Jumat, 14 Juli 2017

Rizki Kita Tidak Akan Tertukar Oleh Siapapun

Gambar di atas ialah pusat penjualan HP di Mall...

Jika kawan2 masuk ke area HP Center di Mall rasanya, banyak sekali counter2 hp yg ada

Coba fikir baik2...

Apa mereka tidak khawatir tidak laku disaat sebelah kanan kiri adalah rivalnya...🤔🤔🤔

Saya diskusi dengan kawan2 yg memiliki counter hp di Mall..

*namanya rezeki pasti ada sekalipun kanan kiri banyak counter*

Itu jawaban salah satu kawan saya saat ditanya tdk khawatir akan persaingan...

Ia bukan seseorang yg faham agama namun yakin rezeki pasti ada...

Dan hebatnya lagi ia non muslim tapi memiliki keyakinan seperti tadi

Nah sekarang ini ada ayat yang menyampaikan...

Firman Allah SWT:

وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا
_“…… dan tidak satu pun makhluk bergerak di bumi melainkan dijamin Allah rezekinya”_

(Surah Hud, ayat 6).

Adanya Jaminan Rezeki dari Allah...

Apakah kita ragu dengan jaminan Allah??🤔🤔

Hmm..
Saya atau siapapun faktanya kadang masih ragu..

Kita terjebak oleh bisikan syetan akan ketakutan akan kekurangan harta hingga kemiskinan...

Allah berfirman,

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ -٢٦٨-

_“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu”_

 (Al-Baqarah 268)

ikhitiar dalam bisnis atau bekerja itu perlu...

Tetapi jangan gantungkan hasil pada ikhtiar yang kita lakukan

Ingatkan

Bunda siti hajar berlari.mencari air di bukit shoffa dan marwah

Tetapi ketemunya dimana...

Bukan shoffa
Atau Marwah...

Ditengah2 kedua bukit zam2 keluar☺☺☺

Jangan berhitung bagaimana cara kerja Allah memberikan kita rezeki...

Berhitunglah bagaimana meningkatkan kualitas hidup kita agar di ridhoi Allah

Sifat Bagi Setiap Manusia

Setiap manusia memiliki sebuah sifat

_mengejar kebahagiaan dan menjauhi kesedihan_

Kebahagiaan itu bisa berbentuk secara materi atau imateri...

Begitujuga kesedihan ada yang berbentuk materi atau imateri...

Namun yang perlu digarisbawahi ialah...

*Sifat dari kebahagiaan atau kesedihan itu bersifat permanen atau temporer*

*sifat dari kebahagiaan itu sebagai sebab atau akibat*

Seorang istri memasak untuk suaminya dan berharap pujian yang akan ia peroleh ternyata sang suami sudah makan sebelum sampai ke rumah....

Bahagiakah sang istri??
☺☺☺

Suami selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi istri dan anaknya nyatanya, rasa syukur sulit terucap dari mulut mereka kepada suami...

Bahagiakah sang suami??☺☺☺

Selama kebahagiaan itu bersandar pada akibat bukan pada sebab, maka ia akan mudah rapuh...

Kalau memakai bahasa tasawufnya...

Selama kebahagiaan ia sadarkan kepada selain Allah,hatinya akan selalu rapuh...

ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ
Allah Tempat Bergantung

Kita tahu akan arti ayat ini, namun seberapa kita menyakini akan ayat ini..

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ

_Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)._

Al Baqarah 165

Pada kenyataannya kita masih bergantung kepada selain Allah...

_nanti saya akan umroh kalau bonus bisnis tembus sesuai target_

_saya akan santuni yatim atau sedekah air  jika karir saya dikantor naik_

_sabar ya nak...bapak akan belikan sepeda kalau sudah ada uangnya_

Ini adalah beberapa contoh kalimat yg secara tidak langsung kita bergantung kepada selain Allah...

*apa tidak mampu Allah umrohkan kita tanpa lewat jalur bisnis atau pekerjaan kita?*

*apa tidak mampu Allah berikan anak kita sepeda tanpa harus membeli dengan uang*

Disinilah rasa kebergantungan kita akan terlihat kepada selain Allah 😥

Manusia diberikan 3 komponen kehidupan :

1. Jasadiyah
2. Fikriyah
3. Ruhiyah

Perhatikan sahabatku...

