai moral dan agama serta selalu terikat dengan hukum agama (syariat).

 

Mengoptimalkan peran sekolah

 

Sekolah harusnya berperan untuk menangkal budaya perayaan V-Day ini. Guru melalui kurikulum harusnya memasukkan materi anti merayakan V-Day ke dalam materi pembelajaran. Selain itu Dinas Pendidikan juga semestinya memberikan himbauan dan pelarangan terkait kegiatan tersebut. 

 

Teladan orang tua dan lingkungan

 

Orang tua menjadi model panutan yang memberikan teladan bagi anaknya. Orang tua harus mencontohkan yang baik dengan tidak ikut merayakan V-Day (meski antar suami istri) sehingga bisa dicontoh anak-anaknya. Lingkungan semestinya juga tidak mengekspos kemeriahan V-Day, termasuk toko dan pusat pusat perbelanjaan tidak menjual pernak-pernik V-Day.

 

Peran Negara memberangus budaya liberal

 

Negara harusnya memfilter budaya asing yang masuk. Budaya asing yang merusak (sekulerisme, liberalisme, kapitalisme) seharusnya tidak mendapat tempat di negeri ini karena budaya tersebut yang membuat negeri ini terpuruk di semua lini.

#TolakValentineDay 

Keluarga Nabi saw di Hari Fitri

KELUARGA NABI DI HARI FITRI

Oleh: Fauz Noor (Kyai Bedus)

PADA saat malam Takbiran, Ali ibn Abi Thalib terlihat sibuk membagi-bagikan gandum dan kurma. Bersama istrinya, Sayyidah Fathimah az-Zahra, Ali menyiapkan tiga karung gandum dan dua karung kurma. Terihat, Sayyidina Ali memanggul gandum, sementara istrinya Fathimah menuntun Hasan dan Husein. Mereka sekeluarga mendatangi kaum fakir miskin untuk disantuni.

Esok harinya tiba salat ‘Idul Fitri. Mereka sekeluarga khusyuk mengikuti salat jama’ah dan mendengarkan khutbah. Selepas khutbah ‘Id selesai, keluarga Rasulullah Saw. itu pulang ke rumah dengan wajah berseri-seri.

Sahabat beliau, Ibnu Rafi’i bermaksud untuk mengucapkan selamat ‘Idul Fitri kepada keluarga putri Rasulullah Saw. Sampai di depan pintu rumah, alangkah tercengang Ibnu Rafi’i melihat apa yang dimakan oleh keluarga Rasulullah itu.

Sayyidina Ali, Sayyidatuna Fathimah, Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husein yang masih balita, dalam ‘Idul Fitri makanannya adalah gandum tanpa mentega, gandum basi yang baunya tercium oleh sahabat Nabi itu. Seketika Ibnu Rafi’i berucap istighfar, sambil mengusap-usap dadanya seolah ada yang nyeri di sana. Mata Ibnu Rafi’i berlinang butiran bening, perlahan butiran itu menetes di pipinya.

Kecamuk dalam dada Ibnu Rafi’i sangat kuat, setengah lari ia pun bergegas menghadap Rasulullah Saw. Tiba di depan Rasulullah, “Ya Rasulullah, ya Rasulullah, ya Rasulullah. Putra baginda, putri baginda dan cucu baginda,” ujar Ibnu Rafi’i. “Ada apa wahai sahabatku?” tanya Rasulullah.

“Tengoklah ke rumah putri baginda, ya Rasulullah. Tengoklah cucu baginda Hasan dan Husein.”

“Kenapa keluargaku?”

“Tengoklah sendiri oleh baginda, saya tidak kuasa mengatakan semuanya.”

Rasulullah Saw. pun bergegas menuju rumah Sayyidatuna Fathimah az-Zahra r.a. Tiba di teras rumah, tawa bahagia mengisi percakapan antara Sayyidina Ali, Sayyidatuna Fathimah dan kedua anaknya. Mata Rasulullah pun berlinang. Butiran mutiara bening menghiasi wajah Rasulullah Saw. nan suci.

Air mata Rasulullah berderai, melihat kebersahajaan putri beliau bersama keluarganya. Di hari yang Fitri, di saat semua orang berbahagia, di saat semua orang makan yang enak-enak. Keluarga Rasulullah Saw. penuh tawa bahagia dengan gandum yang baunya tercium tak sedap, dengan makanan yang sudah basi.

“Ya Allah, Allahumma Isyhad. Ya Allah saksikanlah, saksikanlah. Di hari ‘Idul Fitri keluargaku makanannya adalah gandum yang basi. Di hari ‘Idul Fitri keluargaku berbahagia dengan makanan yang basi. Mereka membela kaum papa, ya Allah. Mereka mencintai kaum fuqara dan masakin. Mereka relakan lidah dan perutnya mengecap makanan basi asalkan kaum fakir-miskin bisa memakan makanan yang lezat. Allahumma Isyhad, saksikanlah ya Allah, saksikanlah,” bibir Rasulullah berbisik lembut.

Sayyidatuna Fathimah tersadar kalau di luar pintu rumah, bapaknya sedang berdiri tegak. “Ya Abah, ada apa gerangan Abah menangis?” Rasulullah tak tahan mendengar pertanyaan itu. Setengah berlari ia memeluk putri kesayangannya sambil berujar, “Surga untukmu, Nak. Surga untukmu.”

Demikianlah, menurut Ibnu Rafi’i, keluarga Rasulullah Saw. pada hari ‘Idul Fitri senantiasa menyantap makanan yang basi berbau apek. Ibnu Rafi’i berkata, “Aku diperintahkan oleh Rasulullah Saw. agar tidak menceritakan tradisi keluarganya setiap ‘Idul Fitri. Aku pun simpan kisah itu dalam hatiku. Namun, selepas Rasulullah Saw. wafat, aku takut dituduh menyembunyikan hadits, maka aku ceritkan agar jadi pelajaran bagi segenap kaum Muslimin.” (Musnad Imam Ahmad, jilid 2, hlm. 232).

Ya Rasulullah, begitu mulianya hati baginda bersama keluarga. Siapa gerangan yang tak malu? Siapa orangnya yang tak kelu? Kami di hari nan fitri, makanan kami lezat-lezat, makanan kami enak-enak. Harus kami apakan diri ini, ya Rasul? Kami malu.

Ya Rasulllah, teteskan kemuliaan jiwa baginda kepada kami, teteskan walau hanya setitik, agar jiwa kami semua tiada tandus dari kasih. Ya Rasulallah, berikan kedermawanan jiwa baginda dan keluarga kepada kami dan keluarga kami. Lapangkan dada kami untuk tidak terpukau oleh kemilau dunia sementara kaum fakir-miskin menderita. Luaskan hati kami untuk bisa mencintai kaum papa sebagaimana baginda telah memberikan teladan yang begitu sangat mulia. Allâhumma shalli wa sallim ‘ala Sayyidinâ Muhammad wa ‘ala Ali Sayyidina Muhammad. []

NB :  Ditengah bahagia idul fitri kita bisa jadi masih ada diantara di sekitar kita yang masih kesulitan

Inikah yg dinamakan idul fitri😭