Setiap manusia memiliki sebuah sifat
_mengejar kebahagiaan dan menjauhi kesedihan_
Kebahagiaan itu bisa berbentuk secara materi atau imateri...
Begitujuga kesedihan ada yang berbentuk materi atau imateri...
Namun yang perlu digarisbawahi ialah...
*Sifat dari kebahagiaan atau kesedihan itu bersifat permanen atau temporer*
*sifat dari kebahagiaan itu sebagai sebab atau akibat*
Seorang istri memasak untuk suaminya dan berharap pujian yang akan ia peroleh ternyata sang suami sudah makan sebelum sampai ke rumah....
Bahagiakah sang istri??
☺☺☺
Suami selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi istri dan anaknya nyatanya, rasa syukur sulit terucap dari mulut mereka kepada suami...
Bahagiakah sang suami??☺☺☺
Selama kebahagiaan itu bersandar pada akibat bukan pada sebab, maka ia akan mudah rapuh...
Kalau memakai bahasa tasawufnya...
Selama kebahagiaan ia sadarkan kepada selain Allah,hatinya akan selalu rapuh...
ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ
Allah Tempat Bergantung
Kita tahu akan arti ayat ini, namun seberapa kita menyakini akan ayat ini..
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ
_Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)._
Al Baqarah 165
Pada kenyataannya kita masih bergantung kepada selain Allah...
_nanti saya akan umroh kalau bonus bisnis tembus sesuai target_
_saya akan santuni yatim atau sedekah air jika karir saya dikantor naik_
_sabar ya nak...bapak akan belikan sepeda kalau sudah ada uangnya_
Ini adalah beberapa contoh kalimat yg secara tidak langsung kita bergantung kepada selain Allah...
*apa tidak mampu Allah umrohkan kita tanpa lewat jalur bisnis atau pekerjaan kita?*
*apa tidak mampu Allah berikan anak kita sepeda tanpa harus membeli dengan uang*
Disinilah rasa kebergantungan kita akan terlihat kepada selain Allah 😥
Manusia diberikan 3 komponen kehidupan :
1. Jasadiyah
2. Fikriyah
3. Ruhiyah
Perhatikan sahabatku...
_Setiap keputusan hidup kita di pengaruhi oleh apa yang kita fikirkan_
_apa yang kita fikirkan dipengaruhi apa yang menguasai isi hati kita_
Dalam mengukur kebahagiaan kita selalu didominasi dengan pola berfikir kita selama ini...
Namun sampai sejauh manakah kemampuan akal kita mampu menjangkau kebesaran Allah...
Baik....
Kita belajar dari kisah Nabi Ibrahim as
Kita perhatikan firman Allah di surat al-An’am
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ آَزَرَ أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا آَلِهَةً إِنِّي أَرَاكَ وَقَوْمَكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ ( ) وَكَذَلِكَ نُرِي إِبْرَاهِيمَ مَلَكُوتَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلِيَكُونَ مِنَ الْمُوقِنِينَ ( ) فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ اللَّيْلُ رَأَى كَوْكَبًا قَالَ هَذَا رَبِّي فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَا أُحِبُّ الْآَفِلِينَ ( ) فَلَمَّا رَأَى الْقَمَرَ بَازِغًا قَالَ هَذَا رَبِّي فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَئِنْ لَمْ يَهْدِنِي رَبِّي لَأَكُونَنَّ مِنَ الْقَوْمِ الضَّالِّينَ ( ) فَلَمَّا رَأَى الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَذَا رَبِّي هَذَا أَكْبَرُ فَلَمَّا أَفَلَتْ قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ
_Ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya, Azar, “Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan.”_
_Demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi dan (Kami memperlihatkannya) agar dia termasuk orang yang yakin_
_Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: “Inilah Tuhanku”, tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: “Saya tidak suka kepada yang tenggelam.”_
_Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: “Inilah Tuhanku.” Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: “Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat.”_
_Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: “Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar.” Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan._
(QS. al-An’am: 74 – 78)
dari kisah diatas kisah belajar beberapa hal...
1. Pentingnya kita berfikir tentang kehidupan ini
2. Ada saatnya akal fikiran tak mampu menjangkau kebesaran Allah...
Apa masuk akal...
Rasulullah saw membelah bulan dengan jarinya..
🤔🤔🤔
Apa masuk akal...
Nabi Musa membelah Lautan dengan tongkat
🤔🤔🤔🤔🤔
Apa masuk akal Nabi Sholeh mampu keluarkan unta dari batu 🤔🤔🤔
Maka...
*Sungguh kebahagiaan yang kita rasakan tak bisa semuanya di analisa dengan kekuatan akal fikiran kita*
Kita sudah berakhlak baik
Tapi ko di kasih Allah pasangan yg tak sesuai harapan...
Kita sudah belajar jadi ortu teladan bagi anak, namun anak kita ko sulit menjadi baik....
Kita sudah berbisnis dgn serius kehalalan dan kerja keras tapi ko ndak maksimal ya hasilnya...
Pertanyaan2 tadi akan timbul....
Selama indikator keberhasilan hidup hanya berdasarkan pertimbangan akal fikiran kita sendiri....☺☺
كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
Al baqarah 216
Sama juga kalau orang melihat saya sebagai guru ko masih ada kelemahannya...
Kalau pakai akal fikiran manusia ya begitu...☺
Al Imam Ibnu Rajab Al Hanbaly Rohimahullah berkata :
لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده...
Kalau seandainya seseorang tidak boleh memberi nasehat kecuali orang yang terjaga dari kesalahan saja (ma'shum),
Niscaya tidak akan ada seorang pun yang dapat menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada satupun yang ma'shum selain beliau Saw....
#Kitab Lathaiful Ma'arif (Halaman 19)