_Setiap keputusan hidup kita di pengaruhi oleh apa yang kita fikirkan_

_apa yang kita fikirkan dipengaruhi apa yang menguasai isi hati kita_

Dalam mengukur kebahagiaan kita selalu didominasi dengan pola berfikir kita selama ini...

Namun sampai sejauh manakah kemampuan akal kita mampu menjangkau kebesaran Allah...

Baik....
Kita belajar dari kisah Nabi Ibrahim as

Kita perhatikan firman Allah di surat al-An’am

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ آَزَرَ أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا آَلِهَةً إِنِّي أَرَاكَ وَقَوْمَكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ ( ) وَكَذَلِكَ نُرِي إِبْرَاهِيمَ مَلَكُوتَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلِيَكُونَ مِنَ الْمُوقِنِينَ ( ) فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ اللَّيْلُ رَأَى كَوْكَبًا قَالَ هَذَا رَبِّي فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَا أُحِبُّ الْآَفِلِينَ ( ) فَلَمَّا رَأَى الْقَمَرَ بَازِغًا قَالَ هَذَا رَبِّي فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَئِنْ لَمْ يَهْدِنِي رَبِّي لَأَكُونَنَّ مِنَ الْقَوْمِ الضَّالِّينَ ( ) فَلَمَّا رَأَى الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَذَا رَبِّي هَذَا أَكْبَرُ فَلَمَّا أَفَلَتْ قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ

_Ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya, Azar, “Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan.”_

_Demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi dan (Kami memperlihatkannya) agar dia termasuk orang yang yakin_

_Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: “Inilah Tuhanku”, tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: “Saya tidak suka kepada yang tenggelam.”_

_Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: “Inilah Tuhanku.” Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: “Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat.”_

_Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: “Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar.” Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan._

(QS. al-An’am: 74 – 78)

dari kisah diatas kisah belajar beberapa hal...

1. Pentingnya kita berfikir tentang kehidupan ini

2. Ada saatnya akal fikiran tak mampu menjangkau kebesaran Allah...

Apa masuk akal...
Rasulullah saw membelah bulan dengan jarinya..
🤔🤔🤔

Apa masuk akal...
Nabi Musa membelah Lautan dengan tongkat
🤔🤔🤔🤔🤔

Apa masuk akal Nabi Sholeh mampu keluarkan unta dari batu 🤔🤔🤔

Maka...
*Sungguh kebahagiaan yang kita rasakan tak bisa semuanya di analisa dengan kekuatan akal fikiran kita*

Kita sudah berakhlak baik
Tapi ko di kasih Allah pasangan yg tak sesuai harapan...

Kita sudah belajar jadi ortu teladan bagi anak, namun anak kita ko sulit menjadi baik....

Kita sudah berbisnis dgn serius kehalalan dan kerja keras tapi ko ndak maksimal ya hasilnya...

Pertanyaan2 tadi akan timbul....

Selama indikator keberhasilan hidup hanya berdasarkan pertimbangan akal fikiran kita sendiri....☺☺

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Al baqarah 216

Sama juga kalau orang melihat saya sebagai guru ko masih ada kelemahannya...

Kalau pakai akal fikiran manusia ya begitu...☺

Al Imam Ibnu Rajab Al Hanbaly Rohimahullah berkata :

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده...

Kalau seandainya seseorang tidak boleh memberi nasehat kecuali orang yang terjaga dari kesalahan saja (ma'shum),
Niscaya tidak akan ada seorang pun yang dapat menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada satupun yang ma'shum selain beliau Saw....

