satu saat ada seorang anak yang bertanya kenapa orangtuanya ada yang bercerai....
Ibu yang tinggal bersama anak2 itu hanya bisa menyampaikan secara umum...
_karena ibu dan ayah sudah tidak berjodoh lagi nak maka jalannya juga harus masing2_
Sekalipun ayah mereka seorang yang buruk belum saatnya dibuka kepada anak2 yang belum mampu berfikir dengan sempurna akan apa yang terjadi🤔🤔
Ya dalam kehidupan ini secara garis besar ada 2 pengetahuan yg bersifat
1. Umum
Dimana siapapun boleh menikmati berbagai info yang ada.
Dimana Allah membuka secara terbuka kepada setiap hamba tentang segala kebesarannya.
Misal dimana Allah ilhamkan kepada Rasulullah saw keutamaan puasa arofah akan menghapus dosa 2 tahun.
Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ
_"Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.”_
(HR. Muslim)
Ilmu secara umum ini agar bisa dilakukan oleh setiap manusia yang ingin menuju kepada Allah
Misal ada program pemerintah wajib belajar 12 tahun yaitu melewati jenjang pendidikan SD-SMA
2. Khusus
Dimana tidak setiap orang mendapatkan informasi khusus dari Allah.
لاَيِعْـرِفُ الوَالِيّ اِلاَّ الوَالِيّ
Tidak mengetahui/mengenali wali kecuali wali.
Dimana seseorang tidak mengetahui seseorang adalah seorang wali kecuali dirinya adalah wali.
Seperti saat saya ke London,saya berbicara bahasa indonesia dgn orang lain.
Orang asing yg melihat saya tdk mengetahui bahasa indonesia yg saya pakai dengan kawan saya.
Ada ilmu yang khusus Allah berikan kepada Rasulullah saw
Dan ada ilmu yang khusus diberikan kepada para wali-Nya
Disini bukan berati Allah membeda2kan manusia
Namun kemampuan dan kedewasaan ilmu setiap hamba ada yang berbeda
Maka ilmu yang Allah berikan sesuai dengan kemampuan dan kedewasaan iman hamba tersebut
Dan Allah sendiri mempertegas adanya kekhususan yang Allah berikan kepada seseorang
Allah ta’ala berfirman:
يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَن يَشَآءُ وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَايَذَّكَّرُ إِلاَّ أُوْلُوا اْلأَلْبَابِ
_"Allah menganugerahkan al-Hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugerahi al-Hikmah, dia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran"_
(Al-Baqarah: 269).
Jika contoh diatas ada wajib belajar 12 tahun maka Pemerintah tidak mewajibkan yang mau kuliah.
Ilmu Perguruan Tinggi hanya diberikan bagi orang yg mampu
Mampu bukan dalam artian harta,namun mampu serius belajar lebih dalam.
Sahabat IQRO yang Allah sayangi....
Hal ini saya sampaikan agar kita memahami bahwa....
1. Tidak semua hal bisa kita ceritakan setiap orang.
Karena pemahaman setiap orang akan berbeda-beda.
Makanya Rasulullah saw ingatkan...
إِنَّ أَبْغَضَ الرِّجَالِ إِلَى اللَّهِ الْأَلَدُّ الْخَصِمُ
_Sesungguhnya orang yang paling dimurkai oleh Allah adalah orang yang selalu mendebat._
(HR. Bukhâri Muslim)
2. Bersikap takdzim atau saling menghormati terhadap sesama hamba Allah.
عَنْ أَبِـيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللّـهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : «إِنَّ اللهَ تَعَالَـى قَالَ : مَنْ عَادَى لِـيْ وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْـحَرْبِ
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu ia berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
_”Sesungguhnya Allâh Azza wa Jalla berfirman, ’Barangsiapa memusuhi wali-Ku, sungguh Aku mengumumkan perang kepadanya_
Allah menyembunyikan para walinya diantara sekian banyak manusia agar kita bersikap dan berkata baik kepada siapapun
Bisa jadi ada orang yang kita anggap biasa dan remehkan ternyata ia adalah seorang wali Allah
Bisa jadi ia adalah pasangan,anak,sahabat yang ada di sekitar kita.
Terlebih jika Allah ilhamkan dalam hati kita ada hamba yang Allah berikan kelebihan maka kita harus lebih beradab.
Disinilah husnudzon atau baik sangka harus diutamakan terhadap sesama.