Banyak diantara kita lebih suka dakwah dalam berbuat kebaikan
Dan kita juga perlu bahagia atas kekuatan yg Allah berikan untuk berbuat kebaikan karena tak Semua org mampu
Dakwah dalam mengajak berbuat kebaikan inilah yang dinamakan Dakwah Amar Makruf
Namun ada satu formula dakwah yang tak bisa di pisahkan dari Dakwah Amar Makruf
Yaitu..
*Dakwah Nahi Munkar*
Firman Allah ta’ala :
﴿وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ﴾
_“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung.”_
(QS. Ali Imran : 104)
Firman Allah ta’ala :
﴿كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ﴾
_“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.”_
(QS. Ali Imran : 110)
Dari kedua ayat diatas kita ketahui bahwa Dakwah Amar Makruf Nahi Munkar adalah salah satu kesatuan yg tak bisa dipisahkan.
Sementara bisa jadi kita hanya fokus pada salah satunya saja.
Dan yang menjadi pertanyaan mengapa Dakwah Nahi Munkar ini begitu berat sehingga banyak orang yang tak mampu lakukannya.
*Yang Pertama*
*Dakwah Nahi Munkar Menguatkan Kalimat Tauhid*🕋
Kita ketahui kalimat tauhid yang berbunyi
ۖ لَّا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهَ محمد رسول الله
Yang dimana artinya ialah Tiada Tuhan Selain Allah Dan Nabi Muhammad Utusan Allah
Hal ini menunjukan bahwa kalimat tauhid tsb diawali dari sebuah kalimat penolakan yang berbunyi tiada..
Maka kalimat Tauhid ialah Dakwah Nahi Munkar.
Disinilah tugas para nabi dan rasul di semesta raya ini untuk ajarkan kepada seluruh makhluk bahwa hanyalah Allah swt Tuhan Semesta Alam
Maka saat kita dakwah kan kalimat tauhid sejatinya kita sedang bersihkan segala sesuatu hal yg lebih kita cintai daripada Allah.
Dan tak mudah bagi manusia untuk melakukan hal tsb..
Perhatikan...
Saat kita memiliki dana yg terbatas maka mana yg kita utamakan
Untuk disedekahkah di jalan Allah atau untuk kebutuhan pribadi🤔
Saat kita memiliki waktu rehat bersama keluarga ternyata ada tugas dakwah menanti mana yg kita dahulukan 🤔
Bahkan akan tiba suatu masa dimana kita harus lebih utamakan cinta Allah daripada cinta manusia
Surat At-Taubah Ayat 24
قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ
_Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik._
Begitujuga Bisakah kita utamakan cinta kepada Rasulullah saw daripada siapapun
hadits ke-14 Shahih Bukhari:
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ - رضى الله عنه - أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ فَوَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ
_Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata, “Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak sempurna keimanan seseorang dari kalian sampai ia mencintai aku melebihi kedua orang tuanya dan anaknya.”_
Terlihat mudah kita katakan namun fakta ya akan terlihat dalam kehidupan...
Siapa yg sebenarnya kita cintai🤔😢
Jadi Dakwah Nahi Munkar di poin pertama ini mengapa berat dilakukan...
_Karena manusia harus benar2 utamakan Allah dan Rasulullah lebih dari segalanya_
Tidak takut saat harus berbeda pendapat dengan siapapun
Saat harus menegakkan kalimat tauhid ini
Tidak takut kehilangan apapun
Kecuali Takut kehilangan Cinta Allah dan Rasulullah
Ia tinggalkan semua transaksi riba karena takut Allah dan Rasul tinggalkan ia...
Walau ia harus meniti ekonomi dari bawah...
Ia tinggalkan pekerjaan yg membuat ia selama ini lalai dari ibadah dan dakwah
Semua karena kuatnya tauhid yg ada di hatinya
Dan inilah mengapa kalimat tauhid diawali dari kalimat tegas atas penolakan terhadap sesuatu yg lebih besar dari Allah dan Rasulullah
*Yang Kedua*
Dakwah Nahi Munkar ini memiliki resiko yang besar karena berhadapan dengan banyak kekuatan
Ingatlah...
Bagaimana kisah Musa saat tegakkan kalimat tauhid
Ia harus berhadapan dengan Firaun Ramses sang penguasa
Ia harus berhadapan dengan Haman sang perdana menteri ahli strategi
Ia harus berhadapan dengan Qorun, orang terkaya di masa itu
Disinilah Nahi Munkar memiliki musuh yang bukan hanya satu.
Begitujuga saat ini ketika kita tegakkan kalimat tauhid... Melawan berbagai kemungkaran
Bisa jadi kita tidak disukai oleh
- orangtua
- pasangan
- anak
- saudara
- kawan2
- masyarakat
Dan memang inilah sunnatullah orang yg berjalan di jalan dakwah bisa jadi orang terdekat hingga yg jauh menjadi tantangan dakwah ya
Wajarlah akhirnya banyak para juru dakwah ya yang harus Hijrah ke berbagai tempat
Dan saat Rasulullah saw telah hadir sebagai penutup para Nabi dan Rasul
Maka estafet tugas dakwah ini dilanjutkan oleh ummat ya
Yang tentu dalam menjalani dakwah itu akan ada berbagai perjuangan yg tdk mudah.
Jadi pada akhirnya..
Ibarat Nahi Munkar ialah membersihkan mangkok yang kotor
Maka Amar Makruf ialah mengisi dengan air yg bersih
Tetapi jika kita hanya amar makruf saja tidak ada nahi Munkar
Wajar kelezatan iman akan sulit terasa dalam kehidupan kita.
*Sahabatku...*
*Tetaplah Dakwah Amar Makruf untuk mengajak manusia lebih mengenal Allah dalam berbuat kebaikan*
*Tetapi janganlah engkau tinggalkan Dakwah Nahi Munkar*
*Karena menang ya orang2 yang zolim karena diam ya orang2 yang baik*