#Kitab Lathaiful Ma'arif (Halaman 19)

Minggu, 09 Juli 2017

UANG KALAU TINGGAL SEDIKIT, PERKARA AKAN DATANG LAGI


Suatu hari istri dari KH. Rahmat Abdullah (Almarhum) mengeluh tentang persediaan uang untuk kebutuhan rumah tangga yang tinggal sedikit ,

Ust. Rahmat pun menjawabnya dengan tenang :

"Santai aja ibu ... duit kalo tinggal dikit artinya mau dateng lagi "

Subhanallah !
Ungkapan yang sangat singkat, namun padat, begitulah kelebihan yang Allah berikan kepada para ulama, sebagaimana dikatakan dalam sebuah syair

"خير الكلام ما قل ودل "

Sebaik baik perkataan
yang sedikit dan argumentatif "

Ungkapan Ust Rahmat mengajarkan kita bahwa uang itu mengisi tempat yang kosong, karenanya jika Allah ingin kembali mengisi dompet kita, kosongkanlah sebagian nya untuk membantu sesama .

Uang itu bagaikan air yang didalam gelas, jika belum kita minum, maka air didalam botol tak akan bisa mengisinya
Uang itu bagaikan air jika ditahan dia kotor, adapun jika kita melepasnya maka ia akan bersih

Uang itu bagaikan air jika ia ditahan, maka ia akan mencari jalan keluarnyasendiri, karenanya Nabi saw berujar

"ما خالطت الصدقة مالا إلا
أفسدت

"Tidaklah sedekah bercampur dengan harta, melainkan ia akan merusak harta tersebut ".

Ia akan mencari jalan keluarnya sendiri melalui "Anak kita yang sakit sehingga harus ke dokter , handphone kita yang hilang, mobil kita yang rusak dan lain lain yang menguras harta kita".

Uang itu seperti udara, ia selalu mengisi ruang yang kosong, karenanya berbagi dan kosongkanlah, biarlah Allah dengan caranya mengisi kehampaan itu.

.والله أعلم بالصواب

Tausyiah untuk diriku... dirimu... diri kita semua.

Buya Muhammad Reza Adrianto

Minggu, 02 Juli 2017

Enam Anak Kucing

6 anak kucing yang baru terlahir ini sebulan lalu ada yang 5 ekor berwarna abu2 hitam dan 1 ekor kuning emas

Bisa jadi 1 ekor anak kucing yang emas di bully oleh 5 saudara kucing yg berbeda warna

"Hai...kamu kucing aneh..tidak seperti kami2 ...minggir menjauh kamuu"
" sapa salah satu anak kucing berwarna abu2 hitam

Sang anak.kucing berwarna emas kuning bersedih karena ia berbeda dengan saudara2nya..

Beberapa waktu kemudian ada manusia2 yg melihat 6 anak kucing ini justru berkata...

" lucu sekali ya anak kucing berbulu emas itu... pengen deh pelihara...daripada 5 anak kucing yg abu2 hitam"

:) :)

terkadang dalam kehidupan orang2 terdekat kita tidak mampu melihat keindahan pribadi kita
Akan tetapi mereka yg tidak dekat dengan kita justru melihat keindahan pribadi kita

Begitujuga...

Saat kita melihat diri kita lebih berat di uji dalam kehidupan...orang2 di dekat kita tidak memahami keindahan pribadi kita

Karena yang mampu memahami keindahan pribadi kita secara sempurna hanyalah Allah azza wa jalla....

Tak perlu bertanya....
Mrngapa kehidupan yg kita jalani terasa berat dibandingkan yang lain...

Tak perlu bertanya...
Sampai kapan ujian2 harus kita jalani terus menerus...

Karena Allah Maha Tahu memberikan takdir yang terbaik....kehidupan yang terbaik...

hingga akhirnya keindahan hati serta kehidupan terbaik akan kita jalani kelak insya Allah

Referensi :

Allah SWT berfirman:

كُتِبَ عَلَيْکُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّـكُمْ ۚ  وَعَسٰۤى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْــئًا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّـکُمْ ۚ  وَعَسٰۤى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْــئًا وَّهُوَ شَرٌّ لَّـكُمْ  ؕ  وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْـتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ

"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."

(QS. Al-Baqarah: Ayat 216)

ذٰ لِكَ بِمَا قَدَّمَتْ اَيْدِيْكُمْ وَاَنَّ اللّٰهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيْدِ

"Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri dan sesungguhnya Allah tidak menzalimi hamba-hamba-Nya"

(QS. Ali 'Imran: Ayat 182)

Buya Muhammad Reza Adrianto Murobbi IQRO Learning Center